Sabtu, 04 April 2026

Iman dan kikir tidak akan bersatu dalam Hati

بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«لَا يَجْتَمِعُ الشُّحُّ وَالْإِيمَانُ فِي قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا» [سنن النسائي: صحيح]

"Tidak akan berkumpul sikap kikir dan keimanan dalam hati seorang hamba selamanya." [Sunan An-Nasa’i: Shahih]

Penjelasan singkat hadits ini:

1.      Biografi Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.

Lihat: Abu Hurairah dan keistimewaannya

2.      Sifat orang beriman suka bersedekah.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{إِنَّمَا وَلِيُّكُمُ اللَّهُ وَرَسُولُهُ وَالَّذِينَ آمَنُوا الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ} [المائدة: 55]

Sesungguhnya penolong kamu hanyalah Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman yang mendirikan shalat dan menunaikan zakat. [Al-Maidah:55]

3.      Sedekah adalah tanda keimanan.

Dari Abu Malik Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«الصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ» [صحيح مسلم]

“Sedekah adalah bukti (keimanan) di hari kiamat”. [Shahih Muslim]

Lihat: Keutamaan zakat, infaq, dan sedekah dalam As-Sunnah

4.      Tanda iman kepada Allah Yang akan menggantikan dan melipat-gandakan harta yang disedekahkan.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ} [سبأ: 39]

Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, Maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah pemberi rezki yang sebaik-baiknya. [Saba’:39]

Ø  Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنْفِقْ أُنْفِقْ عَلَيْكَ» [صحيح البخاري ومسلم]

“Allah ‘azza wa jalla berfirman: Berinfaqlah maka Aku akan berinfaq kepadamu”. [Shahih Bukhari dan Muslim]

5.      Tanda iman kepada Malaikat yang senantiasa mendo'akan kebaikan untuk orang yang bersedekah dan mendo'akan keburukan bagi orang yang kikir.

Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ العِبَادُ فِيهِ، إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا، وَيَقُولُ الآخَرُ: اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا» [صحيح البخاري ومسلم]

"Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, salah satu di antara keduanya berkata: "Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak!" Dan lainnya berkata: "Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit!" [Shahih Bukhari dan Muslim]

6.      Tanda iman kepada Al-Qur’an yang menyebutkan perintah bersedekah dan balasannya.

Lihat: Keutamaan zakat, infaq, dan sedekah dalam Al-Qur’an

7.      Tanda iman kepada Para Nabi dan Rasul; mereka adalah manusia yang paling tinggi keimanannya sehingga paling banyak sedekahnya dan sangat menganjurkan untuk sedekah.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا} [مريم: 55]

Dan ia (Ismail) menyuruh ahlinya (umatnya) untuk shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya. [Maryam:55]

{وَجَعَلْنَاهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ} [الأنبياء: 73]

Kami telah menjadikan mereka itu (Ishak dan Ya’qub) sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami dan telah kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat. [Al-Anbiyaa’:73]

Ø  Nabi Isa ‘alaihissalam berkata:

{وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا} [مريم: 31]

Dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. [Maryam:31]

Ø  Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:

«كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ» [صحيح البخاري ومسلم]

“Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling suka memberi kebaikan, dan saat paling suka memberi adalah di bulan Ramadhan”. [Shahih Bukhari dan Muslim]

Ø  Anas bin Malik radiyallahu 'anhu berkata:

«مَا سُئِلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى الْإِسْلَامِ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ، قَالَ: فَجَاءَهُ رَجُلٌ فَأَعْطَاهُ غَنَمًا بَيْنَ جَبَلَيْنِ، فَرَجَعَ إِلَى قَوْمِهِ، فَقَالَ: يَا قَوْمِ أَسْلِمُوا، فَإِنَّ مُحَمَّدًا يُعْطِي عَطَاءً لَا يَخْشَى الْفَاقَةَ»

"Tidak pernah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dimintai sesuatu karena Islam, melainkan selalu dipenuhinya. Pada suatu hari datang kepada beliau seorang laki-laki, lalu diberinya seekor kambing di antara dua bukit. Kemudian orang itu pulang ke kampungnya dan berseru kepada kaumnya: "Hai, kaumku! Masuk Islam-lah kalian semuanya! Sesungguhnya Muhammad telah memberiku suatu pemberian yang dia sendiri tidak takut miskin.”  [Shahih Bukhari]

Lihat: Akhlak Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam

8.      Tanda iman akan hari akhirat; karena:

a)      Sedekah akan menyelamatkan dari azab kubur.

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«إِنَّ الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ مِنْ حَرِّ الْقُبُورِ» [المعجم الكبير للطبراني: حسنه الشيخ الألباني]

“Sesungguhnya sedekah itu meredakan panasnya siksa kubur”. [Al-Mu’jam Al-Kabiir: Hasan]

b)      Memberi makan, diantara sebab masuk surga.

