بسم
الله الرحمن الرحيم
Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu
'alaihi wasallam bersabda:
«تُعْرَضُ
الْفِتَنُ عَلَى الْقُلُوبِ كَالْحَصِيرِ عُودًا عُودًا، فَأَيُّ قَلْبٍ
أُشْرِبَهَا، نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، وَأَيُّ قَلْبٍ أَنْكَرَهَا،
نُكِتَ فِيهِ نُكْتَةٌ بَيْضَاءُ، حَتَّى تَصِيرَ عَلَى قَلْبَيْنِ، عَلَى
أَبْيَضَ مِثْلِ الصَّفَا فَلَا تَضُرُّهُ فِتْنَةٌ مَا دَامَتِ السَّمَاوَاتُ
وَالْأَرْضُ، وَالْآخَرُ أَسْوَدُ مُرْبَادًّا كَالْكُوزِ مُجَخِّيًا لَا يَعْرِفُ
مَعْرُوفًا، وَلَا يُنْكِرُ مُنْكَرًا، إِلَّا مَا أُشْرِبَ مِنْ هَوَاهُ» [صحيح مسلم]
"Fitnah akan dipaparkan pada hati manusia bagai tikar
yang dipaparkan perutas (secara tegak menyilang antara satu sama lain). Manapun
hati yang dihinggapi oleh fitnah, niscaya akan terlekat padanya bintik-bintik
hitam. Begitu juga mana pun hati yang tidak dihinggapinya, maka akan terlekat
padanya bintik-bintik putih sehingga hati tersebut terbagi dua: sebagian
menjadi putih bagaikan batu licin yang tidak lagi terkena bahaya fitnah, selama
langit dan bumi masih ada. Sedangkan sebagian yang lain menjadi hitam
keabu-abuan seperti cangkir yang terbalik, tidak menyuruh kebaikan dan tidak
pula melarang kemungkaran kecuali sesuatu yang diserap oleh hawa
nafsunya." [Shahih Muslim]
Penjelasan singkat hadits ini:
1.
Biografi Hudzaifah radhiyallahu
‘anhu.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/
2.
Makna fitnah dalam
Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Finah adalah ujian dan cobaan yang Allah tindakan kepada
hamba-Nya untuk menampakkan hakikat dirinya.
Atau perkara yang bisa memalingkan seseorang dari yang baik
ke yang buruk, dari tauhid kepada syirik, iman kepada kekufuran, sunnah kepada
bid'ah, hidayah kepada kesesatan, ta'at kepada maksiat.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{أَحَسِبَ
النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ .
وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ
صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ} [العنكبوت: 2-3]
Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja)
mengatakan: "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? Dan
sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka
sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia
mengetahui orang-orang yang dusta. [Al-'Ankabuut: 2-3]
3.
Fitnah (ujian dan
cobaan) bisa berupa keburukan maupun kebaikan
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{كُلُّ
نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً
وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ} [الأنبياء: 35]
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan Kami akan
menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang
sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. [Al-Anbiyaa':35]
4.
Dahsyatnya ujian
(fitnah) di akhir zaman.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu;
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«بَادِرُوا
بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ
مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا،
يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا» [صحيح مسلم]
"Segeralah beramal sebelum datangnya fitnah seperti
malam yang gelap gulita. Di pagi hari seorang laki-laki dalam keadaan mukmin,
lalu kafir di sore harinya. Di sore hari seorang laki-laki dalam keadaan
mukmin, lalu kafir dipagi harinya. Dia menjual agamanya dengan kenikmatan
dunia." [Shahih Muslim]
5.
Fitnah (dosa) mengotori
hati.
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu-;
Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ
نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ، صُقِلَ
قَلْبُهُ، فَإِنْ زَادَ، زَادَتْ، فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَهُ اللَّهُ فِي
كِتَابِهِ: {كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ} [المطففين:
14]»
“Sesungguhnya seorang mu'min jika melakukan suatu dosa akan
menjadi titik hitam dalam hatinya. Namun jika ia bertaubat, lalu
meninggalkannya, dan minta ampunan maka hatinya menjadi bersih. Akan tetapi
jika ia menambah dosanya, maka titik hitam itupun akan bertambah. Itulah yang
dinamakan "Ar-Raan" sebagaimana yang disebutkan Allah dalam
kitab-Nya: {Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka
usahakan (maksiat) itu menutupi hati mereka}”. [Sunan Ibnu Majah: Hasan]
Lihat: Taubat nashuha sebelum Ramadhan berlalu
6.
