Minggu, 05 April 2026

Petunjuk kenabian seputar amalan hati

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, telah selesai mengisi program Ramadhan "Petunjuk kenabian seputar amalan hati", Radio An-Nashihah 88,2 FM Sakinah bersama Sunnah.

Berikut judul hadits seputar amalan hati:

1.     Hadits 01; Hati Adalah Pokok.

Dari Abi Abdillah An-Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah bersabda:

«إِنَّ الْحَلَالَ بَيِّنٌ، وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ، وَبَيْنَهُمَا مُشْتَبِهَاتٌ، لَا يَعْلَمُهُنَّ كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ اسْتَبْرَأَ لِدِينِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعَى حَوْلَ الْحِمَى، يُوشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيهِ، أَلَا وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى، أَلَا وَإِنَّ حِمَى اللَّهِ مَحَارِمُهُ، أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ، فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، ألا وهي القلب»

Sungguh yang halal sudah jelas, dan yang haram juga sudah jelas. Namun di antara keduanya ada perkara syubhat (samar) yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka barangsiapa yang menjauhkan diri dari yang syubhat berarti telah memelihara agamanya dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang sampai jatuh (mengerjakan) pada perkara-perkara syubhat, maka ia akan terjatuh pada yang haram, ibarat seorang penggembala yang menggembalakan ternaknya di batasan tanah terlarang yang dikhawatirkan ternaknya akan masuk ke dalamnya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki batasan terlarang, dan ketahuilah bahwa batasan larangan Allah di bumi-Nya adalah apa-apa yang diharamkan-Nya. Dan ketahuilah pada setiap tubuh ada segumpal darah yang apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabila rusak maka rusaklah tubuh tersebut. Ketahuilah, ia adalah hati". [Shahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2020/01/syarah-arbain-hadits-6-numan-halal.html

2.     Hadits 02; Sifat Hati yang suka terbolak-balik.

An-Nawwas bin Sam'an Al-Kilabiy radhiyallahu ‘anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda:

«مَا مِنْ قَلْبٍ إِلَّا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ، إِنْ شَاءَ أَقَامَهُ، وَإِنْ شَاءَ أَزَاغَهُ»، وَكانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «يَا مُثبِّتَ الْقُلُوبِ، ثبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ» [سنن ابن ماجه: صحيح]

'Tidak ada satu hati pun melainkan berada di antara dua jari dari jari-jari Ar-Rahman. Jika Dia menghendaki, Dia meluruskannya, dan jika Dia menghendaki, Dia menyesatkannya.'" Dan Rasulullah biasa berdoa, "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/03/sifat-hati-yang-suka-terbolak-balik.html

3.     Hadits 03; Hati Adalah Bejana.

Dari Abu 'Inabah Al-Khaulaniy radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah bersabda:

«إِنَّ لِلَّهِ آنِيَةً مِنْ أَهْلِ الْأَرْضِ، وَآنِيَةُ رَبِّكُمْ قُلُوبُ عِبَادِهِ الصَّالِحِينَ، وَأَحَبُّهَا إِلَيْهِ أَلْيَنُهَا وَأَرَقُّهَا»

"Sesungguhnya Allah memiliki bejana-bejana di muka bumi, dan bejana Tuhan kalian adalah hati hamba-hamba-Nya yang saleh. Dan yang paling Dicintai-Nya di antara bejana-bejana itu adalah yang paling lembut dan paling halus." [Musnad Asy-Syamiyyin: Hasan ligairih]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/03/hati-adalah-bejana.html

4.     Hadits 04; Tiga penggerak Hati: Harapan, takut dan cinta.

Anas bin Malik radhiallahu'anhu berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ دَخَلَ عَلَى شَابٍّ وَهُوَ فِي الْمَوْتِ، فَقَالَ: «كَيْفَ تَجِدُكَ؟» قَالَ: وَاللهِ يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أَرْجُو اللهَ، وَإِنِّي أَخَافُ ذُنُوبِي! فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ»

