Rabu, 16 Januari 2013

Yahya Al-Laitsiy dan gajah

بسم الله الرحمن الرحيم


"Jangan biarkan dunia menyibukkanmu dari tujuan utama"

Yahya bin Yahya bin Katsiir Al-Laitsiy, kuniahnya Abu Muhammad rahimahullah. Ia adalah seorang ulama besar dari negeri Andalus, penuh wibawa dan senantiasa berpenampilan yang baik menyerupai penampilan Imam Malik rahimahullah.

Diriwayatkan bahwa pada suatu hari Yahya duduk menuntut ilmu pada Imam Malik di Madinah. Tiba-tiba seseorang berseru bahwa di luar ada gajah yang lewat, maka semua murid Imam Malik keluar untuk menyaksikan kecuali Yahya Al-Laitsiy.

Imam Malik bertanya kepada Yahya:
" لِمَ لم تخرج فتراه، إذ ليس بأرض الأندلس؟ "
"Kenapa kamu tidak keluar ikut menyaksikan, bukankah gajah tidak ada di daerah Andalus?"

Yahya menjawab:
" إنما جئت من بلدي لأنظر إليك وأتعلم من هديك وعلمك ، لا إلى أن أنظر إلى الفيل "
"Sesungguhnya aku datang dari kampungku hanya untuk melihatmu dan belajar dari tuntunan dan ilmumu, bukan untuk melihat gajah!"

Maka Imam Malik kagum kepadanya dan menggelarinya "Al-'Aaqil" (Yang berakal/pandai).

Kisah ini disebutkan oleh Al-Qadhiy 'Iyyadh (544H) dalam kitabnya "Tartiib Al-Madaarik wa Taqriib Al-Masaalik", dan Ibnu Khallikaan (681H) dalam kitabnya "Wafiyaat Al-A'yaan" 6/144.

Yahya lahir pada tahun 152 hijriyah dan wafat di bulan Rajab pada tahun 234 hijriyah.

Lihat biografi Yahya Al-Laitsiy dalam kitab "Siyar A'laam An-Nubalaa'" karya Imam Adz-Dzahabiy 10/519.

Lihat juga: Sesat karena CINTA
                    Bebek untuk Syekh 
                    Gurutta' meninggal 
                    Sekilas biografi Syekh Albany rahimahullah
                    DR. Muhammad Sa'id Ruslan hafidzahullah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...