Selasa, 03 Januari 2012

Allah benci orang GEMUK

بسم الله الرحمن الرحيم


Diriwayatkan oleh Imam Ath-Thabary (310H) rahimahullah dalam kitab tafsirnya pada surah Al-An'aam ayat 91 no.(13571) 4/3257:
قال : حدثنا ابن حميد قال : ثنا يعقوب القمي عن جعفر بن أبي المغيرة عن سيعد بن جبير قال : جاء رجل من اليهود يقال له مالك بن الصيف يخاصم النبي صلى الله عليه وسلم ، فقال له النبي صلى الله عليه وسلم : " أَنْشُدُكَ بِالَّذِي أَنْزَلَ التَّوْرَاةَ عَلَى مُوسَى ، أَمَا تَجِدُ فِي التَّوْرَاةِ أَنَّ اللَّهَ يُبْغِضُ الْحَبْرَ السَّمِينَ ؟ " وَكَانَ حَبْرًا سَمِينًا ، فَغَضِبَ
Sa'id bin Jubair rahimahullah berkata: Seorang Yahudi yang bernama Malik bin As-Shaif datang menantang Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepadanya: "Aku memintamu demi Allah yang menurunkan Taurat kepada Musa, tidakkah engkau mendapati dalam Taurat bahwa sesungguhnya Allah membenci pendeta yang gemuk?" Orang Yahudi tersebut adalah seorang pendeta yang gemuk, maka ia marah.
Sanad hadits ini lemah, karena Ibnu Humaid (248H) nama lengkapnya Muhammad bin Humaid At-Tamimy[1] periwayatan haditsnya lemah.

Selain itu Sa'id bin Jubair (95H) adalah seorang tabi'iy tidak pernah bertemu dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, maka dengan demikian sanadnya mursal (terputus).

Hadits ini juga diriwayatkan dari perkataan Ka'ab Al-Ahbaar radhiyallahu 'anhu. Diriwayatkan oleh Ibnu Ma'in (233H) rahimahullah dalam kitabnya "At-Taariikh" no.(4069) 4/222:
قَالَ عَبْدُ الصَّمَدِ، عَنْ شُعْبَةَ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ أَبِي النَّوَّارِ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ ذَكْوَانَ، عَنْ رَجُلٍ، عَنْ كَعْبٍ قَالَ: " إِنَّ اللهَ يُبْغِضُ أَهْلَ الْبَيْتِ اللَّحْمِيِّينَ وَالْحَبْرَ السَّمِينَ "
Ka'ab berkata: Sesungguhnya Allah membenci keluarga yang suka makan daging[2] , dan pendeta yang gemuk.

Tapi sanadnya juga lemah karena ada rawy yang tidak disebutkan namanya (mubham), dan Muhammad bin Abi An-Nawwar[3]; Abu Hatim (277H) mengatakan: Aku tidak mengenalnya.

Diriwayatkan juga oleh Ath-Thabary dalam kitabnya "Tahdzib Al-Atsaar" no.(515) 1/303:
قال : حدثني يونس قال : أخبرنا ابن وهب قال : أخبرني عبد الله بن عياش عن يزيد بن قَوْذَر عن كعب قال : «مَنْ تَضَعْضَعَ لِصَاحِبِ الدُّنْيَا وَالْمَالِ تَضَعْضَعَ دِينُهُ، وَالْتَمَسَ الْفَضْلَ عِنْدَ غَيْرِ الْمُفْضِلِ، وَلَمْ يُصِبْ مِنَ الدُّنْيَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللهُ لَهُ، وَإِنَّ اللهَ ليُبْغِضُ كُلَّ جَمَّاعٍ لِلْمَالِ، مَنَّاعٍ لِلْخَيْرِ، مُسْتَكْبِرٍ، وَيُبْغِضُ كُلَّ حَبْرٍ سَمِينٍ»
Ka'ab berkata: Barangsiapa yang merendah kepada orang yang memiliki kenikmatan dunia dan harta maka agamanya juga akan merendah, dan mencari kemuliaan pada orang yang tidak mulia, dan ia tidak akan mendapatkan sesuatu dari dunia ini kecuali apa yang sudah ditakdirkan Allah untuknya, dan sesungguhnya Allah membenci semua orang yang rakus mengumpulkan harta, tidak mau melakukan kebaikan, sombong, dan membenci semua pendeta yang gemuk.

