Sabtu, 15 September 2012

Sekilas biografi Syekh Albany


Al-'Allamah Asy-Syaikh Muhammad Nasiruddin Al-Albaniy rahimahullah adalah salah seorang ulama muslim yang menonjol di masa ini, beliau dianggap sebagai salah satu ulama hadits yang tersohor dan tiada duanya dalam ilmu Al-Jarh wa At-Ta'diil.
Syaikh Albaniy adalah hujjah dalam ilmu musthalah hadits, para ulama hadits berkata tentang beliau bahwa ia telah mengembalikan masa Ibnu Hajar Al-'Asqalaniy, Al-Hafidz Ibnu Katsir dan yang lainnya dari ulama Al-Jarh wa At-Ta'diil.
Beliau adalah salah seorang imam Ahlus-Sunnah abad ini, tidak saja dikenal sebagai seorang ulama ahli hadits, akan tetapi beliau juga salah seorang diantara barisan para ulama yang mendapat predikat sebagai pembaharu Islam (Mujaddid al-Islam).

Kelahiran dan kehidupannya
Syekh Muhammad Nasiruddin bin Al-Hajj Nuh Al-Albaniy, kuniahnya Abu Abdurrahman; lahir tahun 1333H-1914M di kota Scodra ibukota negara Albania kala itu, dalam keluarga yang miskin dan beragama, didominasi oleh suasana keilmuan karena bapaknya adalah rujukan masyarakat yang mendidik dan mengarahkan mereka.

Mulai Menuntut Ilmu
Di Damaskus, lelaki kecil Muhammad Nashiruddin mulai menimba ilmu dengan mempelajari Bahasa Arab di Madrasah Jam'iyah al-Is'af al-Hairi.
Orang yang paling pertama menanamkan pengaruhnya adalah bapaknya sendiri, Haji Nuh, yang merupakan salah seorang ulama Madzhab Hanafi kala itu. Mendidiknya hafal Al-Qur'an, belajar tajwid dan Nahwu sharaf. Untuk berapa lama beliau rahimahullah mengikuti taqlid madzhabi yang diajarkan bapaknya. Akan tetapi hidayah Allah selalu datang kepada orang yang dikehendaki-Nya kebaikan pada dirinya. Dan kemudian beliau rahimahullah muncul sebagai seorang yang tidak terkekang madzhab tertentu.
Semua sepak terjang beliau rahimahullah dalam mencari ilmu tadi, berbarengan dengan kehidupan beliau rahimahullah yang sangat pas-pasan. Sehingga untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari, beliau bergelut sebagai seorang tukang (servis) jam yang ia pelajari dari ayahnya, dan beliau dikenal sangat ahli dalam pekerjaan tersebut. Dan semua itu sama sekali tidak menghalangi beliau rahimahullah untuk menjadi seorang alim yang besar di kemudian hari.

Beberapa hal yang menggambarkan kedudukan tinggi beliau:
    Beliau rahimahullah terpilih sebagai anggota pada dewan kajian hadits yang dibentuk oleh Mesir dan Suriah, untuk memimpin komite publikasi kitab-kitab sunnah.
    Menjadi guru besar bidang studi hadits di Universitas Islam Madinah. Bahkan kemudian beliau dipilih sebagai anggota dewan rektor di universitas yang sama, periode 1381-1383 H.
    Beliau pernah diminta menjadi guru besar di Universitas as-Salafiyah, India, tapi beliau tidak menyanggupi.
    Beliau juga pernah diminta oleh Menteri Wakaf Saudi Arabia, Syaikh Hasan 'Abdullah Alu asy-Syaikh, untuk menjadi guru besar ilmu hadits di Universitas Makkah al-Mukarramah.
    Oleh Raja Khalid bin 'Abdul-Aziz, raja Saudi Arabia, beliau terpilih kembali sebagai anggota dewan rektor Universitas Islam Madinah periode 1395-1398 H.
    Perpustakaan azh-Zhahiriyah, di Damaskus, mengkhususkan satu ruang tersendiri untuk Syaikh, demi memudahkan studi dan penelitian beliau. Dan ini tidak pernah terjadi bagi seorang pun sebelum beliau.

Pujian Para Ulama
    Sikap hormat Syaikh al-Allamah Muhammad Amin asy-Syinqithi rahimahullah -yang dikenal sebagai seorang ahli tafsir yang tidak ada bandingannya di zamannya- yang tidak lazim kepada Syaikh al-Albani rahimahullah, dimana saat beliau melihat Syaikh al-Albani berlalu padahal beliau tengah mengajar di Masjid Nabawi, beliau menyempatkan berdiri untuk mengucapkan salam kepada Syaikh al-Albani, demi menghormatinya.
    Pujian al-Allamah Muhibbuddin al-Khathib rahimahullah; “Diantara para dai kepada as-Sunnah, yang menghabiskan hidupnya demi bekerja keras untuk menghidupkannya, adalah saudara kami Abu 'Abdurrahman Muhammad Nashiruddin bin Nuh Najati al-Albani.”
    Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu asy-Syaikh rahimahullah, pernah menyebut al-Albani dengan pujian; “Beliau adalah Ahli Sunnah, pembela kebenaran dan musuh yang menghantam para pengikut kebathilan.”
    Pujian Syaikh 'Abdul-Aziz bin Baz rahimahullah; “Saya tidak pernah melihat seorang ulama di bawah kolong langit ini, di abad modern ini seperti al-Allamah Muhammad Nashiruddin al-Albani.”
    Pujian Syaikh Muhammad bin Shalih al-'Utsaimin rahimahullah; “Yang saya ketahui tentang Syaikh, dari pertemuan saya dengan beliau -dan itu sangat sedikit- bahwa beliau sangat teguh di dalam mengamalkan as-Sunnah dan memerangi bid'ah, baik dalam akidah maupun amaliyah. Dan dari telaah saya terhadap karya tulis beliau, saya mengetahui bahwa beliau memiliki ilmu yang luas di dalam hadits, riwayat maupun dirayat. Dan bahwasanya Allah memberikan manfaat yang banyak dari karya tulis beliau, baik dari segi ilmu maupun metodologi…”

Karya tulis beliau yang telah tercetak tidak kurang dari 119 buah, baik yang berupa ta'lif atau takhrij. Bahkan masih banyak yang berbentuk manuskrip.

Wafat
Beliau wafat pada hari Sabtu, 22 Jumadil-Akhir 1420 H/ 2 Oktober 1999 M. Dimakamkan setelah selesai shalat isya.

Website Syekh Muhammad Nasuruddin Al-Albaniy: http://www.alalbany.net/

Sumber biografi:
                              سيرة الشيخ محمد ناصر الدين الألباني رحمه الله 

Beberapa buku yang mengisahkah kehidupan syekh Al-Albaniy:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...