Minggu, 05 April 2020

Syarah Kitab tauhid bab (11); Tidak menyembelih untuk Allah di tempat penyembelihan untuk selain Allah

بسم الله الرحمن الرحيم
Dalam bab ini syekh Muhammad bin Abdil Wahhab –rahimahullah- menyebutkan 1 ayat dan 1 hadits:
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًا بَيْنَ الْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِمَنْ حَارَبَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ مِنْ قَبْلُ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَا إِلَّا الْحُسْنَى وَاللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ (107) لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَى مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيهِ} [التوبة: 107، 108]
Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan (pada orang-orang mukmin), untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan rasul-Nya sejak dahulu. Mereka sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta (dalam sumpahnya). Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. [At-Taubah: 107-108]

Kamis, 02 April 2020

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (60) Orang yang menziarahi suatu kaum kemudian tidak membatalkan puasannya di sisi mereka

بسم الله الرحمن الرحيم
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
بَابُ مَنْ زَارَ قَوْمًا فَلَمْ يُفْطِرْ عِنْدَهُمْ
“Bab: Orang yang menziarahi suatu kaum kemudian tidak membatalkan puasannya di sisi mereka”
Dalam bab ini imam Bukhari rahimahullah menjelaskan tentang hukum membatalkan puasa ketika dihidangkan makasan saat bertamu dengan menyebutkan hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu melalui dua jalur.

Rabu, 01 April 2020

Keistimewaan Ummu Sulaim radhiyallahu ‘anha

بسم الله الرحمن الرحيم
Ummu Sulaim adalah kuniahnya, adapun namanya diperselisihkan oleh ulama, ada yang mengatakan: Al-Gumaisha’, atau Ar-Rumaishaa’, atau Sahlah, atau Rumailah, binti Milhan bin Khalid bin Zayd bin Haram Al-Anshariyah radhiyallahu ‘anha.
Ia adalah ibu dari Anas bin Malik bin An-Nadhr radhiyallahu ‘anhuma.
Ia dahulu adalah istri Malik bin An-Nadhr di masa Jahiliyah, kemudian setelah datang Islam, Ummu Sulaim masuk Islam bersama kaumnya kemudian mengajak suaminya memeluk Islam, akan tetapi Malik bin An-Nadhr menolak dan ia pergi ke Syam dan mati di sana. Kemudian setelah itu menikah dengan Abu Thalhah Zayd bin Sahl Al-Anshariy radhiyallahu ‘anhu.

Minggu, 22 Maret 2020

Sudah siapkah kita mati?

بسم الله الرحمن الرحيم
Setiap yang hidup pasti akan mati
Allah -subhanahu wata’aalaa- berfirman:
{كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ} [الأنبياء: 35]
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan. [Al-Anbiyaa’: 35]

Sabtu, 21 Maret 2020

Sikap seorang mukmin menghadapi wabah penyakit menular (covid-19)

بسم الله الرحمن الرحيم
Seorang mukmin harus selalu meyakini bahwa:
1)      Seluruh makhluk di alam semesta ini adalah ciptaan Allah.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{اللهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ} [الزمر: 62]
Allah menciptakan segala sesuatu. [Az-Zumar:62]

