Jumat, 13 Maret 2026

Sifat hati yang suka terbolak-balik

بسم الله الرحمن الرحيم

An-Nawwas bin Sam'an Al-Kilabiy radhiyallahu 'anhu berkata, Aku mendengar Rasulullah bersabda:

«مَا مِنْ قَلْبٍ إِلَّا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ، إِنْ شَاءَ أَقَامَهُ، وَإِنْ شَاءَ أَزَاغَهُ» وَكانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «يَا مُثبِّتَ الْقُلُوبِ، ثبِّتْ قُلُوبَنَا عَلَى دِينِكَ» [سنن ابن ماجه: صحيح]

'Tidak ada satu hati pun melainkan berada di antara dua jari dari jari-jari Ar-Rahman. Jika Dia menghendaki, Dia meluruskannya, dan jika Dia menghendaki, Dia menyesatkannya.'" Dan Rasulullah biasa berdoa, "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu." [Sunan Ibnu Majah: Shahih]

Ø  Ummu Salamah radhiyallahu 'anha menceritakan:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يُكْثِرُ فِي دُعَائِهِ أَنْ يَقُولَ: «اللهُمَّ مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ». قَالَتْ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، أَوَ إِنَّ الْقُلُوبَ لَتَتَقَلَّبُ؟ قَالَ: «نَعَمْ، مَا مِنْ خَلْقِ اللهِ مِنْ بَنِي آدَمَ مِنْ بَشَرٍ إِلَّا أَنَّ قَلْبَهُ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللهِ، فَإِنْ شَاءَ اللهُ عز وجل أَقَامَهُ، وَإِنْ شَاءَ أَزَاغَهُ، فَنَسْأَلُ اللهَ رَبَّنَا أَنْ لَا يُزِيغَ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَانَا، وَنَسْأَلُهُ أَنْ يَهَبَ لَنَا مِنْ لَدُنْهُ رَحْمَةً، إِنَّهُ هُوَ الْوَهَّابُ» [مسند أحمد: حسن لغيره]

Bahwa Rasulullah sering memperbanyak doa dengan mengucapkan: "Ya Allah, Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu." Ummu Salamah berkata, "Aku bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah hati itu benar-benar berbolak-balik?' Beliau menjawab, 'Ya, tidak ada seorang pun dari anak Adam melainkan hatinya berada di antara dua jari dari jari-jari Allah. Jika Allah 'Azza wa Jalla menghendaki, Dia meluruskannya, dan jika Dia menghendaki, Dia menyesatkannya. Maka kita memohon kepada Allah Rabb kita agar tidak menyesatkan hati kita setelah Dia memberi petunjuk kepada kita, dan kita memohon kepada-Nya agar menganugerahkan kepada kita rahmat dari sisi-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Pemberi.'" [Musnad Ahmad: Hasan ligairih]

Ø  Dari Abdullah bin Amru radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«إن قلوب بني آدم كلها بين إصبعين من أصابع الرحمن، كقلب واحد، يصرفه حيث يشاء». ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ «اللهم! مصرف القلوب! صرف قلوبنا على طاعتك» [صحيح مسلم]

"Sesungguhnya hati semua anak Adam berada di antara dua jari dari jari-jari Allah Yang Maha Pemurah, seperti satu hati saja, Dia memalingkannya sesuai kehendak-Nya." Kemudian Rasulullah berdoa, "Ya Allah, Maha Pembolak-balik hati, palingkanlah hati kami untuk taat kepada-Mu." [Shahih Muslim]

Ø  Anas bin Malik radhiallahu'anhu berkata:

«كَانَ رَسُولُ اللهِ ﷺ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ» فَقُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ آمَنَّا بِكَ وَبِمَا جِئْتَ بِهِ، فَهَلْ تَخَافُ عَلَيْنَا؟ قَالَ: «نَعَمْ، إِنَّ الْقُلُوبَ بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ اللهِ يُقَلِّبُهَا كَيْفَ يَشَاءُ» [سنن الترمذي: صحيح]

“Rasulullah sering membaca doa: ‘Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu.’ Aku (Anas) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kami telah beriman kepadamu dan kepada apa yang engkau bawa, apakah engkau khawatir terhadap kami?’ Beliau menjawab, ‘Ya. Sesungguhnya hati-hati manusia berada di antara dua jari di antara jari-jari Allah, Dia membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya.’” [Sunan Tirmidziy: Shahih]

