Rabu, 25 Maret 2026

Do'a agar hati diberi hidayah

بسم الله الرحمن الرحيم

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يَدْعُو: «رَبِّ أَعِنِّي وَلا تُعِنْ عَلَيَّ، وَانْصُرْنِي وَلا تَنْصُرْ عَلَيَّ، وَامْكُرْ لِي وَلا تَمْكُرْ عَلَيَّ، وَاهْدِنِي وَيَسِّرِ الْهُدَى إِلَيَّ، وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ بَغَى عَلَيَّ، رَبِّ اجْعَلْنِي لَكَ شَكَّارًا، لَكَ ذَكَّارًا، لَكَ رَهَّابًا، لَكَ مِطْوَاعًا، إِلَيْكَ مُخْبِتًا، لَكَ أَوَّاهًا مُنِيبًا، رَبِّ تَقَبَّلْ تَوْبَتِي، وَاغْسِلْ حَوْبَتِي، وَأَجِبْ دَعْوَتِي، وَثَبِّتْ حُجَّتِي، وَاهْدِ قَلْبِي وَسَدِّدْ لِسَانِي، وَاسْلُلْ سَخِيمَةَ قَلْبِي»

Ya Rasulullah biasa berdoa: "Ya Rabb, bantulah aku dan jangan Engkau bantu orang lain untuk mencelakaiku. Tolonglah aku dan jangan Engkau tolong musuhku atas diriku. Berilah aku strategi (dalam menghadapi musuh) dan jangan Engkau strategi (orang lain) untuk mencelakaiku. Berilah aku petunjuk dan mudahkanlah petunjuk itu untukku. Tolonglah aku menghadapi orang yang berbuat zalim kepadaku. Ya Rabb, jadikanlah aku hamba yang banyak bersyukur kepada-Mu, banyak mengingat-Mu, banyak takut kepada-Mu, banyak taat kepada-Mu, yang tunduk (khusyuk) kepada-Mu, yang banyak merendahkan diri (berdoa) dan kembali (bertaubat) kepada-Mu. Ya Rabb, terimalah taubatku, bersihkanlah dosaku, kabulkanlah doaku, teguhkanlah hujjahku (argumentasiku), berilah petunjuk hatiku, luruskanlah lisanku, dan cabutlah kedengkian dari hatiku." [Musnad Ahmad: Shahih]

Penjelasan singkat hadits ini:

1.      Biografi Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma.

Lihat: Keistimewaan Abdullah bin ‘Abbas

2.      Perbanyak do'a terkhusus di bulan Ramadhan.

Di sela ayat-ayat tentang puasa, Allah subhanahu wata'ala berjanji mengabulkan do'a, Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ} [البقرة: 186]

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang aku, Maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. [Al-Baqarah:186]

Ø  Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu ; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ المَظْلُومِ» [سنن الترمذي: حسن]

“Tiga orang yang tidak ditolak do’anya: Orang yang berpuasa sampai berbuka, pemimpin yang adil, dan do’a orang yang terdzalimi”. [Sunan Tirmidziy: Hasan]

Lihat: Ramadhan; Bulan do’a

3.      Minta bantuan dan pertolongan hanya kepada Allah ta'aalaa.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ (5) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ} [الفاتحة : 5-6]

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. [Al-Fatihah: 5-6]

Ø  Dari Abu Al-‘Abbas Abdullah bin 'Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Aku pernah berada di belakang Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- pada suatu hari, beliau bersabda:

«يَا غُلَامُ، إِنِّي أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ؛ احْفَظِ اللهَ يَحْفَظْكَ، احْفَظِ اللهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ، إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ، وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ، لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ لَكَ، وَلَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللهُ عَلَيْكَ، رُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَجَفَّتِ الصُّحُفُ»

"Hai 'nak, sesungguhnya aku akan mengajarimu beberapa kalimat; jagalah Allah niscaya Ia menjagamu, jagalah Allah niscaya kau menemui-Nya di hadapanmu, bila kau meminta, mintalah pada Allah dan bila kau meminta pertolongan, mintalah kepada Allah, ketahuilah sesungguhnya seandainya ummat bersatu untuk memberimu manfaat, mereka tidak akan memberi manfaat apa pun selain yang telah ditakdirkan Allah untukmu dan seandainya bila mereka bersatu untuk membahayakanmu, mereka tidak akan membahayakanmu sama sekali kecuali yang telah ditakdirkan Allah padamu, pena-pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering (maksudnya takdir telah ditetapkan)". [Sunan At-Tirmidziy: Hasan shahih]

