Senin, 21 Januari 2013

Nabi Muhammad ciptaan pertama

بسم الله الرحمن الرحيم


Ada beberapa hadits yang menyebutkan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah makhluk yang  paling pertama diciptakan oleh Allah subhanahu wa ta'aalaa. Diantaranya:

1.      Hadits Abu Hurairah radiyallahu 'anhu.
Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam kitabnya "Musnad Asy-Syamiyyin" 4/34 no.2662:
عن سعيد بن بشير عن قتادة عن الحسن عن أبي هريرة أن نبي الله صلى الله عليه و سلم قال : " كنت أول النبيين في الخلق وأخرهم في البعث "
"Aku adalah nabi pertama yang diciptakan dan yang terakhir di utus".

Diriwayatkan juga oleh Ibnu 'Adiy dalam kitabnya "Al-Kamil" 3/49:
عن خليد بن دعلج وسعيد عن قتادة عن الحسن عن أبي هريرة أن النبي صلى الله عليه وسلم قال : " كنت أول الناس في الخلق وآخرهم في البعث "
"Aku adalah manusia pertama yang diciptakan dan yang terakhir di utus".

Hadits ini lemah dengan dua cacat:

Pertama: Sanadnya terputus, penerimaan hadits Al-Hasan Al-Bashriy[1] (110H) rahimahullah dari Abu Hurairah diperselisihkan apakah Hasan pernah mendengar hadits langsung dari Abu Hurairah apa tidak?
Kebanyakan ulama mengatakan tidak dan sebagian lainnya mengatakan iya. Akan tetapi Al-Hasan adalah seorang mudallis (sering meriwayatkan hadits yang tidak ia dengar langsung dari gurunya), riwayatnya tidak diterima kecuali memakai lafadz yang jelas menunjukkan bahwa ia mendengarnya langsung dari gurunya seperti "سمعت: sami'tu, حدثني: haddatsanii, أخبرني: akhbaranii" atau semisalnya. Sedangkan dalam hadits ini ia hanya mengatakan عن: 'an, salah satu lafadz yang tidak jelas apakah ia dengar langsung dari gurunya atau tidak.

Kedua: Periwayatan hadits Sa'id bin Basyiir[2] kuniahnya Abu Abdurrahman (269H) dianggap lemah oleh Ibnu Ma'in, Imam Ahmad, An-Nasa'i, dan Ibnu Hajar.
Begitupula dengan Khulaid bin Da'laj[3] (166H); periwayatan haditsnya dianggap lemah oleh Imam Ahmad, An-Nasa'i, dan Ibnu Hajar.

Selain itu mereka juga menyalahi riwayat lain yang lebih kuat, sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Sa'ad (230H) dalam kitabnya "Ath-Thabaqaat" 1/149:
قال : أخبرنا عبد الوهاب بن عطاء عن سعيد بن أبي عروبة عن قتادة .
قال : وأخبرنا عمر بن عاصم الكلابي أخبرنا أبو هلال عن قتادة قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " كنت أول الناس في الخلق وآخرهم في البعث "

Dalam riwayat ini Sa'id bin Abi 'Arubah dan Abu Hilal meriwayatkan dari Qatadah (100H) langsung kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, tidak menyebutkan dalam sanadnya Al-Hasan Al-Bashriy dan Abu Hurairah.

Dengan kata lain, hadits ini juga lemah karena "mursal" atau "mu'dhal", terputus sanadnya antara tabi'in dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam yang mungkin jatuh satu rawiy atau dua ke atas secara berurutan.

Lihat: Silsilah Al-Ahaadiits Adh-Dha'ifah karya syekh Albaniy 2/115 no.661.

