Sabtu, 14 Mei 2016

Takhriij hadits: Hari Selasa, hari darah

بسم الله الرحمن الرحيم


Hadits ini diriwayatkan dari beberapa sahabat Nabi –radhiyallahu anhum- secara marfuu’ (dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) dan mauquuf (hanya perkataan sahabat), di antaranya:

A.     Hadits Ibnu Umar (mauquuf)

Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim (w.430H) dalam kitab Ath-Thibbun Nabawiy 1/361 no.298:

عن أبي يحيى الوقار، حَدَّثَنا محمد بن إسماعيل المرادي، عَن أبيه، عَن نافع مولى ابن عُمَر: أن عبد الله بن عُمَر أرسل رسولا فقال: ادع لي حجاما، ولا تدعه شيخا ولا صبيا وقال: احتجموا بسم الله على الريق فإنه يزيد الحافظ حفظا، ولا تحتجموا يوم السبت فإنه يوم يدخل الداء ويخرج الشفاء،  واحتجموا يوم الأحد فإنه يخرج الداء ويدخل الشفاء، ولا تحتجموا يوم الاثنين فإنه يوم فجعتم فيه نبيكم صَلَّى الله عَليْهِ وَسلَّم، واحتجموا يوم الثلاثاء فإنه يوم دم، وفيه قتل ابن آدم أخاه، ولا تحتجموا يوم الأربعاء فإنه يوم بخس، وفيه سالت عيون الصبر، وفيه أنزلت سورة الحديد، واحتجموا يوم الخميس فإنه يوم أنيس، وفيه رفع إدريس، وفيه لعن إبليس، وفيه رد الله على يعقوب بصره، ورد عليه يوسف، ولا تحتجموا يوم الجمعة فإن فيه ساعة لو وافت أمة محمد لماتوا جميعا.

Dari Abu Yahya Al-Waqqaar, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, Muhammad bin Isma’il Al-Muradiy, dari bapaknya, dari Nafi’ maula Ibnu Umar; Bahwasanya Ibnu Umar mengirim seorang utusan dan berkata: Panggilkan aku seorang tukang bekam, dan jangan panggil yang sudah tua dan jangan pula yang masih anak-anak. Dan ia berkata: ... dan berbekamlah kalian pada hari Selasa karena seseungguhnya hari itu adalah hari darah (mengalir kuat dalam tubuh), dan pada hari itu anak Adam dibunuh oleh saudaranya, ...

Abu Hatim Ar-Raziy (w.277H) mengatakan: Hadits ini bathil, Muhammad dalam sanad ini tidak diketahui (majhuul), dan bapaknya juga majhuul. [Ilal Al-Hadits karya Ibnu Abi Hatim 6/76 no.2330]

Hadits ini sangat lemah karena beberapa cacat:

1. Abu Yahya Al-Waqqar[1], namanya Zakariya bin Yahya (w.254H); Ia adalah seorang pembohong. Ibnu ‘Adiy (w.365H) berkata: Ia memalsukan hadits. Dan Shalih Jazarah (w.293H) berkata: Ia adalah salah seorang pembohong besar.
2. Muhammad bin Isma’il Al-Muradiy[2]; Adz-Dzahabiy (w.748H) mengatakan: Tidak diketahui siapa dia.
3. Ismail Al-Muradiy[3]; Tidak diketahui (majhuul).

Lihat: Silsilah Adh-Dha’ifah karya syekh Albaniy 14/627 no.6780.

B.      Hadits Ibnu Abbas (mauquuf)

Diriwayatkan oleh Abu Ya’laa (w.307H) dalam musnadnya 4/479 no.2612:

قال: حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ حُصَيْنٍ، حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ الْعَلَاءِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: يَوْمُ الْأَحَدِ يَوْمُ غَرْسٍ وَبِنَاءٍ، وَيَوْمُ الِاثْنَيْنِ يَوْمُ السَّفَرِ، وَيَوْمُ الثُّلَاثَاءِ يَوْمُ الدَّمِ، وَيَوْمُ الْأَرْبِعَاءِ يَوْمُ أَخْذٍ وَلَا عَطَاءَ فِيهِ، وَيَوْمُ الْخَمِيسِ يَوْمُ دُخُولٍ عَلَى السُّلْطَانِ، وَيَوْمُ الْجُمُعَةِ يَوْمُ تَزْوِيجٍ وَبَاءَةٍ

