Kamis, 14 Februari 2013

Mutiara Salaf

بسم الله الرحمن الرحيم



Abu Bakr Ash-Shiddiiq (13H) radiyallahu 'anhu:
يَا أَيُّهَا النَّاسُ ، إِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ مُجَانِبٌ لِلْإِيمَانِ [مسند أحمد]
Wahai umat manusia, janganlah kalian berdusta karena sesungguhnya dusta itu bertentangan dengan keimanan. [Musnad Ahmad]

Umar bin Khattab (23H) radiyallahu 'anhu:
لا خير في قوم ليسوا بناصحين ولا خير في قوم لا يحبون الناصحين [رسالة المسترشدين]
Tidak ada kebaikan pada suatu kaum jika mereka bukan orang-orang yang suka menasehati, dan tidak ada kebaikan pada suatu kaum jika mereka tidak suka orang-orang yang menasehati. [Risalah Al-Mustarsyidiin]

Usman bin Affan (35H) radiyallahu 'anhu:
«الصَّلاَةُ أَحْسَنُ مَا يَعْمَلُ النَّاسُ، فَإِذَا أَحْسَنَ النَّاسُ، فَأَحْسِنْ مَعَهُمْ، وَإِذَا أَسَاءُوا فَاجْتَنِبْ إِسَاءَتَهُمْ» [صحيح البخاري]
Salat adalah suatu yang paling baik yang dilakukan oleh manusia, maka jika orang-orang berbuat baik maka berbuat baiklah bersama mereka, dan jika mereka berbuat buruk maka jauhilah keburukan mereka. [Sahih Bukhari]

Ali bin Abi Thalib (40H) radiyallahu 'anhu:
إِنَّ أَوَّلَ مَا تُغْلَبُونَ عَلَيْهِ مِنَ الْجِهَادِ الْجِهَادُ بِأَيْدِيكُمْ ، ثُمَّ الْجِهَادُ بِأَلْسِنَتِكُمْ ، ثُمَّ الْجِهَادُ بِقُلُوبِكُمْ ، فَأَيُّ قَلْبٍ لَمْ يَعْرِفَ الْمَعْرُوفَ وَلاَ يُنْكِرُ الْمُنْكَرَ نُكِّسَ فَجُعِلَ أَعْلاَهُ أَسْفَلَهُ. [مصنف ابن أبي شيبة]
Sesungguhnya yang pertama kali kalian dikalahkan dalam urusan jihad adalah jihad dengan tangan kalian, kemudian jihad dengan lidah kalian, kemudian jihad dengan hati kalian. Maka hati siapa saja yang tidak mengenal kebaikan dan tidak mengingkari kemungkaran maka ia akan dibalikkan lalu dijadikan bagian atasnya berada di bawah. [Mushannaf Ibnu Abi Syaibah]

Abdullah bin Mas'ud (32H) radiyallahu 'anhu:
مَنْ أَرَاْدَ الآخِرَةَ أَضَرَّ بِالدُّنْيَا وَمَنْ أَرَاْدَ الدُّنْيَا أَضَرَّ بِالآخِرَةِ، يَا قَوْمِ فَأَضِرُّوا بِالْفَانِي لِلْبَاقِي [مصنف ابن أبي شيبة]
Barangsiapa yang menginginkan akhirat maka ia akan mengorbankan dunianya, dan barangsiapa yang menginginkan dunia maka ia akan mengorbankan akhiratnya. Wahai kaum, korbankanlah yang fana untuk yang kekal. [Mushannaf Ibnu Abi Syaibah]

