Selasa, 20 Mei 2014

Keutamaan surah Al-Falaq dan An-Naas

بسم الله الرحمن الرحيم


Surah Al-Falaq
1.  Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, 2.  Dari kejahatan makhluk-Nya, 3.  Dan dari kejahatan malam apabila Telah gelap gulita, 4.  Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, 5.  Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki."

Surah An-Naas
1.  Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. 2.  Raja manusia. 3.  Sembahan manusia. 4.  Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, 5.  Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia. 6.  Dari (golongan) jin dan manusia.

Diantara keutamaan surah Al-Falaq dan An-Naas:

Surah yang paling dicintai oleh Allah

Uqbah bin Amir radhiyallahu 'anhu berkata: Aku mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam saat ia berkendara, maka aku meletakkan tanganku pada kakinnya kemudian aku berkata: Ya Rasulallah, bacakanlah padaku baik itu surah Huud atau surah Yusuf!
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«يَا عُقْبَةُ بْنَ عَامِرٍ، إِنَّكَ لَنْ تَقْرَأَ سُورَةً أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ، وَلَا أَبْلَغَ عِنْدَهُ مِنْ أَنْ تَقْرَأَ: {قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ}، فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ لَا تَفُوتَكَ فِي صَلَاةٍ فَافْعَلْ» [صحيح ابن حبان]
“Wahai ‘Uqbah bin ‘Amir, sesungguhnya engkau tidak akan membaca surah yang paling dicintai oleh Allah dan paling sampai di sisi-Nya daripa engkau membaca surah Al-Falaq. Maka jika engkau mampu tidak terlewatkan membacanya dalam shalat maka lakukanlah”. [Sahih Ibnu Hibban]

Tidak ada serupanya

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«أَلَمْ تَرَ آيَاتٍ أُنْزِلَتِ اللَّيْلَةَ لَمْ يُرَ مِثْلُهُنَّ قَطُّ، {قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ}، وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ}» [صحيح مسلم]
“Tidakkah engkau melihat ayat-ayat yang diturunkan tadi malam, tidak didapatkan serupanya sama sekali, sruah Al-Falaq dan surah An-Naas”. [Sahih Muslim]

Do’a penangkal dari ganguan jin, ruh jahat, dan sihir

Abu Sa’id radhiyallahu 'anhu berkata:
«كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ مِنَ الجَانِّ وَعَيْنِ الإِنْسَانِ حَتَّى نَزَلَتِ المُعَوِّذَتَانِ فَلَمَّا نَزَلَتَا أَخَذَ بِهِمَا وَتَرَكَ مَا سِوَاهُمَا» [سنن الترمذي: صحيح]
Dulunya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minta perlindungan dari Jin dan pandangan jahat manusia, sampai turun Al-Mu’awwidztain. Maka setelah kedua surat tersebut turun, beliau menjadikannya pelindung dan meninggalkan selainnya. [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Zayd bin Arqam radhiyallahu 'anhu berkata: Seorang lelaki dari Yahudi menyihir Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau mengeluh. Kemudian Jibril mendatanginya, dan beliau dituruni Al-Mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Naas), seraya berkata:
"إِنَّ رَجُلًا مِنَ الْيَهُودِ سَحَرَكَ، وَالسِّحْرُ فِي بِئْرِ فُلَانٍ"
“Sesungguhnya seorang lelaki dari Yahudi telah menyihirmu, dan sihir itu ada di sumur si Fulan”
Maka beliau mengutus Ali kemudian datang membawa sihir tersebut, kemudian beliau memerintahkannya untuk membuka ikatan sihir tersebut dan membaca satu ayat.
Maka Ali membaca dan membuka sampai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri seolah-olah terlepas dari ikatan.
Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melakukan sesuatu pun pada orang Yahudi tersebut atas perbuatannya, dan tidak pula terliha rasa benci di wajahnya. [Al-Muntakahb min Musnad ‘Abdi bin Humaid: Sahih]

Dibaca ketika disengat hewan berbisa

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata: Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam shalat pada suatu malam, beliau meletakkan tangannya di atas tanah tiba-tiba beliau disengat kalajengkin. Maka Rasulullah memukulnya dengan sandal dan membunuhnya. Maka ketika Rasulullah beranjak, beliau bersabda:
" لَعَنَ اللهُ الْعَقْرَبَ مَا تَدَعُ مُصَلِّيًا، وَلَا غَيْرَهُ أَوْ نَبِيًّا أو غَيْرَهَ "
“Semoga Allah melaknat kalajengking, ia tidak membiarkan orang yang sedang shalat atau selainnya, tidap pula Nabi atau selainya kecuali disengatnya”.
Kemudian beliau meminta garam dan air dan dimasukkan dalam bejana, kemudian menyiramkannya pada jarinya yang tersengat dan membasuhnya, dan beliau membacakannya surah Al-Falaq dan surah An-Naas. [Syu’ab Al-Iman karya Al-Baihaqiy: Hasan]

