Minggu, 25 Mei 2014

Keutamaan beberapa surah Al-Qur’an

بسم الله الرحمن الرحيم






Keutamaan surah Al-An’aam dan Al-A’raaf

Menempati posisi Taurat
Dari Watsilah bin Al-Asqa' radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" أُعْطِيتُ مَكَانَ التَّوْرَاةِ السَّبْعَ، وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الزَّبُورِ الْمَئِينَ ، وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الْإِنْجِيلِ الْمَثَانِيَ ، وَفُضِّلْتُ بِالْمُفَصَّلِ " [مسند أحمد: صححه الألباني]
"Aku diberi As-Sab' (tujuh surah yang terpanjang dalam Al-Qur'an) sebagai pengganti Taurat, dan aku diberi Al-Maiin (surah-surah yang jumlah ayatnya seratus atau mendekati) sebagai pengganti Zabur, dan aku diberi Al-Matsaniy (surah-surah antara Al-Maiin dan Al-Mufashsahl) sebagai pengganti Injil, dan aku diberi kelebihan dengan Al-Mufashshal (surah Qaaf sampai surah An-Naas)". [Musnad Ahmad: Sahih]

Tujuh surah yang terpanjang dalam Al-Qur'an: Al-Baqarah, Ali 'Imran, An-Nisaa', Al-Maidah, Al-An'aam, Al-A'raaf, dan Al-Anfaal bersama At-Taubah (dianggap satu surah) atau Yunus.

Yang menghafalnya adalah seorang ulama
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" مَنْ أَخَذَ السَّبْعَ الْأُوَلَ مِنَ الْقُرْآنِ، فَهُوَ حَبْرٌ " [مسند أحمد: حسنه الألباني]
"Barangsiapa yang menghafal tujuh surah terpanjang dari Al-Qur'an maka ia adalah seorang ulama". [Musnad Ahmad: Hasan]

Keutamaan surah Yunus

Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu 'anhuma berkata: Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: Ya Rasulallah, bacakanlah untukku!
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
«اقْرَأْ ثَلَاثًا مِنْ ذَوَاتِ الر»
“Bacalah tiga surah yang diawali dengan lafadz “ الر “
Orang itu berkata: Umurku sudah tua, hatiku telah keras, dan lidahku kaku!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«فَاقْرَأْ ثَلَاثًا مِنْ ذَوَاتِ حاميم»
“Maka bacalah tiga surah yang diawali dengan lafadz “ حم “
Orang itupun berkata seperti perkataannya tadi.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«اقْرَأْ ثَلَاثًا مِنَ المُسَبِّحَاتِ»
“Bacalah tiga surah dari Al-Musabbihaat (yang diawali dengan lafadz “ سبحان “, “ سبح “, “ يسبح “)
Maka orang itu berkata seperti perkataannya tadi, kemudian bertanya lagi: Bacakanlah untukku surah yang komplit!
Maka Nabi membacakannya surah “Az-Zalzalah” sampai selesai.
Kemudian lelaki itu berkata: Demi Yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan menambahnya selama-lamanya!
Kemudian lelaki itu pergi, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«أَفْلَحَ الرُّوَيْجِلُ» مَرَّتَيْنِ [سنن أبي داود: حسنه الأرنؤوط]
“Beruntunglah lelaki itu, beruntung lelaki itu”. [Sunan Abi Daud: Hasan]

Surah yang diawali dengan lafadz “ ألر “ : Yunus, Huud, Yusuf, Ibrahim, dan Al-Hijr.
Surah yang diawali dengan lafadz “ حم “ : Gaafir, Fushilat, Asy-Syuuraa, Az-Zukhruf, Ad-Dukhaan, Al-Jaatsiyah, dan Al-Ahqaaf.
Surah yang diawali dengan lafadz “ سبحان “ : Al-Israa’.
Surah yang diawali dengan lafadz “ سبح “ : Al-Hadiid, Al-Hasyr, Ash-Shaff, dan Al-A’laa.
Surah yang diawali dengan lafadz “ يسبح “ : Al-Jumu’ah dan At-Tagaabun.

