بسم
الله الرحمن الرحيم
Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu 'anhuma;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِنَّ
الْإِيمَانَ لَيَخْلَقُ فِي جَوْفِ أَحَدِكُمْ كَمَا يَخْلَقُ الثَّوْبُ
الْخَلِقُ، فَاسْأَلُوا اللَّهَ أَنْ يُجَدِّدَ الْإِيمَانَ فِي قُلُوبِكُمْ»
"Sesungguhnya iman itu akan usang di dalam hati salah
seorang dari kalian, sebagaimana usangnya pakaian. Maka mohonlah kepada Allah
agar memperbarui iman di dalam hati kalian." [Al-Mustadrak karya Al-Hakim:
Dishahihkan oleh syekh Albaniy]
Penjelasan singkat hadits ini:
1.
Biografi
Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/
2.
Iman bisa
bertambah dan berkurang.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{هُوَ
الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا
إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ} [الفتح: 4]
Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati
orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka
(yang telah ada).
[Al-Fath:4]
{وَمَا
جَعَلْنَا أَصْحَابَ النَّارِ إِلَّا مَلَائِكَةً وَمَا جَعَلْنَا عِدَّتَهُمْ
إِلَّا فِتْنَةً لِلَّذِينَ كَفَرُوا لِيَسْتَيْقِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ
وَيَزْدَادَ الَّذِينَ آمَنُوا إِيمَانًا} [المدثر: 31]
Dan tiada Kami jadikan penjaga neraka itu melainkan dari
malaikat, dan tidaklah Kami menjadikan bilangan mereka itu melainkan untuk jadi
cobaan bagi orang-orang kafir, supaya orang-orang yang diberi Al-Kitab menjadi
yakin dan supaya orang yang beriman bertambah imannya. [Al-Muddatsir:31]
{الَّذِينَ
قَالَ لَهُمُ النَّاسُ إِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ
فَزَادَهُمْ إِيمَانًا وَقَالُوا حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ} [آل عمران: 173]
Orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada
mereka ada orang-orang yang mengatakan: "Sesungguhnya manusia (orang
Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah
kepada mereka!" Maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka
menjawab: "Cukuplah Allah menjadi penolong kami dan Allah adalah
sebaik-baik Pelindung". [Ali Imran: 172-173]
Ø Dari Abu
Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi
wasallam bersabda:
«الْإِيمَانُ
بِضْعٌ وَسَبْعُونَ - أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ - شُعْبَةً، فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الْأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ،
وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الْإِيمَانِ» [صحيح مسلم]
"Keimanan itu terdiri dari tujuhh puluh lebih – atau
enam puluh lebih - cabang. Yang paling afdal (tinggi kedudukannya) adalah
mengatakan "tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah", dan yang
paling rendah adalah menjauhkan duri/kotoran dari jalan. Dan rasa malu adalah
cabang dari keimanan”. [Shahih Muslim]
Ø Dari Abu
Sa'id radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam
bersabda:
«مَنْ
رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ
فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ
الْإِيمَانِ» [صحيح
مسلم]
“Barangsiapa dari kalian yang melihat kemungkaran maka
perbaikilah dengan tanganmu, kalau kamu tidak mampu maka dengan lidahmu, kalau
kamu tidak bisa maka dengan hatimu, dan itu adalah selemah-lemahnya iman”.
[Shahih Muslim]
Lihat: Tingkatkan kualitas iman di bulan Ramadhan
3.
Iman seperti
pakaian.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{يَا
بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ
وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ
يَذَّكَّرُونَ} [الأعراف
: 26]
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu
pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian
takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari
tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. [Al-A'raaf: 26]
Ø Abu Said
Al-Khudriy radhiyallahu
'anhu berkata: Rasulullah ﷺ
bersabda:
«بَيْنَا
أَنَا نَائِمٌ، رَأَيْتُ النَّاسَ يُعْرَضُونَ عَلَيَّ وَعَلَيْهِمْ قُمُصٌ،
مِنْهَا مَا يَبْلُغُ الثُّدِيَّ، وَمِنْهَا مَا دُونَ ذَلِكَ، وَعُرِضَ عَلَيَّ
عُمَرُ بْنُ الخَطَّابِ وَعَلَيْهِ قَمِيصٌ يَجُرُّهُ». قَالُوا: فَمَا أَوَّلْتَ
ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «الدِّينَ»
"Ketika aku tidur, aku bermimpi melihat orang-orang
dihadapkan kepadaku. Mereka mengenakan baju, diantaranya ada yang sampai kepada
buah dada dan ada yang kurang dari itu. Dan dihadapkan pula kepadaku Umar bin
Al Khaththab dan dia mengenakan baju dan menyeretnya. Para sahabat bertanya,
"Apa maksudnya hal demikian menurut engkau, ya Rasulullah?" Beliau ﷺ menjawab, "Ad-Din (agama) ". [Shahih Bukhari]
Lihat: Kitab Iman bab 15; Bertingkat-tingkatnya orang beriman dalam amalan
4.