Dalam sanadnya ada rawy yang bernama Yazid bin Qaudzar Al-Masry[4]; Ibnu Hibban mengagapnya tsiqah (haditsnya sahih), sedangkan Imam Bukhari  (256H) dalam kitabnya At-Tarikh Al-Kabiir, Ibnu Abi Hatim  (327H) dalam kitabnya Al-Jarh Wa At-Ta'diil hanya menyebutnya tanpa menghukumi ia lemah atau tidak.

Dalam sahih Bukhari dan Muslim (261H), dari 'Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«خَيْرُكُمْ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ ، إِنَّ بَعْدَكُمْ قَوْمًا يَخُونُونَ وَلاَ يُؤْتَمَنُونَ، وَيَشْهَدُونَ وَلاَ يُسْتَشْهَدُونَ، وَيَنْذِرُونَ وَلاَ يَفُونَ، وَيَظْهَرُ فِيهِمُ السِّمَنُ»
"Yang paling baik dari kalian adalah orang yang hidup di masaku, kemudian masa setelahnya, kemudian seetelahnya. Sesungguhnya pada masa yang akan datang ada kaum yang suka berkhianat dan tidak bisa dipercaya, mereka bersaksi sebelum diminta kesaksiaannya, bernazar tapi tidak melaksanakannya, dan nampak pada mereka ke-gemukan".

Dalam riwayat sahih Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«ثُمَّ يَخْلُفُ قَوْمٌ يُحِبُّونَ السَّمَانَةَ، يَشْهَدُونَ قَبْلَ أَنْ يُسْتَشْهَدُوا»
"Kemudian datang kaum yang suka menggemukkan badan, mereka bersaksi sebelum diminta bersaksi."

Imam Qurthubi (671H) rahimahullah berkata: Hadits ini adalah celaan bagi orang gemuk, karena gemuk yang disengaja disebabkan karena banyak makan, minum, santai, foya-foya, selalu tenang, dan terlalu mengikuti hawa nafsu. Ia adalah hamba bagi dirinya sendiri dan bukan hamda bagi Tuhannya, orang yang hidupnya seperti ini pasti akan terjerumus kepada yang haram, dan semua daging yang tumbuh dibadannya dari yang haram maka neraka adalah tempat yang tepat yang layak baginya. Allah -subhanahu wa ta'aalaa- telah mencela orang kafir karena banyak makan, dalam firman-Nya:
{وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ} [محمد: 12]
"Dan orang-orang kafir bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang. dan Jahannam adalah tempat tinggal mereka". [Muhammad:12]

Maka jika seorang mukmin meniru mereka dan menikmati kenikmatan dunia setiap saat, lantas dimana hakikat keimanan dan pelaksanaan Islam pada dirinya? Barangsiapa yang banyak makan dan minum, maka ia akan semakin rakus dan tamak, bertambah malas dan banyak tidur di malam hari. Siang harinya dipakai untuk makan dan minum, sedangkan malamnya hanya untuk tidur. [Jami' li Ahkam Al-Qur'an 13/394]

Dalam hadits lain dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" إِنَّهُ لَيَأْتِي الرَّجُلُ العَظِيمُ السَّمِينُ يَوْمَ القِيَامَةِ، لاَ يَزِنُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ، وَقَالَ: اقْرَءُوا {فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا} [ الكهف : 105 ] " .
Sesungguhnya akan didatangkan seseorang yang sangat gemuk pada hari kiamat, akan tetapi timbangannya disisi Allah tidak seberat sayap lalat. Bacalah firman Allah: "Dan kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Imam An-Nawawi (676H) rahimahullah mengatakan: Hadits ini adalah celaan bagi orang yang gemuk. [Syarah sahih Muslim 17/129]