Keutamaan surah Huud

Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: Abu Bakr bertanya: Ya Rasulallah, engkau telah beruban!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«شَيَّبَتْنِي هُودٌ، وَالوَاقِعَةُ، وَالمُرْسَلَاتُ، وَعَمَّ يَتَسَاءَلُونَ، وَإِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ» [سنن الترمذي: صحيح]
“Aku beruban karena (memikirkan kandungan) surah Huud, Al-Waqi’ah, Al-Mursalaat, An-Naba’, dan At-Takwiir”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Keutamaan surah Ibrahim

Dari Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu 'anhuma; Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah ‘azza wa jalla, Ibrahim ‘alaihissalam berkata:
{رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ فَمَنْ تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي} [إبراهيم: 36] الْآيَةَ
Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan daripada manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, maka sesungguhnya orang itu termasuk golonganku, dan barangsiapa yang mendurhakai aku, maka sesungguhnya Engkau, Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. [Ibrahim:36]
Dan Nabi Isa ‘alaihissalam berkata:
{إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} [المائدة: 118]
Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. [Al-Maidah:118]
Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya dan berdo’a:
«اللهُمَّ أُمَّتِي أُمَّتِي»
“Ya Allah, umatku, umatku!”, dan beliau menangis.
Maka Allah ‘azza wa jalla berfirman:
«يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ، وَرَبُّكَ أَعْلَمُ، فَسَلْهُ مَا يُبْكِيكَ؟»
“Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad, dan Rabb-mu lebih mengetahui, maka tanyakan kepadanya apa yang membuatmu menangis?”
Maka Jibril ‘alaihissalam mendatanginya kemudian menanyainya, maka Rasulullah menyampaikan apa yang ia ucapkan sedangkan ia lebih mengetahui.
Maka Allah berfirman:
" يَا جِبْرِيلُ، اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ، فَقُلْ: إِنَّا سَنُرْضِيكَ فِي أُمَّتِكَ، وَلَا نَسُوءُكَ " [صحيح مسلم]
“Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad, dan katakana: Sesungguhnya kami akan meridhai umatmu dan tidak akan mengecewakanmu”. [Sahih Muslim]

Keutamaan surah Al-Israa’ dan Az-Zumar

Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
«كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ كُلَّ لَيْلَةٍ بِبَنِي إِسْرَائِيلَ، وَالزُّمَرِ» [مسند أحمد: حسن]
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca setiap malam surah Bani Israil (Al-Israa’) dan Az-Zumar”. [Musnad Ahmad: Hasan]

Dalam riwayat lain:
«كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ الزُّمَرَ، وَبَنِي إِسْرَائِيلَ» [سنن الترمذي: صحيح]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tidur sampai membaca surah Az-Zumar dan Bani Israil (Al-Israa’). [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Keutamaan surah Al-Kahfi

Terjada dari fitnah Dajjal
Dari Abu Ad-Dardaa' radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الْكَهْفِ عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ» [صحيح مسلم]
“Barangsiapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal surah Al-Kahfi maka ia terjada dari Dajjal”. [Sahih Muslim]

Dari An-Nawwaas bin Sam’aan radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda – setelah menceritakan tentang Dajjal - :
فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ، فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ [صحيح مسلم]
“Maka barangsiapa dari kalian yang mendapatinya (Dajjal) maka bacakanlah ia awal surah Al-Kahfi”. [Sahih Muslim]

Dalam riwayat lain:
«إِنْ يَخْرُجْ وَأَنَا فِيكُمْ فَأَنَا حَجِيجُهُ دُونَكُمْ، وَإِنْ يَخْرُجْ وَلَسْتُ فِيكُمْ، فَامْرُؤٌ حَجِيجُ نَفْسِهِ، وَاللَّهُ خَلِيفَتِي عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ، فَمَنْ أَدْرَكَهُ مِنْكُمْ فَلْيَقْرَأْ عَلَيْهِ فَوَاتِحَ سُورَةِ الْكَهْفِ، فَإِنَّهَا جِوَارُكُمْ مِنْ فِتْنَتِهِ» [سنن أبي داود: صحيح]
“Jika Dajjal keluar di saat aku ada bersama kalian maka aku adalah pelindung kalian, dan jika ia keluar di saat aku tidak bersama kalian maka setiap orang menjadi pelindung bagi dirinya sendiri, dan Allah penggantiku menjaga setipa muslim. Maka barangsiapa yang mendapatinya dari kalian maka bacakanlah ia awal surah Al-Kahfi, karena ia sebagai pendampingmu dari cobaan Dajjal”. [Sunan Abi Daud]

