Senin, 09 Juni 2014

Hadits Abu Ad-Dardaa’; Dzikir “Hasbiyallahu”

بسم الله الرحمن الرحيم


Hadits Abu Ad-Dardaa’ radhiyallahu 'anhu yang menyebutkan dzikir: 

“ حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ، وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ “ 
"Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung"

diriwayatkan secara marfuu’, mauquuf, dan mursal melalui jalur Mudrik bin Abi Sa’ad Al-Fazaariy, dari Yunus bin Maisarah bin Halbas.

A.    Riwayat marfuu’

Diriwayatkan oleh Ibnu As-Sunniy dalam kitabnya “Amal Al-Yaum wa Al-Lailah” no.71:

قال: حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ سُلَيْمَانَ الْجَرْمِيُّ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ الرَّزَّاقِ الدِّمَشْقِيُّ، حَدَّثَنِي جَدِّي عَبْدُ الرَّزَّاقِ بْنُ مُسْلِمٍ الدِّمَشْقِيُّ، حَدَّثَنَا مُدْرِكُ بْنُ سَعْدٍ أَبُو سَعْدٍ، قَالَ: سَمِعْتُ يُونُسَ بْنَ حَلْبَسٍ، يَقُولُ: سَمِعْتُ أُمَّ الدَّرْدَاءِ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " مَنْ قَالَ فِي كُلِّ يَوْمٍ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي: حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ، وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، سَبْعَ مَرَّاتٍ، كَفَاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ هَمَّهُ مِنْ أَمْرِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ "

Ibnu As-Sunniy berkata: Telah menceritakan kepadaku, Ahmad bin Sulaiman Al-Jarmiy; Telah menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdurrazzaaq Ad-Dimasyqiy; Telah menceritakan kepadaku kakekku yaitu Abdurrazaaq bin Muslim Ad-Dimasyqiy; Telah menceritakan kepada kami Mudrik bin Sa’ad Abu Sa’ad; Ia berkata: Aku mendengar Yunus bin Halbas berkata: Au mendengar Ummu Ad-Dardaa’; dari Abu Ad-Dardaa’ radhiyallahu 'anhu; dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang membaca setiap hari ketika pagi dan sore: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung"; Maka Allah akan mencukupi keperluannya dari urusan dunia dan akhirat”.

Diriwayatkan juga oleh Ibnu ‘Asakir dalam kitabnya “Taariikh Dimasyq” 36/193:

عن أبي محمد عبد الرزاق نا أحمد بن عبد الله بن عبد الرزاق المقرئ نا جدي عبد الرزاق بن عمر نا مدرك بن أبي سعد عن يونس بن ميسرة عن أم الدرداء عن أبي الدرداء عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: " من قال كل يوم حين يصبح وحين يمسي لا إله إلا الله عليه توكلت وهو رب العرش العظيم كفاه الله ما أهمه من أمر الدنيا وأمر الآخرة صادقا كان بها أو كاذبا "

Dari Abu Muhammad Abdurrazzaaq; Telah menceritakan kepada kami, Ahmad bin Abdillah bi Abdurrazzaaq Al-Muqri’; … (selanjutnya dengan sanad yang sama).

Hanya saja dalam matannya ada tanbahan lafadz “ صادقا كان بها أو كاذبا “ (ia jujur dengan keperluannya tersebut atau pun bohong).

Sanad ini sangat lemah karena syadz, menyalahi riwayat yang lebih kuat.

Ahmad bin Abdillah bi Abdurrazzaaq bin  Umar bin Muslim, Abu Al-Hasan Ad-Dimasyqiy Al-Muqri’; Ibnu ‘Asakir berkata: Ia seorang syekh yang shalih dan tsiqah. [Taariikh Dimasyq 71/234]

Akan tetapi riwayatnya ini menyalahi riwayat lain yang lebih kuat yang menyebutkannya secara mauquuf dari perkataan Abu Ad-Dardaa’ radhiyallahu 'anhu, sebagaimana berikut ini:

B.    Riwayat mauquuf

Diriwayatkan melalui tiga jalur:

