Kamis, 26 November 2020

Syarah Arba'in hadits (15) Abu Hurairah; Sifat orang beriman kepada Allah dan hari akhirat

 بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat maka hendaklah ia berkata baik atau diam, barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat maka hendaklah ia memuliakan tetangganya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat maka hendaklah ia memuliakan tamunya”.

Rabu, 25 November 2020

Kitab Ilmu bab 13 dan 14; Pemahaman dalam ilmu

 بسم الله الرحمن الرحيم

A.    Bab 13.

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابٌ: مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ

“Bab: Barangsiapa yang Allah kehendaki menjadi baik maka Allah faqihkan dia terhadap agama”

Dalam bab ini, imam Bukhari menjelaskan tentang pentingnya pemahaman yang benar dalam agama dengan meriwayatkan hadits Mu’awiyah radhiyallahu ‘anhu. Ia berkata:

Selasa, 24 November 2020

ِSyarah Arba'in hadits (14) Ibnu Mas’ud; Haram darah seorang muslim

 بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Darah seorang muslim tidak halal ditumpahkan selain karena alasan diantara tiga; (1) Orang yang telah menikah berzina, (2) jiwa dibayar dengan jiwa, dan (3) orang yang meninggalkan agamanya memberontak dari jamaah muslimin."

Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy dan Muslim.

Jumat, 20 November 2020

Akhlak ulama dan penuntut ilmu

 بسم الله الرحمن الرحيم

Diantara akhlak yang mesti dimiliki seorang ulama dan penuntut ilmu dari beberapa ucapan ulama salaf:

1.      Menuntut ilmu yang bermanfaat.

Abu Ad-Darda` radhiyallaahu 'anhu berkata:

«لَا تَكُونُ عَالِمًا حَتَّى تَكُونَ مُتَعَلِّمًا، وَلَا تَكُونُ بِالْعِلْمِ عَالِمًا حَتَّى تَكُونَ بِهِ عَامِلًا، وَكَفَى بِكَ إِثْمًا أَنْ لَا تَزَالَ مُخَاصِمًا، وَكَفَى بِكَ إِثْمًا أَنْ لَا تَزَالَ مُمَارِيًا، وَكَفَى بِكَ كَاذِبًا أَنْ لَا تَزَالَ مُحَدِّثًا فِي غَيْرِ ذَاتِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ»

"Kamu tidak akan menjadi seorang ulama hingga kamu menjadi sorang penuntut ilmu (lebih dahulu), dan dengan ilmu pun kamu tidak akan menjadi seorang ulama hingga kamu mengamalkannya, kamu dianggap berdosa jika kamu bersikap membantah, kamu dianggap berdosa jika kamu suka berdebat (hanya untuk menang), serta kamu dianggap sebagai pendusta jika kamu bercerita selain Dzat Allah ‘azza wajalla (tidak berdasarkan dalil)". [Sunan Ad-Darimiy: Hasan]

Rabu, 18 November 2020

Kitab Ilmu bab 11 dan 12; Memilih waktu untuk menyampaikan dan menimba ilmu

 بسم الله الرحمن الرحيم

A.    Bab 11.

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابُ مَا كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَخَوَّلُهُمْ بِالْمَوْعِظَةِ وَالعِلْمِ كَيْ لاَ يَنْفِرُوا

“Bab: Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam selalu memberi waktu yang tepat ketika memberi nasehat dan ilmu agar mereka tidak menghindar”

Dalam bab ini, imam Bukhari ingin menjelaskan tentang pentingnya memilih waktu yang tepat untuk menyampaikan ilmu. Beliau meriwayatkan dua hadits dari Abdullah bin Mas’ud dan Anas bin Malik -radhiyallahu ‘anhuma- yang menunjukkan hal ini.

Sabtu, 14 November 2020

Kitab Ilmu bab 10; Berilmu sebelum berucap dan beramal

 بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابٌ: العِلْمُ قَبْلَ القَوْلِ وَالعَمَلِ

"Bab: Berilmu sebelum berucap dan beramal”

Dalam bab ini, imam Bukhari menjelaskan tentang pentingnya berilmu sebelum berbicara dan beramal. Beliau menyebutkan 5 ayat, 3 hadits, dan 2 atsar secara mu’allaq (tanpa sanad) sebagai argument dalam masalah ini.

