Senin, 11 Mei 2015

Hadits Abu Hurairah; Kisah Nabi Ayyub 'alaihissalam

بسم الله الرحمن الرحيم


Dari Abu Hurairah radliallahu 'anhu dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

" بَيْنَا أَيُّوبُ يَغْتَسِلُ عُرْيَانًا، فَخَرَّ عَلَيْهِ جَرَادٌ مِنْ ذَهَبٍ، فَجَعَلَ أَيُّوبُ يَحْتَثِي فِي ثَوْبِهِ، فَنَادَاهُ رَبُّهُ: يَا أَيُّوبُ، أَلَمْ أَكُنْ أَغْنَيْتُكَ عَمَّا تَرَى؟ قَالَ: بَلَى وَعِزَّتِكَ، وَلَكِنْ لاَ غِنَى بِي عَنْ بَرَكَتِكَ "
وفي رواية، قال: يَا رَبِّ، وَمَنْ يَشْبَعُ مِنْ رَحْمَتِكَ أَوْ فَضْلِكَ؟!

"Ketika Nabi Ayub 'alaihissalam sedang mandi dalam keadaan telanjang tiba-tiba jatuh kaki belalang yang terbuat dari emas lalu Ayyub mengambil dengan tangannya dan memasukkannya ke dalam pakaiannya. Kemudian Rabbnya memanggilnya: "Wahai Ayyub, bukankah aku telah mencukupkan kamu dengan apa yang baru saja kamu lihat?". Ayub menjawab; "Benar, demi keagungan-Mu. Namun aku tidak akan pernah merasa cukup dari barakah-Mu". [Sahih Bukhari]
Dalam riwayat lain Ayyub berkata: “Wahai Rabb, siapakah yang merasa puas dari rahmat-Mu atau karuniah-Mu?”

Biografi Rawi:

Nama Abu Hurairah radiyallahu'anhu diperselisihkan oleh para ulama, yang paling masyhur adalah Abdul Rahman bin Shakhr Ad-Dausy. Beliau memiliki hirrah (kucing) yang sering bersamanya, oleh sebab itu Rasulullah memberinya kuniah Abu Hurairah.

Beliau adalah salah satu anggota ahlussuffah, masuk Islam pada masa perang Khaebar tahun 7 Hijriyah, sahabat yang terbanyak dalam meriwayatkan hadits (sekitar 5374 hadits).

Abu Hurairah meminta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Wahai Rasulullah, berdo’alah kepada Allah agar aku dan ibuku dicintai oleh hamba-hamba-Nya yang beriman!
Maka Rasulullah berdo'a:

«اللهُمَّ حَبِّبْ عُبَيْدَكَ هَذَا - يَعْنِي أَبَا هُرَيْرَةَ - وَأُمَّهُ إِلَى عِبَادِكَ الْمُؤْمِنِينَ، وَحَبِّبْ إِلَيْهِمِ الْمُؤْمِنِينَ»

"Ya Allah, tanamkanlah pada hamba-Mu ini (yaitu Abu Hurairah) dan ibunya rasa cinta pada hamba-hambamu yang beriman, dan tanamkan pula pada orang mukmin rasa cinta kepada Abu Hurairah dan ibunya".
Abu Hurairah berkata: "Maka tidak ada seorang mukmin pun yang mendengar dan melihatku kecuali mencintaiku". [Sahih Muslim]

Ulama berkesimpulan dengan hadits ini bahwasanya salah satu tanda keimanan seseorang adalah mencintai Abu Hurairah dan ibunya.

Beliau wafat dalam usianya yang ke 78 pada tahun 59 H di Medinah dan dimakamkan di pekuburan Baqi'.

Beberapa fawaid dari hadits ini:

1.      Boleh telanjang ketika mandi atau selainnya saat sendiri tidak ada orang lain yang melihat.

Adapun hadits yang diriwayatkan oleh Mu'awiyah bin Haidah radhiyallahu 'anhu; Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«احْفَظْ عَوْرَتَكَ إِلَّا مِنْ زَوْجَتِكَ أَوْ مَا مَلَكَتْ يَمِينُكَ»

“Jaga auratmu kecuali terhadap istrimu atau budakmu”.
Mu'awiyah bertanya: Bagaimana kalau antara satu kaum dengan yang lainnya (laki-laki dengan laki-laki atau perempuan dengan permpuan)?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:

«إِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ لَا يَرَيَنَّهَا أَحَدٌ فَلَا يَرَيَنَّهَا»

“Jika kamu mampu untuk tidak dilihat oleh seseorang maka jangan biarkan orang melihatnya”.
Mu'awiyah bertanya lagi: Jika seseorang dari kami sedang sendiri?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:

«اللَّهُ أَحَقُّ أَنْ يُسْتَحْيَا مِنْهُ مِنَ النَّاسِ» [سنن أبي داود: حسنه الألباني]

“Allah lebih berhak untuk bersikap malu kepada-Nya daripada manusia”. [Sunan Abi Daud: Hasan]

Maka ini hukumnya sunnah (afdhaliyah) karena tidak ada yang bisa menutupi pandangan Allah subhanahu wa ta’aalaa.