Ø  Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ ﷺ كَانَ يُكْثِرُ أَنْ يَقُولَ: «يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَطَاعَتِكَ» فَقِيلَ لَهُ: يَا رَسُولَ اللهِ - قَالَ عَفَّانُ: فَقَالَتْ لَهُ عَائِشَةُ: - إِنَّكَ تُكْثِرُ أَنْ تَقُولَ: «يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ وَطَاعَتِكَ». قَالَ: «وَمَا يُؤْمِنِّي، وَإِنَّمَا قُلُوبُ الْعِبَادِ بَيْنَ أُصْبُعَيِ الرَّحْمَنِ، إِنَّهُ إِذَا أَرَادَ أَنْ يُقَلِّبَ قَلْبَ عَبْدٍ قَلَّبَهُ»

"Bahwasanya Rasulullah sering membaca doa: 'Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu.' Maka dikatakan kepada beliau: 'Wahai Rasulullah - dalam riwayat 'Affan disebutkan: Aisyah berkata kepada beliau - "Sesungguhnya engkau sering mengucapkan: 'Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan ketaatan kepada-Mu.'" Beliau bersabda: "Apa yang memberi rasa aman kepadaku (dari tipu daya setan dan takdir Allah), sesungguhnya hati-hati para hamba itu berada di antara dua jari Ar-Rahman. Apabila Dia menghendaki untuk membolak-balikkan hati seorang hamba, niscaya Dia akan membolak-balikkannya." [Musnad Ahmad: Hasanligairih]

Faedah singkat dari hadits ini:

1.      Biografi An-Nawwas bin Sam'an Al-Kilabiy radhiyallahu ‘anhu.

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/

2.      Biografi Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha.

Lihat: Keistimewaan Ummu Salamah

3.      Biografi Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma.

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/

4.      Biografi Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu.

Lihat: https://umar-arrahimy.blogspot.com/

5.      Biografi Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Lihat: Aisyah binti Abi Bakr dan keistimewaannya

6.      Pentingnya senantiasa membaca do'a ini.

Terkhusus di bulan Ramadhan yang penuh dengan waktu mustajab.

Lihat: Ramadhan; Bulan do’a

7.      Sifat orang berakal, meminta agar hatinya diteguhkan setelah mendapat hidayah.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ} [آل عمران : 8]

(Mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia)". [Ali ‘Imran: 8]

8.      Mengimani sifat "tangan" dan "jari" bagi Allah subhanahu wata'aalaa.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{وَقَالَتِ الْيَهُودُ يَدُ اللَّهِ مَغْلُولَةٌ ۚ غُلَّتْ أَيْدِيهِمْ وَلُعِنُوا بِمَا قَالُوا ۘ بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ يُنفِقُ كَيْفَ يَشَاءُ} [المائدة : 64]

Orang-orang Yahudi berkata: "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dilaknat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. (Tidak demikian), tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. [Al-Ma'idah: 64].

Ø  Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:

«جَاءَ حَبْرٌ مِنَ الأَحْبَارِ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ إِنَّا نَجِدُ: أَنَّ اللَّهَ يَجْعَلُ السَّمَوَاتِ عَلَى إِصْبَعٍ وَالأَرَضِينَ عَلَى إِصْبَعٍ، وَالشَّجَرَ عَلَى إِصْبَعٍ، وَالمَاءَ وَالثَّرَى عَلَى إِصْبَعٍ، وَسَائِرَ الخَلاَئِقِ عَلَى إِصْبَعٍ، فَيَقُولُ أَنَا المَلِكُ، فَضَحِكَ النَّبِيُّ ﷺ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ تَصْدِيقًا لِقَوْلِ الحَبْرِ، ثُمَّ قَرَأَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: {وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ، وَالأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ القِيَامَةِ، وَالسَّمَوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ، سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ} [الزمر: 67]» [صحيح البخاري ومسلم]

