Rabu, 20 Februari 2013

Keutamaan surah Al-Baqarah



بسم الله الرحمن الرحيم

Diantara keutamaan surah Al-Baqarah:

Berkah, pelindung dan pembela di hari kiamat

Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ، اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ، وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ، فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ، أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ، تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا، اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ». [صحيح مسلم]
"Bacalah Al-Qur'an karena ia datang di hari kiamat sebagai pembela bagi yang membacanya. Bacalah Az-Zahrawain (dua cahaya) yaitu surah Al-Baqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya datang di hari kiamat seperti dua awan putih atau dua naungan atau dua kerumunan burung sebagai pembela bagi yang membacanya. Bacalah surah Al-Baqarah, karena membacanya adalah berkah, meninggalkannya adalah kerugian, dan tidak mampu dilawan oleh penyihir". [Sahih Muslim]

Dari An-Nawwas bin Sam'aan Al-Kilaabiy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«يُؤْتَى بِالْقُرْآنِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَهْلِهِ الَّذِينَ كَانُوا يَعْمَلُونَ بِهِ تَقْدُمُهُ سُورَةُ الْبَقَرَةِ، وَآلُ عِمْرَانَ»
"Al-Qur'an didatangkan pada hari kiamat bersama orang-orang yang mengamalkannya di dunia didahului oleh surah Al-Baqarah dn Ali 'Imran"
An-Nawwas berkata: Dan Rasulullah memberi tiga perumpamaan yang aku belum lupa, Rasulullah bersabda:
«كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ، أَوْ ظُلَّتَانِ سَوْدَاوَانِ بَيْنَهُمَا شَرْقٌ، أَوْ كَأَنَّهُمَا حِزْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ، تُحَاجَّانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا» [صحيح مسلم]
"Keduanya seperti dua awan putih atau dua naungan hitam diantara keduanya ada cahaya, atau keduanya seperti dua kerumunan burung yang melebarkan sayapnya, keduanya datang membela orang yang mengamalkannya". [Sahih Muslim]

Dari Buraidah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" تَعَلَّمُوا الْبَقَرَةَ ؛ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ، وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ، وَلَا يَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ . تَعَلَّمُوا الْبَقَرَةَ، وَآلَ عِمْرَانَ ؛ فَإِنَّهُمَا هُمَا الزَّهْرَاوَانِ يَجِيئَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُجَادِلَانِ عَنْ صَاحِبِهِمَا " [مسند أحمد: صحيح]
"Pelajarilah surah Al-Baqarah, karena menguasainya adalah berkah dan meninggalkannya adalah kerugian, dan tidak mampu dilawan oleh penyihir. Pelajarilah surah Al-Baqarah dan Ali 'Imran, karena keduanya adalah cahaya yang datang di hari kiamat, keduanya seperti dua awan putih atau dua naungan atau keduanya seperti kumpulan burung yang berkumpul membentangkan sayap, keduanya membela orang yang menguasai kedua surah itu". [Musnad Ahmad: Sahih]

Malaikat turun mendengarkan

Dari Usaid bin Hudhair radhiyallahu 'anhu; Ketika ia membaca surah Al-Baqarah di suatu malam tiba-tiba kuda yang terikat di sampingnya bergerak. Maka ia diam dan kudanya pun diam. Kemudian ia membaca lagi dan kudanya bergerak lagi, lalu ia diam dan kudanya pun diam lagi. Kemudian ia membaca lagi dan kudanya bergerak lagi maka ia beranjak. Dan saat itu anaknya yang bernama Yahya dekat darinya dan ia khawatir akan mengenainya. Ketika ia memindahkan anaknya ia mengangkat kepalanya ke langit sampai ia tidak melihatnya. Pada pagi harinya ia menceritakan kejadian tersebut kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dan Rasulullah berkata:
اقْرَأْ يَا ابْنَ حُضَيْرٍ، اقْرَأْ يَا ابْنَ حُضَيْرٍ،
"Bacalah wahai Ibnu Hudhair, bacalah wahai Ibnu Hudhair"
Usaid bekata: Aku khawatir ya Rasulullah kuda itu akan menginjak Yahya karena ia dekat darinya, lalu aku mengankat kepala ke langit dan aku beranjak menujunya, kemudian aku mengangkat kepala ke langit dan aku melihat seperti naungan yang ada seperti lampu, lalu aku keluar sampai aku tidak melihatnya lagi.
Rasulullah berkata:
«وَتَدْرِي مَا ذَاكَ؟»
"Tahukah kamu apa itu?"
Usaid menjawab: Tidak!
Rasulullah bersabda:
«تِلْكَ المَلاَئِكَةُ دَنَتْ لِصَوْتِكَ، وَلَوْ قَرَأْتَ لَأَصْبَحَتْ يَنْظُرُ النَّاسُ إِلَيْهَا، لاَ تَتَوَارَى مِنْهُمْ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Itu adalah malaikat yang turun untuk mendengar suaramu, dan seandainya engkau membacanya terus maka orang-orang akan melihatnya di pagi hari dan tidak terhalang dari mereka" [Sahih Bukhari dan Muslim]