2.      Boleh bersumpah demi keagungan dan sifat-sifat Alah Yang Mulia.

Dari 'Abdullah bin Umar radhiallahu 'anhuma; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«مَنْ كَانَ حَالِفًا، فَلْيَحْلِفْ بِاللَّهِ أَوْ لِيَصْمُتْ» [صحيح البخاري ومسلم]

"Barangsiapa yang bersumpah hendaklah dia bersumpah atas nama Allah atau kalau tidak, lebih baik diam". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dalam riwayat lain; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata:

«مَنْ حَلَفَ بِغَيْرِ اللَّهِ فَقَدْ أَشْرَكَ» [سنن أبي داود: صححه الألباني]

"Barangsiapa yang bersumpah dengan selain nama Allah, maka sungguh ia telah berbuat syirik." [Sunan Abu Daud: Sahih]

3.      Boleh meminta kepada Allah kekayaan sekalipun sudah berkecukupan dengan niat untuk bersedekah.

Rasulullah mendo'akan Anas bin Malik semoga diberi oleh Allah harta yang banyak.

Dari Anas bin Malik radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdo'a untuknya:

اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ وَوَلَدَهُ ، وَأَطِلْ حَيَاتَهُ - وفي رواية: وَأَطِلْ عُمُرَهُ -، وَاغْفِرْ لَهُ [الأدب المفرد للبخاري: صححه الألباني]

"Ya Allah .. perbanyaklah harta dan anaknya, panjangkanlah kehidupannya (umurnya), dan ampuni dosanya!". [Al-Adab Al-Mufrad: Sahih]


4.      Tidak menolak rezki yang datang dari yang halal karena itu adalah berkah dari Allah.

Abdullah bin Umar berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memberi Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu sesuatu, lalu Umar berkata kepadanya: Berikanlah wahai Rasulullah kepada yang lebih membutuhkan dariku!
Maka Rasulullah bersabda kepadanya:

«خُذْهُ فَتَمَوَّلْهُ أَوْ تَصَدَّقْ بِهِ، وَمَا جَاءَكَ مِنْ هَذَا الْمَالِ وَأَنْتَ غَيْرُ مُشْرِفٍ وَلَا سَائِلٍ فَخُذْهُ، وَمَا لَا، فَلَا تُتْبِعْهُ نَفْسَكَ» [صحيح البخاري ومسلم]

“Ambil ini dan jadikan sebagai hartamu atau kau sedekahkan, dan apa saja yang mendatangimu dari harta dunia ini tanpa kau damba-dambakan dan meminta-minta maka ambillah, dan jika tidak maka jangan kau mengikuti nafsu dirimu.”
Salim berkata: Oleh karena itu, Ibnu Umar tidak meminta kepada seseorang sesuatu pun dan tidak menolak sesuatu yang diberikan kepadanya. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: Meminta, Memberi, dan Menerima

5.      Tidak boleh menghukumi seseorang cinta dunia hanya karena berusaha mengumpulkan harta,  karena semua itu tergantung niatnya.

Dari Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى [صحيح البخاري ومسلم]

"Sesungguhnya amalan itu dinilai sesuai niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan". [Sahih Bukhari dan Muslim]


6.      Harta adalah berkah jika didapat dengan cara yang hahal dan untuk yang halal.

Hakim bin Hizam radiyallahu 'anhu berkata: Aku meminta sesuatu kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam lalu ia memberiku, kemudian aku meminta lagi lalu ia memberiku, kemudai aku meminta lagi lalu ia memberiku kemudian bersabda:

«يَا حَكِيمُ، إِنَّ هَذَا المَالَ خَضِرَةٌ حُلْوَةٌ، فَمَنْ أَخَذَهُ بِسَخَاوَةِ نَفْسٍ بُورِكَ لَهُ فِيهِ، وَمَنْ أَخَذَهُ بِإِشْرَافِ نَفْسٍ لَمْ يُبَارَكْ لَهُ فِيهِ، كَالَّذِي يَأْكُلُ وَلاَ يَشْبَعُ، اليَدُ العُلْيَا خَيْرٌ مِنَ اليَدِ السُّفْلَى» [صحيح البخاري]

“Wahai Hakim, sesungguhnya harta ini ibarat buah segar yang manis, maka barangsiapa yang mengambilnya dengan hati yang lapang (tidak rakus dan memaksa orang lain) maka ia akan diberkahi untuknya, dan barangsiapa yang mengambilnya dengan hati yang rakus (memaksa orang lain) maka ia tidak akan diberkahi untuknya ibarat orang yang makan dan tidak pernah kenyang, tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang di bawah.”
Hakim berkata: Ya Rasulullah demi (Allah) Yang mengutusmu dengan kebenaran, aku tidak akan meminta  orang lain sesudahmu untuk sesuatu pun sampai aku meninggalkan dunia.
Maka ketika Abu Bakr memanggil Hakim untuk diberi hadiah ia menolak untuk menerimanya kemudian Umar memanggilnya untuk diberi sesuatu ia juga menolak untuk menerima sesuatu pun. Dan Umar berkata: Sesungguhnya aku mempersaksikan kalian wahai kaum muslimin atas Hakim, sesungguhnya aku menawarkan kepadanya hak ia dari harta ini tapi ia menolak untuk mengambilnya.
Maka akhirnya Hakim tidak meminta kepada seorangpun dari manusia setelah Rasulullah sampai ia wafat. [Sahih Bukhari]