Nabi pernah menjenguk seorang pemuda yang sedang dalam keadaan sakaratul maut. Beliau bertanya, "Bagaimana engkau rasakan?" Pemuda itu menjawab, "Demi Allah, wahai Rasulullah, aku berharap kepada Allah dan aku takut akan dosa-dosaku." Maka Rasulullah bersabda, "Tidaklah kedua perasaan ini (harap dan takut) berkumpul dalam hati seorang hamba di saat seperti ini, melainkan Allah akan memberikan apa yang ia harapkan dan menjaganya dari apa yang ia takutkan." [Sunan Tirmidziy: Hasan]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/03/3-penggerak-hati-harapan-takut-dan-cinta.html

5.     Hadits 05; Miskin Hati.

Abu Ad-Darda radhiyallahu ‘anhu berkata:

خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ، وَنَحْنُ نَذْكُرُ الْفَقْرَ وَنَتَخَوَّفُهُ، فَقَالَ: «آلْفَقْرَ تَخَافُونَ؟ وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَتُصَبَّنَّ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا صَبًّا، حَتَّى لَا يُزِيغَ قَلْبَ أَحَدِكُمْ إِزَاغَةً إِلَّا هِيهْ، وَايْمُ اللَّهِ، لَقَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا وَنَهَارُهَا سَوَاءٌ» قَالَ أَبُو الدَّرْدَاءِ: «صَدَقَ وَاللَّهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ، تَرَكَنَا وَاللَّهِ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا وَنَهَارُهَا سَوَاءٌ»

"Suatu ketika, Rasulullah keluar menemui kami, sementara kami sedang menyebut-nyebut tentang kefakiran (kemiskinan) dan merasa takut akan hal itu. Maka beliau bersabda, 'Takutkah kalian kepada kefakiran? Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh dunia ini akan dicurahkan kepada kalian sedemikian rupa, hingga tidak ada yang dapat memalingkan hati seseorang dari kalian (dari kebenaran) selain (godaan) dunia itu sendiri. Dan demi Allah, sungguh aku telah meninggalkan kalian di atas jalan yang putih (terang benderang), yang malam dan siangnya sama (jelas).'" Abu Ad-Darda' berkata, "Demi Allah, sungguh Rasulullah itu benar. Demi Allah, beliau benar-benar meninggalkan kami di atas jalan yang putih (terang benderang), yang malam dan siangnya sama (jelas)." [Sunan Ibnu Majah: Diharapkan oleh syekh Albaniy]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/03/miskin-hati.html

6.     Hadits 06; Ketakwaan Hati.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata: Rasulullah bersabda:

«لا تحاسدوا، ولا تناجشوا، ولا تباغضوا، ولا تدابروا، ولا يبع بعضكم على بيع بعض، وكونوا عباد الله إخوانا، المسلم أخو المسلم، لا يظلمه، ولا يخذله، ولا يحقره، التقوى ههنا» ويشير إلى صدره ثلاث مرات «بحسب امرئ من الشر أن يحقر أخاه المسلم، كل المسلم على المسلم حرام، دمه وماله وعرضه»

"Janganlah kalian saling mendengki, jangan kalian saling menawar dengan harga tinggi (hanya untuk menipu), saling membenci, dan saling membelakangi (bermusuhan). Janganlah ada seseorang di antara kalian yang berjual/beli sesuatu yang masih dalam penawaran muslim lainnya, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang saling bersaudara. Muslim yang satu dengan muslim yang lainnya adalah bersaudara tidak boleh menyakiti, mengkhianati, ataupun menghinanya. Takwa itu ada di sini -Rasulullah menunjuk dadanya, dan mengucapkannya sebanyak tiga kali-. Seseorang telah dianggap berbuat jahat apabila ia merendahkan saudaranya sesama muslim. Muslim yang satu dengan yang Iainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya." [Shahih Muslim]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2021/03/syarah-arbain-hadits-35-abu-hurairah.html

7.     Hadits 07; Siraman Hati.

Dari Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu, Nabi bersabda:

«مَثَلُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ مِنَ الهُدَى وَالعِلْمِ، كَمَثَلِ الغَيْثِ الكَثِيرِ أَصَابَ أَرْضًا، فَكَانَ مِنْهَا نَقِيَّةٌ، قَبِلَتِ المَاءَ، فَأَنْبَتَتِ الكَلَأَ وَالعُشْبَ الكَثِيرَ، وَكَانَتْ مِنْهَا أَجَادِبُ، أَمْسَكَتِ المَاءَ، فَنَفَعَ اللَّهُ بِهَا النَّاسَ، فَشَرِبُوا وَسَقَوْا وَزَرَعُوا، وَأَصَابَتْ مِنْهَا طَائِفَةً أُخْرَى، إِنَّمَا هِيَ قِيعَانٌ لاَ تُمْسِكُ مَاءً وَلاَ تُنْبِتُ كَلَأً، فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينِ اللَّهِ، وَنَفَعَهُ مَا بَعَثَنِي اللَّهُ بِهِ فَعَلِمَ وَعَلَّمَ، وَمَثَلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذَلِكَ رَأْسًا، وَلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ»

"Perumpamaan petunjuk dan ilmu yang Allah mengutusku dengan membawanya adalah seperti hujan yang lebat yang turun mengenai tanah. Diantara tanah itu ada jenis yang dapat menyerap air sehingga dapat menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan rerumputan yang banyak. Dan di antaranya ada tanah yang keras lalu menahan air (tergenang) sehingga dapat diminum oleh manusia, memberi minum hewan ternak dan untuk menyiram tanaman. Dan yang lain ada permukaan tanah yang berbentuk lembah yang tidak dapat menahan air dan juga tidak dapat menumbuhkan tanaman. Perumpamaan itu adalah seperti orang yang faham agama Allah dan dapat memanfa'atkan apa yang aku diutus dengannya, dia mempelajarinya dan mengajarkannya, dan juga perumpamaan orang yang tidak dapat mengangkat derajat dan tidak menerima hidayah Allah dengan apa yang aku diutus dengannya". [Shahih Al-Bukhari]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2025/08/perumpamaan-ilmu-dari-allah.html

8.     Hadits 08; Hati yang istiqamah.

Dari Anas bin Malik radhiallahu'anhu; Rasulullah bersabda:

«لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ، وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ، وَلَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ رَجُلٌ  لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ»

"Tidaklah lurus iman (amalan dzahirnya) seorang hamba sehingga hatinya lurus, dan tidaklah lurus hatinya sehingga lisannya lurus. Tidak akan masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya." [Musnad Ahmad: Dihasankan oleh syekh Albaniy dalam Shahih At-Targiib]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2021/01/syarah-arbain-hadits-21-sufyan-bin.html

9.     Hadits 09; Hati yang suci.

Dari Abdullah bin Abi Aufa radhiyallahu ‘anhuma:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يَدْعُو فَيَقُولُ: «اللهُمَّ طَهِّرْنِي بِالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَالْمَاءِ الْبَارِدِ، اللهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا طَهَّرْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ ذُنُوبِي كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَدُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ، وَعِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَؤُلَاءِ الْأَرْبَعِ، اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِيشَةً تَقِيَّةً، وَمِيتَةً سَوِيَّةً، وَمَرَدًّا غَيْرَ مُخْزٍ»

Rasulullah berdoa: "Ya Allah, sucikanlah aku dengan salju, air hujan yang dingin, dan air yang sejuk. Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju putih dari kotoran. Jauhkanlah antara aku dan dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah puas, doa yang tidak didengar, dan ilmu yang tidak bermanfaat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keempat hal tersebut. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kehidupan yang bertakwa, kematian yang baik, dan tempat kembali yang tidak menghinakan." [Musnad Ahmad: Shahih ligairih]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/03/hati-yang-suci.html

10.Hadits 10; Hati yang bersih.

Abdullah bin 'Amru radhiyallahu ‘anhuma berkata:

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ: أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «كُلُّ مَخْمُومِ الْقَلْبِ، صَدُوقِ اللِّسَانِ»، قَالُوا: صَدُوقُ اللِّسَانِ، نَعْرِفُهُ، فَمَا مَخْمُومُ الْقَلْبِ؟ قَالَ: «هُوَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ، لَا إِثْمَ فِيهِ، وَلَا بَغْيَ، وَلَا غِلَّ، وَلَا حَسَدَ»

Rasulullah ditanya, "Siapakah manusia yang paling utama?" Beliau menjawab, "Setiap orang yang bersih hatinya dan jujur lisannya." Mereka bertanya, "(Orang yang) jujur lisannya kami mengetahuinya, lalu apa yang dimaksud dengan bersih hati?" Beliau menjawab, "Yaitu orang yang bertakwa, bersih, tidak ada dosa padanya, tidak (suka) melampaui batas, tidak (memiliki) dendam, dan tidak (hasad) iri hati." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/03/hati-yang-bersih.html

11.Hadits 11; Do'a agar hati diberi hidayah.