Ja'dah Al-Jusyamy radhiyallahu 'anhu berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menunjuk perut seorang yang gemuk dan berkata:
" لَوْ كَانَ هَذَا فِي غَيْرِ هَذَا، كَانَ خَيْرًا لَكَ "
"Seandainya ini bukan di sini, pasti akan lebih baik". [Mustadrak Al-Hakim: Sanadnya bagus]

Imam Syafi'iy (204H) rahimahullah berkata: Sama sekali tidak akan beruntung orang yang gemuk, kecuali Muhammad bin Hasan Asy-Syaibany (189H).
Imam Syafi'iy ditanya: Kenapa demikian?
Beliau menjawab: Karena seorang yang berakal tidak lepas dari dua hal; sibuk memikirkan urusan akhiratnya atau urusan dunianya, sedangkan kegemukan tidak terjadi jika banyak pikiran. Jika seseorang tidak memikirkan akhiratnya atau dunianya berarti ia sama saja dengan hewan.

Kemudian Imam Syafi'iy menceritakan kisah seorang raja yang sangat gemuk sampai tidak bisa berbuat apa-apa. Sang raja mengumpulkan para dokter dan berkata: "Carilah cara untuk mengurangi berat badanku". Akan tetapi tidak seorang dokterpun yang bisa memberi solusi.
Kemudian sang raja mendengar tentang seorang yang pandai, beradab, bisa mengobati, dan meramal. Lalu sang raja mengutus seseorang kepadanya meminta pengobatan dan akan diberi kekayaan.
Orang pintar berkata: "Semoga Allah menyembuhkan sang raja, saya adalah seorang dokter dan peramal, maka berilah saya kesempatan malam ini untuk melihat nasib yang mulia, dan obat apapun yang sesuai dengan ramalan nasib yang mulia maka akan aku berikan".

Keesokan harinya, orang pintar berkata: "Wahai sang raja, beri aku perlindungan!".
Raja menjawab: "Jangan takut, kamu akan aman".
Orang pintar berkata: "Aku telah melihat ramalan yang mulia dan menunjukkan bahwa umur yang mulia hanya tinggal satu bulan. Maka terserah yang mulia, apakah masih mau aku obati atau tidak. Dan kalau yang mulia tidak percaya, maka tahanlah aku disini. Jika perkataanku benar, maka bebaskan aku. Dan jika tidak, maka hukumlah aku".

Lalu sang raja menahannya, kemudian pergi menyendiri jauh dari rakyatnya. Perasaan risau terus menghantuinya, ia terus menunduk tidak pernah mengangkat kepala, menghitung hari demi hari sisa hidupnya. Makin bertambah hari berlalu, makin bertambah pula rasa cemasnya. Sampai akhirnya ia menjadi kurus, setelah berlalu 28 hari.

Kemudian sang raja memanggil orang pintar tersebut dan berkata: "Bagaimana menurutmu?"
Orang pintar berkata: "Semoga Allah memuliakan sang raja, saya lebih hina dihadapan Allah untuk mengetahui yang gaib. Dami Allah umur saya pun tidak aku ketahui, lalu bagaimana mungkin aku mengetahui umur yang mulia? Aku sama sekali tidak punya obat kegemukan kecuali rasa khawatir dan cemas, dan aku tidak bisa membuat yang mulia merasa cemas kecuali dengan cara ini.

Akhirnya tubuh sang raja tidak gemuk lagi, dan orang pintar tersebut diberi hadiah yang baik.[5]

Wallahu a'lam !

