Kamis, 12 Juni 2014

Hadits “Menghidupkan malam nishfu Sya'ban”

بسم الله الرحمن الرحيم


Hadits yang menyebutkan anjuran menghidupkan malam seperdua bulan Sya’ban, diriwayatkan dari Kurduus dan Mu’adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu:

A.    Hadits Kurduus:
Diriwayatkan oleh Ibnu Al-A’raabiy (w.340H) rahimahullah dalam kitab Mu’jam-nya 3/1047 no.22252:

عن يَحْيَى بْن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُكَيْرٍ، حَدَّثَنِي الْمُفَضَّلُ بْنُ فَضَالَةَ، عَنْ عِيسَى بْنِ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ سُلَيْمَانَ الْجَزَرِيِّ، عَنْ مَرْوَانَ بْنِ سَالِمٍ، عَنِ ابْنِ كُرْدُوسٍ، عَنْ أَبِيهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَنْ أَحْيَا لَيْلَةَ الْعِيدِ، وَلَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ " .

Dari Yahya bin Abdillah bin Bukair; Telah menceritakan kepadaku, Al-Mufadhal bin Fadhalah, dari ‘Isa bin Ibrahim, dari Salamah bin Sulaiman Al-Jazariy, dari Marwan bin Salim, dari Ibni Kurduus, dari bapaknya, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menghidupkan malam ‘ied, dan malam seperdua bulan Sya’ban, maka hatinya tidak akan mati pada hari banyaknya hati yang mati”.

Diriwayatkan juga oleh Abu Nu’aim Al-Ashbahaniy (w.430H) rahimahullah dalam kitabnya “Ma’rifah Ash-Shahabah” 5/2414 no.5908:

عن أَبي عَبَّادٍ الْمِصْرِيّ ابْن أُخْتِ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، ثنا الْمُفَضَّلُ بْنُ فَضَالَةَ الْقِتْبَانِيُّ، عَنْ عِيسَى بْنِ إِبْرَاهِيمَ الْقُرَشِيِّ، عَنْ سَلَمَةَ بْنِ سُلَيْمَانَ الْجَزَرِيِّ، عَنْ مَرْوَانَ بْنِ سَالِمٍ، عَنِ ابْنِ كُرْدُوسٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " مَنْ أَحْيَا لَيْلَتَيِ الْعِيدِ وَلَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ "

Dari Abi ‘Abbaad Al-Mishriy, anak saudari Hammad bin Salamah; Telah menceritakan kepada kami, Al-Mufadhal bin Fadhalah Al-Qitbaniy, dari ‘Isa bin Ibrahim Al-Qurasyiy, dari Salamah bin Sulaiman Al-Jazariy, dari Marwan bin Salim, dari Ibni Kurduus, dari bapaknya, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menghidupkan dua malam ‘ied, dan malam seperdua bulan Sya’ban, maka hatinya tidak akan mati pada hari banyaknya hati yang mati”.

Hadits ini sangat lemah, karena baberapa cacat. 

Ibnu Al-Jauziy (w.597H) rahimahullah berkata:

"هَذَا حَدِيثٌ لا يَصِحُّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وفيه آفات . أما مروان بْن سالم ، فقال أَحْمَد: "ليس بثقة ، وقال النسائي والدا رقطني والأزدي: متروك . وأما سلمة بْن سليمان ، فقال الْأَزْدِيّ: هُوَ ضعيف . وأما عِيسَى ، فقال يَحْيَى: ليس بشيء".