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يَدْعُو: «رَبِّ أَعِنِّي وَلا تُعِنْ عَلَيَّ، وَانْصُرْنِي وَلا تَنْصُرْ عَلَيَّ، وَامْكُرْ لِي وَلا تَمْكُرْ عَلَيَّ، وَاهْدِنِي وَيَسِّرِ الْهُدَى إِلَيَّ، وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيَّ، رَبِّ اجْعَلْنِي لَكَ شَكَّارًا، لَكَ ذَكَّارًا، لَكَ رَهَّابًا، لَكَ مِطْوَاعًا، إِلَيْكَ مُخْبِتًا، لَكَ أَوَّاهًا مُنِيبًا، رَبِّ تَقَبَّلْ تَوْبَتِي، وَاغْسِلْ حَوْبَتِي، وَأَجِبْ دَعْوَتِي، وَثَبِّتْ حُجَّتِي، وَاهْدِ قَلْبِي وَسَدِّدْ لِسَانِي، وَاسْلُلْ سَخِيمَةَ قَلْبِي»

Ya Rasulullah biasa berdoa: "Ya Rabb, bantulah aku dan jangan Engkau bantu orang lain untuk mencelakaiku. Tolonglah aku dan jangan Engkau tolong musuhku atas diriku. Berilah aku strategi (dalam menghadapi musuh) dan jangan Engkau strategi (orang lain) untuk mencelakaiku. Berilah aku petunjuk dan mudahkanlah petunjuk itu untukku. Tolonglah aku menghadapi orang yang berbuat zalim kepadaku. Ya Rabb, jadikanlah aku hamba yang banyak bersyukur kepada-Mu, banyak mengingat-Mu, banyak takut kepada-Mu, banyak taat kepada-Mu, yang tunduk (khusyuk) kepada-Mu, yang banyak merendahkan diri (berdoa) dan kembali (bertaubat) kepada-Mu. Ya Rabb, terimalah taubatku, bersihkanlah dosaku, kabulkanlah doaku, teguhkanlah hujjahku (argumentasiku), berilah petunjuk hatiku, luruskanlah lisanku, dan cabutlah kedengkian dari hatiku." [Musnad Ahmad: Shahih]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/03/doa-agar-hati-diberi-hidayah.html 

12.Hadits 12; Nasehat yang menghidupkan Hati.

Dari Abu Najih Al-'Irbadh bin Sariyah radhiyallahu 'anhu, ia berkata:

صَلَّى بِنَا رَسُولُ اللهِ ﷺ ذَاتَ يَوْمٍ ثُمَّ أَقْبَلَ عَلَيْنَا فَوَعَظَنَا مَوْعِظَةً بَلِيغَةً ذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُونُ، وَوَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللهِ، كَأَنَّ هَذِهِ مَوْعِظَةُ مُوَدِّعٍ، فَمَاذَا تَعْهَدُ إِلَيْنَا؟ فَقَالَ: «أُوصِيكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وَإِنْ عَبْدًا حَبَشِيًّا، فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ بَعْدِي فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا، فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ، تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ، وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ»

Suatu hari Rasulullah menasehati kami dengan nasehat yang sangat mengena, hati bergetar dan air mata menetes mendengarnya. Kemudian seseorang bertanya: Ya Rasulullah, sepertinya ini adalah nasehat perpisahan, maka apa yang engkau wasiatkan kepada kami? Rasululah bersabda: "Aku wasiatkan kepada kalian untuk selalu bertakwa kepada Allah 'azza wajalla serta patuh dan taat (kepada pemerintah) sekalipun ia seorang hamba, karena sesungguhnya siapa yang hidup dari kalian setelah aku meninggal maka ia akan menyaksikan perselisihan yang besar, maka hendaklah kalian mengikuti sunnahku dan sunnah khalifah-khalifah yang mendapat hidayah dan petunjuk, berpegang teguhlah dengannya, gigitlah dengan gigi graham kalian (amalkan dengan kuat), dan jauhilah urusan yang baru, karena sesungguhnya semua yang baru dalam agama itu adalah bid'ah, dan semua bid'ah itu adalah kesesatan". [Sunan Abi Daud: Shahih]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2021/02/syarah-arbain-hadits-28-al-irbadh.html

13.Hadits 13; Pengaruh Al-Qur’an terhadap Hati.

