Sabtu, 02 Februari 2013

Proses penciptaan bumi

بسم الله الرحمن الرحيم


Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (241H) dalam kitabnya Al-Musnad 14/82 no.8341, Imam Muslim (261H) dalam kitab Shahih-nya 4/2149 no.2789, Ibnu Khuzaimah (311H) dalam kitabnya Shahih-nya 3/117 no.1731, dan Ibnu Hibban (354H) dalam kitab Shahih-nya 14/30 no.6161:
عن حَجَّاج بْن مُحَمَّدٍ، قَالَ: قَالَ ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي إِسْمَاعِيلُ بْنُ أُمَيَّةَ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ خَالِدٍ، عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ رَافِعٍ، مَوْلَى أُمِّ سَلَمَةَ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: أَخَذَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِي فَقَالَ: «خَلَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ، وَخَلَقَ فِيهَا الْجِبَالَ يَوْمَ الْأَحَدِ، وَخَلَقَ الشَّجَرَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، وَخَلَقَ الْمَكْرُوهَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ، وَخَلَقَ النُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ، وَبَثَّ فِيهَا الدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ، وَخَلَقَ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ بَعْدَ الْعَصْرِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ، فِي آخِرِ الْخَلْقِ، فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنْ سَاعَاتِ الْجُمُعَةِ، فِيمَا بَيْنَ الْعَصْرِ إِلَى اللَّيْلِ»
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang tanganku dan bersabda: "Allah 'azza wa jalla menciptakan tanah pada hari Sabtu, menciptakan gunung pada hari Ahad, menciptakan pepohonan (tumbuhan) pada hari Senin, menciptakan yang dibenci (keburukan) pada hari Selasa, menciptakan cahaya pada hari Rabu, memperkembang-biakkan hewan-hewan pada hari Kamis, menciptakan Adam 'alaihissalam setelah Ashar hari Jum'at pada akhir ciptaan, di saat akhir hari Jum'at antara Ashar sampai malam".

Beberapa ulama melemahkan hadits ini, dengan alasan:

1.      Abu Hurairah mengambil hadits ini dari Ka'b Al-Ahbaar bukan dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
Imam Bukhari rahimahullah (256H) mengatakan: Sebagian rawiy meriwayatkannya dari Abu Hurairah dari perkataan Ka'b (bukan dari Rasulullah), dan ini adalah yang paling sahih. [At-Taariikh Al-Kabiir 1/413]

2.      Ismail bin Umayyah Al-Umawiy[1] rahimahullah (144H) meriwayatkan hadits ini dari seorang rawiy yang sangat lemah periwayatannya.
Ali bin Al-Madiniy rahimahullah (234H) mengatakan: Aku tidak mengetahui hadits ini kecuali Ismail bin Umayyah meriwayatkannya dari Ibrahim bin Abi Yahya Al-Aslamiy[2]. [Al-Asmaa' wa Ash-Shifaat karya Al-Baihaqiy hal.256]

3.      Periwayatan hadits Ayyub bin Khalid Al-Anshariy[3] rahimahullah dianggap lemah.
Al-Azdiy rahimahullah (374H) mengatakan: Haditsnya tidak begitu bagus, ulama ahli hadits mencelanya dan Yahya bin Sa'id dan yang sederajat dengaanya tidak menulis (menerima) hadits yang diriwayatkan Ayyub.

Ibnu Hajar rahimahullah (852H) mengatakan: Haditsnya sedikit lemah (Fiihi liin).

4.      Hadits ini tidak menyebutkan penciptaan langit.
5.      Menyalahi firman Allah subhanahu wata'ala yang menunjukkan bahwa langit dan bumi diciptakan selama enam hari.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ } [الأعراف: 54]
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu dia bersemayam di atas 'Arsy. [Al-A'raaf:54]
{إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ} [يونس: 3]
Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas 'Arsy. [Yunus:3]
{ وَهُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ} [هود: 7]
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air. [Huud:7]
{الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ} [الفرقان: 59]
Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas Arsy. [Al-Furqaan:59]
{اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ} [السجدة: 4]
Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, Kemudian dia bersemayam di atas 'Arsy. [As-Sajdah:4]
{وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ} [ق: 38]
Dan sesungguhnya telah kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan. [Qaaf:38]
{هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ} [الحديد: 4]
Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian dia bersemayam di atas ´Arsy. [Al-Hadiid:4]

