Tampilkan postingan dengan label Shalat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Shalat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Maret 2026

Pengaruh Al-Qur'an terhadap hati

بسم الله الرحمن الرحيم

Jubair bin Muth'im bin 'Adiy radhiyallahu ‘anhu berkata:

«سَمِعْتُ النَّبِيَّ ﷺ يَقْرَأُ فِي الْمَغْرِبِ بِالطُّورِ، وَذَلِكَ أوَّلَُ مَا وَقَرَ الْإِيمَانُ فِي قَلْبِي»

"Aku mendengar Nabi ﷺ membaca (surah) Ath-Thur pada salat Magrib, dan itulah awal mula keimanan tertanam dalam hatiku." [Shahih Bukhari]

Rabu, 19 Juni 2024

Takhrij hadits "Larangan meninggalkan shalat berjama’ah tanpa udzur"

بسم الله الرحمن الرحيم

Hadits ini diriwayatkan dari beberapa sahabat Nabi ﷺ, diantaranya: Abdullah bin ‘Abbas, Abu Musa Al-Asy’ariy, dan Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhum baik secara mauquf (dari sahabat) maupun marfu’ (dari Nabi ﷺ).

Jumat, 24 Mei 2024

Syarah hadits; Bacaan surah pada shalat witir

بسم الله الرحمن الرحيم

Hadits tentang surah yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika shalat witir telah diriwayatkan dari beberapa sahabat radhiyallahu ‘anhum, diantaranya:

Rabu, 15 Mei 2024

Hadits tentang waktu pelaksanaan shalat witir

بسم الله الرحمن الرحيم

A.    Hadits Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu 'anhuma.

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah ﷺ bersabda:

«اجْعَلُوا آخِرَ صَلاَتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا» [صحيح البخاري ومسلم]

“Jadikanlah akhir dari shalat malam kalian dengan shalat witir". [Shahih Bukhari dan Muslim]

Selasa, 14 Mei 2024

Syarah hadits tentang shalat witir

بسم الله الرحمن الرحيم

A.    Hadits Abu Ayyub Al-Anshariy radhiyallahu ‘anhu.

Diriwayatkan secara marfu’ (dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) dan mauquf (dari sahabat):

Rabu, 21 Desember 2022

Udzur untuk tidak shalat berjama’ah di mesjid

بسم الله الرحمن الرحيم

Diantara udzur yang membolehkah untuk tidak shalat berjama’ah di mesjid:

1.     Rasa takut terhadap bahaya yang akan menimpa dirinya, keluarga atau hartanya.

Seperti menjaga orang sakit yang tidak bisa ditinggal. Allah ‘azza wajalla berfirman:

{وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ} [الحج: 78]

Dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. [Al-Hajj:78]

Senin, 13 Desember 2021

Bagaimana menghadirkan khusyu’ dalam shalat?

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:

{قَدْ أَفْلَحَ الْمُؤْمِنُونَ (1) الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ} [المؤمنون: 1-2]

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalat-nya. [Al-Mu'minuun: 1-2]

Selasa, 23 November 2021

Syarah hadits tentang shalat Dhuha

بسم الله الرحمن الرحيم

A.    Hadits Aisyah radhiyallahu 'anha.

'Aisyah radhiyallahu ‘anha katanya;

«كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى أَرْبَعًا، وَيَزِيدُ مَا شَاءَ اللهُ». [صحيح مسلم]

“Rasulullah ﷺ pernah melakukan shalat Dhuha sebanyak empat rakaat, dan terkadang beliau menambah sekehendak Allah." [Shahih Muslim]

Senin, 05 April 2021

Hadits Ibnu Umar dan Abu Hurairah tentang shalat malam

بسم الله الرحمن الرحيم

A.    Hadits Ibnu ‘Umar radhiyallahu 'anhuma.

Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata:

أَنَّ رَجُلًا سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ صَلاَةِ اللَّيْلِ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ: «صَلاَةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى» [صحيح البخاري ومسلم]

Bahwa seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah ﷺ tentang shalat malam, maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Shalat malam dua-dua raka’at, jika salah seorang diantara kalian khawatir tibanya waktu shalat Subuh, maka shalat witirlah satu raka'at."

