Minggu, 25 Maret 2012

Doa makan

بسم الله الرحمن الرحيم


Berdo'a ketika takut lapar

{وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَى عَذَابِ النَّارِ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ} [البقرة: 126]
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan Itulah seburuk-buruk tempat kembali". [Al-Baqarah:126]
{قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا أَنْزِلْ عَلَيْنَا مَائِدَةً مِنَ السَّمَاءِ تَكُونُ لَنَا عِيدًا لِأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِنْكَ وَارْزُقْنَا وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ} [المائدة: 114]
Isa putera Maryam berdoa: "Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rzekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezki yang paling Utama". [Al-Maaidah:114]

Dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda dalam sebuah hadits Qudsi: Allah berkata:
يَا عِبَادِي كُلُّكُمْ جَائِعٌ، إِلَّا مَنْ أَطْعَمْتُهُ، فَاسْتَطْعِمُونِي أُطْعِمْكُمْ [صحيح مسلم]
"Wahai hamba-hambaKu, kalian semua kelaparan kecuali yang aku beri makan, maka minta makanlah kepadaKu maka akan Aku memberimu makan." [Sahih Muslim]

Kamis, 22 Maret 2012

Do'a bepergian (musafir)


Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَجَعَلَ لَكُمْ مِنَ الْفُلْكِ وَالْأَنْعَامِ مَا تَرْكَبُونَ (12) لِتَسْتَوُوا عَلَى ظُهُورِهِ ثُمَّ تَذْكُرُوا نِعْمَةَ رَبِّكُمْ إِذَا اسْتَوَيْتُمْ عَلَيْهِ وَتَقُولُوا سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ (13) وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ} [الزخرف: 12 - 14]
Dan (Allah) menjadikan untukmu kapal dan binatang ternak yang kamu tunggangi. Supaya kamu duduk di atas punggungnya Kemudian kamu ingat nikmat Tuhanmu apabila kamu Telah duduk di atasnya; dan supaya kamu mengucapkan: "Maha Suci Tuhan yang Telah menundukkan semua Ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, Dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami". [Az-Zukhruf: 12-14]

{وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ} [هود: 41]
Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya (perahu) dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Huud:41]

Dari Ibnu Umar; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam jika sudah duduk di atas ontanya ketika hendak bepergian (jauh), ia bertakbir 3x kemudian membaca:
سُبْحَانَ الَّذِي سَخَّرَ لَنَا هَذَا، وَمَا كُنَّا لَهُ مُقْرِنِينَ، وَإِنَّا إِلَى رَبِّنَا لَمُنْقَلِبُونَ، اللهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ فِي سَفَرِنَا هَذَا الْبِرَّ وَالتَّقْوَى، وَمِنَ الْعَمَلِ مَا تَرْضَى، اللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هَذَا، وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اللهُمَّ أَنْتَ الصَّاحِبُ فِي السَّفَرِ، وَالْخَلِيفَةُ فِي الْأَهْلِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ، وَكَآبَةِ الْمَنْظَرِ، وَسُوءِ الْمُنْقَلَبِ فِي الْمَالِ وَالْأَهْلِ
"Maha Suci Tuhan yang telah menundukkan semua Ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya, Dan Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah .. sesungguhnya kami meminta kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan dan ketakwaan, dan amalan yang Engkau ridhai. Ya Allah .. mudahkanlah bagi kami perjalanan kami ini, dan jadikanlah jauhnya terasa dekat. Ya Allah .. Engkaulah Yang Menemani dalam setiap perjalanan dan Khalifah (Yang menjaga dan mengurus) keluarga (yang ditinggal). Ya Allah .. aku berlindung kepada-Mu dari sulitnya perjalanan, penampilan yang buruk, dan keburukan di saat kembali pada harta dan keluarga."

Dan jika Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam kembali dari perjalanan, beliau juga membaca do'a yang sama dan ditambah:
آيِبُونَ تَائِبُونَ عَابِدُونَ لِرَبِّنَا حَامِدُونَ
"Kami sudah kembali dari perjalanan dengan selamat, bertaubat kepada Allah dari segala maksiat, beribadah hanya kepada Tuhan kami dengan memuji-Nya". [Sahih Muslim]

Waktu Ber-Shalawat



بسم الله الرحمن الرحيم


Allah dan para malaikat bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan orang beriman diperintahkan untuk bershalawat kepadanya. Allah subhanahu wa ta’aalaa berfirman:
{إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا} [الأحزاب: 56]
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. [Al-Ahzaab:56]

Puasa yang dilarang


Ada beberapa jenis puasa yang terlarang untuk dilakukan, diantaranya:

1. Puasa di hari Idul fitri dan idul adhah.
عن أبي سعيد الخدري - رضي الله عنه - (( أن رسول الله - صلى الله عليه وسلم - نهى عن صيام يومين: يوم الفطر و يوم النحر )) متفق عليه.
Dari Abu Sa'id Al-Khudri radiyallahu 'anhu beliau berkata: Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam melarang puasa di dua hari raya: idul fitri dan idul adhah. [Sahih Bukhari dan Muslim]