7.      Keutamaan orang kaya yang bersyukur.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Bahwasanya kaum faqir Muhajirin mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: Telah pergi orang-orang kaya dengan derajat yang tinggi dan kenikmatan yang kekal!
Rasulullah bertanya: Kenapa demikian?
Mereka menjawab: Mereka shalat sebagaimana kami shalat, berpuasa sebagaimana kami berpuasa, akan tetapi mereka bersedekah sedangkan kami tidak bersedekah, mereka memerdekakan budak sedangkan kami tidak memerdekakan budak!
Maka Rasulullah bersabda:

«أَفَلَا أُعَلِّمُكُمْ شَيْئًا تُدْرِكُونَ بِهِ مَنْ سَبَقَكُمْ وَتَسْبِقُونَ بِهِ مَنْ بَعْدَكُمْ؟ وَلَا يَكُونُ أَحَدٌ أَفْضَلَ مِنْكُمْ إِلَّا مَنْ صَنَعَ مِثْلَ مَا صَنَعْتُمْ»

“Maukah kalian kuajarkan sesuatu, jika kalian amalkan maka kalian akan mendapatkan (derajat) orang-orang yang telah mendahului kalian dan kalian akan mendahului orang-orang setelah kalian? Dan tidak ada yang lebih baik dari kalian kecuali orang yang melakukan seperti yang kalian lakukan.”
Mereka menjwab: Tentu, wahai Rasulullah!
Rasulullah bersabda:
«تُسَبِّحُونَ، وَتُكَبِّرُونَ، وَتَحْمَدُونَ، دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ مَرَّةً»
“Kalian bertasbih, bertakbir, dan bertahmid di akhir setiap shalat (fardhu) sebanya tiga puluh tiga kali”
Kemudian (setelah itu) kaum faqir Muhajirin kembali menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (mengeluh) dan berkata: Saudara kami pemilik harta mendengar apa yang kami lakukan dan mereka melakukan sepertinya.
Maka Rasulullah bersabda:

«ذَلِكَ فَضْلُ اللهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ» [صحيح مسلم]

“Itu adalah karuniah Allah yang diberikan kepada siapa yang dikehendaki-Nya”.

8.      Mengharapkan limpahan nikmat duniawi kepada Allah adalah bentuk ubudiyah (at-tadzallul).

Dari An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ {وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِين} [غافر: 60] [سنن أبى داود: صححه الألباني]

"Do'a itu adalah ibadah". {Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku (berdoa kepada-Ku) akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina"} [Gaafir:60] [Sunan Abu Daud: Sahih]

Lihat: Keutamaan do'a

9.      Tidak boleh merasa cukup (tidak mengharapkan lagi) karuniah dari Allah.

Manusia adalah makhluk yang lemah, tidak mampu menjalani hidup ini tampa bantuan dari Allah subhanahu wata'ala. Allah berfirman:

{يَا أَيُّهَا النَّاسُ أَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ إِلَى اللَّهِ وَاللَّهُ هُوَ الْغَنِيُّ الْحَمِيدُ} [فاطر: 15]

“Hai manusia, kamulah yang membutuhkan segala sesuatunya kepada Allah; dan Allah dialah yang Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji." [Faathir:15]

وَاللَّهُ الْغَنِيُّ وَأَنْتُمُ الْفُقَرَاءُ [محمد : 38]

Allah-lah Yang Maha Kaya sedangkan kamulah orang-orang yang begantung (kepada-Nya). [Muhammad: 38]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

" ثَلَاثَةٌ لَا يُكَلِّمُهُمُ اللهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ - وَلَا يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ - وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ: شَيْخٌ زَانٍ، وَمَلِكٌ كَذَّابٌ، وَعَائِلٌ مُسْتَكْبِرٌ " [صحيح مسلم]

"Ada tiga orang yang mana Allah tidak mengajak mereka berbicara pada hari kiamat, dan tidak mensucikan mereka, dan tidak melihat kepada mereka, dan mereka mendapatkan siksa yang pedih: yaitu orang tua yang pezina, pemimpin yang pendusta, dan orang miskin yang sombong." [Sahih Muslim]

Orang miskin yang sombong termasuk orang yang tidak mau beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’aala dan meminta karuniahnya.

Lihat: Beribadah tanpa pamrih; Tidak mengharap sesuatu dari Allah

Wallahu ta’aalaa a’lam!

Lihat juga: Fawaid hadits Ummu Salamah; Do’a setelah shalat subuh - Hadits Abu Kabsyah; Dunia itu untuk empat orang - Hadits Mu'adz; Do'a di akhir shalat

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...