2.      Hadits Jabir bin Abdillah Al-Anshariy radiyallahu 'anhuma.
Disebutkan oleh Ahmad Al-Qasthalaniy (923H) dalam kitabnya "Al-Mawahib Al-Ladunniyah" 1/48, dinisbahkan kepada Abdurrazzaq:
عن جابر بن عبد الله الأنصارى قال: قلت يا رسول الله، بأبى أنت وأمى، أخبرنى عن أول شىء خلقه الله تعالى قبل الأشياء. قال: يا جابر، إن الله تعالى قد خلق قبل الأشياء نور نبيك من نوره، فجعل ذلك النور يدور بالقدرة حيث شاء الله تعالى، ولم يكن فى ذلك الوقت لوح ولا قلم، ولا جنة ولا نار، ولا ملك ولا سماء، ولا أرض ولا شمس ولا قمر، ولا جنى ولا أنسى، فلما أراد الله تعالى أن يخلق الخلق قسم ذلك النور أربعة أجزاء، فخلق من الجزء الأول القلم، ومن الثانى اللوح، ومن الثالث العرش. ثم قسم الجزء الرابع أربعة أجزاء، فخلق من الجزء الأول حملة العرش، ومن الثانى الكرسى، ومن الثالث باقى الملائكة، ثم قسم الجزء الرابع أربعة أجزاء، فخلق من الأول السماوات، ومن الثانى الأرضين ومن الثالث الجنة والنار، ثم قسم الرابع أربعة أجزاء، فخلق من الأول نور أبصار المؤمنين، ومن الثانى نور قلوبهم- وهى المعرفة بالله- ومن الثالث نور أنسهم، وهو التوحيد لا إله إلا الله محمد رسول الله
Jabir bertanya: Ya Rasulullah, aku mengorbankan bapak dan ibuku demi engkau, beritahukanlah kepadaku tentang sesuatu yang pertama kali diciptakan oleh Allah ta'aalaa sebelum menciptakan yang lainnya?
Rasulullah menjawab: Wahai Jabir, sesungguhnya Allah ta'aalaa telah menciptakan cahaya nabimu dari cahaya-Nya sebelum menciptakan segala sesuatu, kemudian Allah menjadikan cahaya itu berputar dengan kemampuan sesuai yang dikehendaki Allah ta'aalaa, dan pada saat itu belum ada lauhul mahfudz dan pena, belum ada surga dan neraka, belum ada malaikat dan langit, belum ada bumi, matahari dan bulan, belum ada jin dan manusia. Maka ketika Allah ta'aalaa ingin menciptakan segala ciptaan, Allah membagi cahaya itu menjadi empat bagian, kemudian dari bagian pertama diciptakan pembawa Al-'Arsy, dari bagian kedua diciptakan Al-Kursiy, dari bagian ketiga diciptakan Al-'Arsy. Kemudian bagian yang keempat dibagi menjadi empat bagian, maka diciptakan dari yang pertama langit-langit, dari yang kedua bumi-bumi, dari yang ketiga surga dan neraka. Kemudian bagian keempat dibagi menjadi empat, maka diciptakan dari yang pertama cahaya mata hati orang-orang beriman, dari yang kedua diciptakan cahaya hati mereka yaitu pengetahuan tentang Allah, dari yang ketiga diciptakan cahaya diri mereka yaitu At-Tauhid "tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah"

Hadits ini palsu, tidak didapati satupun buku yang menyebutkan sanadnya, dan penisbatannya kepada Abdurrazzaq tidak benar, sama sekali tidak ada di dalam kitab mushannaf-nya, tafsir dan karya-karyanya yang lain.

Imam As-Suyuthiy (911H) rahimahullah mengatakan: Hadits ini tidak punya sanad yang bisa dijadikan sandaran. ["Al-Hawiy lil Fataawaa" 1/313]

Abdulllah Al-Gummariy (1413H) rahimahullah berkata : Hadits ini mungkar dan palsu, sama sekali tidak ada asalnya dalam kitab sunnah. ["Mursyidul haair libayaani wadh'i haditsi Jabir"]

Dari lafadz hadits ini yang terlalu berlebihan dapat dirasakan unsur pemalsuan bagi orang-orang yang banyak membaca hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Ahmad Al-Gummariy berkata: Ia adalah hadits palsu, seandainya aku menyebutkan lafadznya dengan sempurna maka orang yang membacanya tidak akan ragu kalau itu palsu. ["Al-mugiir 'ala Al-Ahaadiits Al-Maudhu'ah fii Al-Jaami'i Ash-Shagiir" hal.7]

Syekh Ibnu Baaz (1420H) rahimahullah mengatakan: Semua orang yang memperhatikan dalil-dalil syar'i dari Al-Qur'an dan As-Sunnah mengetahui dengan sangat yakin bahwa hadits ini adalah diantara hadits-hadits yang bathil (melenceng) yang tidak punya dasar kesahihan.

Lihat: "Al-Aatsaar Al-Marfuu'ah fii Al-Akhbaar Al-Maudhu'ah" karya Al-Laknawiy hal.42.

Hadits ini juga bertentangan dengan beberapa hadits sahih, diantaranya:

a.      Sebagian orang beranggapan dengan hadits ini bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam diciptakan dari cahaya, padahal malaikat-lah yang diciptakan dari cahaya sedangkan manusia dari tanah.
Dari Aisyah radiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ، وَخُلِقَ الْجَانُّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ، وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ» [صحيح مسلم]
"Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disebutkan pada kalian (tanah)". [Sahih Muslim]

Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ (14) وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ} [الرحمن: 14، 15]
Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan dia menciptakan jin dari nyala api. [Ar-Rahman: 14-15]
{قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ} [الكهف: 110]
Katakanlah: Sesungguhnya aku Ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". [Al-Kahfi:110]

b.      Al-Qalam adalah yang pertama kali diciptakan.
Dari Abdullah bin Ash-Shamith radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ، فَقَالَ لَهُ: اكْتُبْ قَالَ: رَبِّ وَمَاذَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ "
"Sesungguhnya yang paling pertama Allah ciptakan adalah Al-Qalam (pena) kemudian Allah berkata kepadanya: Tulislah! Ia bertanya: Apa yang harus saya tulis? Allah berfirman: Tulislah takdir segala sesuatu sampai hari kiamat datang".
Abdullah berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ مَاتَ عَلَى غَيْرِ هَذَا فَلَيْسَ مِنِّي» [سنن أبي داود: صحيح]
"Barangsiapa yang meninggal tanpa keyakinan ini maka ia bukan golonganku". [Sunan Abu Daud: Sahih]

c.       Al-'Arsy sudah ada sebelum Al-Qalam diciptakan.
Dari Abdullah bin 'Amr radiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" كَتَبَ اللهُ مَقَادِيرَ الْخَلَائِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ، قَالَ: وَعَرْشُهُ عَلَى الْمَاءِ " [صحيح مسلم]
"Allah telah mencatat takdir semua makhluk sebelum menciptakan langit dan bumi selama 50.000 tahun, dan 'Arsy-Nya berada di atas air". [Sahih Muslim]

