Kamis, 21 November 2013

Keutamaan shalat dalam As-Sunnah

بسم الله الرحمن الرحيم


Beberapa keutamaan shalat yang disebutkan dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Syi’ar Islam yang paling mulia setelah dua kalimat syahadat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" الإِسْلاَمُ: أَنْ تَعْبُدَ اللَّهَ، وَلاَ تُشْرِكَ بِهِ شَيْئًا، وَتُقِيمَ الصَّلاَةَ، ... " [صحيح البخاري ومسلم]
“Islam adalah engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatupun, mendirikan shalat, ... “ [Sahih Bukhari dan Muslim]

Tiang agama

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«رَأْسُ الأَمْرِ الإِسْلَامُ، وَعَمُودُهُ الصَّلَاةُ، وَذِرْوَةُ سَنَامِهِ الجِهَادُ» [سنن الترمذي: صحيح]
“Inti agama adalah Islam (dua kalimat syahadat), tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad”. [Sunan Tirmidzy: Sahih]

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" بُنِيَ الإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ: شَهَادَةِ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَإِقَامِ الصَّلاَةِ، وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ، وَالحَجِّ، وَصَوْمِ رَمَضَانَ " [صحيح البخاري ومسلم]
“Islam dibangun atas lima perkara: Bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, menjalankan ibadah haji, dan berpuasa Ramadhan”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Amalan yang paling dicintai oleh Allah

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Amalan apakah yang paling dicintai oleh Allah? Rasulullah menjawab:
«الصَّلاَةُ عَلَى وَقْتِهَا»
“Shalat tepat pada waktunya!”
Ibnu Mas’ud berkata: Kemudian apa? Rasulullah menjawab:
«ثُمَّ بِرُّ الوَالِدَيْنِ»
“Berbuat baik kepada kedua orang tua!”
Ibnu Mas’ud berkata: Kemudian apa? Rasulullah menjawab:
 «الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»
“Jihad di jalan Allah!”
Ibnu Mas’ud berkata: Rasulullah menyampaikannya kepadaku, dan seandainya aku terus bertanya maka beliau akan terus menjawabnya! [Sahih Bukhari dan Muslim]

Amalan terbaik dan mulia

Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« وَاعْلَمُوا أَنَّ خَيْرَ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةَ » [سنن ابن ماجه: صحيح]
“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya amalan kalian yang terbaik adalah shalat”. [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
« وَاعْلَمُوا أَنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَعْمَالِكُمُ الصَّلَاةَ » [سنن ابن ماجه: صحيح]
“Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya amalan kalian yang termulia adalah shalat”. [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Cahaya di dunia dan di akhirat

Dari Abu Malik Al-Asy’ariy radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَالصَّلَاةُ نُورٌ [صحيح مسلم]
“Dan shalat adalah cahaya”. [Sahih Muslim]

Tidak diperangi

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ، وَيُقِيمُوا الصَّلاَةَ، وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ، فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَصَمُوا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ إِلَّا بِحَقِّ الإِسْلاَمِ، وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, dan membayar zakat. Jika mereka melakukan itu maka terjagalah dariku darah dan harta mereka kecuali dengan hak Islam, dan perhitungan mereka kepada Allah”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَقُولُوا لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، فَإِذَا قَالُوهَا، وَصَلَّوْا صَلاَتَنَا، وَاسْتَقْبَلُوا قِبْلَتَنَا، وَذَبَحُوا ذَبِيحَتَنَا، فَقَدْ حَرُمَتْ عَلَيْنَا دِمَاؤُهُمْ وَأَمْوَالُهُمْ، إِلَّا بِحَقِّهَا وَحِسَابُهُمْ عَلَى اللَّهِ» [صحيح البخاري]
“Aku diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka mengucapkan: Tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah! Dan jika mereka mengucapkannya, dan mendirikan shalat yang kita lakukan, menghadap kiblat kita, dan menyembelih seperti kita menyembelih, maka haram bagi kita darah dan harta mereka, kecuali dengan haknya, dan perhitungan mereka kepada Allah”. [Sahih Bukhari]