Bumi diciptakan selama 4 hari dan langit selama 2 hari:
{قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَنْدَادًا ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ (9) وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِنْ فَوْقِهَا وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاءً لِلسَّائِلِينَ (10) ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ} [فصلت: 9 - 11]
Katakanlah: "Sesungguhnya patutkah kamu kafir kepada yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam". Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahi-nya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni)nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: "Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa". Keduanya menjawab: "Kami datang dengan suka hati". [Fushilat: 9-11]

Diantara ulama yang melemahkan hadits ini: Al-Baehaqiy (458H), Syekh Islam Ibnu Taimiyah (728H), Ibnu Qayyim (751H), dan Ibnu Katsir (774H) rahimahumullah.

Lihat: Majmu' Al-Fatawa karya Ibnu Taimiyah 17/235, Al-Manaar Al-Muniif karya Ibnu Qayyim hal.84, Tafsiir Ibnu Katsiir 1/215.

Sedangkan ulama yang lain menganggap bahwa hadits ini sahih, dan membantah alasan orang yang melemahkannya:

a)      Hadits ini diterima langsung oleh Abu Hurairah dari Rasulullah sebagaimana ia mengatakan: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang tanganku dan bersabda".
Tidak ada bukti yang kuat kalau hadits ini sumbernya dari Ka'b Al-Ahbaar, bahkan yang masyhur dari perkataan Ka'b bahwa awal penciptaan adalah hari Ahad dan bukan hari Sabtu.

Ka'b rahimahullah berkata:
بدأ الله خلق السموات والأرض يوم الأحد والاثنين والثلاثاء والأربعاء والخميس ، وفرغ منها يوم الجمعة ، فخلق آدم في آخر ساعة من يوم الجمعة . قال : فجعل مكان كل يوم ألف سنة [تفسير الطبري 15/ 245]
Allah memulai dengan penciptaan langit dan bumi pada hari Ahad, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, dan selesai pada hari Jum'at. Kemudian menciptakan Adam pada akhir waktu di hari Jum'at. Dan menjadikan ukuran pada setiap hari seperti 1000 tahun. [Tafsir Ath-Thabariy 15/245]

b)      Ismail bin Umayyah disepakati kekuatan hafalannya dan tidak dikenal sebagai seorang mudallis (yang suka menyembunyikan gurunya).
Jadi tidak ada alasan untuk menuduhnya mengambil hadits ini dari Ibrahim bin Abi Yahya.

c)      Periwayatan hadits Ayyub bin Khalid tidak lemah.
Ibnu Khuzaimah dalam kitab Sahih-nya meriwayatkan hadits Ayyub, begitu pula dengan Abu 'Awanah Al-Isfarainiy (316H), Abu Abdillah Al-Hakim (405H), Abu Ali Ath-Thusiy (312H), dan Ibnu Hibban menggolongkannya dalam orang-orang yang tsiqah (kuat periwayatannya).

Dan tidak ada yang melemahkannya kecuali Abu Al-Fath Al-Azdiy[4], sedangkan ia sendiri diperselisihkan kekuatan hafalannya.

Ibnu Hajar mengatakan:
ولا عبرة بقول الأزدي لأنه هو ضعيف فكيف يعتمد في تضعيف الثقات [هدي الساري مقدمة فتح الباري ص 383)]
Tidak ada pengaruh terhadap perkataan Al-Azdiy karena ia sendiri juga lemah periwayatannya jadi bagaimana bisa dijadikan pijakan dalam melemahkan periwayatan seorang yang tsiqah (kuat periwayatannya). [Hadyu As-Saariy hal.383]