1.       Jalur Yaziid bin Muhammad Ad-Dimasyqiy, Abu Al-Qaasim (w.198H)[1]; Ia seorang yang tsiqah.

Diriwayatkan oleh Abu Daud dalam kitabnya “As-Sunan” 4/321 no.5081:

قال: حَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الدِّمَشْقِيُّ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ بْنُ مُسْلِمٍ الدِّمَشْقِيُّ، وَكَانَ مِنْ ثِقَاتِ الْمُسْلِمِينَ مِنَ الْمُتَعَبِّدِينَ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُدْرِكُ بْنُ سَعْدٍ، - قَالَ يَزِيدُ: شَيْخٌ ثِقَةٌ - عَنْ يُونُسَ بْنِ مَيْسَرَةَ بْنِ حَلْبَسٍ، عَنْ أُمِّ الدَّرْدَاءِ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: «مَنْ قَالَ إِذَا أَصْبَحَ وَإِذَا أَمْسَى، حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ، عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، سَبْعَ مَرَّاتٍ، كَفَاهُ اللَّهُ مَا أَهَمَّهُ صَادِقًا كَانَ بِهَا أَوْ كَاذِبًا»

Abu Daud berkata: Telah menceritakan kepada kami, Yaziid bin Muhammad Ad-Dimasyqiy; Telah menceritakan kepada kami, Abdurrazzaaq bin Muslim Ad-Dimasyqiy dan ia adalah diantara umat Islam yang tsiqah dan ahli ibadah; Ia berakata: Telah menceritakan kepada kami, Mudrik bin Sa’ad – Yaziid berkata: Ia seroang syekh yang tsiqah -; dari Yunus bin Maisarah bin Halbas, dari Ummi Ad-Dardaa’, dari Abi Ad-Dardaa’ radhiyallahu 'anhu, ia berkata: “Barangsiapa yang membaca ketika pagi dan sore: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung"; Tujuh kali, maka Allah akan mencukupi apa yang menjadi keperluannya baik ia jujur dengan keperluannya tersebut atau pun bohong.

2.       Jalur Abu Zur’ah Abdurrahman bin ‘Amr Ad-Dimasyqiy (w.281H)[2]; Ia seorang yang tsiqah.

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir dalam kitabnya “Taariikh Dimasyq” 36/149:

عن أبي زرعة حدثني عبد الرزاق بن عمر بن مسلم نا مدرك بن أبي سعد عن يونس بن ميسرة بن حلبس عن أم الدرداء عن أبي الدرداء قال: ما من عبد يقول حسبي الله لا إله إلا هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم سبع مرات صادقا كان بها أو كاذبا إلا كفاه الله ما همه .

3.       Jalur Ibrahim bin Abdillah bin Shafwan[3].

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir dalam kitabnya “Taariikh Dimasyq” 36/149:

عن إبراهيم بن عبد الله بن صفوان نا عبد الرزاق بن عمر نا أبو سعد مدرك بن أبي سعد الفزاري عن يونس بن ميسرة بن حلبس عن أم الدرداء قال: سمعت أبا الدرداء يقول : من قال حسبي الله لا اله الا هو عليه توكلت وهو رب العرش العظيم سبع مرات كفاه الله ما أهمه كان به صادقا أو كاذبا

Syekh Albaniy rahimahullah berkata: Sanad riwayat yang mauquuf ini, semua perawinya tsiqah.

Al-Mundziriy rahimahullah berkata:

قد يُقَال إِن مثل هَذَا لَا يُقَال من قبل الرَّأْي وَالِاجْتِهَاد فسبيله سَبِيل الْمَرْفُوع

“Bisa dikatakan bahwa riwayat seperti ini tidak disampaikan atas dasar pendapat atau ijtihad, maka sekalipun ia mauquuf (dari Abi Ad-Dardaa’) akan tetapi hukumnya marfuu’ (dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam)”.

Syekh Albaniiy berkata:

ذلك من الممكن بالنسبة لأصل الحديث، بخلاف الزيادة؛ فإنها غريبة منكرة؛ كما قال ابن كثير، وهو ظاهر جداً؛ إذ لا يعقل أن يؤجر المرء على شيء لا يصدق به، بل هذا شيء غير معهود في الشرع. والله أعلم.