Dari Abu Umamah Al-Bahiliy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda – dalam kisah Dajjal - :
وَإِنَّ مِنْ فِتْنَتِهِ أَنَّ مَعَهُ جَنَّةً وَنَارًا، فَنَارُهُ جَنَّةٌ، وَجَنَّتُهُ نَارٌ، فَمَنِ ابْتُلِيَ بِنَارِهِ، فَلْيَسْتَغِثْ بِاللَّهِ، وَلْيَقْرَأْ فَوَاتِحَ الْكَهْفِ فَتَكُونَ عَلَيْهِ بَرْدًا وَسَلَامًا، كَمَا كَانَتِ النَّارُ عَلَى إِبْرَاهِيمَ [سنن ابن ماجه: صحيح لغيره]
“Dan sesungguhnya diantara cobaannya adalah ia mempunyai surga dan neraka, maka nerakanya itu adalah surga, dan surganya itu adalah neraka. Maka barangsiapa yang ditimpa cobaan dengan nerakanya maka mintalah pertolongan Allah dan bacalah awal surah Al-Kahfi, maka ia akan merasakan kesejukan dan keselamatan sebagaimana apinya Ibrahim”. [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Turun ketenangan
Al-Baraa’ bin ‘Azib radhiyallahu 'anhu berkata: Seorang laki-lai membaca surah Al-Kahfi sementara di sampingnya seekor kuda yang terikat dengan tali, maka ia dinaungi oleh awan, kemudian awan itu merendah dan merendah dan menyebabkan kudanya menghindar. Maka di pagi harinya ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian menceritakan kejadian tersebut padanya, maka beliau bersabda:
«تِلْكَ السَّكِينَةُ تَنَزَّلَتْ بِالقُرْآنِ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Itu adalah ketenangan yang turun karena Al-Qur’an (dibaca)”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Mendapatkan cahaya
Dari Abu Sa'id radhiyallahu 'anhu:
" مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ في يَوْمَ جُمُعَةٍ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيقِ " [شعب الإيمان للبيهقي: صحيح]
Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi di hari Jum'at, maka akan meneranginya dengan cahaya antara ia dan bait al-'atiq (ka'bah). [Syu'ab Al-Iman: Sahih]


Keutamaan surah Maryam

Dari Ja’far bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, dalam kisah hijrahnya ke Habasyah, An-Najasyiy bertanya kepadanya:
هَلْ مَعَكَ مِمَّا جَاءَ بِهِ عَنِ اللَّهِ مِنْ شَيْءٍ؟
“Apakah ada bersamamu sesuatu yang datang kepadanya dari Allah?”
Maka Ja’far berkata kepadanya: Iya!
Maka An-Najasyiy berkata kepadanya: Bacakanlah itu padaku!
Kemudian Ja’far membacakan padanya awa surah Maryam, maka An-Najasyiy pun menangis sampai membasahi jenggotnya, dan pembesar-pembesarnya pun menagis sampai membasahi kitab suci mereka ketika mendengar apa yang dibacakan pada merea.
Kemudian An-Najasyiy berkata:
إِنَّ هَذَا وَاللَّهِ وَالَّذِي جَاءَ بِهِ مُوسَى لَيَخْرُجُ مِنْ مِشْكَاةٍ وَاحِدَةٍ [مسند أحمد: حسن]
“Sesungguhnya ini, demi Allah, yang datang kepada Musa, ia keluar dari satu sumber yang sama” [Musnad Ahmad: Hasan]

Keutamaan surah Thahaa

Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" اسْمُ اللهِ الْأَعْظَمُ الَّذِي إذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ فِي سُوَرٍ ثَلَاثٍ : الْبَقَرَةِ ، وَآلِ عِمْرَانَ ، وَطه " [شرح مشكل الآثار: حسنه الألباني]
"Nama Allah yang paling agung yang jika dipakai berdo'a maka akan dikabulkan ada di tiga surah: Al-Baqarah, Ali 'Imran, dan Thahaa". [Syarh Musykil Al-Atsaar: Hasan]

Keutamaan surah Al-Hajj

‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu 'anhu berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Apakah dalam surah Al-Hajj ada dua sujud tilawah?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
«نَعَمْ، وَمَنْ لَمْ يَسْجُدْهُمَا، فَلَا يَقْرَأْهُمَا» [سنن أبي داود: حسنه الألباني]
“Iya, dan barangsiapa yang tidak sujud pada keduanya maka sama saja ia tidak membacanya”. [Sunan Abi Daud: Hasan]