Abu Ya’laa berkata: Telah menceritakan kepada kami, ‘Amr bin Hushain. Ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, Yahya bin Al-‘Alaa’. Ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, Abdullah bin Abdirrahman, dari Abu Shalih, dari Ibnu Abbas; Ia berkata: Hari Ahad adalah hari yang tepat untuk menanam dan memulai membangun, dan hari Senin adalah hari bepergian jauh, dan hari Selasa adalah hari darah, dan hari Rabu adalah hari mengambil dan tidak memberi di dalamnya, dan hari Kamis adalah hari mendatangi pemerintah, dan hari Jum’at adalah hari perkawinan dan menggauli istri.

Hadits ini palsu, dengan dua cacat:

1) Yahya bin Al-‘Alaa Ar-Raziy[4] (w. Sekitar 160H); Imam An-Nasa'iy, Ad-Daraquthniy, dan Al-Azdiy mengatakan: Haditsnya ditolak (matruuk). Imam Ahmad mengatakan: Ia seorang pembohong dan pemalsu hadits..
2) ‘Amr bin Al-Hushain Al-‘Uqailiy[5] (w. setelah 230H); Ad-Daraquthniy dan Ibnu Hajar mengatakan: Haditsnya ditolak (matruuk).

Lihat: Majma’ Az-Zawaid karya Al-Haitsamiy 4/285 no.7509.

Dari jalur yang lain:

Diriwayatkan oleh Abu Al-Qasim Al-Hinnaiy (w.459H) dalam kitabnya Al-Hinnaaiyah atau Fawaid Al-Hinnaaiy 2/1310 no.264:

عن أَبي يُوسُفَ يَعْقُوب بن أَحْمَدَ بْنِ عَبْدِ الرحمن الجصاص الدعاء قال: ثنا أيوب يعني ابن الوليد قال: ثنا كثير قال: ثنا عيسى بن إبراهيم، عن عبد الله بن عبد الرحمن، عن أبي صالح، عن ابن عباس قال: يوم الأحد يوم غرس وبناء، ويوم الاثنين يوم السفر، ويوم الثلاثاء يوم الدم، ويوم الأربعاء يوم لا أخذ ولا عطاء، ويوم الخميس يوم ركوب في الحاجات، ويوم الجمعة يوم الباءة، ويوم السبت يوم مكر وخديعة.

Dari Abu Yusuf Ya’qub bin Ahmad bin Abdirrahman Al-Jashash Ad-Da’aa’, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, Ayyub yaitu Ibnu Al-Waliid, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, Katsiir; Ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, ‘Isaa bin Ibrahiim, dari Abdullah bin Abdirrahman, dari Abi Shalih, dari Ibnu Abbas, ia berkata: Hari Ahad adalah hari untuk menanam dan memulai membangun, dan hari Senin adalah hari bepergian jauh, dan hari Selasa adalah hari darah mengalir, dan hari Rabu adalah hari tidak mengambil dan tidak memberi di dalamnya, dan hari Kamis adalah hari memenuhi keperluan (hajat), dan hari Jum’at adalah hari menggauli istri, dan hari Sabtu adalah terjadi penipuan dan penghianatan.

Abu Muhammad An-Nakhsyabiy (w.456H) mengatakan: Hadits ini ghariib (aneh).

Sanad ini sangat lemah karena beberapa cacat:

a. Abu Yusuf Ya’qub bin Abdirrahman bin Ahmad Al-Jashash[6] (w.331H); Al-Khathiib mengatakan: Dalam haditsnya banyak kekeliruan.
b. Ayyub bin Al-Waliid; Tidak diketahui.
c. Katsir; Tidak diketahui.
d. Abdullah bin Abdurrahman; An-Nakhsyabiy mengatakan: Ia majhuul.
e. Abu Shalih; An-Nakhsyabiy mengatakan:
أظنه باذان مولى ابن عباس، أو ماهان الحنفي، فقد رويا جميعا عن ابن عباس
“Aku rasa ia adalah Badzaan maula Ibnu Abbas, atau Maahaan Al-Hanafiy. Karena keduanya pernah meriwayatkan dari Ibnu Abbas”.