Selasa, 26 Januari 2021

Syarah hadits tentang shalat sunnah fardhu Subuh

 بسم الله الرحمن الرحيم

Bacaan shalat sunnah sebelum fardhu Subuh

A.    Hadits Aisyah radhiyallahu ‘anha.

'Aisyah -radhiallahu'anha- berkata:

" كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُخَفِّفُ الرَّكْعَتَيْنِ اللَّتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الصُّبْحِ حَتَّى إِنِّي لَأَقُولُ: هَلْ قَرَأَ بِأُمِّ الكِتَابِ؟ " [صحيح البخاري ومسلم]

"Nabi ﷺ meringankan dua rakaat sebelum shalat Subuh hingga aku bertanya (dalam hati), "Apakah beliau membaca Ummul Kitab (Al-Fatihah)?!" [Shahih Bukhari dan Muslim]

Jumat, 22 Januari 2021

Syarah hadits tentang shalat Sunnah sebelum dan setelah shalat fardhu

 بسم الله الرحمن الرحيم

A.     Hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma.

Hadits pertama:

'Abdullah bin 'Umar radhiyallahu'anhuma berkata:

«حَفِظْتُ مِنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الظُّهْرِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ المَغْرِبِ فِي بَيْتِهِ، وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ العِشَاءِ فِي بَيْتِهِ، وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ صَلاَةِ الصُّبْحِ» [صحيح البخاري]

"Aku menghafal sesuatu dari Nabi ﷺ berupa shalat sunnat sepuluh rakaat yaitu; dua rakaat sebelum shalat Zuhur, dua rakaat sesudahnya, dua rakaat sesudah shalat Magrib di rumah beliau, dua rakaat sesudah shalat Isya di rumah beliau dan dua rakaat sebelum shalat Subuh, dan pada pelaksanaan shalat ini tidak ada waktu senggang buat Nabi ﷺ ". [Shahih Bukhari]

Rabu, 30 Desember 2020

Hadits Tsauban: Keutamaan shalat

 بسم الله الرحمن الرحيم

Ma’daan bin Abi Thalhah Al-Ya’mariy rahimahullah berkata:

لَقِيتُ ثَوْبَانَ مَوْلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقُلْتُ: أَخْبِرْنِي بِعَمَلٍ أَعْمَلُهُ يُدْخِلُنِي اللهُ بِهِ الْجَنَّةَ؟ أَوْ قَالَ قُلْتُ: بِأَحَبِّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللهِ، فَسَكَتَ. ثُمَّ سَأَلْتُهُ فَسَكَتَ. ثُمَّ سَأَلْتُهُ الثَّالِثَةَ فَقَالَ: سَأَلْتُ عَنْ ذَلِكَ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ، فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً، إِلَّا رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً» قَالَ مَعْدَانُ: ثُمَّ لَقِيتُ أَبَا الدَّرْدَاءِ فَسَأَلْتُهُ فَقَالَ لِي مِثْلَ مَا قَالَ لِي ثَوْبَانُ

Aku menemui Tsauban radhiyallahu ‘anhu bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka aku bertanya: Beritahulah aku tentang amalan yang jika aku amalkan maka Allah akan memasukkanku ke surga! Atau: Amalan yang paling dicintai oleh Allah!