Keutamaan surah As-Sajdah

Dibaca sebelum tidur
Jabir radhiyallahu 'anhu berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَنَامُ حَتَّى يَقْرَأَ بِتَنْزِيلُ السَّجْدَةِ، وَبِتَبَارَكَ [سنن الترمذي: صحيح]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak tidur sampai ia membaca surah As-Sajadah dan Tabaarak (Al-Mulk). [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Dibaca pada shalat subuh hari Jum’at
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْجُمُعَةِ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ {الم تَنْزِيلُ} السَّجْدَةَ وَ{هَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَان} [صحيح البخاري ومسلم]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca di hari Jum'at pada shalat subuh surah "As-Sajadah" dan surah "Al-Insaan". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:
" أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ، يَوْمَ الْجُمُعَةِ: الم تَنْزِيلُ السَّجْدَةِ، وَهَلْ أَتَى عَلَى الْإِنْسَانِ حِينٌ مِنَ الدَّهْرِ". [صحيح مسلم]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada shalat subuh di hari Jum’at surah As-Sajadah dan Al-Insaan. [Sahih Muslim]

Keutamaan surah Al-Ahzaab

Satu ayat dibaca pada awal khutbah atau ceramah (khutbah Al-Hajah)
Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kami khutbah Al-Hajah ..
الْحَمْدُ لِلَّهِ نَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا} [النساء: 1] {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ}  [آل عمران: 102] {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا} [الأحزاب: 71] [سنن أبي داود: صحيح]
"Segala puji hanya bagi Allah, kita meminta pertolongan padanya, meminta ampunannya, dan meminta perlindugannya dari kejahatan diri kita. Barangsiapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak ada yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang bisa memberinya hidayah. Dan aku bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya, {  Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu } (An-Nisaa':1), { Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam } (Ali 'Imran:102), { Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar } (Al-Ahzaab: 70-71) [Sunan Abu Daud: Sahih]


Keutamaan surah Ash-Shaaffaat

Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata:
«كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُ بِالتَّخْفِيفِ وَيَؤُمُّنَا بِالصَّافَّاتِ» [سنن النسائي: صحيح]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk meringankan bacaan shalat, sedangkan beliau menjadi imam kami dengan membaca surah Ash-Shaaffaat. [Sunan An-Nasa’iy: Sahih]

Keutamaan surah Shaad

Abu Sa’id radhiyallahu 'anhu berkata: Aku melihat dalam mimpi seolah-olah aku berada di bawah satu pohon, dan seakan-akan pohon itu membaca surah Shaad. Maka ketika sampai pada ayat sajadah, pohon itu sujud, dan ia membaca dalam sujudnya:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي بِهَا، اللَّهُمَّ حُطَّ عَنِّي بِهَا وِزْرًا، وَأَحْدِثْ لِي بِهَا شُكْرًا، وَتَقَبَّلْهَا مِنِّي كَمَا تَقَبِّلْتَ مِنْ عَبْدِكَ دَاوُدَ سَجْدَتَهُ
“Ya Allah, ampunilah aku dengannya, Ya Allah hapuskanlah dosaku dengannya, tanamkanlah padaku rasa syukur dengannya, dan terimalah dariku sebagaimana Engkau menerima dari hambaMu Daud sujudnya”
Abu Sa’id berkata: Pagi harinya aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, keudian aku menceritakannya padanya.
Maka beliau bersabda:
«سَجَدْتَ أَنْتَ يَا أَبَا سَعِيدٍ؟»
“Apakah engkau juga ikut sujud, wahai Aba Sa’id?”
Abu Sa’id menjawab: Tidak.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«فَأَنْتَ أَحَقُّ بِالسُّجُودِ مِنَ الشَّجَرَةِ»
“Maka semestinya engkau lebih pantas untuk sujud daripada pohon itu”
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca surah Shaad, kemudian sampai pada ayat sajadah, dan beliau membaca dalam sujudnya seperti apa yang dibaca pohon tersebut dalam sujudnya. [Musnad Abi Ya’laa: Hasan]

Keutamaan surah Gaafir

Dari seorang sahabat Rasulullah; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنْ بُيِّتُّمْ فَلْيَكُنْ شِعَارُكُمْ {حم} لَا يُنْصَرُونَ» [سنن أبي داود: صحيح]
“Jika kalian menyerang musuh di malam hari maka hendaklah syi’ar kalian adalah surah yang diawali dengan lafadz “ حم “, dengan demikian mereka tidak akan tertolong”. [Sunan Abi Daud: Sahih]