C.      Hadits Abi Sa’id Al-Khudriy (marfuu’)

Diriwayatkan oleh Tammaam (w.414H) dalam Fawaidnya 1/265 no.647, dan Ibnu ‘Asaakir (w.571H) dalam Tarikh Dimasyq 7/254:

عن سلام بن سليمان أبي العباس، ثنا فضيل بن مرزوق، عن عطية العوفي، عن أبي سعيد الخدري، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «يوم السبت يوم مكر وخديعة، ويوم الأحد يوم غرس وبناء، ويوم الاثنين يوم سفر وطلب رزق، ويوم الثلاثاء حديد وبأس [ودم] [7]، ويوم الأربعاء لا أخذ ولا عطاء، ويوم الخميس يوم طلب حوائج ودخول على السلطان، ويوم الجمعة يوم خطبة ونكاح»

Dari Salam bin Sulaiman Abu Al-‘Abbas, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, Fudhail bin Marzuuq, dari ‘Athiyah Al-‘Aufiy, dari Abi Sa’id Al-Khudriy, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hari Sabtu adalah terjadi penipuan dan penghianatan, dan hari Ahad adalah hari untuk menanam dan memulai membangun, dan hari Senin adalah hari bepergian jauh dan mencari rezki, dan hari Selasa adalah hari yang keras dan banyak musibah dan darah, dan hari Rabu adalah hari tidak mengambil dan tidak memberi, dan hari Kamis adalah hari memenuhi keperluan (hajat) dan menemui pemerintah, dan hari Jum’at adalah hari peminangan dan menikah”

Hadits ini sangat lemah karena beberapa cacat:

1. Salam bin Sulaiman, Abu Al-‘Abbas[8] (w.210H); Abu Hatim mengatakan: Ia tidak kuat. Ibnu ‘Adiy berkata: Haditsnya mungkar (sangat lemah). Adz-Dzahabiy mengatakan: Ia meriwayatkan beberapa hadits mungkar. Ibnu Hajar berkata: Periwayatan haditsnya lemah.
2. ‘Athiyah bin Sa’ad Al-‘Aufiy[9] (w.111H); Periwayatan haditsnya dilemahkan oleh Ats-Tsauriy, Husyaim, Imam Ahmad, Abu Hatim, dan An-Nasa’iy.

Hadits Abu Hurairah (marfuu’)

Diriwayatkan oleh Ibnu Al-Jauziy (w.597H) dalam kitab Al-Maudhu’aat 2/71:

قال: أَنبأَنَا إِسْمَاعِيل بن أَحْمد السَّمرقَنْدِي، أَنْبَأَنَا أَبُو الْفَضْلِ عُمَرُ بْنُ عبيد الله الْبَقَّالُ، حَدَّثَنَا أَبُو الْحُسَيْنِ عَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ بِشْرَانَ، أَنْبَأَنَا عُثْمَانُ بْنُ أَحْمَدَ الدَّقَّاقُ، حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ الْمُؤَمَّلِ الصُّورِيُّ، حَدَّثَنَا الْحُسَيْنُ بْنُ مِهْرَانَ الْمُفَسِّرُ، حَدَّثَنِي أَبُو عَبْدِ اللَّهِ عبد الرحمن بْنُ خَالِدٍ الزَّاهِدُ السَّمَرْقَنْدِيُّ، حَدَّثَنِي يحيى بن عبد الله، عَنْ أَبِي مُعَاوِيَةَ الْمَوْصِلِيِّ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ الله صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِن يَوْم السبت يَوْم مكر ومكيدة. قَالُوا: وَلِمَ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: إِنَّ قُرَيْشًا أَرَادُوا أَنْ يَمْكُرُوا فِيهِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى: {وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا}
وَقَالَ: يَوْمُ الأَحَدِ يَوْمُ بِنَاءٍ وَغَرْسٍ، قَالُوا: وَلِمَ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: لأَنَّ الْجَنَّةَ نبتت وغرست فِيهِ.
قَالَ: وَيَوْمُ الاثْنَيْنِ يَوْمُ سَفَرٍ وَتِجَارَةٍ. [وَيَوْم الثُّلَاثَاء يَوْم دم][10] قَالُوا: وَلِمَ ذَاكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ: لأَنَّ ابْنَ آدَمَ قَتلَ أَخَاهُ فِيهِ.
وَيَوْمَ الأَرْبِعَاءِ يَوْمُ نَحْسٌ، قَرِيبُ الْخَطَأِ، يَشِيبُ فِيهِ الْوِلْدَانُ. وَفِيهِ أْرَسَلَ اللَّهُ الرِّيحَ عَلَى قَوْمِ عَادٍ، وَفِيهِ ولد فِرْعَوْن، وَفِيه ادّعى الرُّبُوبِيَّةَ، وَفِيهِ أَهْلَكَهُ اللَّهُ.
قَالَ: وَيَوْمُ الْخَمِيسِ يَوْمُ دُخُولٍ عَلَى السُّلْطَانِ وَقَضَاءِ الْحَوَائِجِ. قَالُوا: وَلِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: لأَنَّ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلَ الرَّحْمَنِ دَخَلَ عَلَى مَلِكِ مِصْرَ فَرَدَّ عَلَيْهِ امْرَأَتَهُ وَقَضَى حَوَائِجَهُ.
وَقَالَ: يَوْم الْجُمُعَةِ يَوْمُ خُطْبَةٍ وَنِكَاحٌ، قَالُوا: وَلِمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: لأَنَّ الأَنْبِيَاءَ يَنْكِحُونَ وَيَخْطِبُونَ فِيهِ لِبَرَكَةِ يَوْم الْجُمُعَةِ ".

