بسم
الله الرحمن الرحيم
Zayd bin Arqam radhiyallahu ‘anhu berkata: Doa yang sering dibaca oleh Nabi shallallahu
'alaihi wasallam:
«اللهم!
إني أعُوذ بكَ مِن العَجز والكَسل، والجُبن والبُخل، والهرم وعذاب القبر، اللهم!
آتِ نفسي تقواها، وزكّها أنت خيرُ مَن زكّاها، أنتَ وليّها ومَولاها، اللهم! إني
أعُوذ بك مِن علمٍ لا يَنفع، ومِن قلبٍ لا يَخشع، ومِن نفسٍ لا تَشبع، ومِن دعوةٍ
لا يُستجَاب لها»
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari
kelemahan, rasa malas, sifat pengecut, sifat kikir, pikun (uzur karena tua),
dan dari siksa kubur. Ya Allah, berikanlah ketakwaan kepada jiwaku, dan
sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Yang mensucikannya. Engkau adalah
Pelindung dan Penguasanya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari
ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyuk, dari nafsu yang tidak
pernah puas, dan dari doa yang tidak dikabulkan." [Shahih Muslim]
Penjelasan singkat hadits ini:
1.
Biografi Zayd bin Arqam radhiyallahu ‘anhu.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/
2.
Meminta kepada Allah agar dijauhkan dari sifat-sifat ini
karena bisa mengotori hati.
Dari Abdullah bin Abi Aufa radhiyallahu ‘anhuma:
أَنَّ رَسُولَ
اللهِ ﷺ كَانَ يَدْعُو فَيَقُولُ: «اللهُمَّ طَهِّرْنِي بِالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ
وَالْمَاءِ الْبَارِدِ، اللهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا
طَهَّرْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ
ذُنُوبِي كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللهُمَّ إِنِّي
أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَدُعَاءٍ
لَا يُسْمَعُ، وَعِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ
هَؤُلَاءِ الْأَرْبَعِ، اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِيشَةً تَقِيَّةً، وَمِيتَةً
سَوِيَّةً، وَمَرَدًّا غَيْرَ مُخْزٍ»
Rasulullah ﷺ
berdoa: "Ya Allah, sucikanlah aku dengan salju, air hujan yang dingin, dan
air yang sejuk. Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari kesalahan-kesalahan
sebagaimana Engkau bersihkan baju putih dari kotoran. Jauhkanlah antara aku dan
dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, aku
berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah puas,
doa yang tidak didengar, dan ilmu yang tidak bermanfaat. Ya Allah, aku
berlindung kepada-Mu dari keempat hal tersebut. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu
kehidupan yang bertakwa, kematian yang baik, dan tempat kembali yang tidak
menghinakan." [Musnad Ahmad: Shahih ligairih]
Lihat: Hati yang suci
3.
Mu'min yang baik harus kuat tidak bersikap lemah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
«الْمُؤْمِنُ
الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي
كُلٍّ خَيْرٌ، احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلاَ تَعْجَزْ،
وَإِنْ أَصَابَكَ شَيْءٌ فَلاَ تَقُلْ: لَوْ أَنِّيْ فَعَلْتُ لَكَانَ كَذَا
وَكَذَا!، وَلَكِنْ قُلْ: قَدَّرَ اللهُ وَمَا شَاءَ فَعَلَ!، فَإِنَّ لَوْ
تَفْتَحُ عَمَلَ الشَّيْطَانِ»
“Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah
daripada mukmin yang lemah, dan pada keduanya ada kebaikan,
bersungguh-sungguhlah dalam mencari apa yang bermanfaat bagimu, dan mohonlah
pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu), dan janganlah sekali-kali
kamu bersikap lemah, dan jika kamu tertimpa suatu kegagalan, maka janganlah
kamu mengatakan: "seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini
atau begitu'', tetapi katakanlah: "ini telah ditentukan oleh Allah, dan
Allah akan melakukan apa yang Ia kehendaki", karena kata “seandainya” itu
akan membuka pintu perbuatan syetan.” [Shahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Syarah Kitab Tauhid bab (57); Ucapan “seandainya”
4.
Rasa malas dari syaithan.
Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«يَعْقِدُ
الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلاَثَ عُقَدٍ
يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ، فَارْقُدْ فَإِنِ اسْتَيْقَظَ
فَذَكَرَ اللَّهَ، انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ،
فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ، فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ
وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلاَنَ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Syaithan mengikat bagian belakang kepala (leher) seorang
dari kalian ketika ia tidur dengan tiga ikatan, setiap ikatan mengatakan
“engkau memiliki malam yang panjang, maka tidurlah”. Maka jika ia bangun
kemudian mengingat Allah maka satu ikatan terbuka, kemudian jika ia berwudhu
maka terbuka satu ikatan, kemudian jika ia salat terbuka satu ikatan. Maka ia
bangun pagi dengan semangat dan jiwa yang baik, dan jika tidak maka ia akan
bangun pagi dengan jiwa yang buruk lagi pemalas”. [Shahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Keutamaan ber-wudhu
5.