Pengusir setan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ» [صحيح مسلم]
"Jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surah Al-Baqarah". [Sahih Muslim]

Puncak Al-Qur'an

Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ سَنَامًا وَسَنَامُ الْقُرْآنِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ، وَإِنَّ الشَّيْطَانَ إِذَا سَمِعَ سُورَةَ الْبَقَرَةِ تُقْرَأُ خَرَجَ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي يُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ» [المستدرك على الصحيحين للحاكم: حسنه الألباني]
"Sesungguhnya segala sesuatu punya puncak, dan puncak Al-Qur'an adalah surah Al-Baqarah, dan sesungguhnya setan jika mendengar surah Al-Baqarah dibaca maka ia akan keluar dari rumah yang dibaca di dalamnya surah Al Baqarah". [Mustadrak Al-Hakim: Hasan]

Salah satu dari tujuh surah terpanjang yang menempati kedudukan Taurat

Dari Watsilah bin Al-Asqa' radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" أُعْطِيتُ مَكَانَ التَّوْرَاةِ السَّبْعَ، وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الزَّبُورِ الْمَئِينَ ، وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الْإِنْجِيلِ الْمَثَانِيَ ، وَفُضِّلْتُ بِالْمُفَصَّلِ " [مسند أحمد: صححه الألباني]
"Aku diberi As-Sab' (tujuh surah terpanjang dalam Al-Qur'an) sebagai pengganti Taurat, dan aku diberi Al-Maiin (surah-surah yang jumlah ayatnya seratus atau mendekati) sebagai pengganti Zabur, dan aku diberi Al-Matsaniy (surah-surah antara Al-Maiin dan Al-Mufashsahl) sebagai pengganti Injil, dan aku diberi kelebihan dengan Al-Mufashshal (surah Qaaf sampai surah An-Naas)". [Musnad Ahmad: Sahih]
Tujuh surah yang terpanjang dalam Al-Qur'an: Al-Baqarah, Ali 'Imran, An-Nisaa', Al-Maidah, Al-An'aam, Al-A'raaf, dan Yunus.

Menghafalnya lebih baik

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" مَنْ أَخَذَ السَّبْعَ الْأُوَلَ مِنَ الْقُرْآنِ، فَهُوَ حَبْرٌ " [مسند أحمد: حسنه الألباني]
"Barangsiapa yang menghafal tujuh surah terpanjang dari Al-Qur'an maka itu lebih baik". [Musnad Ahmad: Hasan]

Rasulullah mengakui keberanian orang-orang yang mengamalkan surah Al-Baqarah

Abbas radhiyallahu 'anhu berkata: Aku hadir ketika perang Hunain bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau menunggangi bagal yang dihadiahkan Al-Judzamiy untuknya. Pada saat umat umat Islam berlarian meninggalkan perang, Rasulullah berkata kepadaku:
يا عباس ناد قل : يا أصحاب السمرة يا أصحاب سورة البقرة [مسند الحميدي: صحيح]
"Ya Abbas, panggil dan katakan .. wahai ashab As-Sumar (yang hadir bai'at Ridwan) .. wahai yang mengamalkan surah Al-Baqarah" [Musnad Al-Humaidiy: Sahih]

Yang menghafalnya berhak menjadi pemimpin

Usman bin Abi Al-'Ash radhiyallahu 'anhu berkata:
استعملني رسول الله صلى الله عليه وسلم وأنا أصغر الستة الذين وفدوا عليه من ثقيف ، وذلك أني كنت قرأت سورة البقرة [دلائل النبوة للبيهقي: حسن]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjadikanku pemimpin padahal aku adalah yang paling muda dari enam orang yang menemui Rasulullah dari kaum Tsaqiif. Itu karena sesungguhnya aku telah menghafal surah Al-Baqarah. [Dalail An-Nubuwah karya Al-Baehaqiy: Hasan]