d)      Hadits ini tidak bertentangan dengan Al-Qur'an, karena:
1- Yang disebutkan dalam Al-Qur'an penciptaan langit dan bumi selama enam hari, sedangkan hadits ini adalah penjelasan khusus yang lebih rinci tentang penciptaan bumi sebagaimana dijelaskan dalam riwayat Imam An-Nasai (303H) dalam kitabnya As-Sunan Al-Kubra 10/213 no.11328:
عن الْأَخْضَر بْن عَجْلَانَ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجِ الْمَكِّيِّ، عَنْ عَطَاءٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخَذَ بِيَدِي قَالَ: «يَا أَبَا هُرَيْرَةَ، إِنَّ اللهَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ، ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يَوْمَ السَّابِعِ، وَخَلَقَ التُّرْبَةَ يَوْمَ السَّبْتِ، وَالْجِبَالَ يَوْمَ الْأَحَدِ، وَالشَّجَرَ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ، وَالتِّقْنَ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ، وَالنُّورَ يَوْمَ الْأَرْبِعَاءِ، وَالدَّوَابَّ يَوْمَ الْخَمِيسِ، وَآدَمَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِي آخِرِ سَاعَةٍ مِنَ النَّهَارِ بَعْدَ الْعَصْرِ، وَخَلَقَ أَدِيمَ الْأَرْضِ أَحْمَرَهَا وَأَسْوَدَهَا، وَطَيِّبَهَا وَخَبِيثَهَا، مِنْ أَجْلِ ذَلِكَ جَعَلَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ آدَمَ الطِّيِّبَ وَالْخَبِيثَ»
Abu Hurairah berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memegang tanganku dan berkata: "Wahai Abu Hurairah, sesungguhnya Allah menciptakan langit dan bumi dan seisinya dalam enam hari, kemudian bersemayam di atas 'Arsy pada hari ketujuh. Dan menciptakan tanah pada hari Sabtu, gunung pada hari Ahad, pohon pada hari Senin, At-Tiqna (sesuatu yang penting dalam kehidupan) pada hari Selasa, cahaya pada hari Rabu, hewan-hewan pada hari Kamis, dan Adam pada hari Jum'at di akhir waktu siang setelah Ashar. Menciptakan tanah bumi dari yang merah dan hitam, dan dari yang baik dan yang buruk, oleh karena itu Allah 'azza wa jalla menciptakan dari Adam kebaikan dan keburukan".

2- Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa sehari di sisi Allah ada yang seperti seribu tahun menurut perhitungan manusia dan ada juga yang seperti limapuluh ribu tahun.

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ} [الحج: 47]
Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu. [Al-Hajj:47]
{يُدَبِّرُ الْأَمْرَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى الْأَرْضِ ثُمَّ يَعْرُجُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ أَلْفَ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ} [السجدة: 5]
Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadanya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu. [As-Sajdah:5]
{تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ} [المعارج: 4]
Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya limapuluh ribu tahun. [Al-Ma'aarij:4]

Maka tidak menutup kemungkinan kalau penciptaan langit dan bumi selama 6 hari menurut perhitungan Allah dan penciptaan bumi selama 7 hari menurut perhitungan manusia.

3- Dalam Al-Qur'an hanya menyebutkan penciptaan langit dan bumi selama enam hari dan tidak menyebutkan bahwa Adam diciptakan dalam enam hari tersebut. 

Bahkan Al-Qur'an menunjukkan bahwa penciptaan Adam setelah adanya langit dan bumi.
{هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ جَمِيعًا ثُمَّ اسْتَوَى إِلَى السَّمَاءِ فَسَوَّاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ . وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ} [البقرة: 29-30]
Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. dan dia Maha mengetahui segala sesuatu. Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu, orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." [Al-Baqarah: 29-30]

4- Tidak ada hadits sahih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang menyebutkan bahwa awal penciptaan itu pada hari Ahad. [Lihat silsilah Al-Ahaadiits Adh-Dha'ifah 12/945 no.5973]

Yang ada hanya perkataan Ka'b Al-Ahbaar, Abdullah bin Salam, Adh-Dhahaaq, Wahab bin Munabbih dan selainnya yang terkenal meriwayatkan hadits-hadits Israiliyat sehingga tidak bisa dijadikan dalil untuk melemahkan hadits sahih dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Muhammad bin Ishak (150H) rahimahullah berkata:
يقول أهل التوراة ابتدأ الله الخلق يوم الأحد ، وقال أهل الإنجيل ابتدأ الله الخلق يوم الإثنين ونقول نحن المسلمون فيما انتهى إلينا من رسول الله صلى الله عليه و سلم ابتدأ الله الخلق يوم السبت [تاريخ الطبري (1/44)]
Ahli Taurat (Yahudi) mengatakan bahwa Allah memulai penciptaan pada hari Ahad, dan Ahli Injil (Nashrani) mengatakan bahwa Allah memulai penciptaan pada hari Senin, sedangkan kita umat Islam sesuai dengan hadits yang sampai kepada kita dari Rasulullah bahwa Allah memulai penciptaan pada hari Sabtu. [Taariikh Ath-Thabariy 1/44]