Macam-macam fitnah
dalam Al-Qur'an.
Diantaranya:
a)
Fitnah syirik.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَالْفِتْنَةُ
أَشَدُّ مِنَ الْقَتْلِ} [البقرة: 191]
Dan fitnah (syirik) itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan. [Al-Baqarah:191]
b)
Fitnah musuh-musuh
Islam.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَالَّذِينَ
كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي
الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ} [الأنفال: 73]
Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi
pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak
melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi
kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar. [Al-Anfaal: 73]
c)
Fitnah ilmu.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَمَا
أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ
مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ
فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ
وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ
وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ
اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ
أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ} [البقرة: 102]
Dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri
Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada
seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu),
sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua
malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang
(suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat
dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari
sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi,
sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab
Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat
jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir, kalau mereka mengetahui. [Al-Baqarah: 102]
d)
Fitnah maksiat/hawa
nafsu.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَأَنِ
احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ
وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ
تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ
ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ} [المائدة: 49]
Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka
menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu
mereka. dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak
memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika
mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah
bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan mushibah kepada mereka
disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah
orang-orang yang fasik. [Al-Maidah: 49]
e)
Fitnah syubhat.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{قَالَ
فَإِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنْ بَعْدِكَ وَأَضَلَّهُمُ السَّامِرِيُّ} [طه: 85]
Allah berfirman: "Maka sesungguhnya Kami telah menguji
kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri. [Thahaa: 85]
f)
Fitnah sesama manusia.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَجَعَلْنَا
بَعْضَكُمْ لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا} [الفرقان: 20]
Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang
lain, maukah kamu bersabar? Dan adalah Tuhanmu Maha Melihat. [Al-Furqaan: 20]
g)
Fitnah harta dan anak.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَاعْلَمُوا
أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ
عَظِيمٌ} [الأنفال:
28]
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah
sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. [Al-Anfaal:28]
h)
Fitnah musibah.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَاتَّقُوا فِتْنَةً لَا تُصِيبَنَّ الَّذِينَ
ظَلَمُوا مِنْكُمْ خَاصَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ} [الأنفال: 25]
Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus
menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah
amat keras siksaan-Nya. [Al-Anfaal:25]
Lihat: Macam-macam fitnah (ujian) dalam Al-Qur’an
7.
Amalan yang bisa
melindungi kita dari fitnah/cabaan yang ada.
Diantaranya:
1)
Berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{فَلْيَحْذَرِ
الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ
عَذَابٌ أَلِيمٌ} [النور:
63]
Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut
akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. [An-Nuur:63]
Ø Dari Abu
Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam bersabda:
«إِنِّي
قَدْ تَرَكْتُ فِيكُمْ شَيْئَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا بَعْدَهُمَا: كِتَابَ اللَّهِ
وَسُنَّتِي» [المستدرك
للحاكم: حسنه الألباني]
"Aku telah meninggalkan pada kalian dua hal, kalian
tidak akan tersesat selama kalian perpegang pada keduanya: Kitabullah
(Al-Qur'an) dan sunnahku". [Mustadrak Al-Hakim: Hasan]
2)
Bersabar.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَلَا
تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ
الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى
(131) وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ
رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى} [طه: 131، 132]
Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang Telah
kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan
dunia untuk kami cobai mereka dengannya. dan karunia Tuhan kamu adalah lebih
baik dan lebih kekal. Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat
dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezki kepadamu,
Kamilah yang memberi rezki kepadamu. dan akibat (yang baik) itu adalah bagi
orang yang bertakwa.
[Thaahaa: 131-132]
3)
Kembali kepada Allah dengan do’a.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{قَالَ
رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا يَدْعُونَنِي إِلَيْهِ وَإِلَّا تَصْرِفْ
عَنِّي كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُنْ مِنَ الْجَاهِلِينَ} [يوسف: 33]
Yusuf berkata: "Wahai Tuhanku, penjara lebih Aku sukai
daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. dan jika tidak Engkau hindarkan dari
padaku tipu daya mereka, tentu Aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan
mereka) dan tentulah Aku termasuk orang-orang yang bodoh." [Yusuf:33]
Ø Dari Mu'adz
bin Jabal radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa
sallam berdo'a ..