Abdullah bin Abbas (68H) radiyallahu 'anhuma:
إِنَّ لِلْحَسَنَةِ لَنُورًا فِي الْقَلْبِ، وَضِيَاءً فِي الْوَجْهِ، وَقُوَّةً فِي الْبَدَنِ، وَسَعَةً فِي الرِّزْقِ، وَمَحَبَّةً فِي قُلُوبِ الْخَلْقِ، وَإِنَّ لِلسَّيِّئَةِ لَظُلْمَةً فِي الْقَلْبِ، وَسَوَادًا فِي الْوَجْهِ، وَوَهْنًا فِي الْبَدَنِ، وَبَغْضَةً فِي قُلُوبِ الْخَلْقِ [الجواب الصحيح لمن بدل دين المسيح لابن تيمية]
Sesungguhnya bagi (orang yang melakukan) kebaikan ada cahaya di hati, sinar di wajah, kekuatan pada fisik, kelapangan dalam rezeki, dan rasa cinta di hati makhluk. Dan sesungguhnya bagi (orang yang melakukan) keburukan ada kegelapan dalam hati, suram di wajah, kelemahan pada fisik, kekurangan dalam rezeki, dan rasa benci di hati makhluk. [Al-Jawaab Ash-Shahiih]

Masruuq bin Al-Ajda' (62H) rahimahullah:
بحسب امرئ من العلم أن يخشى الله ، وبحسب امرئ من الجهل أن يعجب بعلمه [أخلاق العلماء للآجري]
Cukuplah seorang itu dikatakan berilmu apabila dia takut kepada Allah, dan cukuplah seorang itu dikatakan bodoh apabila dia bangga dengan ilmunya. [Akhlaq Al-'Ulama' karya Al-Ajurriy]

Abu Muslim Al-Khaulaniy (62H) rahimahullah:
ليس الزهادة في الدنيا بتحريم الحلال ولا إضاعة المال ، إنما الزهادة في الدنيا أن تكون بما في يدي الله أوثق مما في يديك ، وإذا أصبت بمصيبة كنت أشد رجاء لاجرها وذخرها من أنها لو بقيت لك [الزهد لأحمد بن حنبل]
Bukan sebenarnya zuhud di dunia dengan mengharamkan yang halal dan bukan pula dengan menghamburkan harta, akan tetapi zuhud di dunia adalah meyakini bahwa apa yang ada di tangan Allah lebih baik daripada apa yang ada di tanganmu (yang kau miliki). Dan jika kau ditimpa musibah, engkau menjadi lebih kuat berharap akan pahalanya dan kekekalannya daripada seandainya nikmat itu tetap bersamamu. [Az-Zuhd karya Imam Ahmad bin Hanbal]

Sa'id bin Jubair (95H) rahimahullah:
«إِنَّ الْخَشْيَةَ أَنْ تَخْشَى اللهَ تَعَالَى حَتَّى تَحُولَ خَشْيَتُكَ بَيْنَكَ وَبَيْنَ مَعْصِيَتِكَ، فَتِلْكَ الْخَشْيَةُ، وَالذِّكْرُ طَاعَةُ اللهِ، فَمَنْ أَطَاعَ اللهَ فَقَدْ ذَكَرَهُ، وَمَنْ لَمْ يُطِعْهُ فَلَيْسَ بِذَاكِرٍ وَإِنْ أَكْثَرَ التَّسْبِيحَ وَقِرَاءَةَ الْقُرْآنِ» [الزهد لابن المبارك]
Sesungguhnya khasyiah adalah rasa takut kepada Allah yang membentengi antara kau dan maksiat, maka itulah sebernarnya khasyiah. Sedangkan zikir adalah ketaatan kepada Allah, maka barangsiapa yang mentaati Allah berarti ia sedang berzikir (mengingat Allah), dan barangsiapa yang tidak mentaati-Nya berarti ia tidak berzikir sekalipun ia banyak bertasbih dan membaca Al-Qur'an.

Hasan Al-Bashriy (110H) rahimahullah:
" تَفَقَّدُوا الْحَلَاوَةَ فِي ثَلَاثٍ: فِي الصَّلَاةِ، وَفَى الْقُرْآنِ، وَفَى الذِّكْرِ، فَإِنْ وَجَدْتُمُوهَا فَامْضُوا وَأَبْشِرُوا، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوهَا فَاعْلَمْ أَنَّ بَابَكَ مُغْلَقٌ " [حلية الأولياء وطبقات الأصفياء]
Carilah kenikmatan dalam tiga kondisi: Ketika salat, membaca Al-Qur'an, dan berzikir. Jika kalian mendapatkannya maka teruskanlah dan bergembiralah, namum jika kalian tidak mendapatkannya maka ketahuilah bahwa pintu untukmu telah ditutup. [Hilyatul auliya]