"Seorang pendeta Yahudi datang kepada Rasulullah dan berkata: 'Wahai Muhammad, kami mendapatkan (dalam kitab kami) bahwa Allah meletakkan langit-langit di atas satu jari, bumi-bumi di atas satu jari, pepohonan di atas satu jari, air dan tanah di atas satu jari, dan seluruh makhluk di atas satu jari, lalu berfirman: 'Akulah Raja.' Maka Nabi tertawa hingga tampak gigi geraham beliau, sebagai pembenaran terhadap perkataan pendeta itu. Kemudian Rasulullah membacakan ayat: {Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya. Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan}.'” [Az-Zumar: 67] [Shahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: Penetapan sifat “tangan” bagi Allah subhanahu wata’aalaa

9.      Mengimani sifat "masyiah" (kehendak) bagi Allah ‘azza wajalla.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{إِنَّ هَذِهِ تَذْكِرَةٌ فَمَنْ شَاءَ اتَّخَذَ إِلَى رَبِّهِ سَبِيلًا (29) وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمًا (30) يُدْخِلُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ وَالظَّالِمِينَ أَعَدَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا} [الإنسان: 29 - 31]

Sesungguhnya (ayat-ayat) Ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Tuhannya. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana. Dan memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmat-Nya (surga). Dan bagi orang-orang zalim disediakan-Nya azab yang pedih. [Al-Insaan: 29-31]

Lihat: Kehendak Allah kauniyah dan syar’iyah

10.  Perkara hidayah dan kesesatan adalah ketetapan Allah ta'aalaa.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{فَمَن يُرِدِ اللَّهُ أَن يَهْدِيَهُ يَشْرَحْ صَدْرَهُ لِلْإِسْلَامِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُ يَجْعَلْ صَدْرَهُ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِي السَّمَاءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ اللَّهُ الرِّجْسَ عَلَى الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ} [الأنعام : 125]

Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. Begitulah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman. [Al-An'aam: 125]

11.  Selalu takut dan tidak boleh merasa aman dari kesesatan.

Ibnu Abi Mulaikah rahimahullah berkata:

«أدركتُ ثلاثين مِنْ أصحابِ النَّبيِّ ﷺ، كلهم يخاف النِّفاق على نفسه، ما منهم أحدٌ يَقُولُ: إِنه على إيمان جبريل وميكائيل»

“Aku mendapati tigapuluh dari sahabat Nabi semuanya takut dari kemunafikan pada dirinya, tidak ada satupun dari mereka yang mengatakan bahwa ia memiliki iman seperti imannya Jibril dan Mikail”.

Lihat: Kitab Iman bab 37; Kekhawatiran seorang mukmin bila amalnya terhapus tanpa sadar

12.  Rasulullah mengkhawatirkan para sahabatnya.

Dari Mahmud bin Labid radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

«إِنَّ أَخْوَفَ مَا أَخَافُ عَلَيْكُمُ الشِّرْكُ الْأَصْغَرُ»

“Sesungguhnya di antara yang paling aku takutkan terjadi pada kalian adalah syirik kecil”.

Sahabat bertanya: Apa itu syirik kecil?

Rasulullah menjawab:

«الرِّيَاءُ، يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: إِذَا جُزِيَ النَّاسُ بِأَعْمَالِهِمْ: اذْهَبُوا إِلَى الَّذِينَ كُنْتُمْ تُرَاءُونَ فِي الدُّنْيَا فَانْظُرُوا هَلْ تَجِدُونَ عِنْدَهُمْ جَزَاءً» [مسند أحمد: حسن]

Ia adalah Riya, Allah berkata kepada mereka pada hari kiamat di saat manusia mendapat balasan dari amalannya: "Pergilah kalian pada orang-orang yang kau lakukan ibadah deminya di dunia, lihatlah apakah mereka bisa memberimu imbalan?". [Musnad Ahmad: Hasan]

Lihat: Awas ada syirik!