Jumat, 13 November 2020

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sebagai suri teladan terbaik

 بسم الله الرحمن الرحيم

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا} [الأحزاب: 21]

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. [Al-Ahzaab:21]

Kamis, 12 November 2020

Adab bertetangga dalam Islam

 بسم الله الرحمن الرحيم

Perintah berbuat baik kepada tetangga

Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:

{وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًا} [النساء: 36]

Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri. [An-Nisaa': 36]

Rabu, 11 November 2020

Kitab Ilmu bab 9; Bisa jadi orang yang hanya mendapat penyampaian lebih paham dibanding orang yang mendengar langsung

 بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابُ قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «رُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ»

Bab: Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam “Bisa jadi orang yang hanya mendapat penyampaian lebih paham dibanding orang yang mendengar langsung”

Lafadz hadits dalam judul bab ini diambil dari riwayat lain hadits Abu Bakrah radhiyallahu ‘anhu yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dalam kitab “Haji” bab “Khutbah di hari Mina”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

«فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا، إِلَى يَوْمِ تَلْقَوْنَ رَبَّكُمْ، أَلَا هَلْ بَلَّغْتُ؟»، قَالُوا: نَعَمْ، قَالَ: «اللَّهُمَّ اشْهَدْ، فَلْيُبَلِّغِ الشَّاهِدُ الغَائِبَ، فَرُبَّ مُبَلَّغٍ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ، فَلَا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّارًا، يَضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ»

"Sesungguhnya darah kalian, harta-harta kalian haram atas kalian sebagaimana haramnya hari kalian ini, pada bulan kalian ini dan di negeri kalian ini hingga hari kalian berjumpa dengan Rabb kalian. Bukankah aku telah menyampaikannya?". Mereka menjawab: Ya, sudah". Kemudian beliau melanjutkan, "Ya Allah, saksikanlah. Maka hendaklah yang menyaksikan menyampaikannya kepada yang tidak hadir, karena bisa jadi orang yang disampaikan dapat lebih mengerti daripada orang yang mendengar langsung. Dan janganlah kalian kembali menjadi kafir sepeninggalku, kalian saling memukul tengkuk kalian satu sama lain (saling membunuh)."

Selasa, 10 November 2020

Syarah Arba’in hadits (13) Anas; Mencintai saudara seiman

 بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu -pelayan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam-, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda: “Tidak sempurna keimanan seseorang diantara kalian sampai ia mencintai untuk saudaranya seperti ia mencintai untuk dirinya”.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Minggu, 08 November 2020

Berkah mengamalkan sunnah Rasulullah dan bahaya menyelisihinya

 بسم الله الرحمن الرحيم

Kebahagian dunia dan di akhirat hanya bisa dirasakan dengan mengikuti tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam segala aspek kehidupan.

Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ} [الأنفال: 24]

"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu." [Al-Anfaal:24]

Diantara contoh keberkahan dalam mengamalkan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

Syarah Arba’in hadits (12) Abu Hurairah; Meninggalkan perkara yang tidak bermanfaat

 بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata; Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda: "Di antara tanda baiknya Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat baginya."

Hadits ini hasan, diriwayatkan oleh imam Tirmidziy dan selainnya seperti ini.

Rabu, 04 November 2020

Syarah Kitab Tauhid bab (23); Penjelasan bahwa sebagian umat ini ada yang menyembah berhala

 بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam bab ini, syekh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah menyebutkan 3 ayat, dan 2 hadits yang menunjukkan bahwa bahwa ada sebagian dari umat Islam yang terjerumus dalam kesyirikan dan menyembah berhala.

Sabtu, 31 Oktober 2020

Kuingin bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam di surga

 بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«مِنْ أَشَدِّ أُمَّتِي لِي حُبًّا نَاسٌ يَكُونُونَ بَعْدِي، يَوَدُّ أَحَدُهُمْ لَوْ رَآنِي بِأَهْلِهِ وَمَالِهِ»

"Diantara ummatku yang sangat mencintaiku adalah orang-orang yang datang sepeninggalku, salah seorang diantara mereka sangat ingin melihatku (walau harus) dengan (mengorbankan) keluargan dan hartanya." [Shahih Muslim]

Di dunia ini kita tidak mungkin bertemu dengan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kecuali dalam mimpi, namun kita sangat berharap semoga bisa bertemu langsung dan bersama beliau dalam surga.

