Rabu, 18 September 2019

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (21) Jika berniat puasa di siang hari

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Penjelasan pertama:
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
بَابُ إِذَا نَوَى بِالنَّهَارِ صَوْمًا
Bab: Jika berniat puasa di siang hari
Maksudnya, apakah boleh hukumnya seseorang berniat puasa di siang hari, atau tidak boleh, atau ada rincian dalam masalah ini?
Dalam bab ini Imam Bukhari menyebutkan 5 atsar Sahabat -radhiyallahu ‘anhum- secara mu’allaq (tanpa sanad) dan 1 hadits Nabi shallallahu 'alaihi wasallam secara muttashil (sanad bersambung) dari Salamah bin Al-Akwa’ -radhiyallahu ‘anhu-, yang menunjukkan bolehnya memulai niat puasa di siang hari.
Imam Bukhari -rahimahullah- berkata:
وَقَالَتْ أُمَّ الدَّرْدَاءِ: كَانَ أَبُو الدَّرْدَاءِ يَقُولُ: «عِنْدَكُمْ طَعَامٌ؟» فَإِنْ قُلْنَا: لاَ، قَالَ: «فَإِنِّي صَائِمٌ يَوْمِي هَذَا». وَفَعَلَهُ أَبُو طَلْحَةَ، وَأَبُو هُرَيْرَةَ، وَابْنُ عَبَّاسٍ، وَحُذَيْفَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
“Dan Ummu Ad-Dardaa’ berkata: Abu Ad-Dardaa’ pernah bertanya: “Apakah kalian punya makanan?” Jika kami menjawab: Tidak ada, ia berkata: “Maka saya berpuasa pada hari ini”. Hal ini juga dilakukan oleh Abu Thalhah, Abu Hurairah, Ibnu ‘Abbas, dan Hudzaifah radhiyallahu ‘anhum.”

Rabu, 11 September 2019

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (20) Berkah sahur tanpa diwajibkan

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Penjelasan pertama:
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
بَابُ بَرَكَةِ السَّحُورِ مِنْ غَيْرِ إِيجَابٍ
“Bab: Berkah sahur tanpa ada kewajiban”
Diantara dalil yang menunjukkan keberkahan makan sahur:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ جَعَلَ الْبَرَكَةَ فِي السَّحُورِ وَالْكَيْلَ» [مسند الشاميين للطبراني: صحيح]
"Sesungguhnya Allah menjadikan berkah pada sahur dan takaran (yang adil saat berdagang)". [Musnad Asy-Syamiyiin karya Ath-Thabaraniy: Shahih]

Selasa, 10 September 2019

Syarah Arba’in hadits (2) Umar; Jibril bertanya tentang iman, islam, ihsan, dan kiamat

بسم الله الرحمن الرحيم
Umar radhiyallahu ‘anhu berkata: Ketika kami duduk di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di suatu hari, tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang bajunya sangat putih, rambutnya sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan. Tidak seorang pun dari kami mengenalnya, hingga dia mendatangi Nabi shallallahu 'alaihi wasalam lalu merapatkan lututnya pada lutut Nabi shallallahu 'alaihi wasalam dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas pahanya, kemudian ia berkata, 'Wahai Muhammad, kabarkanlah kepadaku tentang Islam? ' Rasulullah shallallahu 'alaihi wasalam menjawab: "Islam adalah kesaksian bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan puasa Ramadhan, serta haji ke Baitullah jika kamu mampu melakukannya.” Dia berkata, 'Kamu benar.'
Umar berkata, 'Maka kami kaget terhadapnya karena dia menanyakannya dan membenarkannya.' Dia bertanya lagi, 'Kabarkanlah kepadaku tentang iman itu? ' Beliau menjawab: "Kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para Rasul-Nya, hari akhir, dan takdir baik dan buruk." Dia berkata, 'Kamu benar.' Dia bertanya lagi, 'Kabarkanlah kepadaku tentang ihsan itu? ' Beliau menjawab: "Kamu menyembah Allah seakan-akan kamu melihat-Nya, dan jika kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia melihatmu." Dia bertanya lagi, 'Kapankah hari akhir itu? ' Beliau menjawab: "Tidaklah orang yang ditanya itu lebih mengetahui daripada orang yang bertanya." Dia bertanya, 'Lalu kabarkanlah kepadaku tentang tanda-tandanya? ' Beliau menjawab: "Apabila seorang budak melahirkan tuannya, dan kamu melihat orang yang tidak beralas kaki, telanjang, miskin, penggembala kambing, namun bermegah-megahan dalam membangun bangunan." Kemudian dia bertolak pergi. Maka aku tetap saja heran kemudian beliau berkata; "Wahai Umar, apakah kamu tahu siapa penanya tersebut?" Aku menjawab, 'Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.' Beliau bersabda: "Itulah Jibril, dia mendatangi kalian untuk mengajarkan kepada kalian tentang agama kalian'."  [Shahih Muslim]