Jumat, 20 Maret 2020

Hadits ‘Abs Al-Gifariy; Segera mati sebelum muncul 6 perkara

بسم الله الرحمن الرحيم
'Ulaim Al-Kindiy -rahimahullah- berkata:
كُنَّا جُلُوسًا عَلَى سَطْحٍ مَعَنَا رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ يَزِيدُ: لَا أَعْلَمُهُ إِلَّا عَبْسًا الْغِفَارِيَّ، وَالنَّاسُ يَخْرُجُونَ فِي الطَّاعُونِ، فَقَالَ عَبَسٌ: يَا طَاعُونُ خُذْنِي، ثَلَاثًا يَقُولُهَا، فَقَالَ لَهُ عُلَيْمٌ: لِمَ تَقُولُ هَذَا؟ أَلَمْ يَقُلْ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمُ الْمَوْتَ فَإِنَّهُ عِنْدَ انْقِطَاعِ عَمَلِهِ، وَلَا يُرَدُّ فَيُسْتَعْتَبَ» فَقَالَ: إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " بَادِرُوا بِالْمَوْتِ سِتًّا: إِمْرَةَ السُّفَهَاءِ، وَكَثْرَةَ الشُّرَطِ، وَبَيْعَ الْحُكْمِ، وَاسْتِخْفَافًا بِالدَّمِ، وَقَطِيعَةَ الرَّحِمِ، وَنَشْوًا يَتَّخِذُونَ الْقُرْآنَ مَزَامِيرَ يُقَدِّمُونَهُ يُغَنِّيهِمْ، وَإِنْ كَانَ أَقَلَّ مِنْهُمْ فِقْهًا "
Kami duduk di atas atap beserta seorang laki-laki dari sahabat Nabi shallallahu'alaihiwasallam. Yazid berkata; Saya tidak mengetahuinya kecuali 'Abs Al Giffary, manusia pada saat itu sedang menghindari wabah penyakit thaun (virus ganas menular).
'Abs berkata; "Wahai Penyakit Thaun, ambillah aku", dia mengulangnya sampai tiga kali.
Lalu 'Ulaim berkata kepadanya, "Mengapa engkau ucapkan perkataan semacam itu! Bukankah Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda: 'Jangan kalian berangAn angan untuk mati karena ketika itu amal diputus dan tidak dapat dikembalikan', sehingga dia bertaubat."
Lalu dia berkata; Saya mendengar Rasulullah shallallahu'alaihiwasallam bersabda: "(Mintalah kepada Allah agar) disegerakan mati sebelum datang enam hal: (1) pemimpin bodoh, (2) banyaknya ajudan penguasa (yang dzalim), (3) hukum diperjual-belikan, (4) darah tertumpah dengan mudah, (5) pemutusan silaturrahim, dan (6) generasi muda yang menjadikan Al-Qur'an bagaikan seruling (alat musik), mereka dahulukan siapa saja yang bisa menyanyikannya walaupun dia adalah orang yang paling sedikit mengerti persoalan agama" [Musnad Ahmad: Sahih]

Kamis, 19 Maret 2020

Sifat Khasyah; Takut karena pengagungan hanya untuk Allah

بسم الله الرحمن الرحيم
Semua makhluk takut karena keagungan Allah
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{بَلْ عِبَادٌ مُكْرَمُونَ (26) لَا يَسْبِقُونَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُونَ (27) يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَى وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ} [الأنبياء: 26 - 28]
Sebenarnya (malaikat-malaikat itu), adalah hamba-hamba yang dimuliakan, mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya. Allah mengetahui segala sesuatu yang dihadapan mereka (malaikat) dan yang di belakang mereka, dan mereka tiada memberi syafa'at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepada-Nya. [Al-Anbiyaa’: 26-28]

Rabu, 18 Maret 2020

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (59) Puasa pada hari “bidh”; tanggal 13, 14, dan 15

بسم الله الرحمن الرحيم
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
بَابُ صِيَامِ أَيَّامِ البِيضِ: ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ
“Bab: Puasa pada hari “bidh”; tanggal 13, 14, dan 15 (bulan hijriyah)”
Dalam bab ini imam Bukhari rahimahullah menjelaskan keutamaan berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, terkhusus pada hari-hari “bidh” yaitu hari ketiga belas, empat belas, dan lima belas bulan hijriyah. Dinamai hari-hari “bidh” karena siang dan malam pada hari tersebut sangat terang, ada yang mengatakan dinamai demikian karena seluruh bagian bulan terlihat pada malamnya.

Kamis, 12 Maret 2020

Sifat Khusyu’; Tunduk penuh ketaatan hanya kepada Allah

بسم الله الرحمن الرحيم
1.     Keutamaan sifat khusyu’
Diantaranya:
1)      Dimudahkan dalam kebaikan
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ} [البقرة: 45]
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. [Al-Baqarah:45]

Rabu, 11 Maret 2020

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (54), (55), (56), (57), dan (58) Hadits Ibnu ‘Amr tentang puasa

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Bab ke-54.
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
بَابُ حَقِّ الجِسْمِ فِي الصَّوْمِ
“Bab: Hak tubuh dalam hal puasa”
Dalam bab ini, imam Bukhari rahimahullah menjelaskan adanya hak bagi tubuh kita sehingga mesti diperhatikan ketika menjalankan puasa. Beliau meriwayatkan hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu 'anhuma secara utuh yang telah diriwayatkan pada bab sebelumnya secara singkat.