Ada beberapa amalan untuk bisa dekat dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dalam surga, diantaranya:

Minggu, 25 Oktober 2020

Cinta Rabi'ah bin Ka'ab Al-Aslamiy kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam

 بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Muslim -rahimahullah- meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, dari Rabi'ah bin Ka'ab al-Aslamiy radhiallahu 'anhu, ia berkata:

«كُنْتُ أَبِيتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَتَيْتُهُ بِوَضُوئِهِ وَحَاجَتِهِ فَقَالَ: لِي سَلْ! فَقُلْتُ: أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ قَال:َ أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ؟ قُلْتُ: هُوَ ذَاكَ قَال:َ فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ»

"Saya bermalam bersama Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam (tidur depan pintu Nabi), lalu aku membawakan air wudhunya dan air untuk hajatnya, maka beliau bersabda kepadaku, 'Mintalah kepadaku.' Maka aku berkata, 'Aku meminta kepadamu agar aku menemanimu di surga'.

Rasulullah shallallahu ' alaihi wasallam bertanya: 'Adakah selain itu'.

Aku menjawab, 'Itu saja'.

Maka beliau menjawab, 'Bantulah aku untuk mewujudkan keinginanmu dengan banyak melakukan sujud'.

Jumat, 23 Oktober 2020

Hadits Anas bin Malik; Manisnya iman

 بسم الله الرحمن الرحيم

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim -rahimahumallah- dalam kitabnya “Al-Jaami’ Ash-Shahih”, dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

" ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلاَوَةَ الإِيمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ " [صحيح البخاري ومسلم]

“Ada tiga hal yang barangsiapa memilikinya maka ia akan mendapatkan manisnya iman: (1) Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya, (2) mencintai seseorang hanya karena Allah, (3) dan tidak ingin kembali pada kekafiran sebagaimana ia tidak ingin dilemparkan ke dalam neraka”.

Minggu, 18 Oktober 2020

Syarah Arba’in hadits (11) Al-Hasan bin Ali; Meninggalkan perkara yang meragukan

 بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Abi Muhammad Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib -cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam dan kesayangannya- radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Aku menghafal dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa aalihi wasallam: "Tinggalkan yang meragukanmu kepada sesuatu yang tidak meragukanmu." 

Sabtu, 17 Oktober 2020

Keistimewaan Hasan dan Husain

 بسم الله الرحمن الرحيم

Al-Hasan bin ‘Ali bin Abi Thalib Al-Qurasyiy Al-Hasyimiy, Abu Muhammad Al-Madaniy radhiyallahu ‘anhu. Ia lahir pada pertengahan Ramadhan tahun 3 hijriyah, dan wafat tahun 49 atau 50 hijriyah di Madinah.

Al-Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib Al-Qurasyiy Al-Hasyimiy, Abu Abdillah Al-Madaniy radhiyallahu ‘anhu. Ia lahir pada tahun 4 hijriyah, dan wafat tahun 61 hijriyah di ‘Irak.

Kamis, 15 Oktober 2020

Syarah Arba’in hadits (10) Abu Hurairah; Allah Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik

 بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Abu Hurairah radhiallahu ta’aalaa 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima sesuatu melainkan yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang mukmin seperti yang diperintahkan-Nya kepada para Rasul. Firman-Nya: {Wahai para Rasul! Makanlah makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan}. Dan Allah juga berfirman: {Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah Kami rezekikan kepadamu}.'" Kemudian Nabi -shallallahu 'alaihi wasallam- menceritakan tentang seroang laki-laki yang telah lama berjalan karena jauhnya jarak yang ditempuhnya. Sehingga rambutnya kusut, masai dan berdebu. Orang itu mengangkat tangannya ke langit seraya berdo'a: "Wahai Tuhanku, wahai Tuhanku." Padahal, makanannya dari barang yang haram, minumannya dari yang haram, pakaiannya dari yang haram, dan diberi makan dengan makanan yang haram, maka bagaimanakah Allah akan memperkenankan do'anya?"

Rabu, 14 Oktober 2020

Kitab Ilmu bab 8; Orang yang duduk di belakang dalam majelis

 بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابُ مَنْ قَعَدَ حَيْثُ يَنْتَهِي بِهِ المَجْلِسُ، وَمَنْ رَأَى فُرْجَةً فِي الحَلْقَةِ فَجَلَسَ فِيهَا

“Bab: Orang yang duduk di belakang dalam majelis dan orang yang melihat tempat kosong dalam suatu halaqah kemudian ia duduk pada tempat itu”

Dalam bab ini imam Bukhari menjelaskan tentang beberapa adab dan keutamaan menghadiri majelis ilmu, serta ancaman orang yang mengabaikannya. Beliau meriwayatkan satu hadits dengan sanad bersambung dari Abu Waqid Al-Laitsiy radhiyallahu ‘anhu, Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