Menghapuskan dosa-dosa

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: Seorang laki-laki melakukan dosa dengan mencium seorang wanita yang tidak halal baginya, maka ia mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian meceritakan hal tersebut, maka diturunkanlah kepadanya ayat:
{وَأَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ، وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ، ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ} [هود: 114]
Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. [Huud:114]
Orang itu bertanya: Apakah ini khusus untukku?
Rasulullah menjawab:
«لِمَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ أُمَّتِي»
“Untuk semua yang mengamalkannya dari umatku”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا، مَا تَقُولُ: ذَلِكَ يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ "
“Bagaimana menurut kalian jika ada sungai di depan pintu seorang dari kalian, ia mandi di dalamnya setiap hari lima kali, apa pendapat kalian: Apakah masih ada yang tersisa dari kotorannya?”
Sahabat menjawab: Tidak tersisa dari kotorannya sedikitpun!
Rasulullah bersabda:
 «فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الخَمْسِ، يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الخَطَايَا» [صحيح البخاري ومسلم]
“Maka yang demikian itu seperti shalat lima waktu, Allah menghapuskan dengannya dosa-dosa”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Usman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَا مِنَ امْرِئٍ مُسْلِمٍ تَحْضُرُهُ صَلَاةٌ مَكْتُوبَةٌ فَيُحْسِنُ وُضُوءَهَا وَخُشُوعَهَا وَرُكُوعَهَا، إِلَّا كَانَتْ كَفَّارَةً لِمَا قَبْلَهَا مِنَ الذُّنُوبِ مَا لَمْ يُؤْتِ كَبِيرَةً وَذَلِكَ الدَّهْرَ كُلَّهُ» [صحيح مسلم]
“Tidaklah seorang muslim datang kepadanya waktu shalat wajib kemudian ia menyempurnakan wudhu-nya, khusyu’ dan ruku’nya, kecuali ia akan menghapuskan yang telah lalu dari dosa-dosanya selama ia tidak melakukan dosa besar, dan itu untuk setiap masa”. [Sahih Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ» [صحيح مسلم]
“Shalat lima waktu, shalat Jum’at ke Jum’at berikutnya, puasa Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, adalah penghapus dosa diantaranya jika ia meninggalkan dosa besar”. [Sahih Muslim]

Dari Salman Al-Faarisiy radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ الْمُسْلِمَ لِيُصَلِّيَ وَخَطَايَاهُ مَوْضُوعَةٌ عَلَى رَأْسِهِ , فَكُلَّمَا سَجَدَ تَحَاتَّتْ عَنْهُ , فَتَفْرُغُ حِينَ يَفْرُغُ مِنْ صَلَاتِهِ , وَقَدْ تَحَاتَّتْ خَطَايَاهُ» [المعجم الصغير للطبراني: صححه الشيخ الألباني]
“Sesungguhnya seorang muslim mendirikan shalat sementara dosa-dosanya terletak di atas kepalanya, maka setiap kali ia sujud dosa-dosa tersebut berjatuhan. Maka ia selesai dari salatnya dan telah berjatuhan seluruh dosa-dosanya”. [Al-Mu’jam Ash-Shagiir: Sahih]

Yang paling pertama diperiksa pada hari kiamat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ، قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ، ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ " [سنن الترمذي: صحيح]
“Sesungguhnya yang pertama diperiksa pada seorang hamba di hari kiamat dari amalannya adalah shalat-nya, maka jika sempurna maka beruntunglah ia dan selamatlah ia, dan jika rusak maka celakalah ia dan rugilah ia. Kemudian jika ada sesuatu yang kurang dari shalat wajibnya, Allah ‘azza wa jalla berfirman: Periksalah, apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah. Maka dengannya disempurnakan apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian setelah itu amalan lain diperiksa seperti itu.” [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Pintu masuk surga

Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«خَمْسُ صَلَوَاتٍ كَتَبَهُنَّ اللَّهُ عَلَى الْعِبَادِ، فَمَنْ جَاءَ بِهِنَّ لَمْ يُضَيِّعْ مِنْهُنَّ شَيْئًا اسْتِخْفَافًا بِحَقِّهِنَّ، كَانَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَمْ يَأْتِ بِهِنَّ فَلَيْسَ لَهُ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدٌ، إِنْ شَاءَ عَذَّبَهُ، وَإِنْ شَاءَ أَدْخَلَهُ الْجَنَّةَ» [سنن أبي داود: صححه الشيخ الألباني]
“Lima shalat, Allah mewajibkannya kepada semua hamba, maka barangsiapa yang mendirikannya, tidak melalaikan satupun darinya karena meremehkan haknya maka untuknya di sisi Allah janji akan memasukkannya syurga, dan barangsiapa yang tidak mendirikannya maka tidak ada untuknya di sisi Allah janji, jika Allah menghendaki akan menyiksanya, dan jika Allah menghendaki Allah akan memasukkannya syurga”. [Sunan Abu Dawud: Sahih]