Orang yang menghafalnya sangat mulia di sisi sahabat

Anas radhiyallahu 'anhu berkata:
كَانَ الرَّجُلُ إِذَا قَرَأَ: الْبَقَرَةَ، وَآلَ عِمْرَانَ، جَدَّ فِينَا - يَعْنِي عَظُمَ [مسند أحمد: صحيح]
Dulu jika seseorang menghafal surah Al-Baqarah dan Ali Imran maka ia sangat mulia di sisi kami. [Musnad Ahmad: Sahih]

Satu ayat dibaca Rasulullah ketika menuju maqam Ibrahim untuk salat sunnah 2 raka'at setelah tawaf

Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma berkata:
اسْتَلَمَ الرُّكْنَ فَرَمَلَ ثَلَاثًا وَمَشَى أَرْبَعًا، ثُمَّ نَفَذَ إِلَى مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلَام، فَقَرَأَ: {وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى} [البقرة: 125] [صحيح مسلم]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyentuh hajar aswad kemudian tawaf dengan berlari-lari kecil sebanyak tiga kali putaran dan berjalan sebanyak empat kali putaran, kemudian menuju maqam Ibrahim 'alaihissalam dan membaca ayat 125 surah Al-Baqarah: "Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat". [Sahih Muslim]  
Maqam Ibrahim ialah tempat berdiri nabi Ibrahim 'alaihissalam diwaktu membuat Ka'bah.

Satu ayat dibaca Rasulullah ketika menuju bukit shafa untuk sa'iy

Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma berkata:
فَلَمَّا دَنَا مِنَ الصَّفَا قَرَأَ: {إِنَّ الصَّفَا والْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللهِ} [البقرة: 158] [صحيح مسلم]
Kemudian ketika sudah dekat menuju bukit shafa, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca ayat 158 dari surah Al-Baqarah: "Sesungguhnya Shafaa dan Marwa adalah sebahagian dari syi'ar Allah". [Sahih Muslim]

Satu ayat yang sering dibaca Rasulullah pada raka'at pertama sunnah rawatib salat fajar

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:
" كَانَ يَقْرَأُ فِي رَكْعَتَيِ الْفَجْرِ فِي الْأُولَى مِنْهُمَا: {قُولُوا آمَنَّا بِاللهِ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْنَا} [البقرة: 136] الْآيَةَ الَّتِي فِي الْبَقَرَةِ، وَفِي الْآخِرَةِ مِنْهُمَا: {آمَنَّا بِاللهِ وَاشْهَدْ بِأَنَّا مُسْلِمُونَ} [آل عمران: 52] [صحيح مسلم]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca pada dua raka'at sunah fajar di raka'at pertama: "Katakanlah (hai orang-orang mukmin): "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, ..." ayat 136 yang di surah Al-Baqarah, dan pada raka'at kedua: " ... kami beriman kepada Allah; dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berserah diri" (Ali Imran:52). [Sahih Muslim]

Terdapat nama Allah yang paling agung

Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" اسْمُ اللهِ الْأَعْظَمُ الَّذِي إذَا دُعِيَ بِهِ أَجَابَ فِي سُوَرٍ ثَلَاثٍ الْبَقَرَةِ وَآلِ عِمْرَانَ وَطه " [شرح مشكل الآثار: حسنه الألباني]
"Nama Allah yang paling agung yang jika dipakai berdo'a maka akan dikabulkan ada di tiga surah: Al-Baqarah, Ali 'Imran, dan Thahaa". [Syarh Musykil Al-Atsaar: Hasan]

Dari Asma' bint Yaziid radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" اسْمُ اللَّهِ الْأَعْظَمُ فِي هَاتَيْنِ الْآيَتَيْنِ {وَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ} [البقرة: 163]، وَفَاتِحَةِ سُورَةِ آلِ عِمْرَانَ: {الم اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [آل عمران: 2] " [سنن أبي داود: حسنه الألباني]
"Nama Allah yang paling agung ada di dua ayat ini: "Dan Tuhanmu adalah Tuhan yang Maha Esa; tidak ada Tuhan melainkan dia yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang" (Al-Baqarah:163), dan pada pembukaan surah Ali Imran: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus makhluk-Nya" (Ali Imran:2). [Sunan Abu Daud: Hasan]