Selasa, 13 Oktober 2020

Kitab Ilmu bab 7; Metode “munawalah” dan surat ahli ilmu menyampaikan ilmu ke berbagai negri

 بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابُ مَا يُذْكَرُ فِي المُنَاوَلَةِ، وَكِتَابِ أَهْلِ العِلْمِ بِالعِلْمِ إِلَى البُلْدَانِ

“Bab: Metode munawalah dan surat para ahli ilmu menyampaikan ilmu ke berbargai negri”

Dalam bab ini, Imam Bukhari menjelaskan tentang hukum metode munawalah (menyerahkan periwayatan) dan surat menyurat antara sesama ulama dalam menyampaikan atau menerima hadits.

Imam Bukhari berpendapat bahwa metode ini dibolehkan dengan menyebutkan beberapa atsar dan hadits yang menunjukkan hal itu.

Jumat, 09 Oktober 2020

Kitab Ilmu bab 6; Tentang ilmu

 بسم الله الرحمن الرحيم

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابُ مَا جَاءَ فِي العِلْمِ. وَقَوْلِهِ تَعَالَى: {وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا} [طه: 114]

“Bab: Tentang ilmu, dan firman Allah ‘azza wajalla: {Dan katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan"} [Thaaha:114]

Sebagian ulama mempermasalahkan judul bab ini, karena sudah disebutkan pada bab pertama, dan pada beberapa nuskhah disebutkan dengan judul bab:

القِرَاءَةُ وَالعَرْضُ عَلَى المُحَدِّثِ

“Bacaan dan paparan kepada seorang ahli hadits"

Rabu, 07 Oktober 2020

Syarah Arba’in hadits (9) Abu Hurairah; Menjauhi larangan dan menjalankan perintah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam

بسم الله الرحمن الرحيم

Dari Abu Hurairah Abdurrahman bin Sakhr radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa wasallam bersabda: “Apa yang kularang kalian mengerjakannya, maka jauhilah, dan apa yag kuperintahkan mengerjakannya, maka laksanakanlah semampu kalian, karena sesungguhnya orang-orang yang sebelum kamu binasa karena mereka banyak tanya dan suka menyelisihi para Nabi mereka." Diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Muslim.

Jumat, 02 Oktober 2020

Hadits tentang sujud syukur

 بسم الله الرحمن الرحيم

Sujud syukur adalah sujud yang dilakukan ketika mendapatkan nikmat dari Allah subhanahu wata’alaa sebagai bentuk pujian dan terima kasih kepadaNya.

Rabu, 30 September 2020

Syarah Kitab Tauhid bab (21); Berlebih-lebihan terhadap kuburan orang shalih menjadi penyebab dijadikannya sesembahan selain Allah

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam bab ini, syekh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah menyebutkan 2 hadits dan 2 atsar yang menunjukkan bahwa sikap berlebihan terhadap kuburan orang shalih akan menyebabkan penyembahan kepada selain Allah subhanahu wata'aalaa.

Selasa, 29 September 2020

Hadits Taubat Ka’b bin Malik radhiyallahu ‘anhu

بسم الله الرحمن الرحيم

Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim dalam “Ash-Shahih”, Ka'ab bin Malik radhiyallahu 'anhu menceritakan peristiwa tentang dirinya ketika ia tertinggal dari Rasulullah dalam perang Tabuk (pada bulan Rajab tahun 9 hijriyah).' Ka'ab bin Malik berkata:

Senin, 28 September 2020

Kitab Ilmu bab 4 dan 5; Hadits Ibnu Umar "Perumpamaan pohon kurma"

 بسم الله الرحمن الرحيم

A.    Bab keempat.

Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

بَابُ قَوْلِ المُحَدِّثِ: حَدَّثَنَا، وَأَخْبَرَنَا، وَأَنْبَأَنَا

“Ucapan ahli hadits: Telah bercerita kepada kami, telah mengabarkan kepada kami, dan telah menyampaikan kepada kami”

Dalam bab ini, imam Bukhari menjelaskan kedudukan lafadz-lafadz yang dipakai oleh ahli hadits dalam menerima dan menyampaikan hadits. Beliau menyebutkan beberapa contoh lafadz yang digunakan ulama dalam meyampaikan hadits yang menunjukkan bahwa ucapan seorang alih hadits haddatsana”, “akhbarana”, “anba’ana”, dan “sami’tu” semuanya bermakan sama.