Ø  Dari 'Amr bin 'Auf radhiyallahu 'anhu; Rasulullah bersabda:

«فَوَاللَّهِ مَا الفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ، وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا، وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ» [صحيح البخاري ومسلم]

“Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian, akan tetapi aku khawatir jika kenikmatan dunia dilapangkan atas kalian sebagaimana telah dilapangkan atas umat sebelum kalian. Kemudian kalian berlomba-lomba meraihnya sebagaimana mereka berlomba-lomba dan akhirnya membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka”. [Shahih Bukhari dan Muslim]

Lihat: Dunia yang terlaknat

13.  Pentingnya mengenal sifat-sifat hati.

Diantaranya:

1)      Mudah terbolak-balik.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ} [الأنعام : 110]

Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quran) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat. [Al-An'am: 110]

Ø  Dari Al-Miqdad bin Al-Aswad radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«لَقَلْبُ ابْنِ آدَمَ أَشَدُّ انْقِلَابًا مِنَ الْقِدْرِ إِذَا اجْتَمَعَتْ غَلْيًا» [مسند أحمد: حسن لغيره]

"Sungguh, hati anak Adam itu lebih cepat berubah daripada periuk yang sedang mendidih-didih." [Musnad Ahmad: Hasan ligairih]

Ø  Dari Abu Musa radhiyallahu 'anhu; Rasulullah bersabda:

«إِنَّ هَذَا الْقَلْبَ كَرِيشَةٍ بِفَلَاةٍ مِنَ الْأَرْضِ يُقِيمُهَا الرِّيحُ ظَهْرًا لِبَطْنٍ»

“Sesungguhnya hati ini bagaikan sehelai bulu di tanah lapang yang bolak-balik diombang-ambingkan angin”. [Musnad Ahmad: Hasan ligairih]

2)      Kadang hati menjadi buta.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا أَوْ آذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۖ فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ} [الحج : 46]

Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. [Al-Hajj: 46

3)      Hati terkunci.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا} [محمد : 24]

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran ataukah hati mereka terkunci? [Muhammad: 24]

{خَتَمَ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ} [البقرة: 7]

Allah telah mengunci-mati hati mereka (orang kafir). [Al-Baqarah: 7]

{وَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ} [التوبة: 87] [المنافقون: 3]

Dan hati mereka (orang munafiq) telah dikunci-mati, maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad). [Al-Taubah: 87]

{وَقَالَ مُوسَىٰ رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُ زِينَةً وَأَمْوَالًا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَن سَبِيلِكَ ۖ رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَىٰ أَمْوَالِهِمْ وَاشْدُدْ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُوا حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ} [يونس : 88]

Musa berkata: "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, ya Tuhan Kami -- akibatnya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan Engkau. Ya Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, maka mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih". [Yunus: 88]

4)      Hati tertutup.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{وَمِنْهُمْ مَنْ يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ} [الأنعام: 25]

Dan di antara mereka ada orang yang mendengarkan (bacaan)mu, padahal Kami telah meletakkan tutupan di atas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya. [Al-An’aam: 25]

Ø  Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu-; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«إِنَّ الْمُؤْمِنَ إِذَا أَذْنَبَ كَانَتْ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ فِي قَلْبِهِ، فَإِنْ تَابَ وَنَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ، صُقِلَ قَلْبُهُ، فَإِنْ زَادَ، زَادَتْ، فَذَلِكَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَهُ الله فِي كِتَابِهِ: {كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ} [المطففين: 14]»

“Sesungguhnya seorang mu'min jika melakukan suatu dosa akan menjadi titik hitam dalam hatinya. Namun jika ia bertaubat, lalu meninggalkannya, dan minta ampunan maka hatinya menjadi bersih. Akan tetapi jika ia menambah dosanya, maka titik hitam itupun akan bertambah. Itulah yang dinamakan "Ar-Raan" sebagaimana yang disebutkan Allah dalam kitab-Nya: {Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan (maksiat) itu menutupi hati mereka}”. [Sunan Ibnu Majah: Hasan]

5)      Hati yang berpaling.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{وَإِذَا مَا أُنزِلَتْ سُورَةٌ نَّظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ هَلْ يَرَاكُم مِّنْ أَحَدٍ ثُمَّ انصَرَفُوا ۚ صَرَفَ اللَّهُ قُلُوبَهُم بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُونَ} [التوبة: 127]

Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata): "Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?" Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti. [At-Taubah: 127]

{فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ} [الصف: 5]

Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah memalingkan hati mereka. [Ash-Shaff: 5]

Lihat: Sifat hati yang baik dan yang buruk dalam Al-Qur’an

Wallahu a'lam!

Lihat juga: 10 sebab kelapangan hati menurut syekh Abdurrazaq Al-Badr - Sebab-sebab kelapangan hati - Sebab-sebab hati menjadi tenang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...