بسم
الله الرحمن الرحيم
Abu Ad-Darda' radhiyallahu 'anhu berkata:
خَرَجَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ،
وَنَحْنُ نَذْكُرُ الْفَقْرَ وَنَتَخَوَّفُهُ، فَقَالَ: «آلْفَقْرَ تَخَافُونَ؟
وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَتُصَبَّنَّ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا صَبًّا، حَتَّى
لَا يُزِيغَ قَلْبَ أَحَدِكُمْ إِزَاغَةً إِلَّا هِيهْ، وَايْمُ اللَّهِ، لَقَدْ
تَرَكْتُكُمْ عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا وَنَهَارُهَا سَوَاءٌ» قَالَ
أَبُو الدَّرْدَاءِ: صَدَقَ وَاللَّهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «تَرَكَنَا وَاللَّهِ
عَلَى مِثْلِ الْبَيْضَاءِ، لَيْلُهَا وَنَهَارُهَا سَوَاءٌ»
"Suatu ketika, Rasulullah ﷺ keluar menemui kami, sementara kami sedang menyebut-nyebut
tentang kefakiran (kemiskinan) dan merasa takut akan hal itu. Maka beliau
bersabda, 'Takutkah kalian kepada kefakiran?! Demi Dzat yang jiwaku berada di
tangan-Nya, sungguh dunia ini akan dicurahkan kepada kalian sedemikian rupa,
hingga tidak ada yang dapat memalingkan hati seseorang dari kalian (dari
kebenaran) selain (godaan) dunia itu sendiri. Dan demi Allah, sungguh aku telah
meninggalkan kalian di atas jalan yang putih (terang benderang), yang malam dan
siangnya sama (jelas).'"
Abu Ad-Darda' berkata, "Demi Allah, sungguh Rasulullah ﷺ itu benar. Demi Allah, beliau benar-benar meninggalkan kami di
atas jalan yang putih (terang benderang), yang malam dan siangnya sama
(jelas)." [Sunan Ibnu Majah: Diharapkan oleh syekh Albaniy]
Penjelasan singkat hadits ini:
1.
Biografi Abu
Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu.
Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/
2.
Takut miskin adalah
godaan syaitan.
Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ
الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ وَاللَّهُ يَعِدُكُمْ مَغْفِرَةً مِنْهُ
وَفَضْلًا وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ} [البقرة: 268]
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan
dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjadikan untukmu
ampunan daripada-Nya dan karunia. Dan Allah Maha luas (karunia-Nya) lagi Maha
Mengatahui.
[Al-Baqarah:268]
Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 16; Keutamaan miskin
3.
Nabi ﷺ tidak takut umatnya miskin, justru takut dengan kenikmatan
dunia.
Dari 'Amr bin 'Auf radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«فَوَاللَّهِ مَا
الفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ، وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ
الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا
تَنَافَسُوهَا، وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian, akan
tetapi aku khawatir jika kenikmatan dunia dilapangkan atas kalian sebagaimana
telah dilapangkan atas umat sebelum kalian. Kemudian kalian berlomba-lomba
meraihnya sebagaimana mereka berlomba-lomba dan akhirnya membinasakan kalian
sebagaimana telah membinasakan mereka”. [Shahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 07; Waspada dari kegemerlapan duniawi dan berlomba padanya
4.
Allah 'azza wajalla telah menjamin
rezki setiap makhluk.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي
الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا} [هود: 6]
Dan tidak ada suatu binatang melata (bernyawa) pun di bumi
melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya. [Huud:6]
Lihat: Rezeki hanya dari Allah
5.
Tanda akhir zaman,
harta dilimpahkan.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«لَا تَقُومُ السَّاعَةُ
حَتَّى يَكْثُرَ فِيكُمُ الْمَالُ، فَيَفِيضَ، حَتَّى يُهِمَّ رَبَّ الْمَالِ مَنْ
يَقْبَلُ صَدَقَتَهُ، وَحَتَّى يَعْرِضَهُ، فَيَقُولَ الَّذِي يَعْرِضُهُ
عَلَيْهِ: لَا أَرَبَ لِي»
"Tidak akan terjadi kiamat sehingga harta melimpah ruah di kalangan
kalian, sampai-sampai pemilik harta merasa bingung (susah) mencari orang yang
mau menerima sedekahnya, dan ketika dia menawarkannya, orang yang ditawari
berkata, 'Aku tidak butuh.'" [Shahih Bukhari dan Muslim]
6.