Do’a meminta perlindungan

‘Uqbah bin ‘Amir Al-Juhaniy radhiyallahu 'anhu berkata: Di saat aku menuntun tunggangan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam satu peperangan, tiba-tiba beliau bersabda:
«يَا عُقْبَةُ، قُلْ فَاسْتَمَعْتُ»
“Wahai ‘Uqbah, bacalah dan aku akan mendengarkannya”
Kemudian bersabda lagi:
«يَا عُقْبَةُ، قُلْ فَاسْتَمَعْتُ»
“Wahai ‘Uqbah, bacalah dan aku akan mendengarkannya”
Kemudian bersabda lagi untuk yang ketiga kalinya, maka aku berkata: Apa yang harus saya baca?
Maka beliau bersabda:
«قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ»
“Surah Al-Ikhlash”
Kemudian beliau membacanya sampai selesai, kemudian membaca surah Al-Falaq. Dan aku membaca bersamanya sampai selesai, kemudian beliau membaca surah An-Naas. Dan aku membaca bersamanya sampai selesai, kemudian beliau bersabda:
«مَا تَعَوَّذَ بِمِثْلِهِنَّ أَحَدٌ» [سنن النسائي: صحيح]
“Tidak ada seorang pun yang minta perlindungan sepertinya” [Sunan An-Nasa’iy: Sahih]

Dibaca pagi dan sore

Abdullah bin Khubaib radhiyallahu 'anhu berkata: Kami keluar rumah pada malam hari saat turun hujan dan sangat gelap, kami mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk shalat mengimami kami. Kemudian kami menemuinya dan beliau bersabda: “Apakah kalian sudah shalat?”
Maka aku tidak mengatakan sesuatu, kemudian beliau bersabda: Bacalah!
Maka aku tidak mengatakan sesuatu, kemudian beliau bersabda: Bacalah!                 
Maka aku tidak mengatakan sesuatu, kemudian beliau bersabda: Bacalah!
Maka aku bertanya: Ya Rasulallah apa yang harus aku baca?
Beliau bersabda:
«قُلْ {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ} وَالْمُعَوِّذَتَيْنِ حِينَ تُمْسِي، وَحِينَ تُصْبِحُ، ثَلَاثَ مَرَّاتٍ تَكْفِيكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ» [سنن أبي داود: حسن]
“Bacalah surah Al-Ikhlash, surah Al-Falaq, dan surah An-Naas ketika engkau memasuki waktu sore dan ketika engkau memasuki waktu pagi sebanyak tiga kali, maka ia akan mencukupimu dari segala sesuatu”. [Sunan Abi Daud: Hasan]

Dibaca setiap malam

Dari ‘Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" يَا عُقْبَةُ بْنَ عَامِرٍ، أَلَا أُعَلِّمُكَ سُوَرًا مَا أُنْزِلَتْ فِي التَّوْرَاةِ وَلَا فِي الزَّبُورِ وَلَا فِي الْإِنْجِيلِ وَلَا فِي الْفُرْقَانِ مِثْلُهُنَّ، لَا يَأْتِيَنَّ عَلَيْكَ لَيْلَةٌ إِلَّا قَرَأْتَهُنَّ فِيهَا: {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ} وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ} وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ} "
“Wahai ‘Uqbah bin ‘Amir, maukah engkau aku ajarkan beberapa surah yang tidak diturunkan dalam Taurat, tidak pula dalam Zabur, tidak pula dalam Injil, dan tidak pula ada dalam Al-Qur’an yang sepertinya. Janganlah datang kepadamu satu malam kecuali engkau membacanya pada malam itu: Surah Al-Ikhlash, surah Al-Falaq, dan surah An-Naas”.
Uqbah berkata: Maka tidak datang kepadaku satu malam kecuali aku membacanya pada malam itu, dan mestilah aku tidak meninggalkanna setelah aku diperintahkan hal itu oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. [Musnad Ahmad: Hasan]

Dibaca sebelum tidur

Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
" أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَوَى إِلَى فِرَاشِهِ كُلَّ لَيْلَةٍ جَمَعَ كَفَّيْهِ، ثُمَّ نَفَثَ فِيهِمَا فَقَرَأَ فِيهِمَا: {قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ} وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الفَلَقِ} وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ}، ثُمَّ يَمْسَحُ بِهِمَا مَا اسْتَطَاعَ مِنْ جَسَدِهِ، يَبْدَأُ بِهِمَا عَلَى رَأْسِهِ وَوَجْهِهِ وَمَا أَقْبَلَ مِنْ جَسَدِهِ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ " [صحيح البخاري]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika beranjak ke tempat tidurnya setiap malam, ia menyatukan kedua telapak tangannya kemudian meniupnya dengan membaca surah al-ikhlas, surah al-falaq, dan surah an-naas. Kemudian beliau membasuhkan kedua tangannya keseluruh tubuh semampunya dengan memulai dari kepala dan wajah lalu anggota tubuh lainnya. Beliau melakukan itu sebanyak tiga kali. [Sahih Bukhari]