Cela sifat kikir dan penakut.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{فَأَمَّا
مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ (5) وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ (6) فَسَنُيَسِّرُهُ
لِلْيُسْرَىٰ (7) وَأَمَّا مَن بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ (8) وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ
(9) فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ (10) وَمَا يُغْنِي عَنْهُ مَالُهُ إِذَا
تَرَدَّىٰ} [الليل
: 5-11]
Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan
bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik (surga), maka Kami kelak
akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil
dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak Kami
akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar. Dan hartanya tidak bermanfaat
baginya apabila ia telah binasa. [Al-Lail: 5-11]
Ø Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata;
Saya mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«شَرُّ
مَا فِي رَجُلٍ شُحٌّ هَالِعٌ وَجُبْنٌ خَالِعٌ»
"Seburuk-buruk perkara yang ada pada seseorang adalah
kekikiran serta ketamakan, dan sifat penakut serta lemah." [Sunan Abi
Daud: Shahih]
Lihat: Cela sifat kikir dan penakut
6.
Pikun di masa tua adalah kondisi yang sangat lemah dan
hina.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَاللَّهُ
خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّاكُمْ ۚ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰ أَرْذَلِ
الْعُمُرِ لِكَيْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ
قَدِيرٌ} [النحل
: 70]
Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di
antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya
dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya
Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa. [An-Nahl: 70]
7.
Penetapan adanya azab kubur.
Lihat: Perjalanan setelah kematian
8.
Agar terhindar dari azab kubur, diantaranya:
a)
Menghindari najis
kencing dan mengadu domba.
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:
خَرَجَ
النَّبِيُّ ﷺ مِنْ بَعْضِ حِيطَانِ المَدِينَةِ، فَسَمِعَ صَوْتَ إِنْسَانَيْنِ
يُعَذَّبَانِ فِي قُبُورِهِمَا، فَقَالَ: «يُعَذَّبَانِ، وَمَا يُعَذَّبَانِ فِي
كَبِيرٍ، وَإِنَّهُ لَكَبِيرٌ، كَانَ أَحَدُهُمَا لاَ يَسْتَتِرُ مِنَ البَوْلِ،
وَكَانَ الآخَرُ يَمْشِي بِالنَّمِيمَةِ» ثُمَّ دَعَا بِجَرِيدَةٍ فَكَسَرَهَا
بِكِسْرَتَيْنِ أَوْ ثِنْتَيْنِ، فَجَعَلَ كِسْرَةً فِي قَبْرِ هَذَا، وَكِسْرَةً
فِي قَبْرِ هَذَا، فَقَالَ: «لَعَلَّهُ يُخَفَّفُ عَنْهُمَا مَا لَمْ يَيْبَسَا» [صحيح البخاري]
Nabi ﷺ
pernah keluar dari salah satu kebun yang ada di Madinah, lalu beliau mendengar
suara dua orang yang sedang di siksa di kuburnya, setelah itu beliau bersabda,
"Tidaklah keduanya di siksa karena dosa besar namun hal itu adalah perkara
yang besar, salah satu darinya adalah tidak bersuci dari kencingnya sedangkan
yang lain selalu mengadu domba." Kemudian beliau meminta sepotong pelepah
kurma yang masih basah. Beliau membelahnya menjadi dua, sepotong beliau
tancapkan di kuburan yang satu dan sepotong di kuburan yang lain. Beliau
kemudian bersabda, 'Semoga ini bisa meringankan siksa keduanya selagi belum
kering.' [Shahih Bukhari]
b)
Tidak bersikap sombong.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Nabi ﷺ bersabda:
«بَيْنَمَا
رَجُلٌ يَمْشِي فِي حُلَّةٍ، تُعْجِبُهُ نَفْسُهُ، مُرَجِّلٌ رأسه يَخْتالُ في
مشيته، إِذْ خَسَفَ اللَّهُ بِهِ، فَهُوَ يَتَجَلْجَلُ في الأرض إِلَى يَوْمِ
القِيَامَةِ»
"Ketika seorang lelaki berjalan dengan menggunakan jubah
yang ia kenakan, dan berjalan dengan rasa ta'ajub, rambutnya disisir rapih,
sombong dalam jalannya, lalu Allah menjadikan ia ditelan (oleh bumi), dan ia
akan tetap berguncang-guncang (di dalam perut bumi) hingga datang hari
kiamat." [Shahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Hadits Ibnu Mas’ud; Orang sombong tidak masuk surga
c)
Sedekah.