Beratnya godaan
kenikmatan dunia.
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَاعْلَمُوا أَنَّمَا
أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ}
[الأنفال: 28]
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah
sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. [Al-Anfaal:28]
{يَاأَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ
وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ} [المنافقون: 9]
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu
melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka
mereka itulah orang-orang yang merugi. [Al-Munafiquun:9]
Ø Ka'ab bin
'Iyadh radhiyallahu
'anhu berkata, Nabi ﷺ
bersabda:
«إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ
فِتْنَةً، وَفِتْنَةُ أُمَّتِي المَالُ» [سنن الترمذي: صحيح]
"Sesungguhnya setiap umat itu memiliki fitnah dan fitnah umatku
adalah harta." [Sunan Tirmidziy: Shahih]
Lihat: Membentengi diri dan keluarga dari berbagai ujian (fitnah)
7.
Berdo'a agar
terhindar dari fitnah harta.
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: Nabi ﷺ sering berdo’a:
«اللَّهُمَّ إِنِّي
أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ وَالهَرَمِ، وَالمَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ، وَمِنْ
فِتْنَةِ القَبْرِ، وَعَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ
النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الفَقْرِ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ»
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, kepikunan, dosa-dosa
dan terlilit hutang, dan dari fitnah kubur serta siksa kubur, dan dari fitnah
neraka dan siksa neraka dan dari buruknya fitnah kekayaan, dan aku berlindung
kepada-Mu dari buruknya fitnah kefakiran, serta aku berlindung kepada-Mu dari
fitnah Al-Masih Ad-Dajjal." [Shahih Bukhari dan Muslim]
Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 10; Mewaspadai fitnah harta
8.
Miskin sesungguhnya
adalah miskin hati.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Nabi ﷺ bersabda:
«لَيْسَ الغِنَى عَنْ
كَثْرَةِ العَرَضِ، وَلَكِنَّ الغِنَى غِنَى النَّفْسِ»
“Bukanlah kekayaan itu karena banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu
adalah kaya hati." [Shahih Bukhari dan Muslim]
Ø Abu Dzar radhiyallahu 'anhu berkata;
Rasulullah ﷺ bertanya:
«يَا أَبَا ذَرٍّ أَتَرَى
كَثْرَةَ الْمَالِ هُوَ الْغِنَى؟» قُلْتُ: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ:
«فَتَرَى قِلَّةَ الْمَالِ هُوَ الْفَقْرُ؟»، قُلْتُ: نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ،
قَالَ: «إِنَّمَا الْغِنَى غِنَى الْقَلْبِ، وَالْفَقْرُ فَقْرُ الْقَلْبِ» [صحيح ابن حبان]
“Wahai Abi Dzar, apakah menurutmu banyak harta itu adalah kekayaan? Aku
bemenjawab: Iya, wahai Rasulullah! Beliau bertanya lagi: Lalu apakah menurutmu
sedikit harta itu adalah kemiskinan? Aku menjawab: Iya, wahai Rasulullah!
Beliau bersabda: “Sesungguhnya kaya itu adalah kaya dalam hati, dan miskin itu
adalah miskin dalam hati”. [Shahih Ibnu Hibban]
Ø Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata,
Rasulullah ﷺ bersabda:
«ارْضَ بِمَا قَسَمَ
اللَّهُ لَكَ تَكُنْ أَغْنَى النَّاسِ» [سنن الترمذي: حسن]
"Terimalah pemberian Allah dengan rela niscaya kau menjadi orang
terkaya." [Sunan Tirmidziy: Hasan]
Lihat: Agar dunia datang dalam keadaan hina (tunduk)
9.
Nafsu manusia tidak
pernah terpuaskan.