Keutamaan surah Al-Fath

Dari Umar bin Khathab radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ اللَّيْلَةَ سُورَةٌ، لَهِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ» ثُمَّ قَرَأَ: {إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا} [الفتح: 1] [صحيح البخاري]
“Aku telah dituruni tadi malam satu surah, ia lebih aku cintai dari apa yang disinari terbitnya matahari (bumi dan seisinya). Kemudian beliau membaca: “Sesungguhnya kami Telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, …” [surah Al-Fath: 1]. [Sahih Bukhari]

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: Ketika turun ayat: “Sesungguhnya kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata, supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu … keberuntungan yang besar di sisi Allah”. [surah Al-Fath: 1-5]
Disaat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali dari Hudaibiyah dan mereka diliputi rasa sedih dan sakit. Dan beliau telah menyebelih kurbannya di Hudaibiyah, beliu bersabda:
«لَقَدْ أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آيَةٌ هِيَ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا جَمِيعًا» [صحيح مسلم]
“Aku telah dituruni ayat yang ia lebih aku cintai dari dunia keseluruhan”. [Sahih Muslim]

Keutamaan surah Qaaf

Binti Haritsah bin An-Nu’man radhiyallahu 'anha berkata:
«مَا حَفِظْتُ ق، إِلَّا مِنْ فِي رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَخْطُبُ بِهَا كُلَّ جُمُعَةٍ»  [صحيح مسلم]
Aku tidak menghafal surah Qaaf kecuali dari mulut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau membacanya dalam khutbah setiap Jum’at. [Sahih Muslim]

Umar bin Khathab radhiyallahu 'anhu bertanya kepada Abu Waqid Al-Laitsiy radhiyallahu 'anhu: Apa yang dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada shalat ‘idul Adha dan Fitri?
Abu Waqid menjawab:
«كَانَ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِـ {ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ}، وَ {اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ}» [صحيح مسلم]
Beliau membaca pada keduanya surah Qaaf dan surah Al-Qamar. [Sahih Muslim]

Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي الْفَجْرِ بِـ {ق وَالْقُرْآنِ} وَنَحْوِهَا [صحيح مسلم]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada shalat subuh surah Qaaf dan semisalnya. [Sahih Muslim]

Keutamaan surah Ar-Rahman

Jabir radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi sahabatnya, kemudian membacakan pada mereka surah Ar-Rahman dari awal sampai akhir, lalu mereka terdiam.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" لَقَدْ قَرَأْتُهَا عَلَى الجِنِّ لَيْلَةَ الجِنِّ فَكَانُوا أَحْسَنَ مَرْدُودًا مِنْكُمْ، كُنْتُ كُلَّمَا أَتَيْتُ عَلَى قَوْلِهِ {فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ} [الرحمن: 13] قَالُوا: لَا بِشَيْءٍ مِنْ نِعَمِكَ رَبَّنَا نُكَذِّبُ فَلَكَ الحَمْدُ " [سنن الترمذي: حسن]
“Aku telah membacakannya pada kaum Jin pada malam pertemuanku dengan Jin, maka mereka membalasnya dengan balasan yang lebih baik dari kalian. Setiap aku sampai pada firman Allah: “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” [Ar-Rahman:13], mereka menjawab: “Tidak sesuatu pun dari nikmatMu wahai Rabb kami yang kami dustakan, maka hanya untukMu-lah segala pujian!”. [Sunan Tirmidziy: Hasan]


Keutamaan surah Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqun

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:
" أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ الْجُمُعَةِ سُورَةَ الْجُمُعَةِ، وَالْمُنَافِقِينَ ". [صحيح مسلم]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada shalat Jum’at surah Al-Jumu’ah dan Al-Munafiqiin. [Sahih Muslim]

Ibnu Abi Rafi’ rahimahullah berkata: Marwan menunjuk Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu sebagai pemimpin sementara atas Madinah dan ia pergi ke Mekah, maka Abu Hurairah menjadi imam kami pada shalat Jum’at. Maka setelah ia membaca surah Al-Jumu’ah, ia membaca pada raka’at terakhir surah Al-Munafiqun.
Maka aku mendapati Abu Hurairah setelah selesai shalat, dan aku berkata padanya:
إِنَّكَ قَرَأْتَ بِسُورَتَيْنِ كَانَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ يَقْرَأُ بِهِمَا بِالْكُوفَةِ
Sesungguhnya engkau membaca dua surah yang sering dibaca oleh Ali bin Abi Thalib di Kufa.
Maka Abu Hurairah berkata:
«إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يَقْرَأُ بِهِمَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ» [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membacanya pada hari Jum’at”. [Sahih Muslim]