Imran bin Hushain radiyallahu 'anhu berkata: Suatu hari aku bersama Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, kemudian datang beberapa orang dari Yaman. Mereka berkata kepada Rasulullah: Kami mendatangimu untuk memahami urusan agama, dan untuk menanyaimu tentang sesuatu yang pertama kali ada.
Rasulullah menjawab:
«كَانَ اللَّهُ وَلَمْ يَكُنْ شَيْءٌ قَبْلَهُ، وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى المَاءِ، ثُمَّ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، وَكَتَبَ فِي الذِّكْرِ كُلَّ شَيْءٍ» [صحيح البخاري]
"Allah sudah ada dan tidak ada sesuatupun sebelumnya, dan 'Arsy-Nya berada di atas air kemudian menciptakan langit dan bumi, dan mencatat di lauhul mahfudz segala sesuatu". [Sahih Bukhari]

Catatan:

1)      Allah melarang bersikap melampaui batas dalam urusan agama:
{يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلَا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ} [النساء: 171]
Wahai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. [An-Nisaa':171]
{قُلْ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ غَيْرَ الْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعُوا أَهْوَاءَ قَوْمٍ قَدْ ضَلُّوا مِنْ قَبْلُ وَأَضَلُّوا كَثِيرًا وَضَلُّوا عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ} [المائدة: 77]
Katakanlah: "Hai ahli kitab, janganlah kamu berlebih-lebihan (melampaui batas) dengan cara tidak benar dalam agamamu. dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu orang-orang yang telah sesat dahulunya (sebelum kedatangan Muhammad) dan mereka telah menyesatkan kebanyakan (manusia), dan mereka tersesat dari jalan yang lurus". [Al-Maidah:77]

2)      Berlebih-lebihan (melampaui batas) adalah sebab kebinasaan:
Dari Abdullah bin Mas'ud radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ» [صحيح مسلم]
"Binasalah orang-orang yang terlalu berlebih-lebihan (melampaui batas)". [Sahih Muslim]
Dari Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
وَإِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ [سنن النسائي: صحيح]
"Hati-hatilah kalian dengan sikap berlebih-lebihan dalam menjalankan agama karena sesungguhnya yang membinasakan umat-umat sebelum kalian adalah sikap berlebih-lebihan dalam menjalankan agama". [Sunan An-Nasa'i: Sahih]

3)      Larangan memuji Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam secara berlebihan tanpa ada dalil yang sahih:
Dari Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«لاَ تُطْرُونِي، كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ، فَقُولُوا عَبْدُ اللَّهِ، وَرَسُولُهُ» [صحيح البخاري]
"Janganlah kalian memujiku secara berlebihan sebagaimana kaum Nashrani telah berlebihan memuji Ibnu Maryam, karena sesungguhnya aku ini hanya hamba-Nya. Maka katakanlah: Hamba Allah dan Rasul-Nya". [Sahih Bukhari]

Wallahu a'lam!




[1] Lihat biografi Al-Hasan Al-Bashriy dalam kitab: Tahdzibul kamal karya Al-Mizziy 6/95, Siyar A'lam An-Nubala' karya Adz-Dzahabiy 4/563, Tahdiziib At-Thadziib karya Ibnu Hajar 1/388.
[2] Lihat biografi Sa'id bin Basyiir dalam kitab: Adh-Dhu'afaa Ash-Shagiir karya Imam Al-Bukhariy hal.51, Adh-Dhu'afaa karya An-Nasa'i hal.189,  Adh-Dhu'afaa Al-Kabiir karya Al-'Uqailiy 2/100, Al-Majruhiin karya Ibnu Hibban 1/319, Al-Kamil karya Ibnu 'Adiy 3/369, Adh-Dhu'afaa karya Ibnu Al-Jauziy 1/314, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 3/189, Taqriib At-Thadziib hal.234.
[3] Lihat biografi Khulaid bin Da'laj dalam kitab: Adh-Dhu'afaa karya An-Nasa'i hal.173,  Adh-Dhu'afaa Al-Kabiir 2/19, Al-Majruhiin 1/285, Al-Kamil 3/47, Adh-Dhu'afaa karya Ibnu Al-Jauziy 1/256, Miizaan Al-I'tidaal 2/454, Taqriib At-Thadziib hal.195.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...