Jubair bin Muth'im bin 'Adiy radhiyallahu ‘anhu berkata:

«سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقْرَأُ فِي الْمَغْرِبِ بِالطُّورِ، وَذَلِكَ أوَّلَُ مَا وَقَرَ الْإِيمَانُ فِي قَلْبِي»

"Aku mendengar Nabi membaca (surah) Ath-Thur pada salat Magrib, dan itulah awal mula keimanan tertanam dalam hatiku." [Shahih Bukhari]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/03/pengaruh-al-quran-terhadap-hati.html

14.Hadits 14; Baiknya niat dalam Hati.

Dari Amirul Mu’minin Abu Hafsh Umar bin Al-Khaththab -radhiyallahu ‘anhu- berkata; Saya mendengar Rasulullah bersabda:

«إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ، وَإِنَّمَا لِامْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُولِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى دُنْيَا يُصِيبُهَا، أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ»

"Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.". [Shahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2019/08/syarah-arbain-hadits-1-umar-amal-dan.html

15.Hadits 15; Hati tempatnya tauhid.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata:

قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِكَ يَوْمَ القِيَامَةِ؟ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ : «لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لاَ يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الحَدِيثِ، أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ، مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ، أَوْ نَفْسِهِ»

Ditanyakan Wahai Rasulullah siapakah orang yang paling berbahagia dengan syafaatmu pada hari kiamat? Rasulullah menjawab, "Aku telah menduga wahai Abu Hurairah, bahwa tidak ada orang yang mendahuluimu dalam menanyakan masalah ini, karena aku lihat betapa antusias dirimu terhadap hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan Laa ilaaha illallah dengan ikhlas dari hatinya atau jiwanya". [Shahih Bukhari]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2021/06/kitab-ilmu-bab-33-antusias-mencari.html

16.Hadits 16; Do’a penyejuk Hati.

Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah bersabda:

«مَا قَالَ عَبْدٌ قَطُّ إِذَا أَصَابَهُ هَمٌّ وَحَزَنٌ: اللهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجِلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي، إِلَّا أَذْهَبَ اللهُ هَمَّهُ، وَأَبْدَلَهُ مَكَانَ حُزْنِهِ فَرَحًا»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ يَنْبَغِي لَنَا أَنْ نَتَعَلَّمَ هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ؟ قَالَ: «أَجَلْ، يَنْبَغِي لِمَنْ سَمِعَهُنَّ أَنْ يَتَعَلَّمَهُنَّ»

Tidak seorang hambapun yang membaca do'a ini ketika susah atau sedih: “Ya Allah .. sesungguhnya aku ini adalah hamba-Mu, anak hamba laki-laki Mu, dan anak hamba perempuan Mu. Ubun-ubunku di tangan-Mu, telah ditetapkan hukum-Mu padaku, maha adil ketetapan-Mu padaku, aku meminta kepada-Mu dengan semua nama untuk-Mu, Engkau beri nama diri-Mu sendiri, atau Engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau Engkau ajarkan pada seseorang dari makluk-Mu, atau Engkau simpan dalam ilmu gaib-Mu, agar Engkau menjadikan Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya pandanganku, pelipur kesedihanku, dan penghilang kesusahanku”, Kecuali Allah akan menghilangkan kesusahannya dan menggantikan kesedihannya dengan kebahagiaan. Sahabat bertanya: Ya Rasulullah .. seharusnya kami mempelajari do'a ini! Rasulullah bersabda: Tentu, orang yang mendengar do'a ini seharusnya mempelajarinya. [Musnad Ahmad: Dishahihkan oleh syekh Albaniy]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/03/doa-penyejuk-hati.html

17.Hadits 17; Pokok keimanan dalam Hati.

Dalam hadits Umar radhiyallahu ‘anhu: Ketika Jibril bertanya tentang iman, Rasulullah menjawab:

«أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلَائِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ الْآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ»

“Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk."  [Shahih Muslim]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2019/09/syarah-arbain-hadits-2-umar-jibril.html

18.Hadits 18; Membangun Hati dengan keimanan.