Dari Abdullah bin Salam radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«يَا أَيُّهَا النَّاسُ، أَفْشُوا السَّلَامَ، وَأَطْعِمُوا الطَّعَامَ، وَصِلُوا الْأَرْحَامَ، وَصَلُّوا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ تَدْخُلُونَ الجَنَّةَ بِسَلَامٍ» [سنن الترمذي: صحيح]

"Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makan, ber-silaturahmilah, dan salatlah di malam hari saat orang-orang sedang tidur, maka kalian akan masuk surga dengan keselamatan". [Sunan Tirmidzi: Shahih]

c)       Azab yang pedih di neraka bagi orang kikir.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا .الَّذِينَ يَبْخَلُونَ وَيَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبُخْلِ وَيَكْتُمُونَ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ ۗ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا} [النساء : 36-37 ]

Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan. [An-Nisaa': 36-37]

Lihat: Siksa kubur yang mengerikan

9.      Tanda iman kepada takdir; karena orang yang suka berbagi akan dimudahkan takdirnya dalam kebaikan sedangkan orang kikir akan dipersulit.

Ali bin Abi Thalib radiyallahu 'anhu berkata: Suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menghadiri jenazah, dan beliau mengambil sesuatu dan mengkorek-korek tanah lalu bersabda:

«مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا وَقَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ، وَمَقْعَدُهُ مِنَ الجَنَّةِ»

"Tidaklah seseorang dari kalian kecuali telah dicatat tempatnya di neraka atau di surga".

Sahabat bertanya: Ya Rasulullah, bagaimana kalau kita pasrah saja dengan takdir kita dan meninggalkan usaha?

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ، أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ، وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ»

"Berusahalah, karena segala sesuatunya akan berjalan mudah sesuai dengan takdirnya. Adapun orang yang bahagia akan dimudahkan baginya jalan kebahagiaan, dan adapun orang yang susah akan dimudahkan baginya jalan kesusahan".

Kemudian Rasulullah membaca firman Allah:

{فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى (5) وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى (6) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَى (7) وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَى (8) وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَى (9) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَى} [الليل: 5 - 10]

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (syurga), maka kami akan memudahkan baginya jalan kemudahan (kebaikan). Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kami akan memudahkan baginya jalan kesusahan (keburukan). [Al-Lail: 5-10] [Shahih Al-Bukhari]

Lihat: Tingkatan Iman kepada Takdir

10.  Para sahabat Nabi adalah orang yang paling bagus keimanannya setelah para Nabi sehingga mereka pun paling semangat bersedekah

Umar bin Al-Khathab radhiallahu 'anhu berkata;

أَمَرَنَا رَسُولُ اللهِ ﷺ يَوْمًا أَنْ نَتَصَدَّقَ، فَوَافَقَ ذَلِكَ مَالًا عِنْدِي، فَقُلْتُ: الْيَوْمَ أَسْبِقُ أَبَا بَكْرٍ إِنْ سَبَقْتُهُ يَوْمًا، فَجِئْتُ بِنِصْفِ مَالِي، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «مَا أَبْقَيْتَ لِأَهْلِكَ؟» فَقُلْتُ: مِثْلَهُ قَالَ: وَأَتَى أَبُو بَكْرٍ بِكُلِّ مَا عِنْدَهُ، فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «مَا أَبْقَيْتَ لِأَهْلِكَ؟» قَالَ: أَبْقَيْتُ لَهُمُ اللهَ وَرَسُولَهُ قُلْتُ: لَا أُسَابِقُكَ إِلَى شَيْءٍ أَبَدًا.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kami agar bersedekah, dan hal tersebut bertepatan dengan keberadaan harta yang saya miliki. Lalu saya mengatakan; Apabila aku dapat mendahului Abu Bakr (dalam kebaikan) pada suatu hari maka hari ini aku akan mendahuluinya. Kemudian saya datang dengan membawa setengah hartaku, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apakah yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" Saya katakan; Harta yang sama seperti itu. Kemudian Abu Bakar datang dengan membawa seluruh harta yang ia miliki. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai Abu Bakr, apakah yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?" Ia berkata; saya tinggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya. Maka saya katakan; Saya tidak akan dapat mendahuluimu kepada sesuatupun selamanya. [Sunan Abi Daud: Hasan]

Lihat: Keistimewaan Abu Bakr Ash-Shiddiiq

Ø  Utsman menafkahi prajurit perang, sebagaimana diriwayatkan oleh Abdurrahman bin Samurah radhiyallahu 'anhu berkata: Utsman datang kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dengan seribu dinar ketika sedang membekali prajurit perang Al-'Usrah kemudian meletakkannya di pangkuannya.

Abdurrahman berkata: Maka aku melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam membolak-balikkannya di pangkuannya dan berkata:

«مَا ضَرَّ عُثْمَانَ مَا عَمِلَ بَعْدَ اليَوْمِ» مَرَّتَيْنِ

"Apapun yang dilakukan Ustman tidak akan membahayakannya setelah hari ini", Rasulullah mengucapkannya dua kali. [Sunan Tirmidziy: Hasan]

Ø  Utsman memberli sumur "Ruumah" dan menafkahi perluasan masjid Nabawiy.

