بسم الله الرحمن الرحيم
Nama
Allah yang bermakan Maha Pemberi Rezqi disebutkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah
dengan tiga bentuk:
Belajar meniti jejak salaf...
بسم الله الرحمن الرحيم
Nama
Allah yang bermakan Maha Pemberi Rezqi disebutkan dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah
dengan tiga bentuk:
بسم الله الرحمن الرحيم
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, beliau
bertutur:
قَدِمَ
النَّبِيُّ ﷺ الْمَدِينَةَ فَرَأَى الْيَهُودَ تَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ،
فَقَالَ: «مَا هَذَا؟» قَالُوا: هَذَا يَوْمٌ صَالِحٌ، هَذَا يَوْمٌ نَجَّى اللَّهُ بَنِي
إِسْرَائِيلَ مِنْ عَدُوِّهِمْ، فَصَامَهُ مُوسَى، فَقَالَ: فَأَنَا أَحَقُّ
بِمُوسَى مِنْكُمْ»، فَصَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ
"Nabi ﷺ datang ke Madinah lalu melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada
hari Asyura. Beliau bertanya: ‘Hari apa ini?’ Mereka menjawab: ‘Ini adalah hari
yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka,
lalu Musa berpuasa pada hari itu.’ Maka Nabi ﷺ bersabda: ‘Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.’
Kemudian beliau berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.”
[Shahih Bukhari]
بسم الله الرحمن الرحيم
Allah -subhanahu wata'ala- berfirman:
{ادْعُ إِلَى سَبِيلِ
رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُم بِالَّتِي هِيَ
أَحْسَنُ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ
بِالْمُهْتَدِينَ} [النحل:
125]
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan
pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya
Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya
dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [An-Nahl: 125]
Diantara bentuk sikap bijak (hikmah) dalam
berda'wah:
بسم
الله الرحمن الرحيم
A.
Bab 28.
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
باب: الوصاءة
بِالْجَارِ.
“Bab: Wasiat untuk berbuat baik kepada tetangga”
Dalam bab ini imam Bukhari menjelaskan tentang wajibnya
berbuat baik kepada tetangga, dengan menyebutkan satu ayat dan 2 hadits yang
semakna dari Aisyah dan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhum.
بسم
الله الرحمن الرحيم
Abu Bakr Ahmad bin Ibrahim Al-Isma’iliy Asy-Syafi’iy (w.371H) rahimahullah
berkata:
[إثبات المشيئة]
ويقولون ما يقوله المسلمون بأسرهم: (ما شاء الله كان، وما لا يشاء
لا يكون)، كما قال تعالى: ﴿وَمَا تَشَاءُونَ إِلَّا أَنْ يَشَاءَ اللَّهُ﴾ [الإنسان: ٣٠]
Mereka mengucapkan sebagaimana yang diucapkan oleh seluruh
umat Islam: "Apa yang dikehendaki Allah pasti terjadi, dan apa yang tidak
dikehendaki-Nya tidak akan terjadi," sebagaimana firman Allah: {Dan
kalian tidak menghendaki (sesuatu) kecuali jika Allah menghendaki}
[Al-Insan: 30]
Syarah:
بسم الله الرحمن الرحيم
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
٢٧ - باب: رَحْمَةِ النَّاسِ وَالْبَهَائِمِ.
“Bab: Menyayangi manusia dan hewan”
Dalam bab ini, imam Bukhari menjelaskan keutamaan berbuat baik kepada
manusia bahkan hewan. Beliau meriwayatkan 6 hadits dari Malik bin Al-Huwairits,
Abu Hurairah (dua hadits), An-Nu'man bin Basyir, Anas bin Malik, dan Jarir bin Abdullah radhiyallahu
‘anhum.
بسم الله الرحمن الرحيم
Hari Tasyriq adalah hari ke-11, 12,
dan 13 bulan Dzul HIjjah, dimana pada hari-hari tersebut umat Islam yang sedang
menunaikan ibadah Haji melakukan mabit (bermalam) di Mina dan melempar jamrah
yang tiga yaitu; shugra (kecl), wustha (sedang) dan kubra
(besar) atau Al-'Aqabah.
بسم الله الرحمن الرحيم
Alhamdulillahirabbil 'alamin. Washshalatu wassalamu 'ala
asyrafil anbiya'i wal mursalin, sayyidina Muhammadin, wa 'ala alihi wa shahbihi
ajma'in. Amma ba'du.
Hari ini kita berkumpul dalam suasana yang penuh berkah, hari
raya Idul Adha, di mana umat Islam di seluruh dunia melaksanakan ibadah kurban.
Namun, sudahkah kita merenungkan: Apa sebenarnya hakikat dari ibadah kurban
ini?
بسم
الله الرحمن الرحيم
A.
Bab 23
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
باب: حُسْنُ الْعَهْدِ مِنَ
الْإِيمَانِ.
Bab: Mengenang kebaikan bagian dari keimanan.
Judul bab ini diambil dari potongan hadits Aisyah radhiyallahu
'anha, ia berkata:
جاءت عجوزٌ إلى النبي ﷺ وهو عندي، فقال
لها رسول الله ﷺ: «من أنتِ؟» قالت: أنا جَثّامةُ المُزَنيَّة، فقال: «بل أنتِ
حَسّانةُ المُزَنية، كيف أنتم؟ كيف حالُكم؟ كيف كنتم بعدَنا؟» قالت: بخير بأبي أنت
وأمي يا رسول الله، فلما خَرَجَت قلتُ: يا رسول الله، تُقبِلُ على هذه العجوز هذا
الإقبالَ! فقال: «إنها كانت تأتينا زمنَ خديجةَ، وإِنَّ حُسْنَ العهدِ من الإيمان»
[المستدرك
للحاكم: حسن]
"Seorang wanita tua datang kepada Nabi ﷺ saat beliau berada di sisiku. Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya, 'Siapa kamu?' Wanita itu menjawab, 'Aku
adalah Jatsaamah al-Muzaniyyah.' Maka beliau bersabda, 'Sebaliknya, engkau
adalah Hassaanah al-Muzaniyyah. Bagaimana keadaan kalian? Bagaimana kabarmu?
Bagaimana keadaan kalian setelah kami (sepeninggal Khadijah)?' Wanita itu
menjawab, 'Baik-baik saja, demi ayah dan ibuku sebagai tebusanmu, wahai
Rasulullah.' Ketika wanita itu keluar, aku (Aisyah) bertanya, 'Wahai
Rasulullah, engkau menyambut wanita tua itu dengan sambutan yang begitu
hangat?' Maka beliau bersabda, 'Sesungguhnya dia biasa datang kepada kami pada
zaman Khadijah. Dan sungguh, menjaga hubungan baik (dengan orang yang pernah
berjasa) adalah bagian dari iman.'" [Al-Mustadrak Al-Hakim: Hasan]
بسم
الله الرحمن الرحيم
A.
Bab 19.
Imam Bukhari rahimahullah
berkata:
باب: جَعَلَ اللَّهُ الرَّحْمَةَ في
مِائَةِ جُزْءٍ.
Bab: Allah menciptakan rahmat seratus bagian
Dalam bab ini, imam Bukhari menjelaskan tentang betapa luasnya rahmat Allah
kepada makhlukNya, agar kita tidak berputus asa dan senantiasa saling merahmati
agar mendapatkan rahmat Allah.