Sabtu, 08 September 2012

Tundukkan pandangan


Mensucikan hati
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ (30) وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ} [النور: 30، 31]
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat". Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya". [An-Nuur: 30-31]
{وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ} [الأحزاب: 53]
"Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), Maka mintalah dari belakang tabir. cara yang demikian itu lebih Suci bagi hatimu dan hati mereka." [Al-Ahzaab:53]

Mata berkhianat
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُورُ} [غافر: 19]
Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati. [Gaafir:19] 

Mata berzina
Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
كُتِبَ عَلَى ابْنِ آدَمَ نَصِيبُهُ مِنَ الزِّنَا، مُدْرِكٌ ذَلِكَ لَا مَحَالَةَ، فَالْعَيْنَانِ زِنَاهُمَا النَّظَرُ، وَالْأُذُنَانِ زِنَاهُمَا الِاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِنَاهُ الْكَلَامُ، وَالْيَدُ زِنَاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوَى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّبُهُ [صحيح مسلم]
"Telah ditetapkan bagi anak cucu Adam bagian mereka dari zina, akan menimpa mereka dan tidak lapas darinya. Sesungguhnya mata berzina dengan pandangan, telinga berzina dengan pendengaran, lidah bezina dengan ucapan, tangan berzina dengan sentuhan, kaki berzina dengan langkah, hati bernafsu dan mendabakan, kemudian dilakukan oleh kelamin atau ditinggalkan." [Sahih Muslim]

Dari Abu Musa Al-Asy'ariy radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
كُلُّ عَيْنٍ زَانِيَةٌ [سنن الترمذي: حسن]
Semua mata pernah berzina (dengan melihat yang haram). [Sunan Tirmidzi: Hasan]

Hak jalanan
Dari Abu Sa'id Al-Khudriy radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِيَّاكُمْ وَالجُلُوسَ عَلَى الطُّرُقَاتِ»
"Janganlah kalian duduk dipinggir jalan!"
Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah kami tidak bisa meninggalkannya, itu tempat kami duduk dan berbincang?
Rasulullah bersabda:
«فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلَّا المَجَالِسَ، فَأَعْطُوا الطَّرِيقَ حَقَّهَا»
"Jika kalian tidak mau kecuali duduk di situ maka berikanlah jalanan itu haknya".
Para sahabat bertanya: Apa hak jalanan itu?
Rasulullah menjawab:
«غَضُّ البَصَرِ، وَكَفُّ الأَذَى، وَرَدُّ السَّلاَمِ، وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ، وَنَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Tundukkan pandangan (dari yang haram), tidak menyakiti orang yang lewat, menjawab salam, memerintahkan yang baik, dan mencegah yang mungkar". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Pandangan tidak sengaja
Dari Buraidah bin Al-Hushaib Al-Aslamiy radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Ali bin Abi Thalib radiyallahu 'anhu:
«يَا عَلِيُّ لَا تُتْبِعِ النَّظْرَةَ النَّظْرَةَ، فَإِنَّ لَكَ الْأُولَى وَلَيْسَتْ لَكَ الْآخِرَةُ» [سنن أبي داود: حسنه الألباني]
Wahai Ali, jangan kau ikutkan pandangan (kepada wanita yang bukan muhrim) dengan pandangan (terus memandang), karena sesungguhnya untukmu (uzur) pada pandangan pertama, dan tidak ada (uzur) untukmu pada pandangan berikutnya. [Sunan Abu Daud: Hasan]

Jarir bin Abdillah radiyallahu 'anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam tentang pandangan (kepada wanita yang bukan muhrim) secara tiba-tiba (tidak sengaja), maka Rasulullah menjawab:
«اصْرِفْ بَصَرَكَ» [سنن أبي داود: صحيح]
Palingkan pandanganmu! [Sunan Abi Daud: Sahih]

Surga bagi yang menjaga pandangan
Dari Ubadah bin Ash-Shamit radiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" اضْمَنُوا لِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمُ الْجَنَّةَ: اصْدُقُوا إِذَا حَدَّثْتُمْ، وَأَوْفُوا إِذَا وَعَدْتُمْ، وَأَدُّوا إِذَا اؤْتُمِنْتُمْ، وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ، وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ، وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ " [مسند أحمد: حسن]
Beri aku jaminan enam perkara pada diri kalian maka aku akan menjamin surga bagi kalian: Jujurlah ketika berbicara, tepatilah jika berjanji, laksanakan jika kalian diberi amanah, jagalah kemaluan, tundukkan pandangan, dan tahan tangan kalian. [Musnad Ahmad: Hasan]

Perempuan adalah aurat
Dari Abdullah bin Mas'ud radiyallahu 'anhu, Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«المَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتْ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ» [سنن الترمذي: صحيح]
Perempuan adalah aurat, jika ia keluar rumah maka syaitan akan mengagungkannya (diperindah pada pandangan laki-laki). [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Setan menghiasi perempuan pada pandangan lelaki
Jabir bin Abdullah radiyallahu 'anhuma berkata: Suatu hari Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam melihat seorang wanita, kemudian Rasulullah mendatangi istrinya Zainab yang sedang masak, dan melampiaskan hajatnya. Setelah itu Rasulullah menemui Sahabatnya dan bertkata:
إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ، وَتُدْبِرُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ، فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ، فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِي نَفْسِهِ
Sesungguhnya wanita itu menghadap dari depan dalam bentuk setan dan membelakang dalam bentuk setan, maka jika seseorang dari kalian melihat wanita maka hendaklah ia mendatangi istrinya, karena hal itu akan manghilangkan apa yang ada dalam dirinya (dari hawa nafsu). [Sahih Muslim]

Bahaya setan pada pandangan
Ali bin Abi Thalib radiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam memalingkan leher Al-Fadhl ketika memandang wanita Al-Khats'amiyah, kemudian Al-Abbas bertanya: Ya Rasulullah, kenapa engkau memalingkan leher anak pamanmu?
Rasulullah bersabda:
«رَأَيْتُ شَابًّا وَشَابَّةً فَلَمْ آمَنِ الشَّيْطَانَ عَلَيْهِمَا» [سنن الترمذي: حسنه الألباني]
"Aku melihat seorang pemuda dan pemudi, maka aku tidak merasa aman (khawatir) syetan menggoda keduanya". [Sunan Tirmidzi: Hasan]

Menikah dan puasa membantu menjaga pandangan
Dari Abdullah bin Mas’ud radiyallahu ‘anhu; Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
«مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ» [صحيح البخاري ومسلم]
Barangsiapa yang sudah mampu menikah maka menikalah, karena sesungguhnya menikah itu akan menahan pandangan, dan menjaga kemaluan (dari yang haram). Dan barangsiapa yang belum mampu maka hendaklah ia berpuasa karena puasa dapat meredakan nafsu. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Referensi:
النظر في أحكام النظر بحاسة البصر لابن القطان الفاسي ت 628 هـ
النظر من النسوة للرجال بغير شهوة ، إعداد: أبو أحمد محمد بن أحمد بن محمد العماري

Lihat juga: Godaan wanita
                   Wanita keluar rumah 
                   Syarat pakaian wanita muslimah 
                   Ikhtilath
                   Tuntunan ber-Facebook  

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...