“Hal itu mungkin dari sisi asal hadits, kecuali tambahannya (yaitu lafadz: صادقا كان بها أو كاذبا ); Karena sesungguhnya tambahan tersebut aneh dan mungkar, sebagaimana dikatakan oleh Ibnu Katsir. Dan itu sangat jelas sekali, karena tidak masuk akal jika seseorang diberi atas sesuatu yang ia tidak jujur dengannya (berbohong), bahkan ini sesuatu yang tidak pernah didapati dalam syari’at. Wallahu a’lam!”

Lihat: Silsilah Al-Ahaadits Adh-Dha’ifah 11/449 no.5286.

Al-Hafidz Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan riwayat Abu Daud yang mauquuf, akan tetapi tidak menyebutkan tanbahan tersebut. Dan menyebutkan riwayat Ibnu ‘Asakir secara mauquuf dan marfuu’ dan ada tambahan pada keduanya, kemudian mengatakan bahwa tambahan lafadz tersebut adalah aneh dan mungkar. [Tafsiir Ibnu Katsiir 4/214]

C.     Riwayat mursal

Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam kitabnya “Ad-Du’aa’” no.1038:

قال: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ أَيُّوبَ بْنِ حَذْلَمِ الدِّمَشْقِيُّ، ثنا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ، ثنا مُدْرِكُ بْنُ أَبِي سَعْدٍ الْفَزَارِيُّ، عَنْ يُونُسَ بْنِ مَيْسَرَةَ بْنِ حَلْبَسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَنْ قَالَ: حَسْبِيَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ، قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَأَكْفِيَنَّ عَبْدِي صَادِقًا كَانَ أَوْ كَاذِبًا "

Ath-Thabaraniiy berkata: Telah menceritakan kepada kami, Sulaiman bin Ayyub bin Hadzlam Ad-Dimasyqiy; Telah menceritakan kepada kami, Hisyam bin ‘Ammar; Telah menceritakan kepada kami, Mudrik bin Abi Sa’ad Al-Fazaariy, dari Yunus bin Maisarah bin Halbas, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy yang agung"; Allah berfirman: Sungguh Aku akan mencukupi (keperluan) hamba-Ku, baik ia jujur dengan keperluannya tersebut atau pun bohong.

Sanad ini lemah karena terputus (mursal); Yunus bin Maisarah bin Halbas Ad-Dimasyqiy (w.132H)[4], seorang tabi’in yang tsiqah namun tidak pernah bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan Hisyam bin ‘Ammar, Abu Al-Waliid Ad-Dimasyqiy (w.245H)[5]; Adz-Dzahabiy mengatakan: Ia shaduuq, banyak meriwayatkan hadits, dan memiliki beberapa hadits mungkar. Ibnu Hajar berkata: Ia shaduuq, akan tetapi di masa tuanya ia banyak didikte, maka haditsnya yang terdahulu lebih shahih.

Wallahu a’lam!




[1] Lihat biografi " Yaziid bin Muhammad " dalam kitab: Tahdziib Al-Kamaal karya Al-Mizziy 32/234, Al-Kaasyif karya Adz-Dzahabiy 2/389, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.604.
[2] Lihat biografi " Abu Zur’ah " dalam kitab: Tahdziib Al-Kamaal 17/301, Al-Kaasyif 1/638, Taqriib At-Tahdziib hal.347.
[3] Ibrahim bin Abdillah bin Shafwan; Biografinya disebutkan oleh Adz-Dzahabiy dalam kitabnya “Taariikh Al-Islam” 5/1080, tanpa menyebutkan pujian atau pun celaan untuknya.
[4] Lihat biografi " Yunus bin Maisarah " dalam kitab: Tahdziib Al-Kamaal 32/544, Al-Kaasyif 2/404, Taqriib At-Tahdziib hal.614.
[5] Lihat biografi " Hisyam bin ‘Ammar " dalam kitab: Tahdziib Al-Kamaal 30/242, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 4/302, Taqriib At-Tahdziib hal.573.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...