Maka ia terdiam, kemudian aku menanyainya lagi namun ia tetap diam, kemudian aku menanyainya yang ke tiga kali maka ia berkata: Aku telah menanyakan hal itu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka beliau bersabda: “Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah, karena sesungguhnya engkau tidak sujud kepada Allah satu sujud kecuali Allah mengangkatmu dengannya satu derajat dan menghapus darimu dengannya satu dosa”

Senin, 31 Agustus 2020

Hukum seputar sujud tilawah

بسم الله الرحمن الرحيم
Sujud tilawah adalah sujud yang dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat Sajadah dari Al-Qur’an.
A.    Keutamaan sujud tilawah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي، يَقُولُ: يَا وَيْلَهُ أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ، وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ " [صحيح مسلم]
“Jika anak cucu Adam membaca ayat sajadah kemudian ia sujud maka setan pergi sambil menangis dan berkata: "Ya Wail (neraka), anak cucu Adam diperintahkan bersujud lalu mereka sujud dan masuk surga, sedangkan aku diperintahkan sujud lalu aku tidak mau maka neraka untukku".” [Sahih Muslim]

Selasa, 18 Februari 2020

Sujud sahwi dilakukan sebelum atau setelah salam?

بسم الله الرحمن الرحيم
Ada beberapa pendapat ulama dalam masalah ini:
Pendapat pertama: Dilakukan sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan tidak dikiaskan kepada kondisi yang lain.
Ini adalah pendapat Daud Adz-Dzahiriy rahimahullah.

Senin, 17 Februari 2020

Hadits Umar, dan Ibnu ‘Abbas; Apakah ada sujud sahwi bagi makmum?

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Hadits Umar bin Khathab
Diriwayatkan dengan dua versi sanad:
Sanad pertama: Diriwayatkan oleh Ad-Daraquthniy rahimahullah dalam Sunan-nya 2/212, no.1413:
عن خَارِجَة بْن مُصْعَبٍ، عَنْ أَبِي الْحُسَيْنِ الْمَدِينِيِّ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عُمَرَ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:  «لَيْسَ عَلَى مَنْ خَلْفَ الْإِمَامِ سَهْوٌ، فَإِنْ سَهَا الْإِمَامُ فَعَلَيْهِ وَعَلَى مَنْ خَلْفَهُ السَّهْوُ، وَإِنْ سَهَا مَنْ خَلْفَ الْإِمَامِ فَلَيْسَ عَلَيْهِ سَهْوٌ وَالْإِمَامُ كَافِيهِ»
Dari Kharijah bin Mush’ab, dari Abu Al-Husain Al-Madiniy, dari Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dari bapaknya, dari Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak ada bagi orang yang di balakang imam (makmum) sujud sahwi (sendiri), maka jika imam terlupa maka ia dan orang yang shalat di belakangnya mesti sujud sahwi, dan jika orang yang shalat di belakang imam terlupa, maka ia tidak mesti sujud sahwi karena imam telah mencukupinya (menutupi kekurangan dalam shalatnya)”.
Sanad ini sangat lemah dengan beberapa cacat:

Sabtu, 15 Februari 2020

Hadits Ibnu Umar, Tsauban, dan Aisyah; Apakah setiap kekeliruan dalam shalat ada sujud sahwi?

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma
Diriwayatkan oleh Ad-Daraquthniy rahimahullah dalam Sunan-nya 2/213 no.1414, Al-Hakim rahimahullah dalam “Al-Mustadrak” (1/471) no.1212, dan Al-Baihaqiy rahimahullah dalam “As-Sunan Al-Kubra” (2/486) no.3853:
عن يَحْيَى بْن صَالِحٍ، ثنا أَبُو بَكْرٍ الْعَبْسِيُّ، عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «لَا سَهْوَ فِي وَثْبَةِ الصَّلَاةِ إِلَّا قِيَامٌ عَنْ جُلُوسٍ أَوْ جُلُوسٌ عَنْ قِيَامٍ»
Dari Yahya bin Shalih, ia berkata: Abu Bakr Al-‘Absiyyu menceritakan kepada kami, dari Yazid bin Abi Habib, dari Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dari bapaknya, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Tidak ada sujud sahwi pada shalat kecuali jika berdiri dari yang seharusnya duduk atau duduk dari yang seharusnya berdiri”.