Dari Abu Qatadah bin Rib’iy radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: «إِنِّي فَرَضْتُ عَلَى أُمَّتِكَ خَمْسَ صَلَوَاتٍ وَعَهِدْتُ عِنْدِي عَهْدًا أَنَّهُ مَنْ جَاءَ يُحَافِظُ عَلَيْهِنَّ لِوَقْتِهِنَّ أَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهِنَّ فَلَا عَهْدَ لَهُ عِنْدِي» [سنن أبي داود: حسنه الشيخ الألباني]
“Allah ta’aalaa berfirman: Sesungguhnya aku mewajibkan atas umatmu lima shalat, dan Aku berjanji pada diri-Ku suatu janji bahwasanya barangsiapa yang menjaganya (mendirikannya) tepat waktu maka aku akan memasukkannya surga, dan barangsiapa yang tidak menjaganya maka tidak ada janji untuknya pada-Ku”. [Sunan Abu Dawud: Hasan]

Mengankat derajat

Ma’daan bin Abi Thalhah Al-Ya’mariy rahimahullah berkata: Aku menemui Tsauban radhiyallahu ‘anhu bekas budak Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku bertanya: Beritahulah aku tentang amalan yang jika aku amalkan maka Allah akan memasukkanku ke surga? Maka ia terdiam, kemudian aku menanyainya lagi namun ia tetap diam, kemudian aku menanyainya yang ke tiga kali maka ia berkata: Aku telah menanyakan hal itu pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda:
«عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ، فَإِنَّكَ لَا تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً، إِلَّا رَفَعَكَ اللهُ بِهَا دَرَجَةً، وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً»
“Hendaklah engkau memperbanyak sujud kepada Allah, karena sesungguhnya engkau tidak sujud kepada Allah satu sujud kecuali Allah mengangkatmu dengannya satu derajat dan menghapus darimu dengannya satu dosa”
Ma’daan berkata: Kemudian aku menemui Abu Ad-Dardaa’, dan aku menanyainya tentang itu, maka ia berkata kepadaku seperti apa yang dikatakan Tsauban kepadaku. [Sahih Muslim]

Bersama Rasulullah di syurga

Rabi’ah bin Ka’b Al-Aslamiy radhiyallahu ‘anhu berkata: Suatu hari aku bermalam bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian aku membawakannya air wudhu dan keperluannya, maka beliau berkata kepadaku:
«سَلْ»
“Mintalah (sesuatu dariku)!”
Maka aku berkata: Aku memintamu menjadi temanmu (bersamamu) dalam surga!
Rasulullah berkata:
«أَوْ غَيْرَ ذَلِكَ»
“Atau adalah selain itu?”
Aku menjawab: Hanya itu!
Rasulullah berkata:
«فَأَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ» [صحيح مسلم]
“Maka bantulah aku atas dirimu dengan banyak sujud”. [Sahih Muslim]

Mendapat syafa’at Rasulullah

Dari seorang pembantu Rasulullah - radhiyallahu ‘anhu-; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sering bertanya kepada pembantunya:
«أَلَكَ حَاجَةٌ؟»
“Apakah engkau punya keperluan?”
Sampai suatu hari, permbantunya berkata: Ya Rasulullah, aku punya keperluan!
Rasulullah bertanya:
«وَمَا حَاجَتُكَ؟»
“Apa keperluanmu?”
Ia berkata: Yang aku perlukan adalah engkau memberi syafa’at untukku di hari kiamat!
Rasulullah bertanya:
«وَمَنْ دَلَّكَ عَلَى هَذَا؟»
“Siapa yang menunjukkan ini kepadamu?”
Ia menjawab: Tuhanku!
Rasulullah berkata:
«إِمَّا لَا، فَأَعِنِّي بِكَثْرَةِ السُّجُودِ» [مسند أحمد: صحيح]
“Jangan tinggalkan keperluanmu ini, maka bantulah aku dengan banyak melakukan sujud”. [Musnad Ahmad: Sahih]