Abu Barzah Al-Aslamiy -radhiyallahu 'anhu- berkata, "Rasulullah bersabda:

«يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلَمْ يَدْخُلْ الْإِيمَانُ قَلْبَهُ لَا تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِينَ وَلَا تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ اتَّبَعَ عَوْرَاتِهِمْ يَتَّبِعُ اللَّهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ يَتَّبِعْ اللَّهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ»

"Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya namun keimanannya belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian mengumpat seorang muslim dan jangan pula mencari-cari kesalahannya. Sebab siapa saja yang mencari-cari kesalahan mereka, maka Allah akan mencari-cari kesalahannya. Maka siapa saja yang Allah telah mencari-cari kesalahannya, Allah akan menampakkan kesalahannya meskipun ia ada di dalam rumahnya." [Sunan Abi Daud: Hasan]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/03/membangun-hati-dengan-keimanan.html

19.Hadits 19; Perbarui iman dalam Hati.

Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah bersabda:

«إِنَّ الْإِيمَانَ لَيَخْلَقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ الْخَلِقُ، فَاسْأَلُوا اللَّهَ أَنْ يُجَدِّدَ الْإِيمَانَ فِي قُلُوبِكُمْ»

"Sesungguhnya iman itu akan usang di dalam hati salah seorang dari kalian, sebagaimana usangnya pakaian. Maka mohonlah kepada Allah agar memperbarui iman di dalam hati kalian." [Al-Mustadrak karya Al-Hakim: Dishahihkan oleh syekh Albaniy]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/03/perbarui-iman-dalam-hati.html

20.Hadits 20; Allah sebaik-baik yang mensucikan Hati.

Zayd bin Arqam radhiyallahu ‘anhu berkata: Doa yang sering dibaca oleh Nabi :

«اللهم! إني أعوذ بك من العجز والكسل، والجبن والبخل، والهرم وعذاب القبر. اللهم! آت نفسي تقواها. وزكها أنت خير من زكاها. أنت وليها ومولاها. اللهم! إني أعوذ بك من علم لا ينفع، ومن قلب لا يخشع، ومن نفس لا تشبع، ومن دعوة لا يستجاب لها»

"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, sifat pengecut, sifat kikir, pikun (uzur karena tua), dan dari siksa kubur. Ya Allah, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku, dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Yang mensucikannya. Engkau adalah Pelindung dan Penguasanya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari nafsu yang tidak pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan." [Shahih Muslim]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/03/allah-sebaik-baik-yang-mensucikan-hati.html

21.Hadits 21; Hati yang mencintai Allah.

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ بَعَثَ رَجُلًا عَلَى سَرِيَّةٍ، وَكَانَ يَقْرَأُ لِأَصْحَابِهِ فِي صَلَاتِهِ فَيَخْتِمُ بِقُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ فَلَمَّا رَجَعُوا ذَكَرُوا ذَلِكَ لِلنَّبِيِّ ﷺ فَقَالَ: «سَلُوهُ لِأَيِّ شَيْءٍ يَصْنَعُ ذَلِكَ». فَسَأَلُوهُ فَقَالَ: لِأَنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ، وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا، فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: «أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللهَ يُحِبُّهُ»

Nabi mengutus seseorang dalam misi perang, dan orang tersebut selalu membaca surah dalam shalatnya ketika mengimami sahabatnya kemudian mengakhirinya dengan surah “Al-Ikhlash”. Maka ketika mereka kembali, mereka menceritakan hal itu kepada Nabi . Maka beliau bersabda: “Tanyakan kepadanya, karena alasan apa ia melakukan hal itu?” Kemudian mereka menanyakannya, maka ia menjawab: “Karena surah tersebut adalah sifat Ar-Rahman (Allah) dan aku suka membacanya”. Maka Rasulullah bersabda: “Sampaikan kepadanya bahwasanya Allah telah mencintainya”. [Shahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/03/hati-yang-mencintai-allah.html

22.Hadits 22; Hati yang berbaik sangka kepada Allah.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah bersabda: Allah ta'aalaa berfirman (hadits qudsi):

«أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي» [صحيح البخاري ومسلم]