Jumat, 14 Februari 2020

Hadits Ibnu Mas’ud; Sujud Sahwi ketika menambah raka’at shalat dan ragu

بسم الله الرحمن الرحيم
Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata:
صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - قَالَ إِبْرَاهِيمُ: لاَ أَدْرِي زَادَ أَوْ نَقَصَ - فَلَمَّا سَلَّمَ قِيلَ لَهُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَحَدَثَ فِي الصَّلاَةِ شَيْءٌ؟ قَالَ: «وَمَا ذَاكَ»، قَالُوا: صَلَّيْتَ كَذَا وَكَذَا، فَثَنَى رِجْلَيْهِ، وَاسْتَقْبَلَ القِبْلَةَ، وَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ، فَلَمَّا أَقْبَلَ عَلَيْنَا بِوَجْهِهِ، قَالَ: «إِنَّهُ لَوْ حَدَثَ فِي الصَّلاَةِ شَيْءٌ لَنَبَّأْتُكُمْ بِهِ، وَلَكِنْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ، أَنْسَى كَمَا تَنْسَوْنَ، فَإِذَا نَسِيتُ فَذَكِّرُونِي، وَإِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلاَتِهِ، فَلْيَتَحَرَّ الصَّوَابَ فَلْيُتِمَّ عَلَيْهِ، ثُمَّ لِيُسَلِّمْ، ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ» [صحيح البخاري]
"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam melaksanakan shalat. -Ibrahim mengatakan: "Tapi aku tidak tahu apakah beliau kelebihan rakaat atau kurang-. Setelah salam, beliau pun ditanya: "Wahai Rasulullah, telah terjadi sesuatu dalam shalat?!
Beliau bertanya: "Apakah itu?"
Maka mereka menjawab, "Tuan shalat begini dan begini."
Beliau kemudian duduk pada kedua kakinya menghadap kiblat, kemudian beliau sujud dua kali, kemudian salam. Ketika menghadap ke arah kami, beliau bersabda: "Seungguhnya bila ada sesuatu yang baru dari shalat pasti aku beritahukan kepada kalian. Akan tetapi aku ini hanyalah manusia seperti kalian yang bisa lupa sebagaimana kalian juga bisa lupa, maka jika aku terlupa ingatkanlah. Dan jika seseorang dari kalian ragu dalam shalatnya maka dia harus meyakini mana yang benar, kemudian hendaklah ia sempurnakan, lalu salam kemudian sujud dua kali." [Shahih Bukhari]

Selasa, 11 Februari 2020

Hadits Abu Sa’id, ‘Abdurrahman, dan Ibnu Ja’far; Sujud Sahwi ketika ragu dalam shalat

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Hadits Abu Sa’id Al-Khudriy.
Dari Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِذَا شَكَّ أَحَدُكُمْ فِي صَلَاتِهِ، فَلَمْ يَدْرِ كَمْ صَلَّى ثَلَاثًا أَمْ أَرْبَعًا، فَلْيَطْرَحِ الشَّكَّ وَلْيَبْنِ عَلَى مَا اسْتَيْقَنَ، ثُمَّ يَسْجُدُ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ، فَإِنْ كَانَ صَلَّى خَمْسًا شَفَعْنَ لَهُ صَلَاتَهُ، وَإِنْ كَانَ صَلَّى إِتْمَامًا لِأَرْبَعٍ كَانَتَا تَرْغِيمًا لِلشَّيْطَانِ» [صحيح مسلم]
“Apabila salah seorang dari kalian ragu dalam shalatnya, dan tidak mengetahui berapa rakaat dia shalat, tiga ataukah empat rakaat maka buanglah keraguan, dan ambilah yang pasti (yaitu yang sedikit). Kemudian sujudlah dua kali sebelum memberi salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Dan jika, ternyata shalatnya memang empat rakaat maka kedua sujudnya itu adalah sebagai penghinaan bagi setan'." [Shahih Muslim]