Ibnu Al-Jauziy berkata: Telah menyampaikan kepada kami, Isma'il bin Ahmad As-Samarqandiy, ia mengatakan: Telah menyampaikan kepada kami, Abu Al-Fadhl Umar bin Ubaidillah Al-Baqqaal, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, Abu Al-Husain Ali bin Muhammad bin Bisyraan, ia berkata: Telah menyampaikan kepada kami, Utsman bin Ahmad Ad-Daqqaaq, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, Ahmad bin Muhammad bin Al-Muammal Ash-Shuuriy, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami, Al-Husain bin Mihraan Al-Mufassir, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku, Abu Abdillah Abdurrahman bin Khalid Az-Zahid As-Samarqandiy, ia berkata: Telah menceritakan kepadaku, Yahya bin Abdillah, dari Abi Mu'awiyah Al-Maushiliy, dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya hari Sabtu adalah hari penipuan dan kecurangan”.
Mereka bertanya: Dan kenapa demikian, wahai Rasulullah?
Beliau menjawab: “Sesungguhnya kaum Quraisy ingin melakukan penipuan pada hari itu, maka Allah ta'aalaa menurunkan ayat {Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan tipu daya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya}”.
Kemudian beliau bersabda: “Hari Ahad adalah hari memulai membangun dan menanam”.
Mereka bertanya: Dan kenapa demikian, wahai Rasulullah?
Beliau menjawab: “Karena sesungguhnya surga tumbuh dan ditanami pada hari Ahad”.
Beliau bersabda: “Dan hari Senin adalah hari bepergian jauh dan berdagan, dan hari Selasa adalah hari darah”.
Mereka bertanya: Dan kenapa demikian, wahai Rasulullah?
Maka beliau menjawab: “Karena sesungguhnya anak Adam membunuh saudaranya pada hari Selasa.
Dan hari Rabu adalah hari petaka, dekat dengan kesalahan, pada hari itu anak-anak menjadi beruban. Dan pada hari itu Allah mengirim angin topan untuk membinasakan kaum 'Aad, dan pada hari itu Fir'aun dilahirkan, dan pada hari itu ia mengaku sebagai Tuhan, dan pada hari itu Allah membinasakannya”.
Beliau bersabda: “Dan hari Kamis adalah hari mendatangi pemerintah dan memenuhi kebutuhan”.
Mereka bertanya: Dan kenapa demikian, wahai Rasulullah?
Beliau menjawab: “Karena sesungguhnya Ibrahim kekasih Allah datang kepada raja Mesir, maka sang raja mengembalikan istri Ibrahim dan memenuhi kebutuhannya (pada hari itu)”.
Kemudian beliau bersabda: “Hari Jum'at adalah hari pelamaran dan pernikahan”.
Mereka bertanya: Dan kenapa demikian, wahai Rasulullah?
Beliau mnejawab: “Karena sesungguhnya para Nabi menikah dan meminang pada hari itu untuk mendapatkan berkah hari Jum'at”.

Ibnu Al-Jauziy mengatakan: Ini adalah hadits palsu terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam sanadnya ada beberapa perawi yang lemah dan tidak diketahui.
Yahya bin Abdullah; Ibnu Ma’in mengatakan: Ia tidak ada apa-apanya.
Dan As-Samarqandiy Az-Zahid[11]: Haditsnya tidak ada apa-apanya (sangat lemah).