Sisi persamaan
antara iman dan pakaian.
Diantaranya:
a)
Bisa usang.
b)
Melindungi dari keburukan.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{إِنَّ
الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُم بِإِيمَانِهِمْ}
[يونس : 9]
Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan
amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya. [Yunus: 9]
Ø Dari Anas radhiyallahu
'anhu, dari Nabi ﷺ,
beliau bersabda:
«يَخْرُجُ
مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ
شَعِيرَةٍ مِنْ خَيْرٍ، وَيَخْرُجُ مِنَ النَّارِ مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا
اللَّهُ، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ بُرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ، وَيَخْرُجُ مِنَ النَّارِ
مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَفِي قَلْبِهِ وَزْنُ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ»
"Akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan
tidak ada Ilah kecuali Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar jemawut.
Dan akan dikeluarkan dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali
Allah dan dalam hatinya ada kebaikan sebesar biji gandum. Dan akan dikeluarkan
dari neraka siapa yang mengatakan tidak ada ilah kecuali Allah dan dalam
hatinya ada kebaikan sebesar biji sawi. [Shahih Bukhari]
Lihat: Kitab Iman bab 34; Bertambah dan berkurangnya iman
c)
Menghiasi.
Diantara do'a yang dibaca oleh Nabi shallallahu 'alaihi
wasallam:
«اللَّهُمَّ
زَيِّنَّا بِزِينَةِ الْإِيمَانِ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِينَ»
“Ya Allah, hiasilah kami dengan perhiasan iman, dan
jadikanlah kami sebagai pemberi petunjuk yang mendapat petunjuk”. [Sunan
An-Nasa’iy: Shahih]
d)
Menjadi ukuran kedudukan.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{يَرْفَعِ
اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ
وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ} [المجادلة: 11]
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu
dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha
mengetahui apa yang kamu kerjakan. [Al-Mujadilah:11]
5.
Amalan untuk
memperbarui iman.
Diantaranya:
a.
Berdo'a.
Diantara do'a Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu:
«اللَّهُمَّ
زِدْنَا إِيمَانًا وَيَقِينًا وَفِقْهًا»
"Ya Allah, tambahkanlah kami iman, keyakinan, dan
pemahaman agama". [As-Sunnah karya Imam Ahmad]
b.
Baca Al-Qur'an.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{إِنَّمَا
الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا
تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ
يَتَوَكَّلُونَ} [الأنفال:
2]
Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang bila
disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya
bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka
bertawakkal.
[Al-Anfaal:2]
{وَإِذَا
مَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَذِهِ
إِيمَانًا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ
يَسْتَبْشِرُونَ (124) وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ
رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ} [التوبة: 124-125]
Dan apabila diturunkan suatu surat, Maka di antara mereka
(orang-orang munafik) ada yang berkata: "Siapakah di antara kamu yang
bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?" Adapun orang-orang yang
beriman, maka surat Ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira. Dan adapun
orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu
bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka
mati dalam keadaan kafir. [At-Taubah: 124-125]
Ø Jundub bin
Abdillah radhiyallahu
'anhu berkata:
«كُنَّا
مَعَ النَّبِيِّ ﷺ وَنَحْنُ فِتْيَانٌ حَزَاوِرَةٌ، فَتَعَلَّمْنَا الْإِيمَانَ
قَبْلَ أَنْ نَتَعَلَّمَ الْقُرْآنَ، ثُمَّ تَعَلَّمْنَا الْقُرْآنَ فَازْدَدْنَا
بِهِ إِيمَانًا»
"Kami bersama Nabi ﷺ dan kami adalah pemuda-pemuda yang kuat, maka kami mempelajari
iman sebelum mempelajari Al-Qur'an, kemudian kami mempelajari Al-Qur'an
sehingga bertambahlah iman kami karenanya." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]
Lihat: Menyuburkan Iman, Memanen Pahala: Merawat Hubungan dengan Al-Qur'an
c.
Dzikir.
