Jumat, 11 November 2011

Sesat karena CINTA


Imran bin Hiththan bin Dzhabiyan As-Sadusy, seorang ulama' dari kalangan tabi'in di Bashrah.
Ia berguru dari beberapa Sahabat seperti: Aisyah, Abu Musa Al-Asy'ary, dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhum.
Diantara muridnya: Ibnu Sirin, Qatadah, dan Yahya bin Abi Katsir rahimahumullah.

Imran adalah salah seorang yang pandai melantunkan sya'ir. Dulunya ia bermazhab ahlissunnah wal jama'ah, namun karena cintanya kepada putri pamannya yang cantik dan menawan namun bermazhab khawarij, ia berniat menikahinya untuk membimbingnya kembali ke mazhab yang benar.
Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya, malah ia yang berpaling dari mazhab ahlissunnah dan terjerumus dalam mazhab khawarij. Sampai ia melantunkan sya'ir dengan memuji pembunuh Ali bin Abi Thalib radiyallahu 'anhu.

Suatu hari istrinya berkata: "Aku perhatikan diriku dan dirimu, ternyata aku dan kamu adalah penghuni surga". 
Imran bertanya: "Kenapa begitu?" 
Istrinya menjawab: "Karena aku diberi suami sepertimu (yg buruk rupa) dan aku bersabar, sedangkan kamu dikaruniai istri sepertiku (yang cantik) dan kau bersyukur; dan orang yang sabar dan bersyukur adalah ahli surga".

Setelah Imran meninggal, istrinya dilamar oleh Suwaid bin Manjuf As-Sadusiy tapi ia menolak. 
Ia memiliki tahi lalat yang sangat disenangi oleh Imran dan sering diciuminya, kemudian ia mencabut tahi lalat tersebut dan berkata: "Demi Allah, tidak boleh ada yang melihatnya kecuali Imran". 
Kemudian ia tidak menikah lagi sampai akhir hayatnya.

Imram bin Hiththan meninggal tahun 84 hijriyah.

Ulama berselisih pendapat tentang hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imran. Ada yg mengatakan ditolak karena ia khawarij, dan ada pula yg mengatakan haditsnya diterima selama ia jujur.
Oleh sebab itu Imam Bukhari dalam kitabnya Sahih Bukhari meriwayatkan hadits yang disampaikan oleh Imran.
Ibnu Hajar berkata: Imran adalah orang yang shaduuq (jujur, haditsnya diterima) hanya saja ia bermazhab khawarij, ada yang mengatakan ia tobat dari mazhab tersebut.

Wallahu a'lam !

Semoga Allah senantiasa mengokohkan kita dalam mazhab ahlissunah wal jama'ah . Amin ...

Refrensi:
Tahdzib Al-Kamal oleh Al-Mizzi.
Siyar A'lam An-Nubala' oleh Adz-Dzahaby.
Taqrib At-Tahdzib oleh Ibnu Hajar.

Lihat juga: Yahya Al-Laitsiy dan gajah 
                Hadits-hadits Cinta 
                Godaan wanita

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...