Minggu, 01 September 2019

Hadits 'Imran dan Jabir; Cara shalat orang sakit

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Hadits ‘Imran bin Hushain –radhiyallahu ‘anhu-.
'Imrah bin Hushain radhiyallahu 'anhu berkata:
كَانَتْ بِي بَوَاسِيرُ فَسَأَلْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الصَّلَاةِ فَقَالَ: «صَلِّ قَائِمًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَقَاعِدًا، فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِعْ فَعَلَى جَنْبٍ» [صحيح البخاري]
"Suatu kali aku menderita sakit wasir, lalu aku tanyakan kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam tentang cara shalat. Maka Beliau shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: "Shalatlah dengan berdiri, jika kamu tidak sanggup lakukanlah dengan duduk dan bila tidak sanggup juga lakukanlah dengan berbaring pada salah satu sisi badannya". [Shahih Bukhari]

Jumat, 30 Agustus 2019

Manfaat beriman kepada takdir

بسم الله الرحمن الرحيم
Pada beberapa postingan sebelumnya telah dibahas tentang masalah takdir:
3.    Buat apa usaha?
Orang yang senantiasa meyakini akan adanya tadir dan ketetapan Allah subhanahu wa ta'aalaa akan merasakan kenikmatan dalam segala aspek kehidupannya.

Rabu, 28 Agustus 2019

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (19) Berapa selang waktu antara sahur dan shalat subuh

بسم الله الرحمن الرحيم
Imam Bukhari rahimahullah berkata:
بَابٌ: قَدْرِ كَمْ بَيْنَ السَّحُورِ وَصَلاَةِ الفَجْرِ
Bab: “Berapa jarak waktu antara sahur dan shalat subuh”.
Dalam bab ini Imam Bukhari rahimahullah meriwayatkan satu hadits dari Zayd bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, ia berkata;
1821 - حَدَّثَنَا مُسْلِمُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ [الأزدي]، حَدَّثَنَا هِشَامٌ [الدَّسْتُوَائى]، حَدَّثَنَا قَتَادَةُ [بن دعامة السدوسي]، عَنْ أَنَسٍ، عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: «تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ»، قُلْتُ: كَمْ كَانَ بَيْنَ الأَذَانِ وَالسَّحُورِ؟ " قَالَ: «قَدْرُ خَمْسِينَ آيَةً»
1821 - Telah menceritakan kepada kami Muslim bin Ibrahim [Al-Azdiy], telah menceritakan kepada kami Hisyam [Ad-Dastuwaiy], telah menceritakan kepada kami Qatadah [bin Di’amah As-Sadusiy], dari Anas, dari Zaid bin Tsabit radhiyallahu 'anhu berkata: "Kami pernah makan sahur bersama Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian Beliau pergi untuk melaksanakan shalat.
Aku (Anas) bertanya: "Berapa selang waktu antara adzan dan sahur?".
Dia menjawab: "Sebanyak ukuran bacaan lima puluh ayat".

