Selasa, 19 Mei 2015

Takhriij hadits; Takbir ketika ada kebakaran

 بسم الله الرحمن الرحيم


Diriwayatkan dari beberapa sahabat, diantaranya: Abdullah bin ‘Amr, Ibnu Umar, Abu Hurairah, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhum, dan Ali bin Al-Husain Zainal Abidin rahimahullah.

A.     Hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma.

Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam kitab Ad-Du’aa’ no.1022, Ibnu As-Sunniy dalam kitab ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah no.294-297:

عن الْقَاسِم بن عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا رَأَيْتُمُ الْحَرِيقَ فَكَبِّرُوا، فَإِنَّ التَّكْبِيرَ يُطْفِئُهُ»

Dari Al-Qasim bin Abdillah bin Umar, dari Abdurrahman bin Al-Harits, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian melihat kebakaran maka bertakbirlah, karena sesungguhnya takbir itu memadamkannya”.

Sanad ini sangat lemah, karena Al-Qasim bin Abdillah bin Umar Al-Umariy[1]; Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: Periwayatan haditsnya ditolak (matruuk), Imam Ahmad menuduhnya suka berbohong.

Dari jalur lain, diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adiy dalam kitab Al-Kamil fii Dhu’afaa Ar-Rijaal 5/249:

عن محمد بن معاوية النيسابوري، حدثني ابن لهيعة عن عمرو بن شعيب، عن أبيه، عن جده، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " إذا رأيتم الحريق فكبروا فإن ذلك يطفئه ".

Dari Muhammad bin Mu’awiyah An-Naisaburiy, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, Ibnu Lahi’ah, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian melihat kebakaran maka bertakbirlah, karena sesungguhnya itu akan memadamkannya”.

Sanad ini sangat lemah karena dua cacat:

1.      Muhammad bin Mu’awiyah bin A’yun, Abu ‘Ali An-Naisaburiy (w.229H)[2]; Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata: Periwayatan haditsnya ditolak (matruuk) dan Ibnu Ma’in mengklaimnya sebagai pembohong.
2.      Ibnu Lahi’ah di sini telah menjatuhkan gurunya, sebagaimana disebutkan dalam kitab Ad-Dhu’afaa’ Al-Kabiir karya Al-‘Uqailiy 2/295, diriwayatkan dari Ibnu Abi Maryam, ia berkata:

هَذَا الْحَدِيثُ سَمِعَهُ ابْنُ لَهِيعَةَ، مِنْ زِيَادِ بْنِ يُونُسَ الْحَضْرَمِيِّ، رَجُلٌ كَانَ يَسْمَعُ مَعَنَا الْحَدِيثَ، عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، وَكَانَ ابْنُ لَهِيعَةَ يَسْتَحْسِنُهُ، ثُمَّ أَنَّهُ بَعْدُ قَالَ: إِنَّهُ يَرْوِيهِ عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ

“Hadits ini didengar oleh Ibnu Lahi’ah dari Ziyad bin Yunus Al-Hadhramiy – seorang yang mendengarkan hadits ini bersama kami -, dari Al-Qasim bin Abdillah bin Umar. Dan Ibnu Lahi’ah menjadikan hadits ini nampak baik, kemudian ia meriwayatkannya langsung dari ‘Amr bin Syu’aib”.

Jadi, sanad ini juga sangat lemah karena sumbernya juga dari Al-Qasim bin Abdillah Al-Umariy.

Dari jalur lain, diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam kitab Ad-Du’aa’ no.1023:

عن عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ الْحَارِثِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ شُعَيْبٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِذَا وَقَعَ الْحَرِيقُ فَأَكْثِرُوا التَّكْبِيرَ فَإِنَّهُ يُطْفَأُ»

Dari Abdurrahman bin Abdillah bin Umar, dari Abdurrahman bin Al-Harits, dari ‘Amr bin Syu’aib, dari bapaknya, dari kakeknya radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika terjadi kebakaran maka perbanyaklah kalian bertakbir, karena sesungguhnya takbir itu memadamkan”.