“Hadits ini tidak shahih dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada sanadnya ada beberapa cacat. Adapun Marwan bin Salim, maka Ahmad berkata: “Ia tidak tsiqah”, sedangkang An-Nasa’iy, Ad-Daraquthniy, dan Al-Azdiy mengataka: Haditsnya ditolak. Adapun Salamah bin Sulaiman, maka Al-Azdiy berkata: Ia lemah. Dan adapun ‘Isa, maka Yahya berkata: Ia bukan apa-apa. [“Al-‘Ilal Al-Mutanahiyah” 2/72]

1)      Isa bin Ibrahim Asy-Sya’iriy, Abu Ishaq Al-Barkiy (w.228H)[1]; Dilemahkan oleh Ibnu Ma’in, sedangkan Abu Hatim mengataan: Ia shaduuq, dan An-Nasa’iy berkata: ليس به بأس “tidak mengapa”. Ibnu Hajar berkata: Ia shaduuq, terkadang melakukan kekeliruan (rubbama wahim).
Adz-Dzahabiy menyebutkan hadits ini dalam biografi Isa bin Ibrahim bin Thahmaan Al-Hasyimiy, dan mengatakan: هذا حديث منكر مرسل “Hadits ini mungkar dan mursal (terputus)”. [Miizaan Al-I’tidaal 3/308]

2)      Salamah bin Sulaiman Al-Jazairiy, Al-Maushiliy Al-Azdiy (w.207H)[2]; Dilemahkan oleh Abu Al-Fath Al-Azdiy, dan Ibnu ‘Adiy berkata: بعض حديثه لا يتابع عليه “Sebagian haditsnya tidak bisa dikuatkan”.
3)      Marwan bin Saalim Al-Gifaariy, Abu Abdillah Al-Jazariy[3]; Imam Bukhariy, Muslim dan Abu Hatim mengatakan: Haditsnya mungkar. Ibnu Hajar berkata: Haditsnya ditolak (matruuk), sedangkan As-Saajiy dan yang lainnya menuduhnya sebagai pemalsu hadits.
4)      Ibnu Kurduus[4]; Tidak diketahui (majhuul).
5)      Kurduus; Tidak terbukti bahwa ia seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. [Al-Ishabah karya Ibnu Hajar 5/434]

B.    Hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu 'anhu.
Diriwayatkan oleh Abu Al-Qaasim Al-Ashbahaniy (w.535H) rahimahullah dalam kitabnya “At-Targiib wa At-Tarhiib” 1/248 no.374:

عن سويد بن سعيد، ثنا عبد الرحمن بن زيد، عن أبيه، عن وهب بن منبه، عن معاذ بن جبل -رضي الله عنه- قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " من أحيا الليالي الخمس وجبت له الجنة: ليلة التروية، وليلة عرفة، وليلة النحر، وليلة النصف من شعبان " .

Dari Suwaid bin Sa'id; Telah menceritakan kepada kami, Abdurrahman bin Zayd, dari bapaknya, dari Wahb bin Munabbih, dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang menghidupkan malam yang lima maka ia wajib masuk surga: Malam tarwiyah, malam ‘Arafah, malam Idul Adha, dan malam pertengahan bulan Sya’ban”.

Hadits ini sangat lemah karena terdapat beberapa cacat pada sandanya:

a.      Suwaid bin Sa’id Al-Hadatsaaniy (w.240H)[5]; Periwayatan haditsnya lemah.
b.      Abdurrahman, yang benar adalah Abdurrahiim bin Zayd Al-‘Ammiy (w184H)[6]; Periwayatan haditsnya ditolak (matruuk) dan dituduh pembohon oleh Ibnu Ma’in.
c.       Zaid bin Al-Hawariy Al-‘Ammiy[7]; Periwayatan haditsnya lemah.
[Lihat: Silsilah Al-Ahadits Adh-dha’ifah karya syekh Albaniy 2/12]

Peringatan:

Ulama melarang pengkhususan ibadah pada malam seperdua bulan Sya’ban karena hadits-hadits yang menganjurkannya semuanya sangat lemah dan beberapa diantaranya ada yang palsu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak pernah mencontohkannya, begitu pula para sahabat-sahabatnya.