Umair bin Habib rahimahullah berkata:
«الْإِيمَانُ
يَزِيدُ وَيَنْقُصُ»، قِيلَ لَهُ: وَمَا زِيَادَتُهُ وَمَا نُقْصَانُهُ؟، قَالَ:
«إِذَا ذَكَرْنَاهُ، وَخَشِينَاهُ، فَذَلِكَ زِيَادَتُهُ، وَإِذَا غَفَلْنَا،
وَنَسِينَا، وَضَيَّعْنَا، فَذَلِكَ نُقْصَانُهُ»
"Iman itu bertambah dan berkurang." Lalu ditanyakan
kepadanya, "Apa yang dimaksud dengan bertambah dan berkurangnya
iman?" Beliau menjawab, "Apabila kita mengingat-Nya dan takut
kepada-Nya, maka itulah tambahannya. Dan apabila kita lalai, lupa, dan
menyia-nyiakannya, maka itulah kurangnya." [Mushannaf Ibnu Abi Syaibah]
Lihat: Keutamaan dzikir menurut Ibnu Al-Qayyim
d.
Majelis Ilmu.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{إِنَّمَا
يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ} [فاطر: 28]
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara
hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama*. [Faathir:28]
*Yang dimaksud dengan ulama dalam ayat Ini ialah orang-orang
yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah.
Lihat: Keutamaan ilmu dan ulama
e.
Memperhatikan makhluk
ciptaan Allah ta'aalaa.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{قُلِ
انظُرُوا مَاذَا فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَمَا تُغْنِي الْآيَاتُ
وَالنُّذُرُ عَن قَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ} [يونس : 101]
Katakanlah: "Perhatikanlah apa yaag ada di langit dan di
bumi. Tidaklah bermanfaat tanda kekuasaan Allah dan rasul-rasul yang memberi
peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman". [Yunus: 101]
Ø Amir bin Abdi
Qais rahimahullah
berkata:
«سَمِعت
غير وَاحِد وَلَا اثْنَيْنِ وَلَا ثَلَاثَة من أَصْحَاب مُحَمَّد ﷺ يَقُولُونَ:
إِن ضِيَاء الْإِيمَان أَو نور الْإِيمَان التفكر»
Aku mendengar tidak hanya satu, dua, atau tiga orang dari
para sahabat Muhammad ﷺ
berkata, "Sesungguhnya cahaya iman atau sinar iman adalah tafakur
(merenung)." [Tafsir Ibnu Katsir]
f.
Memperbanyak ibadah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu;
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Allah subhanahu
wata'ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:
«مَا
تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ،
وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ،
فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي
يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي
بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ» [صحيح البخاري]
"Tidak ada ibadah yang dipersembahkan hamba-Ku yang
paling Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibakan kepadanya, dan tidaklah
hamba-ku senangtiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah sampai aku
mencintainya. Dan jika aku mencintainya, maka Aku sebagai pendengaran yang ia
pakai mendengar, penglihatan yang ia pakai melihat, tangan yang ia pakai
memegang, dan kaki yang ia pakai berjalan, dan jika ia meminta kepada-Ku akan
Aku berikan, dan jika ia minta perlindungan dari-Ku akan Aku lindungi".
[Shahih Bukhari]
Lihat: Meraih cinta Allah
g.
Menjauhi maksiat.
Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
«تُعْرَضُ
الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا، فَأَيُّ قَلْبٍ
أُشْرِبَهَا، نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، وَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا،
نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ، حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ، عَلَى
أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلَا تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ
وَالْأَرْضُ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لَا يَعْرِفُ
مَعْرُوفًا، وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرًا، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ» [صحيح مسلم]
"Fitnah akan dipaparkan pada hati manusia bagai tikar
yang dipaparkan perutas (secara tegak menyilang antara satu sama lain). Manapun
hati yang dihinggapi oleh fitnah, niscaya akan terlekat padanya bintik-bintik
hitam. Begitu juga mana pun hati yang tidak dihinggapinya, maka akan terlekat
padanya bintik-bintik putih sehingga hati tersebut terbagi dua: sebagian
menjadi putih bagaikan batu licin yang tidak lagi terkena bahaya fitnah, selama
langit dan bumi masih ada. Sedangkan sebagian yang lain menjadi hitam keabu-abuan
seperti cangkir yang terbalik, tidak menyuruh kebaikan dan tidak pula melarang
kemungkaran kecuali sesuatu yang diserap oleh hawa nafsunya." [Shahih
Muslim]
Lihat: Sebab-sebab kelapangan hati
Wallahu a'lam!
Lihat juga: Do'a penyejuk hati - Pengaruh Al-Qur'an terhadap hati - Membangun hati dengan keimanan
.webp)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...