Dibaca setiap selesai shalat

Uqbah bin Amir radiyallahu 'anhu berkata:
«أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ» [سنن أبي داود: صحيح]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memerintahkan kepadaku untuk membaca "Al-Mu'awwidzat" (Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas) setiap selesai shalat. [Sunan Abi Daud: Sahih]

Dibaca setelah shalat Jum’at

Asmaa’ binti Abi Bakr radhiyallahu 'anha berkata:
«مَنْ قَرَأَ بَعْدَ الْجُمُعَةِ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ، و{قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ}، وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ}، وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ} حَفِظَ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ» [مصنف ابن أبي شيبة: صحيح]
“Barangsiapa yang membaca setelah shalat Jum’at surah Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas maka ia terjaga antara hari itu dan Jum’at berikutnya”. [Mushannaf Ibni Abi Syaibah: Sahih]

Dalam riwayat lain:
" مَنْ قَرَأَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ، وَ{قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ}، وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ}، وَ{قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ} سَبْعَ مَرَّاتٍ حُفِظَ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ الْأُخْرَى " [شعب الإيمان: صحيح]
“Barangsiapa yang membaca pada hari Jum’at surah Al-Fatihah, Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas tujuh kali maka ia terjaga antara hari itu dan Jum’at berikutnya”. [Syu’ab Al-Iman karya Al-Baihaqiy: Sahih]

Dibaca ketika sakit

Aisyah radiyallahu 'anha berkata:
«أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اشْتَكَى نَفَثَ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، وَمَسَحَ عَنْهُ بِيَدِهِ، فَلَمَّا اشْتَكَى وَجَعَهُ الَّذِي تُوُفِّيَ فِيهِ، طَفِقْتُ أَنْفِثُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ الَّتِي كَانَ يَنْفِثُ، وَأَمْسَحُ بِيَدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْهُ» [صحيح البخاري ومسلم]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam jika merasa sakit, meniupkan dirinya dengan Al-Mu'awwidzat (surah Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas) dan membasuhkannya dengan tangannya. Maka ketika ia merasa sakit sebelum wafatnya aku meniupkan pada dririnya dengan Al-Mu'awwidzat yang sering ia baca, dan aku membasuhkan dengan tangan Nabi shallallahu 'alahi washallam. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dalam riwayat lain:
«كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا مَرِضَ أَحَدٌ مِنْ أَهْلِهِ نَفَثَ عَلَيْهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ، فَلَمَّا مَرِضَ مَرَضَهُ الَّذِي مَاتَ فِيهِ، جَعَلْتُ أَنْفُثُ عَلَيْهِ وَأَمْسَحُهُ بِيَدِ نَفْسِهِ، لِأَنَّهَا كَانَتْ أَعْظَمَ بَرَكَةً مِنْ يَدِي» [صحيح مسلم]
Jika seorang dari keluarga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sakit, beliau menipkan padanya Al-Mu’awwidzat. Dan ketika beliau sakit sebelum wafatnya, aku meniupkannya dan membasuhkannya dengan tangannya sendiri karena berkah lebih besar dari tangannya. [Sahih Muslim]

Kelebihan yang diberikan kepada Rasulullah

Dari Watsilah bin Al-Asqa' radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
          " أُعْطِيتُ مَكَانَ التَّوْرَاةِ السَّبْعَ، وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الزَّبُورِ الْمَئِينَ ، وَأُعْطِيتُ مَكَانَ الْإِنْجِيلِ الْمَثَانِيَ ، وَفُضِّلْتُ بِالْمُفَصَّلِ " [مسند أحمد: صححه الألباني]
"Aku diberi As-Sab' (tujuh surah yang terpanjang dalam Al-Qur'an) sebagai pengganti Taurat, dan aku diberi Al-Maiin (surah-surah yang jumlah ayatnya seratus atau mendekati) sebagai pengganti Zabur, dan aku diberi Al-Matsaniy (surah-surah antara Al-Maiin dan Al-Mufashsahl) sebagai pengganti Injil, dan aku diberi kelebihan dengan Al-Mufashshal (surah Qaaf sampai surah An-Naas)". [Musnad Ahmad: Sahih]

Tujuh surah yang terpanjang dalam Al-Qur'an: Al-Baqarah, Ali 'Imran, An-Nisaa', Al-Maidah, Al-An'aam, Al-A'raaf, dan Al-Anfaal bersama At-Taubah (dianggap satu surah) atau Yunus.

Wallahu a’lam!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...