Lihat: Syarah Arba’in hadits (19) Ibnu ‘Abbas; Jagalah Allah niscaya Ia menjagamu

4.      Senantiasa meminta hidayah.

Dari Abu Dzar Al-Gifariy -radhiyallahu ‘anhu-, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam yang beliau riwayatkan dari Allah 'azza wajalla (dalam sebuah hadits Qudsi):

«يا عبادي! كلّكم ضالّ إلا من هديته، فاستهدوني أهدكم»

“Wahai hamba-Ku .. kalian semua sesat kecuali yang Aku beri hidayah, maka mintalah hidayah dari-Ku dan Aku akan memberimu hidayah. [Shahih Muslim]

Lihat: Syarah Arba’in hadits (24) Abu Dzar; Keharaman perbuatan dzalim

5.      Keutamaan bersyukur.

Diantaranya:

1)          Bersyukur untuk mendapat ridah Allah 'azza wajalla.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{إِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنْكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِنْ تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ} [الزمر: 7]

Jika kamu kafir maka sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu. [Az-Zumar: 7]

2)          Allah memberi balasan bagi orang yang bersyukur.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ} [آل عمران: 144]

Dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. [Ali ‘Imran: 144]

3)          Bersyukur agar nikmat ditambah.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ} [إبراهيم: 7]

Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". [Ibrahim:7]

4)          Menolak adzab Allah dengan bersyukur.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{مَا يَفْعَلُ اللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِنْ شَكَرْتُمْ وَآمَنْتُمْ وَكَانَ اللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًا} [النساء: 147]

Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman?! Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. [An-Nisaa’: 147]

Lihat: Raih keselamatan dengan bersyukur

6.      Keutamaan banyak berdzikir.

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:

{وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا} [الأحزاب: 35]

"Dan laki-laki atau perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah Telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar". [Al-Ahzab:35]

Lihat: Keutamaan dzikir menurut Ibnu Al-Qayyim

7.      Keutamaan rasa takut kepada Allah ta'aalaa.

Anas bin Malik radhiallahu'anhu berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ دَخَلَ عَلَى شَابٍّ وَهُوَ فِي الْمَوْتِ، فَقَالَ: «كَيْفَ تَجِدُكَ؟» قَالَ: وَاللهِ يَا رَسُولَ اللهِ إِنِّي أَرْجُو اللهَ، وَإِنِّي أَخَافُ ذُنُوبِي! فَقَالَ رَسُولُ اللهِ ﷺ: «لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ»

Nabi pernah menjenguk seorang pemuda yang sedang dalam keadaan sakaratul maut. Beliau bertanya, "Bagaimana engkau rasakan?" Pemuda itu menjawab, "Demi Allah, wahai Rasulullah, aku berharap kepada Allah dan aku takut akan dosa-dosaku." Maka Rasulullah bersabda, "Tidaklah kedua perasaan ini (harap dan takut) berkumpul dalam hati seorang hamba di saat seperti ini, melainkan Allah akan memberikan apa yang ia harapkan dan menjaganya dari apa yang ia takutkan." [Sunan Tirmidziy: Hasan]

Lihat: 3 penggerak hati; Harapan, takut dan cinta

8.      Meminta agar jadikan bersyukur, berdzikir dan beribadah dengan baik.

Dari Mu'adz bin Jabal bahwa Rasulullah shallallahu wa'alaihi wa sallam menggandeng tangannya dan berkata:

«أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لَا تَدَعَنَّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ تَقُولُ: اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ »

"Wahai Mu'adz, demi Allah, aku mencintaimu." Kemudian beliau berkata: "Aku wasiatkan kepadamu wahai Mu'adz, janganlah engkau tinggalkan setiap akhir shalat untuk mengucapkan: "Ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepadaMu serta beribadah kepadaMu dengan baik.” [Sunan Abu Daud: Shahih]