Minggu, 25 Agustus 2019

Syarah Kitab Tauhid bab (4); Takut dari perbuatan syirik

بسم الله الرحمن الرحيم
Dalam bab ini syekh Muhammad bin Abdil Wahhab –rahimahullah- menyebutkan 2 ayat dan 3 hadits:
1)      Firman Allah subhanahu wata’aalaa:
{إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَاءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَىٰ إِثْمًا عَظِيمًا} [النساء : 48]
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. [An-Nisaa': 48]

Jumat, 23 Agustus 2019

Apakah takdir bisa berubah?

بسم الله الرحمن الرحيم
Ada tiga pendapat ulama dalam masalah ini:
Pendapat pertama: Takdir tidak bisa berubah.
Diantara dalilnya:
1.       Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ وَمَا أَنَا بِظَلَّامٍ لِّلْعَبِيدِ} [ق : 29]
Keputusan di sisi-Ku tidak dapat diubah dan Aku sekali-kali tidak menganiaya hamba-hamba-Ku [Qaaf: 29]

Kamis, 22 Agustus 2019

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (18) Mengakhirkan santap sahur

بسم الله الرحمن الرحيم
A.    Penjelasan pertama.
Imam Bukhari –rahimahullah- berkata:
بَابُ تَأْخِيرِ السَّحُورِ
Bab: Mengakhirkan santap sahur.
Pada nuskhah (cetakan) lain kitab shahih Bukhari disebutkan dengan judul:
باب تعجيل السحور
Bab: Bersegera ketika sahur.
Maksudnya, terburu-buru makan sahur karena sudah dekat masuk waktu shalat subuh.
Abu Bakr radhiyallahu ‘anhu berkata;
كُنَّا نَنْصَرِفُ فِي رَمَضَانَ، فَنَسْتَعْجِلُ الْخَدَمَ بِالطَّعَامِ، مَخَافَةَ الْفَجْرِ
"Pada bulan Ramadhan kami keluar (selesai dari shalat) kemudian kami memerintahkan pembantu untuk segera mempersiapkan makanan (sahur) karena takut datangnya fajar." [Muwatha’ Malik]

Rabu, 21 Agustus 2019

Keistimewaan hari Rabu

بسم الله الرحمن الرحيم
Allah memberikan kemuliaan kepada makhluk-Nya sesuai kehendak-Nya:
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ} [آل عمران: 73]
Katakanlah: "Sesungguhnya karunia (kemuliaan) itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui". [Ali ‘Imran: 73]

Minggu, 11 Agustus 2019

Khutbah 'idul Adha; Ibadah haji sebagai momentum persatuan ummat Islam

بسم الله الرحمن الرحيم


الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر
الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا لا اله الا الله الله أكبر، الله أكبر ولله الحمد
" الْحَمْدُ لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ، وَنَسْتَعِينُهُ، وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ} [آل عمران: 102]، {يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا} [النساء: 1]، {يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا} [الأحزاب: 70، 71] ". أَمَّا بَعْدُ![1]

Kaum muslimin dan muslimat jama’ah shalat ‘idul Adhaa rahimakumullah!

Jumat, 09 Agustus 2019

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (17) “Janganlah adzan Bilal menghalangi kalian dari santap sahur”

بسم الله الرحمن الرحيم


A.    Penjelasan pertama.

Imam Bukhari –rahimahullah- berkata:
بَابُ قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " لاَ يَمْنَعَنَّكُمْ مِنْ سَحُورِكُمْ أَذَانُ بِلاَلٍ "
Bab: Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam "Janganlah adzan Bilal menghalangi kalian dari santap sahur"

Kamis, 08 Agustus 2019

Syarah Kitab Tauhid bab (3); Siapa yang mengaplikasikan tauhid akan masuk surga tanpa perhitungan

بسم الله الرحمن الرحيم



Dalam bab ini syekh Muhammad bin Abdil Wahhab –rahimahullah- menyebutkan 2 ayat dan 1 hadits:
1)      Firman Allah subhanahu wata’aalaa:
{إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ} [النحل : 120]
Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan). [An-Nahl: 120]

Rabu, 07 Agustus 2019

Sekilas tentang buku “Zawaid” hadits

بسم الله الرحمن الرحيم



Buku “Az-Zawaid” adalah buku yang mencantumkan tambahan hadits untuk suatu buku atau tambahan hadits dari satu buku yang tidak ada dalam buku yang lain.