Dari 'Uqbah bin 'Amir radhiyallahu 'anhu;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ
الصَّدَقَةَ لَتُطْفِئُ مِنْ حَرِّ الْقُبُورِ» [المعجم الكبير للطبراني: حسنه الشيخ
الألباني]
"Sesungguhnya sedekah itu meredakan panasnya siksa
kubur". [Al-Mu'jam Al-Kabiir: Hasan]
Lihat: Siksa kubur yang mengerikan
9.
Semangat beribadah tanda ketakwaan hati.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَمَنْ
يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ} [الحج: 32]
Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka
sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. [Al-Hajj:32]
Lihat: Bertakwa di manapun berada
10. Beruntunglah orang yang senantiasa mensucikan hatinya.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَنَفْسٍ
وَمَا سَوَّاهَا (7) فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا (8) قَدْ أَفْلَحَ
مَنْ زَكَّاهَا (9) وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا} [الشمس: 7 - 10]
Demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya, maka Dia
mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya, sungguh beruntung
orang yang menyucikannya (jiwa itu), dan sungguh rugi orang yang mengotorinya. [Asy-Syams: 1-10]
Lihat: 10 kaidah penyucian jiwa menurut syekh Abdurrazaq Al-Badr
11. Allah sebaik-baik Yang mensucikan
hati, Yang melindungi dan menguasainya.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَلَوْلَا
فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا
وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ} [النور: 21]
Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepadamu,
niscaya tidak seorang pun di antara kamu bersih (dari perbuatan keji dan
mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. [An-Nur: 21]
{إِنَّ
النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ
رَحِيمٌ} [يوسف:
53]
Sesungguhnya nafsu itu selalu mendorong kepada kejahatan,
kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha
Pengampun, Maha Penyayang. [Yusuf: 53]
{وَمَن
يُرِدِ اللَّهُ فِتْنَتَهُ فَلَن تَمْلِكَ لَهُ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا ۚ أُولَٰئِكَ
الَّذِينَ لَمْ يُرِدِ اللَّهُ أَن يُطَهِّرَ قُلُوبَهُمْ ۚ لَهُمْ فِي الدُّنْيَا
خِزْيٌ ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ} [المائدة : 41]
Barangsiapa yang Allah menghendaki kesesatannya, maka
sekali-kali kamu tidak akan mampu menolak sesuatupun (yang datang) daripada
Allah. Mereka itu adalah orang-orang yang Allah tidak hendak mensucikan hati
mereka. Mereka beroleh kehinaan di dunia dan di akhirat mereka beroleh siksaan
yang besar.
[Al-Maidah: 41]
Ø An-Nawwas bin
Sam'an Al-Kilabiy radhiyallahu
‘anhu berkata, Aku
mendengar Rasulullah ﷺ
bersabda:
«مَا
مِنْ قَلْبٍ إِلَّا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ، إِنْ شَاءَ
أَقَامَهُ، وَإِنْ شَاءَ أَزَاغَهُ» وَكانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «يَا
مُثبِّتَ الْقُلُوبِ، ثبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ» [سنن ابن ماجه: صحيح]
'Tidak ada satu hati pun melainkan berada di antara dua jari
dari jari-jari Ar-Rahman. Jika Dia menghendaki, Dia meluruskannya, dan jika Dia
menghendaki, Dia menyesatkannya.'" Dan Rasulullah ﷺ biasa berdoa, "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati,
tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]
Lihat: Sifat hati yang suka terbolak-balik
12. Orang munafiq hatinya kotor
sehingga malas, penakut, kikir dan rakus.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{أَشِحَّةً
عَلَيْكُمْ ۖ فَإِذَا جَاءَ الْخَوْفُ رَأَيْتَهُمْ يَنظُرُونَ إِلَيْكَ تَدُورُ
أَعْيُنُهُمْ كَالَّذِي يُغْشَىٰ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ ۖ فَإِذَا ذَهَبَ
الْخَوْفُ سَلَقُوكُم بِأَلْسِنَةٍ حِدَادٍ أَشِحَّةً عَلَى الْخَيْرِ ۚ
أُولَٰئِكَ لَمْ يُؤْمِنُوا فَأَحْبَطَ اللَّهُ أَعْمَالَهُمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ
عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا} [الأحزاب : 19]
Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang ketakutan (bahaya),
kamu lihat mereka itu memandang kepadamu dengan mata yang terbalik-balik
seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan apabila ketakutan telah
hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang tajam, sedang mereka bakhil untuk
berbuat kebaikan. Mereka itu tidak beriman, maka Allah menghapuskan (pahala)
amalnya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. [Al-Ahzaab: 19]
{وَمَا
مَنَعَهُمْ أَنْ تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلَّا أَنَّهُمْ كَفَرُوا
بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلَا يَأْتُونَ الصَّلَاةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَى وَلَا
يُنْفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَارِهُونَ} [التوبة: 54]
Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari
mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan
Rasul-Nya dan mereka tidak mengerjakan shalat, melainkan dengan malas dan tidak
(pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan. [At-Taubah: 54]
{وَمِنْهُم
مَّن يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِن لَّمْ
يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ} [التوبة : 58]
Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang
(distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka
bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan
serta merta mereka menjadi marah. [At-Taubah: 58]
Lihat: Surah Al-Munaafiquun; Sifat orang munafiq
13. Akibat buruk dari Hati yang
kotor:
Diantaranya:
a.