Muhammad bin Sirin (110H) rahimahullah:
كان مما يقال للرجل إذا أراد أن يسافر في التجارة: اتق الله تعالى واطلب ما قدر لك في الحلال؛ فإنك إن تطلبه من غير ذلك لم تصب أكثر مما قدر لك [الورع للإمام أحمد]
Salah satu yang disampaikan kepada seseorang yang akan bepergian dalam perdagangan: Bertakwalah kepada Allah ta'ala dan carilah karunia yang telah ditakdirkan untukmu pada yang halal, karena jika kamu mencarinya pada selain itu (yang haram) maka kamu tidak akan mendapatkan lebih banyak dari yang telah ditakdirkan untukmu. [Al-Wara' karya Imam Ahmad]

Malik bin Dinar (130H) rahimahullah:
Ja'far bin Sulaiman berkata: Aku melihat Malik bin Dinar duduk dan disampingnya ada seeokor anjing. Maka aku bertanya: Apa yang kau lakukan ini, wahai Abu Yahya?
Malik bin Dinar menjawab:
«هَذَا خَيْرٌ مِنْ جَلِيسِ السُّوءِ» [الزهد الكبير للبيهقي]
Anjing Ini lebih baik dari pada teman duduk yang buruk. [Az-Zuhud Al-Kabiir karya Al-Baehaqiy]

Ayyub As-Sakhtiyaniy (131H) rahimahullah:
" لَا يَسْتَوِي الْعَبْدُ - أَوْ لَا يُسَوَّدُ الْعَبْدُ - حَتَّى يَكُونَ فِيهِ خَصْلَتَانِ: الْيَأْسُ مِمَّا فِي أَيْدِي النَّاسِ، وَالتَّغَافُلُ عَمَّا يَكُونُ مِنْهُمْ " [حلية الأولياء وطبقات الأصفياء]
Seorang hamba tidak akan dihormati (dijadikan panutan) sampai ia memiliki dua sifat: Tidak mengharapkan apapun dari orang lain, dan mengabaikan perlakuan mereka. [Hilyatul Auliya']

Sulaiman Al-A'masy (148H) rahimahullah:
Manshur bin Abi Al-Aswad berkata: Aku bertanya kepada Al-A'masy tentang firman Allah:
{وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ} [الأنعام:129]
Apa yang kamu dengar dari mereka yang menafsirkan ayat ini?
Al-A'masy berkata:
سَمِعْتُهُمْ يَقُولُونَ: «إِذَا فَسَدَ النَّاسُ أُمِّرَ عَلَيْهِمْ شِرَارُهُمْ» [حلية الأولياء]
Aku mendengar mereka mengatakan: Jika orang-orang sudah rusak maka Allah akan memberi mereka pemimpin dari orang-orang yang jahat diantara mereka. [Hilyatul auliya']

Abdurrahman Al-Auza'iy (157H) rahimahullah:
مَنْ أَكْثَرَ ذِكْرَ الْمَوْتِ كَفَاهُ الْيَسِيرُ، وَمَنْ عَلِمَ أَنَّ مَنْطِقَهُ مِنْ عَمَلِهِ قَلَّ كَلَامُهُ [حلية الأولياء]
Barangsiapa yang banyak mengingat kematian maka ia akan merasa cukup dengan yang sedikit, dan barangsiapa yang mengetahui bahwa ucapannya adalah bagian dari perbuatannya maka akan sedikit ucapannya. [Hilyatul auliya']

Sufyan Ats-Tsauriy (161H) rahimahullah:
لَيْسَ لِلشَّيْطَانِ سِلَاحٌ مثل خَوْفِ الْفَقْرِ فَإِذَا قَبِلَ ذَلِكَ مِنْهُ أَخَذَ في الْبَاطِلِ وَمَنَعَ مِنْ الْحَقِّ وَتَكَلَّمَ بِالْهَوَى وَظَنَّ بِرَبِّهِ ظَنَّ سُوءٍ [إحياء علوم الدين للغزالي]
Tidak ada senjata setan (menggoda manusia yang ampuh) seperti rasa takut akan kemiskinan, jika perasaan itu diterima (merasuki hati seseorang) maka ia akan melakukan kebatilan, menolak kebenaran, berbicara dengan hawa nafsu, dan berprasangka terhadap Rabb-nya dengan prasangka buruk. [Ihya' ulumuddin karya Al-Gazaliy]