[Lihat: Al-Anwaar Al-Kasyifah karya Al-Mu'allim Al-Yamaniy hal.188, Maushu'ah Al-Albaniy fii Al-'Aqidah 7/910-12, As-Sunnah Al-Muftaraa 'alaiha karya Salim Al-Bahansawiy hal.350]

Diantara ulama yang menguatkan hadits ini: Abu Bakr Ibnu Al-Anbariy (328H), Abu Al-Faraj Ibnu Al-Jauziy (597H), As-Sakhawiy (902H), As-Suyuthiy (911H), dan syekh Albaniy (1420H) rahimahumullah .

Lihat: Zaad Al-Masiir karya Ibnu Al-Jauziy 3/211 dan 7/243, Al-Jami' Ash-Shagiir karya As-Suyuthiy no.3930, Dzafaru Al-Amanky karya Al-Laknawiy hal.290, silsilah Ash-Shahihah karya syekh Albaniy 4/449 no.1833.

Wallahu a'lam!




[1] Lihat biografi Ismail bin Umayyah dalam kitab: Ats-Tsiqaat karya Al-'Ijliy 1/224, Al-Jarh wa At-Ta'diil karya Ibnu Abi Hatim 2/159, Ats-Tsiqaat karya Ibnu Hibban 6/29, Tahdzib Al-Kamal karya Al-Mizziy 3/45, Al-Kaasyif karya Adz-Dzahabiy 1/244, Ikmaal Tahdzib Al-Kamal karya Muglathaiy 2/154, Tahdziib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar 1/247, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.106.
[2] Lihat biografi Ibrahim bin Abi Yahya dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Ash-Shagiir karya Al-Bukhariy hal.17 , Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir karya Al-'Uqaily 1/62, Al-Jarh wa At-Ta'diil karya Ibnu Abi Hatim 2/125, Al-Majruhiin karya Ibnu Hibban 1/105, Al-Kamil karya Ibnu 'Adiy 1/217, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/51, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 1/182.
[3] Lihat biografi Ayyub bin Khalid dalam kitab: Al-Jarh wa At-Ta'diil karya Ibnu Abi Hatim 2/245, Ats-Tsiqaat karya Ibnu Hibban 4/25, Tahdzib Al-Kamal karya Al-Mizziy 3/468, Ikmaal Tahdzib Al-Kamal karya Muglathaiy 2/329, Tahdziib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar 1/351, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.118.
[4] Lihat biografi Abu Al-Fath Al-Azdiy dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 3/53, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 6/118, Lisaan Al-Miizaan karya Ibnu Hajar 7/90.

2 komentar:

  1. Iya tuh abu... untuk hadist yang pertama tadi memang sebenarnya lebih masuk kedalam israiliyat. Abu Hafs bisa coba buka kitab perjanjian lama di bagian awal, di kitab Genesis atau kejadian disebutkan hari-hari seperti hari-hari manusia. Sayangnya banyak para ulama tanpa sadar menukil kisah-kisah israiliyat tanpa mengkroscek dulu. Soalnya saya juga tertarik dengan ilmu perbandingan agama abu.. ( Di Bogor ada kajian lintas kitab suci yang kebanyakan membahas kristologi dari para pakarnya, ada juga ahli tafsirnya lulusan Islamabad Pakistan) kalau abu nanti ke Bogor, main ya ke Masjid Raya (^_^)/

    BalasHapus
    Balasan
    1. Thn 2000 sebelum ke Mesir sy pernah ke Bogor sendirian menjenguk teman. Sebelumnya juga pernah waktu studi tour bersama kwan2 di Aliyah.
      Perjalanan yang penuh kenangan :D
      Semoga suatu saat bisa ke sana lagi, Amiin!

      Hapus

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...