Keutamaan surah Al-Mulk

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ سُورَةً مِنَ القُرْآنِ ثَلَاثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ، وَهِيَ سُورَةُ {تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ المُلْكُ}» [سنن الترمذي: حسن]
“Sesungguhnya ada satu surah dari Al-Qur’an berjumlan tiga puluh ayat, akan memberi syafa’at kepada seseorang yang membacanya sampai ia diampuni. Ia adalah surah Al-Mulk”. [Sunan Tirmidziy: Hasan]

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«سُورَةٌ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هِيَ إِلَّا ثَلَاثُونَ آيَةً، خَاصَمَتْ عَنْ صَاحِبِهَا حَتَّى أَدْخَلَتْهُ الْجَنَّةَ، وَهِيَ سُورَةُ تَبَارَكَ» [المعجم الأوسط: حسنه الألباني]
“Ada satu surah dari Al-Qur’an, isinya hanya tiga puluh ayat, aku akan membela orang yang membacanya sampai aku memasukkanya ke dalam surga. Ia adalah surah “Tabaarak” (Al-Mulk)”. [Al-Mu’jam Al-Ausath: Hasan]

Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata:
يُؤْتَى الرَّجُلُ فِي قَبْرِهِ فَتُؤْتَى رِجْلَاهُ فَتَقُولُ رِجْلَاهُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِي سَبِيلٌ كَانَ يَقُومُ يَقْرَأُ بِي سُورَةَ الْمُلْكِ، ثُمَّ يُؤْتَى مِنْ قِبَلِ صَدْرِهِ أَوْ قَالَ بَطْنِهِ، فَيَقُولُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِي سَبِيلٌ كَانَ يَقْرَأُ بِي سُورَةَ الْمُلْكِ، ثُمَّ يُؤْتَى رَأْسُهُ فَيَقُولُ: لَيْسَ لَكُمْ عَلَى مَا قِبَلِي سَبِيلٌ كَانَ يَقْرَأُ بِي سُورَةَ الْمُلْكِ، قَالَ: فَهِيَ الْمَانِعَةُ تَمْنَعُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَهِيَ فِي التَّوْرَاةِ سُورَةُ الْمُلْكِ، وَمَنْ قَرَأَهَا فِي لَيْلَةٍ فَقَدْ أَكْثَرَ وَأَطْنَبَ [المستدرك على الصحيحين للحاكم: حسن]
Seorang lelaki didatangi malaikat dalam kuburnya, kemudian didatangi kedua kakinya, maka kedua kakinya berkata: “Tidak ada jalan bagi kalian dari arahku, dulunya ia berdiri denganku membaca surah Al-Mulk”. Kemudian didatangi dari arah dadanya atau perutnya, maka ia berkata: “Tidak ada jalan bagi kalian dari arahku, dulunya ia denganku membaca surah Al-Mulk”. Kemudian didatangi kepalanya, maka ia berkata: “Tidak ada jalan bagi kalian dari arahku, dulunya ia denganku membaca surah Al-Mulk”. Ibnu Mas’ud berkata: Surah itu adalah pencegah yang mencegah dari siksa kubur, dan ia dalam Taurah bernama surah Al-Mulk, barangsiapa yang membacanya pada malam hari, maka ia telah memperbanyak dan berusaha keras. [Al-Mustadrak: Hasan]

Keutamaan surah At-Takwiir, Al-Infithaar, dan Al-Insyiqaaq

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يَنْظُرَ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ كَأَنَّهُ رَأْيُ عَيْنٍ فَلْيَقْرَأْ: {إِذَا الشَّمْسُ كُوِّرَتْ}، وَ {إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ}، وَ {إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ} [سنن الترمذي: صحيح]
“Barangsiapa yang ingin menyaksikan hari kiamat seolah-olah ia melihatnya langsung maka bacalah surah At-Takwiir, Al-Infithaar, dan Al-Insyiqaaq”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Keutamaan surah Al-Buruuj dan Ath-Thaariq

Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقْرَأُ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ بِالسَّمَاءِ وَالطَّارِقِ، {وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الْبُرُوجِ} وَنَحْوِهِمَا مِنَ السُّوَرِ [سنن أبي داود: صحيح]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada shalat dzuhur dan ‘ashar surah Ath-Thaariq, Al-Buruuj, dan surah lain semisalnya. [Sunan Abi Daud: Sahih]

Keutamaan surah Al-A’laa

An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma berkata:
«كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الْعِيدَيْنِ، وَفِي الْجُمُعَةِ بِـ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى}، وَ {هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ}»، قَالَ: «وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ، فِي يَوْمٍ وَاحِدٍ، يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِي الصَّلَاتَيْنِ» [صحيح مسلم]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada shalat ‘ied Al-Fithri dan Al-Adhaa dan shalat Jum’at: Surah Al-A’laa dan Al-Gaasyiyah. Dan jika berkumpul hari ‘ied dan Jum’at pada satu hari maka beliau juga membaca keduanya dalam dua shalat tersebut. [Sahih Muslim]

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:
" كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الوِتْرِ: بِـ {سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى}، وَ {قُلْ يَا أَيُّهَا الكَافِرُونَ}، وَ {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ} فِي رَكْعَةٍ رَكْعَةٍ " [سنن الترمذي: صحيح]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca pada shalat witir: Surah Al-A’laa, Al-Kafiruun, dan Al-Ikhlash dalam satu raka’at – satu raka’at. [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Aisyah radhiyallahu 'anha ditanya: Dengan surah apa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat witir?
Aisyah menjawab:
" كَانَ يَقْرَأُ فِي الأُولَى: بِسَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى، وَفِي الثَّانِيَةِ بِقُلْ يَا أَيُّهَا الكَافِرُونَ، وَفِي الثَّالِثَةِ بِقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ، وَالمُعَوِّذَتَيْنِ " [سنن الترمذي: صحيح]
Beliau membaca pada raka’at pertama surah Al-A’laa, pada raka’at kedua surah Al-Kafiruun, dan pada raka’at ketiga surah Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas. [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Keutamaan surah Al-Gasyiyah

An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma ditanya: Surah apa yang dibaca Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari Jum’at setelah membaca surah Al-Jumu’ah?
An-Nu’man menjawab:
«كَانَ يَقْرَأُ بِهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ» [سنن أبي داود: صحيح]
Beliau membaca surah Al-Gasyiah. [Sunan Abi Daud: Sahih]

Keutamaan surah Az-Zalzalah

Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يُصَلِّيهِمَا بَعْدَ الْوِتْرِ وَهُوَ جَالِسٌ يَقْرَأُ فِيهِمَا {إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ} ، وَ {قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ} [مسند أحمد: حسن]
Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terkadan mendirikan shalat dua raka’at setelah shalat witir sambil duduk, beliau membaca pada dua raka’at tersebut surah Az-Zalzalah dan surah Al-Kafirun. [Musnad Ahmad: Hasan]

Dari Sha’sha’ah bin Mu’awiyah radhiyallahu 'anhu; Bahwasanya ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau membaca:
{فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ} [الزلزلة: 7-8]
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. [Az-Zalzalah: 7-8]
Kemudian bersabda:
حَسْبِي، لَا أُبَالِي أَنْ لَا أَسْمَعَ غَيْرَهَا [مسند أحمد: صحيح]
“Cukuplah ini untukku, aku tidak peduli jika aku tidak mendengar selainnya”. [Musnad Ahmad: Sahih]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang keutamaan keledai, maka beliau menjawab:
لَمْ يُنْزَلْ عَلَيَّ فِيهَا شَيْءٌ إِلَّا هَذِهِ الآيَةُ الجَامِعَةُ الفَاذَّةُ: {فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ، وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ} [الزلزلة: 7-8] [صحيح البخاري ومسلم]
“Tidak turun wahyu kepadaku tentangnya kecuali ayat ini yang komplit dan tidak ada duanya: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula. [Az-Zalzalah: 7-8] [Sahih Bukhari dan Muslim]




Wallahu a’lam!

Referensi:
التبيان في ما صح فيفضائل سور القرآن ، تاليف: محمد بن علي الصومعي البيضاني
موسوعة فضائل سور وآياتالقرآن ، القسم الصحيح، المؤلف: محمد بن رزق بن طرهوني
الفوائد الحسان فيفضائل القرآن المؤلف: سيد لاشين أبو الفرح



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...