Imam Malik (179H) rahimahullah:
إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا ذَهَبَ يَمدَحُ نَفْسَه، ذَهَبَ بَهَاؤُهُ [سير أعلام النبلاء (8/ 109)]
Sesungguhnya jika seseorang memuji dirinya maka akan hilang harga dirinya. [Siyar A'lam An-Nubala']

Al-Fudhail bin 'Iyadh (187H) rahimahullah:
«حُزْنُ الدُّنْيَا يُذْهِبُ بِهَمِّ الْآخِرَةِ , وَفَرَحُ الدُّنْيَا لِلدُّنْيَا يُذْهِبُ بِحَلَاوَةِ الْعِبَادَةِ» [حلية الأولياء]
Kesedihan dunia hilang dengan harapan akhirat, dan kebahagiaan dunia karena dunia hilang dengan kenikmatan beribadah. [Hilyatul auliya']

Abdullah bin Wahb (197H) rahimahullah:
"كلُّ مَلذوذ إنما له لذّة واحِدة إلاّ العبادة، فإنَّ لها ثلاثَ لذّات: إذا كنتَ فيها، وإذا تذكَّرتها، وإذا أُعطِيتَ أجرَها"
Semua kenikmatan hanya memiliki satu kenikmatan kecuali ibadah, karena ia memiliki 3 kenikmatan: Ketika menjalankannya, ketika mengingatnya, dan ketika engkau diberi pahalanya.

Imam Asy-Syafi'iy (204H) rahimahullah:
المِرَاءُ فِي الدِّيْنِ يُقَسِّي القَلْبَ، وَيُورِثُ الضَّغَائِنَ [سير أعلام النبلاء]
Berdebat dalam masalah agama menyebabkan hati menjadi keras dan mewariskan rasa dendam. [Siyar A'lam An-Nubala']

Hatim Al-Asham (237H) rahimahullah:
Hatim Al-Asham ditanya: Atas dasar apa engkau menjalani urusanmu?
Hatim menjawab: Atas dasar tawakkal. Aku menjalani urusanku atas 4 perkara:
عَلِمْتُ أَنَّ رِزْقِي لا يَأْكُلُهُ غَيْرِي ؛ فَاطْمَأَنَّتْ نَفْسِي ، وَعَلِمْتُ أَنَّ عَمَلِي لا يَعْمَلُهُ غَيْرِي ؛ فَلَمْ أَشْتَغِلْ لِغَيْرِهِ ، وَعَلِمْتُ أَنَّ الْمَوْتَ يَأْتِينِي بَغْتَةً ؛ فَأَنَا أُبَادِرُهُ ، وَعَلِمْتُ أَنِّي لا أَخْلُو مِنْ عَيْنِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ ما كنت ؛ فأنا مستحيي مِنْهُ . [المجالسة وجواهر العلم]
Aku tahu bahwa rezekiku tidak akan dimakan orang lain, maka tenteramlah jiwaku. Aku tahu bahwa amalku tidak akan dilakukan orang lain, maka akupun tidak disibukkan dengan selainnya. Aku tahu bahwa kematian akan datang tiba-tiba, maka segera aku menyiapkannya. Dan aku tahu bahwa diriku tidak akan lepas dari pantauan Allah, maka aku akan merasa malu kepadaNya. [Al-Mujalasah wa Jawahir Al-'Ilmi]