Tsumamah bin Hazn Al-Qusyairiy -rahimahullah- berkata; Saya menyaksikan rumah Utsman ketika Utsman -radhiyallahu 'anhu- menampakkan diri kepada mereka kemudian berkata; Datangkanlah kepadaku dua tokoh kalian yang memiliki maksud terhadapku."

Lantas mereka mendatangkan keduanya, dan kedua orang itu seperti dua ekor unta atau dua ekor keledai. Lalu Utsman menampakkan diri kepada mereka dan berkata; Saya bertanya kepada kalian dan bersumpah dengan nama Allah dan Islam, apakah kalian mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang ke Madinah dan tidak ada padanya air segar selain sumur Ruumah (nama sumur di Madinah), kemudian beliau bersabda:

«مَنْ يَشْتَرِي بِئْرَ رُومَةَ فَيَجْعَلَ دَلْوَهُ مَعَ دِلَاءِ المُسْلِمِينَ بِخَيْرٍ لَهُ مِنْهَا فِي الْجَنَّةِ»

"Barangsiapa yang membeli sumur Rumah maka ia menjadikan embernya sama dengan ember orang-orang muslim berisi kebaikan untuknya dalam Surga."

Lalu saya membelinya dari hartaku secara murni, namun sekatang kalian melarangku minum darinya hingga saya minum dari air laut?

Mereka mengatakan; "Ya Allah, benar."

Utsman berkata; Saya bertanya kepada kalian dan bersumpah dengan nama Allah dan Islam, apakah kalian mengetahui bahwa masjid telah sesak dengan penghuninya kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«مَنْ يَشْتَرِي بُقْعَةَ آلِ فُلَانٍ فَيَزِيدَهَا فِي المَسْجِدِ بِخَيْرٍ لَهُ مِنْهَا فِي الجَنَّةِ»

"Siapakah yang membeli lahan keluarga Fulan kemudian menambahkannya di masjid, dengan kebaikannya itu maka ia masuk Syurga?"

Lalu saya membelinya dari hartaku secara murni namun hari ini kalian melarangku untuk melakukan shalat dua rekaat di dalamnya?

Mereka mengatakan; ya Allah, benar."

Utsman berkata; "Saya bertanya kepada kalian dan bersumpah dengan nama Allah dan Islam, apakah kalian mengetahui bahwa saya telah mempersiapkan pasukan Al 'Usrah (pasukan perang Tabuk) dari hartaku?

Mereka berkata; Ya Allah, benar. [Sunan Tirmidziy: Hasan]

Lihat: Keistimewaan ‘Utsman bin ‘Affan

11.  Sebaliknya sifat kikir adalah sifat orang yang tidak beriman.

a.       Sifat orang kafir.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ أَنْفِقُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ قَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا أَنُطْعِمُ مَنْ لَوْ يَشَاءُ اللَّهُ أَطْعَمَهُ} [يس: 47]

Dan apabila dikatakakan kepada mereka: "Nafkahkanlah sebahagian dari reski yang diberikan Allah kepadamu", maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: "Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah dia akan memberinya makan, …". [Yaasiin:47]

b.      Sifat orang musyrik.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{وَوَيْلٌ لِلْمُشْرِكِينَ (6) الَّذِينَ لَا يُؤْتُونَ الزَّكَاةَ} [فصلت: 6، 7]

Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya, (yaitu) orang-orang yang tidak menunaikan zakat. [Fushshilat: 6-7]

c.       Sifat orang munafiq.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{وَمَا مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى وَلَا يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ} [التوبة: 54]

Dan tidak ada yang menghalangi mereka (orang-orang munafiq) untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan. [At-Taubah:54]

{هُمُ الَّذِينَ يَقُولُونَ لَا تُنْفِقُوا عَلَى مَنْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ حَتَّى يَنْفَضُّوا وَلِلَّهِ خَزَائِنُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنَّ الْمُنَافِقِينَ لَا يَفْقَهُونَ} [المنافقون: 7]

Mereka orang-orang yang mengatakan (kepada orang-orang Anshar): "Janganlah kamu memberikan perbelanjaan kepada orang-orang (Muhajirin) yang ada disisi Rasulullah supaya mereka bubar (meninggalkan Rasulullah)." Padahal kepunyaan Allah-lah perbendaharaan langit dan bumi, tetapi orang-orang munafik itu tidak memahami. [Al-Munafiquun:7]

d.      Sifat orang yang mendustakan agama.

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (1) فَذَلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (2) وَلَا يَحُضُّ عَلَى طَعَامِ الْمِسْكِينِ} [الماعون: 1 - 3]

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. [Al-Maa’uun: 1-3]

Lihat: Cela sifat kikir dan penakut

Wallahu a'lam!

Lihat juga: Hati yang berbaik sangka kepada Allah - Hati yang mencintai Allah - Perbarui iman dalam hati

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...