Adz-Dzahabiy mengatakan: Ini adalah kedustaan dari orang-orang yang tidak diketahui (majaahiil). [Talkhish kitab Al-Maudhu’aat no.366]

Lihat: Al-Laali’ Al-Mashnu’ah karya As-Suyuthiy 1/439, dan Tanziih Asy-Syari’ah karya Ibnu Iraq Al-Kinaniy 2/53 no.19, dan Al-Fawaid Al-Majmu’ah karya Asy-Syaukaniy no.22.

D.     Hadits Abu Bakrah (marfuu’)

Diriwayatkan oleh Abu Daud (w.275H) dalam kitab sunannya 4/5 no.3862, Al-‘Uqailiy (w.323H) dalam Adh-Dhu’afaa’ Al-Kabiir 1/152, dan Al-Baihaqiy (w.458H) dalam As-Sunan Al-Kubraa 9/572 no.19539:

عن مُوسَى بن إِسْمَاعِيلَ، أَخْبَرَنِي أَبُو بَكْرَةَ بَكَّارُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ، أَخْبَرَتْنِي عَمَّتِي كَبْشَةُ بِنْتُ أَبِي بَكْرَةَ، - وَقَالَ غَيْرُ مُوسَى: كَيِّسَةُ بِنْتُ أَبِي بَكْرَةَ - أَنَّ أَبَاهَا كَانَ يَنْهَى أَهْلَهُ عَنِ الحِجَامَةِ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ، وَيَزْعُمُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أَنَّ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ يَوْمُ الدَّمِ، وَفِيهِ سَاعَةٌ لَا يَرْقَأُ»

Dari Musa bin Isma’il, ia berkata: Telah memberitakan kepadaku, Abu Bakrah Bakkaar bin Abdil Aziz; Ia bekata: Telah memberitakan kepadaku, Bibiku Kabsyah binti Abi Bakrah – selain Musa mengatakan: Kaisah binti Abi Bakrah -; Bahwasanya papaknya melarang keluarganya untuk berbekam pada hari Selasa, dan ia mengira dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya hari Selasa adalah hari darah (mengalir kuat dalam tubuh), dan pada hari itu ada waktu darah tidak berhenti mengalir setelah terluka”.

Al-‘Uqailiy mengatakan: Hadits ini tidak ada pendukungnya, dan tidak ada dalam masalah ini tentang pilihan suatu hari untuk berbekam satu haditspun yang sahih (tsabit).

Al-Baihaqiy mengatakan: Sanadnya tidak kuat.

Abu Zur’ah Ar-Raziy tidak mensahihkan hadits-hadits tentang larangan berbekam pada hari tertentu dan tidak pula anjuran berbekam pada hari tertentu, ketika ditanya tentang hadits Abu Bakrah, ia menjawab: Haditsnya tidak kuat. [Adh-Dhu’afaa karya Abu Zur’ah Ar-Raziy dan jawabannya atas pertanyaan Al-Bardza’iy 2/577]

Hadits ini sangat lemah karena beberapa cacat:

1) Abu Bakrah, Bakkaar bin Abdil Aziz[12]; Ibnu Main mengatakan: Periwayatan haditsnya tidak ada apa-apanya (ليس بشيء). Adz-Dzahabiy mengatakan: Ia lemah. Dan Ibnu Hajar mengatakan: Ia shaduuq, terkadang keliru.
2) Kayyisah binti Abi Bakrah[13]; Majhuul, tidak diketahui derajat haditsnya dan tidak ada yang meriwayatkan darinya kecuali Bakkaar.

Lihat: Silsilah Adh-Dha’ifah 5/278 no.2251.

E.      Hadits Abu Ad-Dardaa’ (marfuu’)

Disebutkan oleh As-Sakhawiy (w.902H) dalam Al-Maqashid Al-Hasanah halaman 745, dan Al-‘Ajluniy (w.1162H) dalam Kasyful Khafaa 2/491 tanpa sanad dan menisbatkannya kepada Abu Daud dan Ath-Thabaraniy secara marfu’ (dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam):

يوم الثلاثاء يوم دم، وفيه ساعة من احتجم فيها لم يرقأ، يعني دمه.