Ayat Al-Kursiy (Al-Baqarah ayat 255) ayat yang paling agung

Dari Ubaiy bin Ka'b radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya kepadanya:
«يَا أَبَا الْمُنْذِرِ، أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟»
"Wahai Abu Al-Mundzir, apakah kamu tahu ayat apa dari kitabullah yang kamu hafal yang paling agung?"
Ubaiy menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu.
Rasulullah beratanya lagi:
«يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟»
"Wahai Abu Al-Mundzir, apakah kamu tahu ayat apa dari kitabullah yang kamu hafal yang paling agung?"
Ubaiy menjawab:
{اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [البقرة: 255]
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya) ... [Al-Baqarah:255]
Maka Rasulullah menepuk dada Ubaiy dan berkata:
«وَاللهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ» [صحيح مسلم]
"Demi Allah, Allah memudahkan ilmu untukmu wahai Abu Al-Mundzir". [Sahih Muslim]
Dalam riwayat lain:
" لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ إِنَّ لَهَا لِسَانًا وَشَفَتَيْنِ تُقَدِّسُ الْمَلِكَ عِنْدَ سَاقِ الْعَرْشِ " [مسند أحمد: صحيح]
"Semoga ilmu dimudahkan untukmu wahai Abu Al-Mundzir, dan demi jiwaku di tangan-Nya sesungguhnya ayat itu memiliki lidah dan dua bibir senantiasa mensucikan Allah di kaki Al-'Arsy". [Musnad Ahmad: Sahih]

Dari Ibnu Al-Asqa' radhiyallahu 'anhu; Suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi suffah (tempat orang miskin) kaum Muhajirin, lalu seorang menanyai Rasulullah: Ayat apa dalam Al-Qur'an yang paling agung?
Rasulullah menjawab:
" {اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ} [البقرة: 255] " [سنن أبي داود: صححه الألباني]
"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan dia yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur ...". [Al-Baqarah:255] [Sunan Abu Daud: Sahih]

Baca ayat Al-Kursiy setelah salat fardhu penyebat masuk surga

Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ» [السنن الكبرى للنسائي: صحيح]
"Barangsiapa yang membaca ayat Al-Kursi setiap selesai salat fardhu, maka tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali karena ia belum mati".

Baca ayat Al-Kursiy sebelum tidur terjada dari setan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Setan berkata kepadanya:
إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الكُرْسِيِّ، لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ
Jika kamu beranjak ke tempat tidurmu maka bacalah ayat Al-kursiy, karena kamu akan selalu mendapat penjagaan dari Allah, dan syaitan tidak akan mendekatimu sampai pagi.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Abu Hurairah:
«صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ ذَاكَ شَيْطَانٌ» [صحيح البخاري]
"Ia jujur kepadamu dan ia adalah pembohong, dia itu adalah setan". [Sahih Bukhari]

Keutamaan dua ayat terakhir Al-Baqarah dan do'a mustajab

Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma berkata: Ketika Jibril 'alaihissalam duduk di sisi Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, ia mendengar suara dari atas lalu mengangkat kepalanya dan berkata:
" هَذَا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ "
"Ini adalah suara pintu langit yang dibuka hari ini dan tidak akan dibuka selamanya kecuali hari ini".
Kemudian turun malaikat, lalu Jibril berkata:
" هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الْأَرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ "
"Ini adalah malaikat yang turun ke bumi dan tidak akan turun kecuali hari ini!"
Lalu malaikat itu memberi salam dan berkata:
" أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ: فَاتِحَةُ الْكِتَابِ، وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ، لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيتَهُ " [صحيح مسلم]
"Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu yang tidak diberikan kepada nabi sebelum kamu: Surah Al-Fatihah dan penutup (akhri) surah Al-Baqarah, kamu tidak membacanya kecuali engkau akan diberi (atas do'a yang terkandung dalam ayat-ayatnya)". [Sahih Muslim]