Sanad ini sangat lemah, karena Abdurrahman bin Abdillah bin Umar Al-Umariy (w.186H)[3]; Periwayatan haditsnya ditolak (matruuk).

B.      Hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma.

Diriwayatkan oleh As-Sahmiy dalam Taarikh Jurjaan hal.414:

قال: حَدَّثَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ أَحْمَدَ الْبَكْرَآبَاذِيُّ حَدَّثَنَا أَبُو الْعَبَّاسِ بْنِ حشمردَ حَدَّثَنَا أَبُو الْحَرِيشِ أَحْمَدُ بْنُ عِيسَى الْكِلابِيُّ حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْمَخْرَمِي حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْن عَبْد اللَّهِ بْن عُمَر عن أبيه وعمه نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: "إِذَا رَأَيْتُمُ الْحَرِيقَ فكبروا فان ذلك يطفي النَّارَ".

Abdurrahman bin Abdillah bin Umar, dari bapaknya dan pamannya Nafi’, dari Ibnu Umar, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian meliha kebakaran maka bertakbirlah, karena sesungguhnya itu akan memadamkan api”.

Sanad ini sangat lemah, karena Abdurrahman bin Abdillah Al-Umariy; Periwayatan haditsnya ditolak (matruuk).

C.      Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam kitab Ad-Du’aa’ no.1021, Mu’jam Al-Ausath 8/258 no.8569, dan Qiwam As-Sunnah dalam At-Targiib wa At-Tarhiib 1/437 no.769:

عن أَيُّوب بن نُوحَ الْمُطَّوّعِيُّ قَالَ: نا أَبِي قَالَ: ثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَجْلَانَ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَطْفِئُوا الْحَرِيقَ بِالتَّكْبِيرِ»

Dari Ayyub bin Nuh Al-Muthawwi’iy, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, bapakku, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, Muhammad bin ‘Ajlan, dari Sa’id bin Abi Sa’id Al-Maqburiy, dari Abi Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Padamkanlah kebakaran dengan takbir”.

Ath-Thabaraniy berkata: Tidak ada yang meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin ‘Ajlan keculai Nuh Al-Muthawwa’iy, anaknya sendiri meriwayatkan darinya.
Al-Haitsamiy berkata: Pada sanadnya ada beberapa rawiy yang tidak aku ketahui. [Majma’ Az-Zawaiy 10/138 no.17141]

Hadits ini sangat lemah, karena Ayyub bin Nuh Al-Muthawwi’iy dan bapaknya tidak dikatahui.

D.     Hadits Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adiy dalam Al-Kamil 6/198:

عن عَمْرو بْنِ جُمَيْعٍ، عنِ ابْنِ جُرَيج، عَن عَطَاءٍ، عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَال: قَال رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِذَا رَأَيْتُمُ الْحَرِيقَ فَكَبِّرُوا ".

Dari ‘Amr bin Jumai’, dari Ibnu Juraij, dari ‘Athaa’, dari Ibnu ‘Abbas, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian melihat kebakaran, maka bertakbirlah”.

Ibnu ‘Adiy berkata: ‘Amr bin Jumai’[4], kebanyakan riwayatnya mungkar dan ia tertuduh sebagai pemalsunya.

E.      Hadits Ali bin Al-Husain, Zainal Abidin rahimahullah.

Diriwayatkan oleh Ad-Dulabiy dalam Al-Kuna wa Al-Asmaa 3/1088 no.1900:

عن أَبي النَّضْرِ يَحْيَى بْنُ كَثِيرٍ صَاحِبُ الْبَصْرِيِّ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «إِذَا رَأَيْتُمُ الْحَرِيقَ فَكَبِّرُوا فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُطْفِيهِ»

Dari Abu An-Nadhr Yahya bin Katsir sahabat Al-Bashiry, dari Ja’far bin Muhammad, dari bapaknya, dari kakeknya, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kalian melihat kebakaran maka bertakbirlah, karena sesungguhnya Allah akan memadamkannya”.