Rabu, 16 September 2020

Syarah Kitab tauhid bab (20); Larangan beribadah kepada Allah di sisi kuburan orang shalih

بسم الله الرحمن الرحيم

Dalam bab ini, syekh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah menyebutkan 4 hadits yang menunjukkan larangan beribadah di kuburan.

a)       Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha:

أَنَّ أُمَّ سَلَمَةَ ذَكَرَتْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَنِيسَةً رَأَتْهَا بِأَرْضِ الحَبَشَةِ يُقَالُ لَهَا مَارِيَةُ، فَذَكَرَتْ لَهُ مَا رَأَتْ فِيهَا مِنَ الصُّوَرِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «أُولَئِكَ قَوْمٌ إِذَا مَاتَ فِيهِمُ العَبْدُ الصَّالِحُ، أَوِ الرَّجُلُ الصَّالِحُ، بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا، وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّوَرَ، أُولَئِكَ شِرَارُ الخَلْقِ عِنْدَ اللَّهِ» [صحيح البخاري ومسلم]

Bahwa Ummu Salamah radhiallahu ‘anha bercerita kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang gereja yang ia lihat di negeri Habasyah (Ethiopia), yang dinamai “Mariya”, ia menceritakan apa yang ia lihat di dalamnya terdapat gambar-gambar, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: ”Mereka itu, apabila ada hamba yang shaleh atau orang yang shaleh meninggal, mereka bangun di atas kuburannya sebuah tempat ibadah, dan mereka membuat di dalamnya gambar-gambar tersebut, dan mereka adalah sejelek-jelek makhluk disisi Allah”. [Shahih Bukhari dan Muslim]

Sabtu, 12 September 2020

Kitab Ilmu bab 3; Orang yang mengangkat suaranya ketika menyampaikan ilmu

بسم الله الرحمن الرحيم
Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:

" بَابُ مَنْ رَفَعَ صَوْتَهُ بِالعِلْمِ "
Bab: “Orang yang mengangkat suaranya ketika menyampaikan ilmu”
Dalam bab ini Imam Bukhari ingin memberikan pengkhususan dari perintah merendahkan suara dan larangan meninggikannya sebagaimana firman Allah subhanahu wata’aalaa:
{وَاغْضُضْ مِنْ صَوْتِكَ إِنَّ أَنْكَرَ الْأَصْوَاتِ لَصَوْتُ الْحَمِيرِ} [لقمان: 19]
Dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai. [Luqman:19]

Sabtu, 05 September 2020

Kitab Ilmu bab 2; Orang yang ditanya suatu ilmu sedangkan ia sedang sibuk dalam pembicaraannya

بسم الله الرحمن الرحيم
Imam Bukhari -rahimahullah- dalam kitab Ash-Shahihnyaberkata:
بَابُ مَنْ سُئِلَ عِلْمًا وَهُوَ مُشْتَغِلٌ فِي حَدِيثِهِ، فَأَتَمَّ الحَدِيثَ ثُمَّ أَجَابَ السَّائِلَ
Bab: “Orang yang ditanya suatu ilmu sedangkan ia sedang sibuk dalam pembicaraannya, lalu ia menyempurnakannya kemudian menjawab si penanya”
Dalam bab ini, Imam Bukhari menjelaskan adab ulama dan penuntut ilmu. Beliau menyebutkan satu hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu melalui dua jalur sanad, beliau berkata:

Rabu, 02 September 2020

Kitab Ilmu bab 1; Keutamaan ilmu

 
A.    Pembahasan pertama.
Imam Bukhari -rahimahullah- dalam kitab Shahih-nya berkata:
" بَابُ فَضْلِ العِلْمِ "
“Bab: Keutamaan ilmu”
Dalam bab ini, imam Bukhari tidak menyebutkan satupun hadits tentang keutamaan ilmu. Beliau hanya menyebutkan 2 ayat yang mewakili kemuliaan dan keutamaan ilmu.

Senin, 31 Agustus 2020

Hukum seputar sujud tilawah

بسم الله الرحمن الرحيم
Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat Sajadah dari Al-Qur’an.
A.    Keutamaan sujud tilawah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي، يَقُولُ: يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ " [صحيح مسلم]
“Jika anak cucu Adam membaca ayat sajadah kemudian ia sujud maka setan pergi sambil menangis dan berkata: "Ya Wail (neraka), anak cucu Adam diperintahkan bersujud lalu mereka sujud dan masuk surga, sedangkan aku diperintahkan sujud lalu aku tidak mau maka neraka untukku".” [Sahih Muslim]