“Hari Sesala adalah hari darah mengalir, dan pada hari itu ada waktu yang barangsiapa yang berbekam pada waktu itu maka darahnya tidak akan berhenti mengalir”

Saya tidak mendapatkannya dalam beberapa buku karangan Abi Daud dan Ath-Thabaraniy, dan tidak pula dalam buku hadits lainnya. Wallahu a’lam!

Kesimpulan:

Semua hadits tentang hari Selasa adalah hari darah, derajatnya sangat lemah bahkan ada yang palsu. Wallahu a'lam!

Marwan adalah yang pertama menamai hari Selasa sebagai hari darah mengalir

Diriwayatkan oleh Ath-Thabariy (w.310H) dalam Tahdziib Al-Atsaar, musnad Ibnu Abbas 1/535 no.845:

قال: حَدَّثَنِي ابْنُ عَبْدِ الرَّحِيمِ الْبَرْقِيُّ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَمْرٌو، عَنْ زُهَيْرٍ، عَنْ هِشَامِ بْنِ إِسْمَاعِيلَ «أَنَّهُ بَلَغَهُ أَنَّ فِيَ يَوْمِ الثُّلَاثَاءِ سَاعَةٌ لَا يَحْتَجِمُ فِيهَا أَحَدٌ يُوَافِقُ تِلْكَ السَّاعَةِ إِلَّا مَاتَ» قَالَ زُهَيْرٌ: قَدْ مَاتَ عِنْدَنَا ثَلَاثَةٌ مِمَّنِ احْتَجَمَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ، ثُمَّ قَالَ زُهَيْرٌ: مَنْ أَوَّلُ مَنْ سَمَّاهُ يَوْمَ الدَّمِ؟ إِنَّمَا مَرْوَانُ أَوَّلُ مَنْ سَمَّاهُ يَوْمَ الدَّمِ. وَقَالَ ابْنُ الْبَرْقِيِّ، قَالَ أَبُو حَفْصٍ: فَحَدَّثْتُ أَبَا مُعَيْدِ حَدِيثَ زُهَيْرٍ فِي الثُّلَاثَاءِ، فَقَالَ: بَلَغَنَا أَنَّ تِلْكَ السَّاعَةِ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ

Ath-Thabariy berkata: Telah menceritakan kepadaku, Ibnu Abdirrahim Al-Barqiy (w.270H); Ia berkata: Telah menceritakan kepadaku ‘Amr (Abu Hafsh bin Abi Salamah w.213H)), dari Zuhair (Ibnu Muhammad w.162H)), dari Hisyam bin Isma’il; Bahwasanya telah sampai kepadanya sesungguhnya pada hari Selasa ada suatu waktu seseorang tidak berbekam pada tepat saat itu kecuali ia akan mati.
Zuhair berkata: Telah mati dari kami tiga orang yang berbekam pada hari Selasa.
Kemudian Zuhair berkata: Siapakah yang pertama kali menamainya hari darah mengalir? Sesungguhnya Marwan adalah yang pertama menamainya hari darah mengalir.
Dan Ibnu Al-Barqiy berkata: Abu Hafs berkata: Maka Aku menceritakan kepada Abu Mu’aid (Hafsh bin Gailan) hadits Zuhair tentang hari Selasa.
Maka ia menjawab: Telah sampai kepada kami bahwa waktu tersebut adalah pada hari Jum’at.

Sanad atsar ini hasan. Hisyam bin Isma’il, sepertinya ia adalah Ibnu Al-Waliid bin Al-Mugirah Al-Makhzumiy (w.88H). Wallahu a’lam!

Keburukan diciptakan pada hari selasa

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang tanganku dan bersabda:

«خَلَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ، وَخَلَقَ فِيهَا الْجِبَالَ يَوْمَ الْأَحَدِ، وَخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ، وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ، وَبَثَّ فِيهَا الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ، وَخَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ بَعْدَ الْعَصْرِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ، فِي آخِرِ الْخَلْقِ، فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ، فِيمَا بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى اللَّيْلِ»

"Allah 'azza wa jalla menciptakan tanah pada hari Sabtu, menciptakan gunung-gunung pada hari Ahad, menciptakan pepohonan (tumbuhan) pada hari Senin, menciptakan yang dibenci (keburukan) pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, memperkembang-biakkan hewan-hewan pada hari Kamis, menciptakan Adam 'alaihissalam setelah Ashar hari Jum'at, pada akhir ciptaan, di saat akhir hari Jum'at, antara Ashar sampai malam". [Sahih Muslim]

Baca perselisihan ulama tentang hadits ini dalam tulisan saya yang berjudu “Proses penciptaan bumi”.