Lihat: Hadits Mu'adz; Do'a di akhir shalat

9.      Meminta agar taubat diterima dan dosa dibersihkan.

Dari Abdullah bin Abi Aufa radhiyallahu ‘anhuma:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يَدْعُو فَيَقُولُ: «اللهُمَّ طَهِّرْنِي بِالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَالْمَاءِ الْبَارِدِ، اللهُمَّ طَهِّرْ قَلْبِي مِنَ الْخَطَايَا كَمَا طَهَّرْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ ذُنُوبِي كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَدُعَاءٍ لَا يُسْمَعُ، وَعِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَؤُلَاءِ الْأَرْبَعِ، اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِيشَةً تَقِيَّةً، وَمِيتَةً سَوِيَّةً، وَمَرَدًّا غَيْرَ مُخْزٍ»

Rasulullah ﷺ berdoa: "Ya Allah, sucikanlah aku dengan salju, air hujan yang dingin, dan air yang sejuk. Ya Allah, bersihkanlah hatiku dari kesalahan-kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju putih dari kotoran. Jauhkanlah antara aku dan dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak pernah puas, doa yang tidak didengar, dan ilmu yang tidak bermanfaat. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keempat hal tersebut. Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kehidupan yang bertakwa, kematian yang baik, dan tempat kembali yang tidak menghinakan." [Musnad Ahmad: Shahih ligairih]

Lihat: Hati yang suci

10.  Meminta agar do’a dikabulkan.

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:

{رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ} [ابراهيم : 40]

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. [Ibrahim: 40]

Lihat: Mengapa do'a kita tidak dikabulkan?

11.  Hujjah harus kuat.

Lihat: Adab berdebat dan berselisih pendapat

12.  Hidayah hati di tangan Allah ta'aalaa.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ} [القصص: 56]

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. [Al-Qashash:56]

Ø  Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma berkata:

«كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَخْطُبُ النَّاسَ، يَحْمَدُ اللَّهَ وَيُثْنِي عَلَيْهِ بِمَا هُوَ أَهْلُهُ، ثُمَّ يَقُولُ: «مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَخَيْرُ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ»

Rasulullah berkhutbah di hadapan manusia. Beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya dengan pujian yang layak bagi-Nya. Kemudian beliau bersabda: "Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk. Dan sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah." [Shahih Muslim]

13.  Kadar keimanan menentukan kadar hidayah hati.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:

{مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ} [التغابن : 11]

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. [At-Tagabun: 11]

14.  Keutamaan lisan yang jujur.

Dari Anas bin Malik radhiallahu'anhu; Rasulullah bersabda:

«لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ، وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ، وَلَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ رَجُلٌ  لَا يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَائِقَهُ»

"Tidaklah lurus iman (amalan dzahirnya) seorang hamba sehingga hatinya lurus, dan tidaklah lurus hatinya sehingga lisannya lurus. Tidak akan masuk surga seseorang yang tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya." [Musnad Ahmad: Dihasankan oleh syekh Albaniy dalam Shahih At-Targiib]

Lihat: Hadits Abu Sa’id; Pesan seluruh tubuh kepada lidah

15.  Keutamaan hati yang bersihkan dari iri dan dengki.

Abdullah bin 'Amru radhiyallahu ‘anhuma berkata:

قِيلَ لِرَسُولِ اللَّهِ ﷺ: أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «كُلُّ مَخْمُومِ الْقَلْبِ، صَدُوقِ اللِّسَانِ»، قَالُوا: صَدُوقُ اللِّسَانِ، نَعْرِفُهُ، فَمَا مَخْمُومُ الْقَلْبِ؟ قَالَ: «هُوَ التَّقِيُّ النَّقِيُّ، لَا إِثْمَ فِيهِ، وَلَا بَغْيَ، وَلَا غِلَّ، وَلَا حَسَدَ»

Rasulullah ditanya, "Siapakah manusia yang paling utama?" Beliau menjawab, "Setiap orang yang bersih hatinya dan jujur lisannya." Mereka bertanya, "(Orang yang) jujur lisannya kami mengetahuinya, lalu apa yang dimaksud dengan bersih hati?" Beliau menjawab, "Yaitu orang yang bertakwa, bersih, tidak ada dosa padanya, tidak (suka) melampaui batas, tidak (memiliki) dendam, dan tidak (hasad) iri hati." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]

Lihat: Hati yang bersih

Wallahu a'lam!

Lihat juga: Miskin hati - Hati adalah bejana - Sifat hati yang suka terbolak-balik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...