"Aku sesuai prasangka hambak-Ku terhadap-Ku". [Shahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/04/hati-yang-berbaik-sangka-kepada-allah.html

23.Hadits 23; Seperti Hati burung.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, dari Nabi , beliau bersabda:

«يَدْخُلُ الْجَنَّةَ أقْوَامٌ أفْئِدتُهُمْ مِثْلُ أفْئِدَةِ الطَّيْر» [رواه مسلم]

"Beberapa kaum masuk surga, hati mereka seperti hati burung." [Shahih Muslim]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2022/04/syarah-riyadhushalihin-bab-07-yakin-dan.html

24.Hadits 24; Minta Hati yang selamat.

Dari Syaddad bin Aus radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah bersabda:

«إِذَا كَنَزَ النَّاسُ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ، فَاكْنِزُوا هَؤُلَاءِ الْكَلِمَاتِ: اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الثَّبَاتَ فِي الْأَمْرِ، وَالْعَزِيمَةَ عَلَى الرُّشْدِ، وَأَسْأَلُكَ شُكْرَ نِعْمَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ حُسْنَ عِبَادَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ قَلْبًا سَلِيمًا، وَأَسْأَلُكَ لِسَانًا صَادِقًا، وَأَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ مَا تَعْلَمُ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا تَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا تَعْلَمُ، إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ»

"Ketika manusia menimbun emas dan perak, maka timbunlah kalimat-kalimat ini: 'Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu keteguhan dalam menghadapi segala urusan, dan aku memohon kepada-Mu tekad yang kuat dalam mengikuti petunjuk (kebenaran). Aku memohon kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-Mu, aku memohon kepada-Mu kebaikan dalam beribadah kepada-Mu, aku memohon kepada-Mu hati yang selamat, aku memohon kepada-Mu lisan yang jujur, aku memohon kepada-Mu kebaikan dari apa yang Engkau ketahui, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan dari apa yang Engkau ketahui, dan aku memohon ampunan-Mu atas apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui hal-hal yang gaib'." [Musnad Ahmad: Hasan ligairih]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/04/minta-hati-yang-selamat.html

25.Hadits 25; Hati yang jujur kepada Allah.

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu;

أَنَّ النَّبِيَّ وَمُعاذٌ رَدِيفُهُ عَلَى الرَّحْلِ، قَالَ: «يَا مُعَاذَ بْنَ جَبَلٍ»، قَالَ: لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ، قَالَ: «يَا مُعَاذُ»، قَالَ: لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ ثَلاَثًا، قَالَ: «مَا مِنْ أَحَدٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ، إِلَّا حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ»، قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ: أَفَلاَ أُخْبِرُ بِهِ النَّاسَ فَيَسْتَبْشِرُوا؟ قَالَ: «إِذًا يَتَّكِلُوا» وَأَخْبَرَ بِهَا مُعَاذٌ عِنْدَ مَوْتِهِ تَأَثُّمًا

bahwa Nabi menunggang kendaraan sementara Mu'adz membonceng di belakangnya. Beliau lalu bersabda, "Wahai Mu'adz bin Jabal!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu." Beliau memanggil kembali, "Wahai Mu'adz!" Mu'adz menjawab, "Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu." Hal itu hingga terulang tiga kali, beliau lantas bersabda, "Tidaklah seseorang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, tulus dari dalam hatinya, kecuali Allah akan mengharamkan baginya neraka." Mu'adz lalu bertanya, "Apakah boleh aku memberitahukan hal itu kepada orang, sehingga mereka bergembira dengannya?" Beliau menjawab, "Nanti mereka jadi malas (untuk beramal)." Mu'adz lalu menyampaikan hadits itu ketika dirinya akan meninggal karena takut dari dosa." [Shahih Bukhari]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2021/09/kitab-ilmu-bab-48-dan-49-memilih-ilmu.html

26.Hadits 26; Hati yang ridha.

