Jumat, 23 September 2011

Mau nikah tapi tak punya uang

 بسم الله الرحمن الرحيم

 
Ulama berselisih pendapat boleh tidaknya seseorang berutang untuk nikah karena takut terjerumus dalam maksiat.

Fatwa Lajnah Ad-Daimah di Saudi membolehkan seseorang yang takut terjerumus dalam maksiat mengambil utang untuk menikah, akan tetapi kalau ia masih mampu menahan diri maka sebaiknya ia bersabar sampai mampu.

Sedangkan Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah tidak menganjurkan seseorang berutang untuk menikah, dengan dalil:

1. Firman Allah subhanahu wa ta'aalaa:
{وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ}
"Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya". [An-Nuur:33]

Dalam ayat ini Allah memerintahkan orang yang tidak mampu kawin untuk menjaga diri sampai diberi kemampuan dan tidak menganjurkan untuk berutang.

2. Hadits Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
    «يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ»
"Wahai kaum pemudah, barang siapa yang mampu materi dan jasmani maka menikalah, karena itu lebih menjaga pandangan dan kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena itu sebagai pelindung (dari maksiat)". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menganjurkan pemuda yang tidak mampu untuk berutang.

3. Sahl bin Sa'ad radhiyallahu 'anhuma berkata: Seorang wanita mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan berkata: Aku telah menghadiahkan diriku kepada Allah dan Rasul-Nya.
Rasulullah menjawab:
«مَا لِي فِي النِّسَاءِ مِنْ حَاجَةٍ»
"Aku sedang tidak membutuhkan wanita".
Lalu seseorang berkata: Kawinkan aku dengannya.
Rasulullah bersabda:
 «أَعْطِهَا ثَوْبًا»
"Beri ia pakaian (sebagai mahar)".
Ia menjawab: Aku tidak punya.
Rasulullah bersabda:
 «أَعْطِهَا وَلَوْ خَاتَمًا مِنْ حَدِيدٍ»
"Beri ia sesuatu sekalipun hanya berupa cincin besi".
Lalu orang tersebut mengaku tidak punya.
Maka Rasulullah bertanya kepadanya:
 «مَا مَعَكَ مِنَ القُرْآنِ؟»
"Apa saja yang kau hafal dari Al-Qur'an?"
Ia menjawab: Ini dan ini.
Rasulullah bersabda:
 «فَقَدْ زَوَّجْتُكَهَا بِمَا مَعَكَ مِنَ القُرْآنِ»
"Aku telah mengawinkanmu dengannya bermaharkan Al-Qur'an yang kau hafal".

Dalam hadits ini pun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak memerintahkan sahabat tersebut untuk berutang, malah Rasulullah menikahkannya dengan Al-Qur'an yaitu mengajarkan istrinya Al-Qur'an dan sebagai upahnya itulah yang menjadi mahar.

Dengan demikian, bagi yang tidak mampu materi untuk menikah sebaiknya jangan berutang. Perbanyaklah puasa dan jauhi hal-hal yang memancing syahwat.

Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sering berdo'a dalam salat dan berkata:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ المَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ
" Ya Allah .. Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari dosa dan utang " .
Lalu seseorang bertanya: Sering sekali engkau Ya Rasulullah minta perlindungan dari utang?
Rasulullah menjawab:
 «إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ، حَدَّثَ فَكَذَبَ، وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ»
"Sesungguhnya seseorang jika berutang akan mencari alasan dan berbohong, berjanji kemudian mengingkari". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dan dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
 «يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ»
"Diampuni semua dosa orang yang mati syahid di jalan Allah kecuali utangnya. [Sahih Musllim]

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«نَفْسُ المُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ»
"Jiwa seorang Mu'min tergantung karena utangnya sampai dilunasi untuknya". [Sunan At-Tirmidzi: Sahih]
 
Dan dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
 مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِيَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ
"Barang siapa yang mati meninggalkan utang berupa dinar atau dirham, maka akan dibayarkan nanti di akhirat dari amal kebaikannya, di sana tidak ada lagi dinar dan dirham". [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Dari Tsauban radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
 مَنْ فَارَقَ الرُّوحُ الْجَسَدَ وَهُوَ بَرِيءٌ مِنْ ثَلَاثٍ دَخَلَ الْجَنَّةَ : مِنْ الْكِبْرِ ، وَالْغُلُولِ ، وَالدَّيْنِ
"Barang siapa yang ruhnya telah meninggalkan jasad (wafat) dan ia bebas dari tiga hal maka ia akan masuk surga; Bebas dari kesombongan, kecurangan dalam harta rampasan perang, dan utang". [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Tapi kalau ia nekad untuk berutang demi terjaga dari tindakan maksiat maka boleh-boleh saja, semoga Allah membantunya untuk membayar utang.
 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
 «مَنْ أَخَذَ أَمْوَالَ النَّاسِ يُرِيدُ أَدَاءَهَا أَدَّى اللَّهُ عَنْهُ، وَمَنْ أَخَذَ يُرِيدُ إِتْلاَفَهَا أَتْلَفَهُ اللَّهُ»
"Barang siapa yang mengambil harta orang (utang) dengan niat ingin melunasinya maka Allah akan membantunya untuk melunasi utannya. Dan barang siapa yang mengambil (utang) dengan niat menghancurkannya, maka Allah akan menghancurkan dirinya". [Sahih Bukhari]

Dari Abdullah bin Ja'far radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
 كَانَ اللَّهُ مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِيَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ
Allah bersama orang yang berutang sampai ia melunasinya, selama ia tidak berutang untuk sesuatu yang dibenci Allah. [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
 " مَا مِنْ عَبْدٍ كَانَتْ لَهُ نِيَّةٌ فِي أَدَاءِ دَيْنِهِ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ عَوْنٌ "
"Tidaklah seorang hamba yang berniat untuk melunasi utangnya kecuali ia akan mendapatkan bantuan dari Allah 'azza wa jalla". [Musnad Ahmad: Hasan]

Wallahu a'lam !!

* Lihat juga : Jangan takut menikah dan punya anak
                      Orang Sabar
                      Mau rezki berlimpah ?

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...