Senin, 10 Februari 2020

Hadits Abu Hurairah dan ‘Imran; Sujud Sahwi ketika salam sebelum shalat sempurna

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Hadits Abu Hurairah.
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
صَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِحْدَى صَلاَتَيِ العَشِيِّ - قَالَ مُحَمَّدٌ: وَأَكْثَرُ ظَنِّي العَصْرَ - رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ، ثُمَّ قَامَ إِلَى خَشَبَةٍ فِي مُقَدَّمِ المَسْجِدِ، فَوَضَعَ يَدَهُ عَلَيْهَا، وَفِيهِمْ أَبُو بَكْرٍ، وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، فَهَابَا أَنْ يُكَلِّمَاهُ، وَخَرَجَ سَرَعَانُ النَّاسِ فَقَالُوا: أَقَصُرَتِ الصَّلاَةُ؟ وَرَجُلٌ يَدْعُوهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذُو اليَدَيْنِ، فَقَالَ: أَنَسِيتَ أَمْ قَصُرَتْ؟ فَقَالَ: لَمْ أَنْسَ وَلَمْ تُقْصَرْ، قَالَ: بَلَى قَدْ نَسِيتَ، «فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ، ثُمَّ كَبَّرَ، فَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ، فَكَبَّرَ، ثُمَّ وَضَعَ رَأْسَهُ، فَكَبَّرَ، فَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ، ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ وَكَبَّرَ»
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam shalat bersama kami dalam suatu shalat sore, -Berkata Muhammad (bin Sirin); Kecenderungan dugaanku adalah shalat 'Ashar-, yaitu sebanyak dua raka'at lalu memberi salam. Setelah itu Beliau mendatangi kayu yang tergeletak di masjid, Beliau berbaring dengan meletakkan kedua tangannya pada kayu tersebut. Diantara mereka yang ikut shalat ada Abu Bakar dan 'Umar radhiyallahu 'anhuma. Namun keduanya sungkan untuk berbicara dengan Beliau lalu keluar mendahului orang banyak. Sementara orang-orang berkata; "Shalat diringkas (qashar) ".
Tiba-tiba ada seorang yang dipanggil oleh Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dengan panggilan Dzul Yadain, dan ia berkata: "Apakah anda lupa atau shalat diqashar?"
Beliau berkata: "Aku tidak lupa dan juga shalat tidak diqashar!".
Dzul Yadain berkata: "Benar, sebenarnya anda telah lupa".
Maka Beliau shalat dua raka'at kemudian memberi salam. Kemudian Beliau bertakbir lalu sujud seperti sujudnya (yang biasa) atau lebih lama lagi kemudian mengangkat kepalanya lalu bertakbir lagi kemudian meletakkan kepalanya lalu bertakbir kemudian sujud seperti sujudnya atau lebih lama lagi, kemudian mengangkat kepalanya dan takbir. [Shahih Bukhari]

Minggu, 09 Februari 2020

Hadits Ibnu Buhainah, Al-Mugirah, dan Anas; Sujud Sahwi ketika meninggalkan tasyahhud awal

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Hadits Abdullah Ibnu Buhainah
Dari Abdullah Ibnu Buhainah radhiyallahu 'anhuma:
«أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى بِهِمُ الظَّهْرَ، فَقَامَ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الأُولَيَيْنِ لَمْ يَجْلِسْ، فَقَامَ النَّاسُ مَعَهُ حَتَّى إِذَا قَضَى الصَّلاَةَ وَانْتَظَرَ النَّاسُ تَسْلِيمَهُ كَبَّرَ وَهُوَ جَالِسٌ، فَسَجَدَ سَجْدَتَيْنِ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ، ثُمَّ سَلَّمَ» [صحيح البخاري]
“Nabi shallallahu 'alaihi wasallam pernah shalat Dzuhur bersama mereka, lalu beliau berdiri pada dua rakaat yang pertama dan tidak duduk (untuk tasyahud), dan orang-orang ikut berdiri. Sehingga ketika shalat akan selesai, dan orang-orang menanti salamnya, beliau bertakbir dalam posisi duduk, lalu sujud dua kali sebelum salam, setelah itu baru beliau salam." [Shahih Bukhari]