Tujuan dan manfaat penulisan buku "Zawaid" hadits:

Selasa, 06 Agustus 2019

Syarah Arba'in hadits (1) Umar; Amal dan Niat

بسم الله الرحمن الرحيم


Dari Amirul Mu’minin Abu Hafsh Umar bin Al-Khaththab -radhiyallahu ‘anhu- berkata; Saya mendengar Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.".

Sabtu, 03 Agustus 2019

Makna istilah “Al-Musnad” menurut ahli hadits

بسم الله الرحمن الرحيم


Kata "Musnad" adalah bentuk isim maf’ul (objek) dari fi’il (kata kerja) أَسْنَدَ asnada” yang berarti menyandarkan atau menisbatkan.

Ada tiga makna penggunaan istilah “Musnad” menurut ahli hadits:
1.       Musnad sebagai sifat suatu hadits.
2.       Musnad sebagai jenis penulisan buku hadits.
3.       Musnad bermakna sanad atau isnad.

Jumat, 02 Agustus 2019

Hadits Malik bin Al-Huwairits; Shalatlah seperti kalian melihatku shalat

بسم الله الرحمن الرحيم


Malik bin Al-Huwairits radhiyallahu 'anhu berkata:
أَتَيْنَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ شَبَبَةٌ مُتَقَارِبُونَ، فَأَقَمْنَا عِنْدَهُ عِشْرِينَ يَوْمًا وَلَيْلَةً، وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَحِيمًا رَفِيقًا، فَلَمَّا ظَنَّ أَنَّا قَدْ اشْتَهَيْنَا أَهْلَنَا - أَوْ قَدْ اشْتَقْنَا - سَأَلَنَا عَمَّنْ تَرَكْنَا بَعْدَنَا، فَأَخْبَرْنَاهُ قَالَ: ارْجِعُوا إِلَى أَهْلِيكُمْ، فَأَقِيمُوا فِيهِمْ، وَعَلِّمُوهُمْ وَمُرُوهُمْ، - وَذَكَرَ أَشْيَاءَ أَحْفَظُهَا أَوْ لَا أَحْفَظُهَا - وَصَلُّوا كَمَا رَأَيْتُمُونِي أُصَلِّي، فَإِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ، وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ
"Kami datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, saat itu kami adalah para pemuda yang usianya sebaya. Maka kami tinggal bersama beliau selama dua puluh hari dua puluh malam. Beliau adalah seorang yang sangat penuh kasih dan lembut. Ketika beliau merasa bahwa kami telah ingin, atau merindukan keluarga kami, beliau bertanya kepada kami tentang orang yang kami tinggalkan. Maka kami pun mengabarkannya kepada beliau. Kemudian beliau bersabda: "Kembalilah kepada keluarga kalian dan tinggallah bersama mereka, ajarilah mereka dan perintahkan (untuk shalat)." -Beliau lantas menyebutkan sesuatu yang aku pernah ingat atau lupa -. Beliau mengatakan: "Shalatlah kalian seperti kalian melihat aku shalat. Maka jika waktu shalat sudah tiba, hendaklah salah seorang dari kalian mengumandangkan adzan, dan hendaklah yang menjadi Imam adalah yang paling tua di antara kalian." [Shahih Bukhari dan Muslim]

Kamis, 01 Agustus 2019

Syarah hadits Abu Umamah; Ayat Kursiy setelah shalat

بسم الله الرحمن الرحيم


Imam An-Nasa’iyrahimahullah- meriwayatkan dalam kitabnya “An-Sunan Al-Kubraa” 9/44 no.9848, dan Ath-Thabaraniyrahimahullah- dalam “Al-Mu’jam Al-Ausath” 8/92 no. 8068:
عن الْحُسَيْن بْن بِشْرٍ الطَرَسُوسي قَالَ : حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ حِمْيَرٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ زِيَادٍ، عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ( مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ ).
Dari Al-Husain bin Bisyr Ath-Tharasus, ia berkata: Muhammad bin Himyar menceritakan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin Ziyad menceritakan kepada kami, dari Abu Umamah, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca aya Kursiy pada setiap akhir shalat fardhu, maka tidak ada yang mencegahnya masuk surga selain kematiannya”.