Hadits ini lemah karena dua cacat:

1.      Abu An-Nadhr Yahya bin Katsir[5], periwayatan haditsnya lemah oleh Ibnu Ma’in, Abu Hatim, Abu Zur’ah, dan Ibnu Hajar rahumahumullah.
2.      Sanadnya terputus (mursal) karena Ali bin Al-Husain seorang tabi’iy tidak pernah bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alahih wa sallm.

Lihat: Silsilah Al-Ahadiits Adh-Dha’ifah karya syekh Albaniy rahimahullah 6/110 no.2603.

Fatawa ulama yang menganjurkan takbir ketika kebakaran:

a.       Ibnu Taimiyah rahimahullah, dalam majmuu’ al-fatawaa 10/196.
b.      Ibnu Qayyim rahimahullah, dalam zaad al-ma’aad 4/212.
c.       Sykeh Ibnu Baaz rahimaullah, dalam fatawa nuur ‘alaa ad-darb 6/351.
d.      Lajnah Ad-Daimah 24/180.

Do'a agar terhindar dari kebakaran


Wallahu ta’aalaa a’lam!




[1] Lihat biografi " Al-Qasim bin Abdillah Al-Umariy " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir karya Al-'Uqaily 3/472, Al-Majruhiin karya Ibnu Hibban 2/212, Al-Kaamil karya Ibnu 'Adiy 7/149, Adh-Dhu'afaa' karya Ad-Daraquthniy 3/128, Tarikh Adh-Dhu'afaa karya Ibnu Syahin hal.158 , Adh-Dhu'afaa' karya Abu Nu'aim hal.131 , Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 143/, Tahdziib Al-Kamaal karya Al-Mizziy 23/375, Al-Kasyif karya Adz-Dzahabiy 2/128, Al-Kasyf Al-Hatsits karya Ibnu Al-‘Ajamiy hal.210, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.450.
[2] Lihat biografi " Muhammad bin Mu’awiyah An-Naisaburiy " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'iy hal.234 , Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir 4/144, Al-Majruhiin 2/298, Al-Kaamil 7/533, Adh-Dhu'afaa' karya Ad-Daraquthniy 3/130, , Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 3/100, Tahdziib Al-Kamaal 26/478, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 4/44, , Taqriib At-Tahdziib hal.507.
[3] Lihat biografi " Abdurrahman bin Abdillah Al-Umariy " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'iy hal.205 , Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir 2/338, Al-Majruhiin 2/53, Al-Kaamil 5/453, Tarikh Adh-Dhu'afaa karya Ibnu Syahin hal.126 , Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/97, Tahdziib Al-Kamaal 17/234, Al-Kaasyif 1/633, Taqriib At-Tahdziib hal.344.
[4] Lihat biografi "‘Amr bin Jumai’" dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'iy hal.219 , Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir 3/264, Al-Majruhiin 2/77, Al-Kaamil 6/196, Adh-Dhu'afaa' karya Ad-Daraquthniy 2/165, Tarikh Adh-Dhu'afaa hal.141 , Adh-Dhu'afaa' karya Abu Nu'aim hal.119 , Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/224, Miizaan Al-I'tidaal 3/251, Al-Kasyf Al-Hatsits hal.200, Lisaan Al-Miizaan karya Ibnu Hajar 6/196.
[5] Lihat biografi " Abu An-Nadhr Yahya bin Katsir " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir 4/424, Al-Majruhiin 3/130, Al-Kaamil 9/98, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 3/201, Tahdziib Al-Kamaal 31/502, Miizaan Al-I'tidaal 4/403, Taqriib At-Tahdziib hal.595.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...