Ilmunya tidak bermanfaat.
Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{وَاتْلُ
عَلَيْهِمْ نَبَأَ الَّذِي آتَيْنَاهُ آيَاتِنَا فَانْسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ
الشَّيْطَانُ فَكَانَ مِنَ الْغَاوِينَ (175) وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَاهُ بِهَا
وَلَكِنَّهُ أَخْلَدَ إِلَى الْأَرْضِ وَاتَّبَعَ هَوَاهُ فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ
الْكَلْبِ إِنْ تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَثْ} [الأعراف: 175، 176]
Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami
berikan kepadanya ayat-ayat kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian
dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan
(sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat. Dan
kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan
ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya
yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkannya
lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). [Al-A’raaf: 175-176]
Lihat: Mengamalkan ilmu yang dimiliki
b.
Hatinya tidak bisa khusyuk.
Abu Ad-Dardaa’ radhiyallahu 'anhu berkata:
«اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْ خُشُوعِ
النِّفَاقِ»، قِيلَ لَهُ: وَمَا خُشُوعُ النِّفَاقِ؟ قَالَ: «أَنْ يُرَى الْجَسَدُ
خَاشِعًا وَالْقَلْبُ لَيْسَ بِخَاشِعٍ» [الزهد
لأحمد بن حنبل]
“Mintalah perlindungan kepada Allah dari sifat khusyu’
kemunafikan.” Ia ditanya: Apa itu khusyu’ kemunafikan? Abu Ad-Darda’ menjawab:
“Ketika jasadnya terlihat khusyu’ sedangkan hatinya tidak khusyu’. [Az-Zuhd
karya Imam Ahmad]
Lihat: Bagaimana menghadirkan khusyu’ dalam shalat?
c.
Nafsunya tidak pernah puas.
Abu Dzar radhiyallahu 'anhu berkata; Rasulullahﷺ bertanya:
«يَا أَبَا ذَرٍّ أَتَرَى كَثْرَةَ الْمَالِ
هُوَ الْغِنَى؟» قُلْتُ: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «فَتَرَى قِلَّةَ
الْمَالِ هُوَ الْفَقْرُ؟»، قُلْتُ: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ: «إِنَّمَا
الْغِنَى غِنَى الْقَلْبِ، وَالْفَقْرُ فَقْرُ الْقَلْبِ» [صحيح
ابن حبان]
“Wahai Abi Dzar, apakah menurutmu banyak harta itu adalah
kekayaan? Aku bemenjawab: Iya, wahai Rasulullah! Beliau bertanya lagi: Lalu
apakah menurutmu sedikit harta itu adalah kemiskinan? Aku menjawab: Iya, wahai
Rasulullah! Beliau bersabda: “Sesungguhnya kaya itu adalah kaya dalam hati, dan
miskin itu adalah miskin dalam hati”. [Shahih Ibnu Hibban]
Lihat: Miskin hati
d.
Doanya tidak dikabulkan.
Dari Abu
Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa
sallam bersabda:
«ادْعُوا
اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا
يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ» [سنن الترمذي: حسنه الألباني]
“Berdo'alah kepada Allah dengan penuh keyakinan akan dijawab,
dan ketahuilah sesungguhnya Allah tidak mengabulkan do'a dari hati yang lalai
(tidak khusyu' dalam berdo'a). [Sunan Tirmidzi: Hasan]
Lihat: Ramadhan; Bulan do’a
Wallahu a'lam!
Lihat juga: Do'a penyejuk hati - Do'a agar hati diberi hidayah - Membangun hati dengan keimanan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...