Wallahu a’lam!





[1] Lihat biografi " Abu Yahya Al-Waqqar " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir karya Al-'Uqaily 2/87, Al-Kaamil karya Ibnu 'Adiy 4/174, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/296, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 2/77, Al-Kasyf Al-Hatsits karya Ibnu Al-'Ajamiy hal.120 , Lisaan Al-Miizaan karya Ibnu Hajar 3/517.
[2] Lihat biografi " Muhammad bin Isma’il Al-Muradiy " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 3/42, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 3/481, Lisaan Al-Miizaan karya Ibnu Hajar 6/568.
[3] Lihat biografi " Ismail Al-Muradiy " dalam kitab: Dzail Miizaan Al-I'tidaal karya Abu Al-Fadhl Al-‘Iraqiy hal.59, Lisaan Al-Miizaan karya Ibnu Hajar 2/189.
[4] Lihat biografi ” Yahya bin Al-'Alaa' dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Ashagiir karya Al-Bukhariy hal.125 , Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.248 , Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir karya Al-'Uqaily 4/437, Al-Majruhiin karya Ibnu Hibban 3/114, Al-Kamil karya Ibnu 'Adiy 7/198, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 3/200, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 7/205, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.595.
[5] Lihat biografi " ‘Amr bin Al-Hushain " dalam kitab: Al-Kaamil karya Ibnu 'Adiy 6/256, Adh-Dhu'afaa' karya Ad-Daraquthniy 2/165, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/224, Tahdziib Al-Kamaal karya Al-Mizziy 21/587, Al-Kasyf Al-Hatsits karya Ibnu Al-'Ajamiy hal.200 , Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.420.
[6] Lihat biografi " Abu Yusuf Ya’qub Al-Jashash " dalam kitab: Taariikh Bagdad karya Al-Khathiib 16/413, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 4/453, Lisaan Al-Miizaan karya Ibnu Hajar 8/532.
[7] Kalimat dalam kurung [ ] tidak ada dalam kitab Fawaid Tammaam, tapi disebutkan oleh Ibnu ‘Asakir.
[8] Lihat biografi " Salam bin Sulaiman " dalam kitab: Al-Jarh wa At-Ta'diil karya Ibnu Abi Hatim 4/259, Al- Al-Kaamil karya Ibnu 'Adiy 4/323, Tahdziib Al-Kamaal karya Al-Mizziy 12/286, Al-Kasyif karya Adz-Dzahabiy 1/474, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.261.
[9] Lihat biografi "‘Athiyah Al-‘Aufiy " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir karya Al-'Uqaily 3/359, Al-Jarh wa At-Ta'diil karya Ibnu Abi Hatim 6/382, Al-Majruhiin karya Ibnu Hibban 2/176, Al-Kaamil karya Ibnu 'Adiy 7/84, Tahdziib Al-Kamaal karya Al-Mizziy 20/145, Diwaan Adh-Dhu’afaa karya Adz-Dzahabiy hal.276.
[10] Kalimat dalam kurung [ ] tidak ada dalam kitab Al-Maudhu’aat, tapi disebutkan oleh Imam As-Suyuthiy dan Ibnu Iraq Al-Kinaniy.
[11] Lihat biografi “Abdurrahman bin Khalid, Abu Abdillah Az-Zahid As-Samarqandiy “ dalam kitab: Tanziih Asy-Syari’ah karya Ibnu ‘Iraaq 1/78.
[12] Lihat biografi " Bakkaar bin Abdil Aziz " dalam kitab: Taariikh Ibnu Ma'in riwayat Ad-Duuriy 4/85, Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir karya Al-'Uqaily 1/152, Al-Kaamil karya Ibnu 'Adiy 2/217, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/146, Tahdziib Al-Kamaal karya Al-Mizziy 4/201, Diwan Adh-Dhu’afaa’ karya Adz-Dzahabiy hal.51, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.126.
[13] Lihat biografi " Kayyisah binti Abi Bakrah " dalam kitab: Tahdziib Al-Kamaal karya Al-Mizziy 35/295, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 4/609, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.752.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...