Lihat juga : Makan sampai kenyang
                       Mau rezki berlimpah ?
                       Keutamaan puasa


[1]  Lihat biografi Ibnu Humaid dalam kitab: Tahdziib Al-Kamaal karangan Al-Mizziy 25/97, Al-Kaasyif karangan Adz-Dzahaby 2/166, Taqriib At-Tahdziib karangan Ibnu Hajar hal.475.
[2]  Sebagian menafsirkannya makan daging manusia dengan gibah.
[3]  Lihat biografi Muhammad bin Abi An-Nawwar dalam kitab: At-Taariikh Al-Kabir karangan Imam Bukhari 1/251, Jarh wa ta'diil karangan Ibnu Abi Hatim 8/111, Ats-Tsiqaat karangan Ibnu Hibban 7/432, Lisan Al-Mizaan karangan Ibnu Hajar 7/553.
[4]  Lihat biografi Yazid dalam kitab At-Taariikh Al-Kabiir karangan Imam Bukhari 8/353, Al-Jarh wa At-Ta'diil 9/284, At-Tiqaat karangan Ibnu Hibban 7/626.
[5] Perkataan Imam Syafi'iy diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dalam kitabnya Hilyatul Auliya' 9/146, sedangkan tambahan kisah diriwayatkan oleh Al-Baehaqiy dalam kitabnya Manaaqib Asy-Syafi'iy 2/120. Ada beberapa perawi dalam sanadnya yang saya tidak ketahui. Wallahu a'lam !

23 komentar:

  1. Gemuk yg tercela adalah gemuk yang dikarenakan terlalu banyak makan, minum, tidur, santai, dan malas beribadah.
    Adapun org yg gemuk karena keturunan tampa disengaja, maka hal tersebut tidak tercela, selama ia taat beribadah kpd Allah subhanahu wata'ala!
    Wallahu a'lam ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Keadaan diri sendiri kok nyalahin keturunan. di azab Allah ntar lho..

      GAK ADA orang yang gemuk tanpa sengaja! gemuk itu karena makan dan minum yang melebihi kebutuhan badan. Dan prosesnya butuh waktu tahunan, dan kemungkinan adalah kebiasaan yang dibiasakan dari kecil. Tapi bukan berarti saat sudah memiliki kesadaran sendiri tidak bisa memperbaiki masalah tersebut.

      Sama aja kayak anak yang orangtuanya mencuri lalu dia bilang 'saya keturunan pencuri, jadi saya tidak berdosa bila mencuri..'

      menggelikan...

      Hapus
    2. Terima kasih atas nasehatnya!
      Sebenarnya bentuk badan (gemuk, kurus, tinggi, pendek, ddl) tidak mempengaruhi kwalitas seseorg di sisi Allah. Tp keimanan dan amalan kita yg dinilai oleh Allah.
      Dan yg sy baca di beberapa artikel mengatakan bahwa keturunan (genetik) adalah salah satu faktor yg menyebabkan kegemukan. Silahkan di cek!
      Jangan samakan dengan mencuri!?

      Hapus
    3. Sekarang ada banyak orng yg keturunan gemuk dan mati matian bwt diet sampe sakit,apa Allah swt tetap membencinya?betul kata abu_hafs yang akan dilihat nanti timbangan amal kebaikan,bukan timbangan berat badan,just kasi tau aja

      Hapus
  2. wah,,,saya jadi takut gemuk nech mas ,,hheheeh,,tapi semua tergantung ma kita,,semoga kita bukan orang2 dr tercela ya mas :)

    BalasHapus
  3. Entah kebetulan, entah apa... kemarin waktu ramadhan pas lagi sahur sambil nonton OMAR ( Umar bin Khathab ), lalu ada adegan beliau menanyai seorang pria gemuk. " Ada apa dengan perutmu? " pria gemuk menjawab " Ini anugrah dari Allah ", beliau membalas " Bukan, tetapi itu adalah azab! "

    Saat saya sedang menelan makanan langsung tersedak, pesan yang begitu lugas dan tajam. Bahkan pesan selanjutnya sampai membuat saya berhenti makan malam sejak lihat tayangan itu.