Dari seorang pelayan Nabi ; Bahwasanya Rasulullah bersabda:

«مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَقُولُ حِينَ يُصْبِحُ وَحِينَ يُمْسِي ثَلَاثَ مَرَّاتٍ: رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا، إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُرْضِيَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» [مسند أحمد: صحيح لغيره]

"Tidaklah seorang muslim membaca, (Aku ridha Allah sebagai Rabb-ku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad sebagai Nabi-ku).' saat ia memasuki sore hari sebanyak tiga kali dan di pagi hari tiga kali, kecuali wajib bagi Allah untuk meridhainya pada hari kiamat." [Musnad Ahmad: Shahih ligairih]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2023/01/syarah-dzikir-radhitu-billahi-rabban.html

27.Hadits 27; Fitnah menyerang Hati.

Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah bersabda:

«تُعْرَضُ الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا، فَأَيُّ قَلْبٍ أُشْرِبَهَا، نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، وَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا، نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ، حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ، عَلَى أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلَا تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لَا يَعْرِفُ مَعْرُوفًا، وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرًا، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ» [صحيح مسلم]

"Fitnah akan dipaparkan pada hati manusia bagai tikar yang dipaparkan perutas (secara tegak menyilang antara satu sama lain). Manapun hati yang dihinggapi oleh fitnah, niscaya akan terlekat padanya bintik-bintik hitam. Begitu juga mana pun hati yang tidak dihinggapinya, maka akan terlekat padanya bintik-bintik putih sehingga hati tersebut terbagi dua: sebagian menjadi putih bagaikan batu licin yang tidak lagi terkena bahaya fitnah, selama langit dan bumi masih ada. Sedangkan sebagian yang lain menjadi hitam keabu-abuan seperti cangkir yang terbalik, tidak menyuruh kebaikan dan tidak pula melarang kemungkaran kecuali sesuatu yang diserap oleh hawa nafsunya." [Shahih Muslim]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/04/fitnah-menyerang-hati.html

28.Hadits 28; Hati yang terkena “wahn”.

Dari Tsauban radhiyallahu 'anhu; Rasulullah bersabda:

«يُوشِكُ الْأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الْأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا»، فَقَالَ قَائِلٌ: وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ؟ قَالَ: «بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ، وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ، وَلَيَنْزَعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ، وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِي قُلُوبِكُمُ الْوَهْنَ»، فَقَالَ قَائِلٌ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا الْوَهْنُ؟ قَالَ: «حُبُّ الدُّنْيَا، وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ»

"Sudah dekat masanya umat-umat (yang memusuhi Islam) saling mengajak untuk membinasakan kalian sebagaimana orang yang mau makan saling mengajak menuju hidangannya". Seorang bertanya: Apakah karena kami sedikit pada waktu itu? Rasulullah menjawab: "Bahkan kalian pada waktu itu banyak akan tetapi kalian lemah seperti buih di lautan, dan Allah mencabut dari hati musuh-musuh kalian rasa gentar kepadamu dan Allah menamkan pada hati kalian sifat "Al-Wahan"." Seseorang bertanya: Ya Rasulullah, apa itu "al-wahn”? Rasulullah menjawab: "Cinta dunia dan takut mati". [Sunan Abu Daud: Shahih]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2019/12/hadits-tsauban-cinta-dunia-dan-takut.html

29.Hadits 29; Iman dan kikir tidak akan Bersatu dalam Hati.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah bersabda:

«لَا يَجْتَمِعُ الشُّحُّ وَالْإِيمَانُ فِي قَلْبِ عَبْدٍ أَبَدًا» [سنن النسائي: صحيح]

"Tidak akan berkumpul sikap kikir dan keimanan dalam hati seorang hamba selamanya." [Sunan An-Nasa’i: Shahih]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2026/04/iman-dan-kikir-tidak-akan-bersatu-dalam.html

30.Hadits 30; Hati yang bergembira.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah bersabda:

«لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ: فَرْحَةٌ عِنْدَ فِطْرِهِ، وَفَرْحَةٌ عِنْدَ لِقَاءِ رَبِّهِ» [صحيح البخاري ومسلم]

“Bagi orang yang berpuasa dua kebahagiaan: Bahagia ketika berbuka (hari Idul Fitri), dan bahagia ketika bertemu Tuhannya”. [Shahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/2015/07/idul-fitri-hari-bergembira.html

Wallahu a’lam!

Lihat juga: Daftar judul bab kitab Ar-Riqaq (pelembut hati) dalam Shahih Bukhari - Hadits-hadits Cinta - Hadits tentang sifat Nifaq dan Munafiq

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...