2. Puasa di 3 hari tasyrii' (11, 12 dan 13 dzul hijjah).
عن نبيشة الهذلي - رضي الله عنه - قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم - : (( أيام التشريق أيام أكل وشرب وذكر الله - عز وجل - )) رواه مسلم.
Dari Nubaisya Al-Hudzaly radiyallahu 'anhu, Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Hari tasyri' adalah hari makan-makan dan minum, dan dzikir kepada Allah 'azza wajalla. [Sahih Muslim]

Rabu, 21 Maret 2012

Al-Wasathiyah dalam Al-Qur'an


Halaqah I

Makna Al-Wasathiyah menurut bahasa :

Al-Wasathiyah berasal dari kata (وسط) yang memiliki beberapa arti yang saling mendekati. Kata (وسط) bisa dibaca dengan dua bentuk :
Yang pertama: " وسْط " huruf sin-nya di sukun, sebagai kata tempat yang berarti " antara " .
Yang kedua: " وسَط " huruf sin-nya di fathah, memiliki beberapa arti diantaranya :

1.      Nama di antara dua ujung sesuatu (pertengahan sesuatu) .
2.      Bermakna sifat yang artinya " terbaik " .
3.      Berarti " adil " atau " keadilan "  .
4.      Berarti " antara yang baik dan yang buruk " .
Dalam bentuk apa pun kata وسط dipergunakan maknanya tidak akan keluar dari arti keadilan, kemuliaan, kebaikan, pertengahan, antara, dan sederhana.

Penggunaan Al-Wasathiyah dalam Al-Qur'an dan Hadits

Mau Kawin Lagi


"Cita-cita yang mulia, mudah diucapkan, sulit diamalkan"

Perkawinan kedua hukumnya sama dengan perkawinan pertama, sunnah dan bisa jadi wajib, makruh, atau haram tergantung akibat yang ditimbulkan dari perkawinan tersebut .
Apabila sudah memenuhi syarat, hukumnya sunnah dan bisa saja wajib bila ada hal yang mendesak seperti jika istri pertama tidak bisa memenuhi kebutuhan jasmani suaminya hinggan bisa menyebabkan sang suami terjerumus zina.
Dan apabila tidak memenuhi syarat, maka hukumnya bisa makruh atau haram tergantung besar kecilnya mafsadah (kerusakan) yang ditimbulkan.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi bagi yang ingin kawin lagi:

Meraih cinta Allah


Banyak orang yang mengaku cinta kepada Allah subhanahu wata'ala, akan tetapi apakah Allah juga mencintai kita?

Dalam sahih Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" إن الله إذا أحب عبدا دعا جبريل فقال إنى أحب فلانا فأحبه - قال - فيحبه جبريل ثم ينادى فى السماء فيقول إن الله يحب فلانا فأحبوه. فيحبه أهل السماء - قال - ثم يوضع له القبول فى الأرض. وإذا أبغض عبدا دعا جبريل فيقول إنى أبغض فلانا فأبغضه - قال - فيبغضه جبريل ثم ينادى فى أهل السماء إن الله يبغض فلانا فأبغضوه - قال - فيبغضونه ثم توضع له البغضاء فى الأرض " .
"Sesungguhnya Allah jika mencintai seorang hamba, Ia memanggil Jibril dan berkata kepadanya: Sesungguhnya Aku mencintai si Fulan maka cintailah ia. Lalu Jibril ikut mencintainya, kemudian berseru di langit: Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan maka cintailah ia. Lalu penduduk langit turut mencintainya, kemudian diturunkan rasa cinta kepadanya di bumi. Dan jika Allah membenci seorang hamba, Ia memanggil Jibril dan berkata kepadanya: Sesungguhnya Aku membenci si Fulan maka bencilah ia. Lalu Jibril ikut membencinya, kemudian berseru di langit: Sesungguhnya Allah membenci si Fulan maka bencilah ia. Lalu penduduk langit turut membencinya, kemudian diturunkan rasa benci kepadanya di bumi."

Ada beberapa golongan yang dicintai oleh Allah subhanahu wata'ala:

Tuntunan ber-Facebook


Berkomunikasi di media facebook tidak jauh beda dengan dunia nyata. Bahkan dampak negatifnya di dunia maya lebih besar karena kita tidak tahu bagaimana ekpresi orang yang membaca apa yang kita tulis sehingga kita bisa dengan mudah membaca situasi.