«اللهُمَّ
إِنِّي أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ
الْمَسَاكِينِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِي وَتَرْحَمَنِي، وَإِذَا أَرَدْتَ فِتْنَةً فِي
قَوْمٍ فَتَوَفَّنِي غَيْرَ مَفْتُونٍ، وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ
يُحِبُّكَ وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِي إِلَى حُبِّكَ
"Ya Allah .. sesungguhnya aku meminta kepada-Mu
amalan-amalan yang baik, meninggalkan perihal munkar, mencintai orang miskin,
dan Engkau memaafkan aku dan merahmati aku. Dan jika Engkau menginginkan cobaan
(pada agama) suatu kaum maka matikanlah aku tanpa terjerumus dalam cobaan itu,
dan aku meminta kepada-Mu cinta dari-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu,
dan cinta terhadap amalan yang mendekatkan kepada cinta-Mu". [Sunan
Tirmidzi: Sahih]
4)
Memperbanyak ibadah.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَظَنَّ
دَاوُودُ أَنَّمَا فَتَنَّاهُ فَاسْتَغْفَرَ رَبَّهُ وَخَرَّ رَاكِعًا وَأَنَابَ} [ص: 24]
Dan Daud mengetahui bahwa kami mengujinya; Maka ia meminta
ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud (shalat) dan bertaubat. [Shaad:24]
5)
Amar ma’fur nahi mungkar.
Dari Zainab bint Jahsy radhiyallahu 'anha; Bahwasanya
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatanginya pada suatu hari dalam
keadaan terkejut dan bersabda:
«لاَ
إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ، فُتِحَ
اليَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ» وَحَلَّقَ
بِإِصْبَعِهِ الإِبْهَامِ وَالَّتِي تَلِيهَا، قَالَتْ زَيْنَبُ بِنْتُ جَحْشٍ
فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ: أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ؟ قَالَ: «نَعَمْ
إِذَا كَثُرَ الخَبَثُ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah, celakalah
org Arab dari keburukan yang sudah dekat, telah dibuka hari ini dinding yg
mengurung Ya'juj dan Ma'juj seperti ini". Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam melingkarkan ibu jarinya dengan telunjuk. Zainab bertanya: Ya
Rasulullah, apakah kami akan dibinasakan padahal diantara kami ada orang-orang
yang salih? Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:
"Iya, jika keburukan (maksiat) sudah banyak". [Shahih Bukhari dan
Muslim]
Lihat: Hadits Zainab binti Jahsy; Maksiat sebab kebinasaan
6)
Melawan dan menjauhkan diri dari sebab-sebab fitnah.
Dari Abdullah bin Abu Sha’sha’ah –rahimahullah-;
Bahwasanya Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu 'anhu berkata
kepadanya: Sungguh aku melihatmu mencintai kambing dan engkau memeliharanya,
maka rawatlah dan perbaikilah gembalaannya, karena sesungguhnya aku mendengar
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
«يَأْتِي
عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، تَكُونُ الغَنَمُ فِيهِ خَيْرَ مَالِ المُسْلِمِ،
يَتْبَعُ بِهَا شَعَفَ الجِبَالِ، أَوْ سَعَفَ الجِبَالِ فِي مَوَاقِعِ القَطْرِ،
يَفِرُّ بِدِينِهِ مِنَ الفِتَنِ» [صحيح البخاري]
"Akan datang kepada manusia suatu zaman yang saat itu
kambing akan menjadi harta seorang muslim yang paling baik, dia
menggembalakannya di gunung-gunung atau di puncak gunung dan lembah-lembah
tempat turunnya air hujan, karena dia lari menyelamatkan agamanya untuk
menghindari fitnah (krisis agama) ". [Shahih Bukhari]
7)
Berhati-hati terhadap berita dan media.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَإِذَا
جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ
إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ
يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ
لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا} [النساء: 83]
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang
keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. dan kalau mereka
menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri (ulama) di antara mereka, tentulah
orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari
mereka (rasul dan ulil Amri). kalau tidaklah Karena karunia dan rahmat Allah
kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di
antaramu).
[An-Nisaa':83]
8)
Yakin dengan pertolongan Allah 'azza wajalla.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَلَيَنْصُرَنَّ
اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ} [الحج: 40]
Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong
(agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa. [Al-Hajj: 40-41]
Lihat: Bagaimana kita selamat dari fitnah (cobaan)
Wallahu a'lam!
Lihat juga: Hati yang berbaik sangka kepada Allah - Hati yang mencintai Allah - Minta Hati yang selamat

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...