Rabu, 31 Juli 2019

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (16) “Makan minumlah hingga terang“

بسم الله الرحمن الرحيم


A.   Penjelasan pertama.

Bab keenam belas kitab “Ash-Shaum” dari Sahih Bukhariy adalah:
بَابُ قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى: {وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الخَيْطُ الأَبْيَضُ مِنَ الخَيْطِ الأَسْوَدِ مِنَ الفَجْرِ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ} [البقرة: ١٨٧]
Bab firman Allah Ta'ala: Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam. [Al-Baqarah: 187]

Selasa, 23 Juli 2019

Takhrij hadits: “Baca ayat Kursiy setelah shalat”

بسم الله الرحمن الرحيم


Hadits anjuran membaca ayat Al-Kursiy setelah shalat wajib diriwayatkan dari beberapa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, diantaranya: (1) Abu Umamah Al-Bahiliy, (2) Ali bin Abi Thalib, (3) Al-Mugirah bi Syu’bah, (4) Ash-Shalshal bin Ad-Dalahmas, (5) Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib, (6) Jabir bin Abdillah, (7) Anas bin Malik, dan (8) Abu Musa Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhum.

Berikut penjelasannya:

Senin, 22 Juli 2019

Nasehat perjalanan haji dan umrah

بسم الله الرحمن الرحيم
Perintah menunaikan ibadah haji
Allah subhanahu wata’aalaa berfirman:
{وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ} [آل عمران: 97]
Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. [Ali 'Imran:97]

Kamis, 18 Juli 2019

Sifat mukmin yang menakjubkan; Bersyukur dan bersabar

بسم الله الرحمن الرحيم



Dari Shuhaib radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ» [صحيح مسلم]
"Sangat menakjubkan urusan seorang Mukmin, semua urusannya terasa baik, dan itu tidak terjadi pada siapapun kecuali pada seorang Mukmin, jika ia mendapat kebaikan ia bersyukur, maka itu baik baginya, dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka itu baik baginya". [Sahih Muslim]

Selasa, 16 Juli 2019

Hadits Tsauban; Istigfar dan dzikir setelah shalat

بسم الله الرحمن الرحيم


Imam Muslim –rahimahullah- berkata:
حَدَّثَنَا دَاوُدُ بْنُ رُشَيْدٍ حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ عَنْ الْأَوْزَاعِيِّ عَنْ أَبِي عَمَّارٍ اسْمُهُ شَدَّادُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ عَنْ أَبِي أَسْمَاءَ عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا انْصَرَفَ مِنْ صَلَاتِهِ اسْتَغْفَرَ ثَلَاثًا، وَقَال:َ " اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ "
قَالَ الْوَلِيدُ: فَقُلْتُ لِلْأَوْزَاعِي:ِّ كَيْفَ الْاسْتِغْفَارُ؟ قَالَ: تَقُولُ: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ.
Telah menceritakan kepada kami: Dawud bin Rusyaid, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami: Al Walid (bin Muslim), dari Auza'i (Abdurrahman bin 'Amr), dari Abu 'Ammar -namanya Syaddad bin Abdullah-, dari Abu Asma` ('Amru bin Mirtsad), dari Tsauban dia berkata; "Jika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam selesai shalat, beliau akan meminta ampunan tiga kali dan memanjatkan doa: (Ya Allah, Engkau adalah Dzat Yang memberi keselamatan, dan dari Engkaulah segala keselamatan, Maha Besar Engkau wahai Dzat Pemilik kebesaran dan kemuliaan)."
Kata Al-Walid; Maka kukatakan kepada Al-Auza'iy: "Lalu bagaimana bila hendak meminta ampunan?"
Jawabnya; 'Engkau ucapkan saja: Astaghfirullah, Astaghfirullah."