Berikut ini beberapa adab (tuntunan) dalam menggunakan fasilitas facebook:

Niatkan segala aktifitas yang baik sebagai ibadah iklahs demi Allah semata.
Dari Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إنما الأعمال بالنيات، وإنما لكل امرئ ما نوى
Sesungguhnya segala amalan itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang mendapatkan ganjaran sesuai dengan apa yang ia niatkan. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Kiamat sudah dekat


Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ} [القمر: 1]
Telah dekat datangnya hari kiamat. [Al-Qamar:1]
{يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا } [الأحزاب: 63]
Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu Hanya di sisi Allah". dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya. [Al-Ahzaab:63]

Selasa, 20 Maret 2012

SENDIRI


Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"عليكم بالجماعة ، وإياكم والفرقة ، فإن الشيطان مع الواحد وهو من الاثنين أبعد " [سنن الترمذي: صحيح]
"Hendaklah kalian berjama'ah, dan janganlah kalian berpecah, karena sesungguhnya setan itu bersama orang yang sendiri, sedangkan terhadap orang yang berdua lebih jauh." [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Karena bahaya menyendiri, Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam melarang seseorang bepergian sendiri sebagaimana dalam sabdanya:
" لو يعلم الناس ما في الوحدة ما أعلم ما سار راكب بليل وحده " [صحيح البخاري]
"Seandainya orang tau bahaya yang akan dihadapi oleh orang yang menyendiri seperti apa yang aku ketahui, maka tidak ada lagi orang yang mau bepergian dengan kendaraan di malam hari sendirian." [Sahih Bukhari dan Muslim]

Jangan MARAH


Marah adalah sifat dan tabiat manusia, sebagaimana dalam hadits Abu Hurairah radiyallahu’anhu, Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
اللهم إنما محمد بشر، يغضب كما يغضب البشر، وإني قد اتخذت عندك عهدا لن تخلفنيه، فأيما مؤمن آذيته، أو سببته، أو جلدته، فاجعلها له كفارة، وقربة، تقربه بها إليك يوم القيامة [صحيح مسلم]
Ya Allah .. sesungguhnya Muhammad juga manusia, bisa marah sebagaimana manusia lainnya marah, dan sesungguhnya aku sudah mengambil janji darimu Engkau tidak akan mengingkarinya, maka siapa saja mukmin yang aku sakiti, atau aku cela, atau aku cambuk, maka jadikanlah itu sebagai kaffarah (penghapus dosa) baginya dan sebagai amalan yang mendekatkannya kepada-Mu di hari kiamat. [Sahih Muslim]

Marah adalah perasaan hati yang tidak bisa dikendalikan oleh manusia sebagaimana halnya rasa cinta, benci, malu, iman dan kufur. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ } [الأنفال: 24]
Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah membatasi (menguasai) antara manusia dan hatinya. [Al-Anfaal:24]

Akan tetapi, Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kita untuk tidak marah. Sebagaimana dalam sebuah hadits Abu Hurairah radiyallahu’anhu berkata: Seseorang meminta kepada Rasulullah: Berilah aku wasiat. Rasulullah menjawab: Jangan marah". Namun orang tersebut terus mengulangi permintaannya, dan Rasulullah tetap menjawab: لا تغضب "Jangan marah". [Sahih Bukhari]

Wanita keluar rumah


Perintah taat kepada Allah dan Rasul-Nya.
{وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ ، وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا} [الأحزاب: 36]
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata." [Al-Ahzaab:36]

Aturan Allah dan Rasul-Nya adalah untuk kebahagiaan kita.
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ} [الأنفال: 24]
"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu." [Al-Anfaal:24]

Menyalahi aturan Allah adalah mendzalimi diri sendiri.
{وَمَنْ يَتَعَدَّ حُدُودَ اللَّهِ فَقَدْ ظَلَمَ نَفْسَهُ} [الطلاق: 1]
"Dan barangsiapa yang melanggar hukum-hukum Allah, Maka Sesungguhnya dia Telah berbuat zalim terhadap dirinya sendiri." [At-Thalaaq:1]

Perintah berdiam di dalam rumah.
Seorang wanita muslimah yang taat kepada ajaran agamanya senantiasa menjadikan rumah sebagai benteng yang melindunginya dari segala macam fitnah yang bisa merusak kehidupan dunia dan akhiratnya. Senantiasa taat kepada Allah Tuhan Yang Menciptakan dan Memuliakannya, Yang Memerintahkannya untuk berdiam di dalam rumah. Allah berfirman:
{وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ} [الأحزاب: 33]
"Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu". [Al-Ahzab: 33]

Hukum Ikhtilath


بسم الله الرحمن الرحيم


Salah satu ciri khas hukum islam adalah mencegah kerusakan sebelum terjadi. Oleh karena itu Islam mengharamkan laki-laki dan perempuan berbaur dalam satu tempat (ikhtilath) karena akan menimbulkan kerusakan (mafsadah), memancing tindakan maksiat.

Ada beberapa dalil akan haramnya ikhtilath, diantaranya:

1. Ikhtilath biang kerusakan, sebagaimana pada kisah nabi Yusuf dan istri tuannya.

Minggu, 04 Maret 2012

Godaan wanita


Allah menciptakan manusia dengan memiliki hawa nafsu. Dan nafsu yang paling berat adalah nafsu terhadap wanita. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآب} [آل عمران: 14]
"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)". [Ali 'Imran:14]
Wanita disebutkan pada urutan pertama dari syahwat lainnya menunjukkan cobaannya yang lebih berat dan sebagai pemicu dari syahwat-syahwat lainnya.