Ibnu Zubair radhiyallahu 'anhuma berkata dalam khotbahnya di atas mimbar ketika di Makkah,
"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Nabi ﷺ bersabda,
«لَوْ أَنَّ ابْنَ آدَمَ
أُعْطِيَ وَادِيًا مَلْئًا مِنْ ذَهَبٍ أَحَبَّ إِلَيْهِ ثَانِيًا، وَلَوْ
أُعْطِيَ ثَانِيًا أَحَبَّ إِلَيْهِ
ثَالِثًا، وَلاَ يَسُدُّ جَوْفَ ابْنِ آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ
عَلَى مَنْ تَابَ»
'Sekiranya anak Adam diberi satu bukit yang dipenuhi dengan emas, niscaya ia akan menginginkan bukit yang kedua, dan apabila diberi yang kedua, niscaya ia menginginkan bukit yang ketiga, dan tidaklah ada yang dapat memenuhi perut anak Adam melainkan tanah (kuburannya), dan Allah akan menerima tobat siapa saja yang bertobat.' [Shahih Bukhari]
10.
Kesempurnaan ajaran
Nabi Muhammad ﷺ.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ
لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ
الْإِسْلَامَ دِينًا} [المائدة: 3]
Pada hari Ini telah Ku-sempurnakan untuk kamu agamamu, dan
telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama
bagimu.
[Al-Maidah:3]
Ø Dari Ibnu
Mas’ud radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«أَيُّهَا النَّاسُ،
إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ شَيْءٍ يُقَرِّبُكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ وَيُبْعِدُكُمْ مِنَ
النَّارِ إِلَّا قَدْ أَمَرْتُكُمْ بِهِ، وَلَيْسَ شَيْءٌ يُقَرِّبُكُمْ مِنَ
النَّارِ وَيُبْعِدُكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَّا قَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ» [مصنف ابن أبي شيبة: حسنه الألباني]
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya tidak ada sesuatu yang mendekatkan
kalian kepada surga dan menjauhkan kalian dari neraka kecuali aku telah
memerintahkannya kepada kalian, dan tidak ada sesuatu yang mendekatkan kalian
kepada neraka dan menjauhkan kalian dari surga kecuali aku telah melarangnya
pada kalian”. [Mushannaf Ibnu Abi Syaibah: Hasan]
Lihat: Bahaya bid'ah
11.
Yang berpaling dari
ajaran Nabi ﷺ akan binasa
Al-'Irbaad bin Sariyah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«لقد تركتكم على مثل
البيضاء، ليلها كنهارها، لا يزيغ عنها إلا هالك» [صحيح الترغيب والترهيب]
“Aku telah meninggalkan kalian di atas jalan yang terang dan jelas,
malamnya sama dengan siangnya, tidak ada yang melenceng darinya kecuali ia akan
celaka”. [Sahih At-Targiib wa At-Tarhiib]
Ø Dari Abu
Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«ذَرُونِي مَا
تَرَكْتُكُمْ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِهِمْ
وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ»
[صحيح البخاري
مسلم]
"Abaikanlah (jangan tanyakan) apa yang aku tidak ajarkan kepada
kalian, karena sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian karena banyak
bertanya dan berselisih dengan para nabi mereka". [Sahih Bukhari dan
Muslim]
Ø Dari Abdullah
bin Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ لِكُلِّ عَابِدٍ
شِرَّةً، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً، فَإِمَّا إِلَى سُنَّةٍ، وَإِمَّا إِلَى
بِدْعَةٍ، فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّةٍ، فَقَدِ اهْتَدَى، وَمَنْ
كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ» [مسند أحمد: صحيح]
“Setiap amalan itu punya waktu semangat, dan semua waktu semangat punya
waktu lemah (bosan). Maka barangsiapa yang memanfaatkan waktu bosannya pada
sunnahku maka ia telah mendapat hidayah, dan barangsiapa yang memanfaatkan
waktu bosannya pada selain itu maka ia telah binasa”. [Musnad Ahmad: Shahih]
Lihat: Hadits tentang sebab kebinasaan
Wallahu a'lam!
Lihat juga: Hati adalah bejana - Sifat hati yang suka terbolak-balik 3 penggerak hati; Harapan, takut dan cinta

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...