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dituruni ayat:
{لِلَّهِ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ} [البقرة: 284]
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Al-Baqarah:284]
Ayat ini terasa berat bagi sahabat Rasulullah maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian belutut dan berkata: Ya Rasulullah kami telah dibebani dengan amalan yang kami mampu seperti salat, puasa, jihad, dan sedekah. Dan engkau telah dituruni ayat ini yang kami tidak mampu menjalankannya.
Rasulullah bersabda:
" أَتُرِيدُونَ أَنْ تَقُولُوا كَمَا قَالَ أَهْلُ الْكِتَابَيْنِ مِنْ قَبْلِكُمْ سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا؟ بَلْ قُولُوا: سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ "
Apakah kalian mau mengatakan seperti yang dikatakan oleh umat dua kitab (taurat dan injil) sebelum kalian "kami dengar dan kami membangkang"? Akan tetapi katakanlah: "Kami dengar dan kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."
Mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali."
Setelah mereka menerimanya dan terus mengucapkannya maka Allah menurunkan setelahnya ayat:
{آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ} [البقرة: 285]
Rasul Telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat." (mereka berdoa): "Ampunilah kami Ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." [Al-Baqarah:285]
Setelah mereka melakukan itu, Allah menasakh (menghapuskan hukum) ayat sebelumnya kemudian Allah 'azza wa jalla menurunkan ayat:
{لَا يُكَلِّفُ اللهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا} [البقرة: 286] " قَالَ: نَعَمْ "
Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (mereka berdoa): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah". [Al-Baqarah:286]
Allah berfirman: "Iya aku kabulkan".
{رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا} [البقرة: 286] " قَالَ: نَعَمْ "
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami". [Al-Baqarah:286]
Allah berfirman: "Iya aku kabulkan".
 {رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ} [البقرة: 286] " قَالَ: نَعَمْ "
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya". [Al-Baqarah:286]
Allah berfirman: "Iya aku kabulkan".
 {وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ} [البقرة: 286] " قَالَ: نَعَمْ " [صحيح مسلم]
"Beri ma'aflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." [Al-Baqarah:286]
Allah berfirman: "Iya aku kabulkan". [Sahih Muslim]

Diberi pada malam mi'raj ke langit

Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata:
" فَأُعْطِيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثًا: أُعْطِيَ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسَ، وَأُعْطِيَ خَوَاتِيمَ سُورَةِ الْبَقَرَةِ، وَغُفِرَ لِمَنْ لَمْ يُشْرِكْ بِاللهِ مِنْ أُمَّتِهِ شَيْئًا، الْمُقْحِمَاتُ " [صحيح مسلم]
Pada saat mi'raj di sidratul muntaha Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diberi tiga hal: Ia diberi salat lima waktu, penutup surah Al-Baqarah, dan diampuni dosa-dosa umatnya yang tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun. [Sahih Muslim]

Rumah dari harta terpendam di bawah Al-Arsy

Dari Abu Dzar dan Hudzaifah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"أُعْطِيتُ خَوَاتِيمَ سُورَةِ الْبَقَرَةِ مِنْ كَنْزٍ تَحْتَ الْعَرْشِ، وَلَمْ يُعْطَهُنَّ نَبِيٌّ قَبْلِي " [مسند أحمد: صححه الألباني]
"Aku diberi penutup surah Al-Baqarah (ayat 285-286) dari harta terpendam di bawah Al-Arsy yang tidak diberikan kepada nabi sebelumku". [Musnad Ahmad: Sahih]

Memberi kecukupan

Dari Abu Mas'ud Al-Anshariy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ البَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Barangsiapa yang membaca dua ayat akhir surah Al-Baqarah di malam hari, maka keduanya akan mencukupinya". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Kedua ayat ini akan mencukupi orang yang membacanya di malam hari dari:
1. Kejahatan syaitan, jin, dan manusia.
2. Salat tahajud.
3. Membaca Al-Qur'an.
4. Semua yang berhubungan dengan aqidah.
5. Pahala.

Dari An-Nu'man bin Basyir radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ كِتَابًا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ بِأَلْفَيْ عَامٍ، أَنْزَلَ مِنْهُ آيَتَيْنِ خَتَمَ بِهِمَا سُورَةَ الْبَقَرَةِ، وَلَا يُقْرَآنِ فِي دَارٍ ثَلَاثَ لَيَالٍ فَيَقْرَبُهَا شَيْطَانٌ» [سنن الترمذي: صححه الألباني]
"Sesungguhnya Allah menulis satu buku sebelum menciptakan langit dan bumi selama dua ribu tahun, Allah menurunkan darinya dua ayat dan menjadikannya penutup surah Al-Baqarah, dan tidaklah keduanya dibaca pada suatu rumah dalam tiga malam lalu setan mendekatinya". [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Wallahu a'lam!

Referensi:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...