    " Orang yang gemuk akan malas beribadah, maka buatlah dirimu jauh dari kenyang hingga engkau akan semangat menjalankan ibadah "

    Dengan tambahan artikel ini, menjadi kelengkapan buat saya. Jazakallah khair ya Abu Hafsah, semoga istiqomah menelurkan tulisan2 yang bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa jazakillah khair atas masukan dan do'anya! Semoga malaikat yang mendengarnya berkata: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ

      Hapus
  4. mas, saya juga muslim.

    saya gemuk bahkan bisa dibilang obesitas.

    kenapa allah menciptakan say gemuk seperti ini?
    berarti allah itu tak adil jika dia menciptakan saya spt ini. saya tidak pernah menginginkan body yg sebesar ini. bisa dilihat org gemuk hanya selalu menjadi bahan ledekan orang-orang seperti anda.

    sebenarnya apa salah kami org yg berbadan besar?
    jika Dia membenci saya, kenapa dia harus menciptakan saya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ٍSilahkan baca komentar2 sebelumnya !

      Hapus
    2. Semua orang mempunyai kelebihan dan kelurangan,bisa jadi kak anonim gendut tapi,ganteng,baik,atau pintar

      Hapus
  5. percakapan umar bin khatab dan orang gemuk
    umar bin khatab : kenapa perutmu besar begitu?
    orang gemuk :ini adalah karunia allah
    umar bin khatab: ini bukan berkah, tapi azab allah
    umar bin khatab : hai sekalian manusia
    umar bin khatab : hai sekalian manusia, hindari perut yang besar, karena membuat kalian malas menunaikan shalat, merusak organ tubuh, menimbulkan penyakit, makanlah kalian secukupnya, agar kalian semangat dalam menunaikan shalat, terhindar dari sifat boros, dan lebih giat beribadah kepada allah.

    dari percakapan ini sudah jelas,dan dapat menarik kesimpulan. kenapa harus gemuk kalau bisa normal..kalau pun ada penyakit obesitas, periksa ke ahlinya,,jangan ditunda tunda, banyakin giat olahraga..adakah pahlawan, ulama yang gemuk, cuma pemimpin pemimpin dunia aja yang gemuk yang keenakan nikmat dunia (rakus)....di dunia ini tidak ada yang tidak mungkin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas komentarnya, semoga Allah senantiasa meridhai kita semua. Aamiin!

      Hapus
  6. jangan bawa2 badan deh. yang badan normal aja pun kadang saya lihat malas beribadah, mereka ga pernah ke mesjid ke mesjid cuma seminggu sekali. banyak yang kek gitu. sholat 5 waktu aja pun kdg payah. semua tegantung orangnya bro. sedangkan yang badan gemuk aja pun ada yang jadi ustad. malah kadang org yang badan gemuk rajin ibadah drpd yang badan normal. kalau masalah penyakit yang badan normal pun banyak yang berpanyakitan lihat aja di rumah sakit lebih banyak mana yang sakit tu badan gemuk tw normal. badan normal kan. jadi jangan bawa ukuran badan seseorang deh. intropeksi diri sendiri sebelum menilai orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan suka mengolok2 orang. macam diri sendiri udah bagus aja.

      Hapus
    2. Silahkan baca tulisannya dgn baik dan bijaksana, jangan mudah emosi!

      Hapus
  7. Barakallahufiikum ustadz pencerahannya

    BalasHapus
  8. Nasihatnya sangat berharga. Yang ingin mendapatkan informasi seputar diet sehat silahkan berkunjung ke blog ane

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thankx, semoga kita semua senantiasa sehat wal afiat, Amiiin !

      Hapus
  9. bijak saja memahaminya jngn di telan mentah2 perkataan dr umar r.a,,, beliau mengatakn azab bukan karunia krna beliau tau keseharian orng trsebut,,,,yg g ngrasa rakus, malas beribadah, sudah makan secukupnya msh gemuk jngn marahlah,,, sdh mkn secukupnya tp santai dlm ibadah g prnh risau memikirkan kehidupan akhiratnya bs gemuk jg hehe,,,kurus krn banyak pikiran mau diperiksa KPK jg banyak,,, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga kita semua diberi pemahaman yg benar dalam beragama, amiin

      Hapus

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...