Ibrahim Al-Khawwash (291H) rahimahullah:
" دَوَاءُ الْقَلْبِ خَمْسَةُ أَشْيَاءَ: قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ بِالتَّدَبُّرِ، وَخَلَاءُ الْبَطْنِ، وَقِيَامُ اللَّيْلِ، وَالتَّضَرُّعُ عِنْدَ السَّحَرِ، وَمُجَالَسَةُ الصَّالِحِينَ " [حلية الأولياء]
Obat penyakit hati ada lima: Membaca Al-Qur'an dengan tadabbur (pemahaman dan renungan), perut kosong (puasa), salat malam, merendah dan memohon di waktu sahur (sesaat selum fajar), dan dekat dengan orang saleh. [Hilyatul auliya']

Ibnu Hibban Al-Bustiy (354H) rahimahullah:
الواجبُ على العاقل أن يلزم الصمتَ إلى أن يلزمه التكلُّمُ، فما أكثرَ مَن ندم إذا نطق، وأقلَّ من يندم إذا سكت، وأطول الناس شقاءً وأعظمهم بلاءً من ابتُلي بلسانٍ مطلقٍ، وفؤادٍ مطبقٍ [روضة العقلاء]
Kewajiban seorang yang berakal adalah senantiasa diam sampai ia diharuskan untuk berbicara, karena betapa banyak orang yang menyesal ketika ia berbicara, dan sangat sedikit orang yang menyesal ketika ia diam. Dan orang yang paling panjang penderitaannya dan paling besar cobaannya adalah orang yang diuji dengan lidah yang cerewet dan hati yang tertutup. [Raudhah Al-'Uqalaa']

Ibnu Hazm (456H) rahimahullah:
أبلغ في ذمك من مدحك بما ليس فيك، لأنه نبه على نقصك، وأبلغ في مدحك من ذمك بما ليس فيك لأنه نبه على فضلك [رسائل ابن حزم]
Yang paling tepat dalam mencelamu adalah orang yang memujimu dengan kebaikan yang tidak kau miliki, karena ia telah mengingatkan akan kekuranganmu (dengan pujian tersebut). Dan yang paling tepat dalam memujimu adalah orang yang mencelamu dengan keburukan yang tidak kau miliki, karena ia telah mengingatkan akan kemuliaanmu. [Rasail Ibnu Hazm]

Al-Khatiib Al-Bagdadiy (463H) rahimahullah:
إِنَّ الْعِلْمَ شَجَرَةٌ وَالْعَمَلَ ثَمَرَةٌ ، وَلَيْسَ يُعَدُّ عَالِمًا مَنْ لَمْ يَكُنْ بِعِلْمِهِ عَامِلًا [اقتضاء العلم العمل]
Sesungguhnya ilmu itu ibarat pohon sedangkan amalan adalah buah. Dan seorang tidak dianggap berilmu selama ia tidak mengamalkan ilmunya. [Iqtidhaa' Al-'Ilmi Al-'Amal]

Ibnu Qayyim (751H) rahimahullah:
«إضاعةُ الوقتِ أشدُّ من الموت؛ لأنّ إضاعةَ الوقت تقطعُكَ عن اللَّهِ والدَّارِ الآخرة، والموت يقطعُكَ عن الدُّنيا وأهلِها» [الفوائد لابن القيم]
Membuang-buang waktu lebih fatal daripada kematian; karena membuang-buang waktu memutuskan kamu dari Allah dan kehidupan akhirat, sedangkan kematian memutuskan kamu dari dunia dan isinya. [Al-Fawaid]

Ibnu Utsaimin (1421H) rahimahullah:
إذا رأيت نفسك متكاسلاً عن الخير اخش أن يكون الله كره انبعاثك في الخير [شرح عقيدة أهل السنة والجماعة]
Jika kau merasa malas melakukan ketaatan, maka berhati-hatilah jangan sampai Allah sudah tidak suka dengan ketaatanmu!!!
{وَلَوْ أَرَادُوا الْخُرُوجَ لَأَعَدُّوا لَهُ عُدَّةً وَلَكِنْ كَرِهَ اللَّهُ انْبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُوا مَعَ الْقَاعِدِينَ} [التوبة: 46]
Dan jika mereka mau berangkat (jihad), tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, Maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: "Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu." [At-Taubah:46]

Lihat juga: Keutamaan Sahabat Rasulullah
                  Keutamaan ilmu dan ulama
                  Bagaimana menuntut ilmu

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...