Senin, 15 Juli 2019

4 bekal menuju kehidupan kekal

بسم الله الرحمن الرحيم



Allah -subhanahu wata’aalaa- berfirman:
{كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ} [آل عمران: 185]
Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. [Ali ‘Imran: 185]

Dari ayat di atas disebutkan 4 bekal yang mesti kita ketahui dan amalkan agar kita sukses dalam menjalani kehidupan dunia dan akhirat.

Bekal pertama: Setiap yang hidup pasti akan mati.

Minggu, 14 Juli 2019

Adab berdebat dan berselisih pendapat

بسم الله الرحمن الرحيم



Perselisihan pendapat di antara manusia adalah hal yang pasti terjadi, dan supaya perselisihan pendapat ini tidak menjadi sebab perpecahan dan permusuhan, maka hendaklah diperhatikan dan mengamalkan adab-adab atau etika berselisih pendapat, berdialog, atau berdebat. Diantaranya:

1.      Ikhlas dalam mencari kebenaran.

Sabtu, 13 Juli 2019

Hadits Abu Hurairah; Dzikir setelah shalat

بسم الله الرحمن الرحيم


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘ahu-; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ ، فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُون ،َ وَقَالَ - تَمَامَ الْمِائَة -:ِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ
"Barangsiapa bertasbih kepada Allah sehabis shalat sebanyak tiga puluh tiga kali, dan bertahmid kepada Allah tiga puluh tiga kali, dan bertakbir kepada Allah tiga puluh tiga kali, hingga semuanya berjumlah sembilan puluh sembilan, dan membaca -untuk mencukupkan seratus-: Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, lahul mulku walahul hamdu wahuwa 'alaa kulli syai'in qadiir, maka kesalahan-kesalahannya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan." [Shahih Muslim]

Jumat, 12 Juli 2019

Bagaimana menyampaikan ta'ziyah?

بسم الله الرحمن الرحيم


Ta’ziyah adalah memberi nasehat kepada orang yang ditimpa musibah untuk tabah dan bersabar atas yang yang terjadi, dan memberi kabar gembira dengan pahala atas kesabarannya, serta mendo’akan kebaikan untuk si mayyit dan keluarga yang ditinggal.

A.    Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyampaikan ta’ziyah kepada sahabatnya.

Kamis, 11 Juli 2019

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (15) Dihalalkan bagi kamu pada malam bulan puasa

بسم الله الرحمن الرحيم


A.    Penjelasan pertama.

Bab kelimabelas kitab "Ash-Shaum" dari Sahih Bukhariy adalah:
بَابُ قَوْلِ اللَّهِ جَلَّ ذِكْرُهُ: {أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ الصِّيَامِ الرَّفَثُ إِلَى نِسَائِكُمْ هُنَّ لِبَاسٌ لَكُمْ وَأَنْتُمْ لِبَاسٌ لَهُنَّ عَلِمَ اللَّهُ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَخْتَانُونَ أَنْفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنْكُمْ فَالْآنَ بَاشِرُوهُنَّ وَابْتَغُوا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَكُمْ} [البقرة: ١٨٧]
Bab firman Allah -jalla dzikruhu-: Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan berusahalah meraih apa yang telah ditetapkan Allah untukmu. [Al-Baqarah: 187]

Rabu, 10 Juli 2019

Penjelasan singkat kitab Ash-Shaum dari Sahih Bukhari; Bab (14) Ramadhan tidak didahului puasa

بسم الله الرحمن الرحيم


Bab keempatbelas kitab "Ash-Shaum" dari Sahih Bukhariy adalah: 
بَابٌ: لاَ َيتقَدَّمُ رَمَضَان بِصَوْمِ يَوْمٍ وَلاَ يَوْمَيْنِ
Bab: "Ramadhan tidak didahului dengan puasa sehari atau dua hari sebelumnya".