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ، فَهُوَ رَدٌّ» [صحيح البخاري]

"Barangsiapa yang mengada-ada suatu dalam urusan kami (ibadah) yang bukan bagian darinya, maka hal itu tertolak". [Sahih Bukhari]

Dalam riwayat lain:

«مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ» [صحيح مسلم]

"Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang bukan ajaran kami maka hal itu tertolak". [Sahih Muslim]

Dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«لَيَأْتِيَنَّ عَلَى أُمَّتِي مَا أَتَى عَلَى بني إسرائيل حَذْوَ النَّعْلِ بِالنَّعْلِ، حَتَّى إِنْ كَانَ مِنْهُمْ مَنْ أَتَى أُمَّهُ عَلَانِيَةً لَكَانَ فِي أُمَّتِي مَنْ يَصْنَعُ ذَلِكَ، وَإِنَّ بني إسرائيل تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلَاثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً، كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلَّا مِلَّةً وَاحِدَةً»

“Akan datang pada umatku apa yang menimpa Bani Israil sama persis selangkah demi selangkah, sampai kalau ada dari mereka yang berzina dengan ibunya terang-terangan, maka akan ada dari umatku yang melakukan hal itu. Dan sesungguhnya Bani Israil terpecah menjadi tujuh puluh dua golongan, dan umatku akan terpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanya akan masuk neraka kecuali satu golongan”.
Sahabat bertanya: Siapakah mereka ya Rasulullah?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:

«مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي» [سنن الترمذي: حسنه الألباني]

“Mereka adalah orang yang berjalan sesuai sunnahku dan sunnah sahabat-sahabatku”. [Sunan Tirmidzi: Hasan]

Lihat: Bahaya bid'ah

Wallahu a’lam!

Referensi:
المؤلف: أبو الخطاب عمر بن حسن الأندلسي الشهير بابن دحية الكلبي المتوفى: 633هـ

                  Puasa Sya'ban



[1] Lihat biografi " Isa bin Ibrahim " dalam kitab: Al-Jarh wa At-Ta'diil karya Ibnu Abi Hatim 6/272, Ats-Tsiqaat karya Ibnu Hibban 8/494, Tahdziib Al-Kamaal karya Al-Mizziy 22/580, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.438.
[2] Lihat biografi " Salamah bin Sulaiman " dalam kitab: Al-Kaamil karya Ibnu 'Adiy 4/364, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/11, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 2/190, Lisaan Al-Miizaan karya Ibnu Hajar 4/117.
[3] Lihat biografi " Marwan bin Saalim " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Ash-Shagiir karya Al-Bukhariy hal.113, Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.236, Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir karya Al-'Uqaily 4/204, Al-Jarh wa At-Ta'diil 8/274, Al-Majruhiin karya Ibnu Hibban 3/13, Al-Kaamil 8/119, Adh-Dhu'afaa' karya Ad-Daruquthniy 3/134, Adh-Dhu'afaa' karya Abu Nu'aim hal.146, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 3/113, Tahdziib Al-Kamaal 27/392, Miizaan Al-I'tidaal 4/90, Taqriib At-Tahdziib hal.526.
[4] Lihat biografi " Ibnu Kurduus " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/267, Miizaan Al-I'tidaal 2/19, Lisaan Al-Miizaan 3/411.
[5] Lihat biografi " Suwaid bin Sa’id " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.187 , Al-Kaamil 3/428, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/32, Tahdzib Al-Kamaal 12/247, Miizaan Al-I'tidaal 2/248, Taqriib At-Tahdziib hal.260.
[6] Lihat biografi " Abdurrahim bin Zaid Al-‘Ammiy " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Ash-Shagiir hal.81, Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.207 , Al-Majruhiin 2/161, Al-Kaamil 5/281, Adh-Dhu'afaa' karya Abu Nu'aim hal.110 , Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/102, Miizaan Al-I'tidaal 2/605, Taqriib At-Tahdziib hal.354.
[7] Lihat biografi " Zaid Al-'Ammy " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Abu Zur'ah Ar-Raziy 3/806, Adh-Dhu'afaa' 2/74, Al-Jarh wa At-Ta'diil 3/560, Al-Majruhiin 1/309, Al-Kamil 3/198. Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/305, Miizaan Al-I'tidaal 2/102, Taqriib At-Tahdziib hal.223.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...