Mendapat syafa’at orang beriman

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَوَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ بِأَشَدَّ مُنَاشَدَةً لِلَّهِ فِي اسْتِقْصَاءِ الْحَقِّ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ لِلَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لِإِخْوَانِهِمُ الَّذِينَ فِي النَّارِ، يَقُولُونَ: رَبَّنَا كَانُوا يَصُومُونَ مَعَنَا وَيُصَلُّونَ وَيَحُجُّونَ، فَيُقَالُ لَهُمْ: أَخْرِجُوا مَنْ عَرَفْتُمْ، فَتُحَرَّمُ صُوَرُهُمْ عَلَى النَّارِ، فَيُخْرِجُونَ خَلْقًا كَثِيرًا قَدِ أَخَذَتِ النَّارُ إِلَى نِصْفِ سَاقَيْهِ، وَإِلَى رُكْبَتَيْهِ، ثُمَّ يَقُولُونَ: رَبَّنَا مَا بَقِيَ فِيهَا أَحَدٌ مِمَّنْ أَمَرْتَنَا بِهِ، فَيَقُولُ: ارْجِعُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ دِينَارٍ مِنْ خَيْرٍ فَأَخْرِجُوهُ، فَيُخْرِجُونَ خَلْقًا كَثِيرًا، ثُمَّ يَقُولُونَ: رَبَّنَا لَمْ نَذَرْ فِيهَا أَحَدًا مِمَّنْ أَمَرْتَنَا، ثُمَّ يَقُولُ: ارْجِعُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ نِصْفِ دِينَارٍ مِنْ خَيْرٍ فَأَخْرِجُوهُ، فَيُخْرِجُونَ خَلْقًا كَثِيرًا، ثُمَّ يَقُولُونَ: رَبَّنَا لَمْ نَذَرْ فِيهَا مِمَّنْ أَمَرْتَنَا أَحَدًا، ثُمَّ يَقُولُ: ارْجِعُوا فَمَنْ وَجَدْتُمْ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ مِنْ خَيْرٍ فَأَخْرِجُوهُ، فَيُخْرِجُونَ خَلْقًا كَثِيرًا ثُمَّ يَقُولُونَ: رَبَّنَا لَمْ نَذَرْ فِيهَا خَيْرًا " [صحيح البخاري ومسلم]
“Maka demi Yang jiwaku di tangan-Nya, tidaklah seorang dari kalian lebih semangat meminta demi Allah haknya dari orang beriman kepada Allah untuk saudara-saudaranya yang berada di neraka. Mereka berkata: Wahai Tuhan kami, mereka dulunya berpuasa, shalat, dan menunaikan haji bersama kami! Maka dikatakan kepada mereka: Keluarkanlah orang-orang yang kalian kenal. Kemudian tubuh mereka diharamkan bagi neraka, lalu mereka mengeluarkan banyak orang yang telah dibakar api sampai setengah betisnya, dan sampai lututnya. Kemudian mereka berkata: Wahai Tuhan kami, tidak ada lagi yang tersisa di dalamnya seorang pun dari orang-orang yang Engkau perintahkan pada kami. Maka dikatakan pada mereka: Kembalilah, maka siapa saja yang kalian dapati dalam hatinnya sebesar satu dinar dari keimanan maka keluarkanlah mereka! Maka mereka mengeluarkan banyak orang. Kemudian mereka berkata: Wahai Tuhan kami tidak meninggalkan di dalamnya seorang pun dari orang-orang yang Engkau perintahkan pada kami! Kemudian dikatakan pada mereka: Kembalilah, maka siapa saja yang kalian dapati dalam hatinnya sebesar setengah dinar dari keimanan maka keluarkanlah mereka! Maka mereka mengeluarkan banyak orang. Kemudian mereka berkata: Wahai Tuhan kami tidak meninggalkan di dalamnya seorang pun dari orang-orang yang Engkau perintahkan pada kami! Kemudian dikatakan pada mereka: Kembalilah, maka siapa saja yang kalian dapati dalam hatinnya sebesar dzarrah (atom) dari keimanan maka keluarkanlah mereka! Maka mereka mengeluarkan banyak orang. Kemudian mereka berkata: Wahai Tuhan kami, kami tidak meninggalkan di dalamnya sedikitpun kebaikan! [Sahih Bukhari dan Muslim]

Sujud di hari kiamat

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَيُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ فَلَا يَبْقَى مَنْ كَانَ يَسْجُدُ لِلَّهِ مِنْ تِلْقَاءِ نَفْسِهِ إِلَّا أَذِنَ اللهُ لَهُ بِالسُّجُودِ، وَلَا يَبْقَى مَنْ كَانَ يَسْجُدُ اتِّقَاءً وَرِيَاءً إِلَّا جَعَلَ اللهُ ظَهْرَهُ طَبَقَةً وَاحِدَةً، كُلَّمَا أَرَادَ أَنْ يَسْجُدَ خَرَّ عَلَى قَفَاهُ [صحيح البخاري ومسلم]
Kemudian disingkapkanlah betis, maka tidak tersisa dari orang-orang yang dulunya (di dunia) sujud demi Allah atas kerelaan dirinya kecuali Allah mengizinkan untuknya melakukan sujud, dan tidak tersisa dari orang-orang yag dulunya sujud karena rasa takut dan riya kecuali Allah menjadikan punggung mereka bersatu (tidak bisa dibengkokkan), setiap kali mereka ingin sujud mereka tersugkur”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Bekas sujud tidak terbakar api neraka

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
حَتَّى إِذَا فَرَغَ اللَّهُ مِنَ القَضَاءِ بَيْنَ عِبَادِهِ، وَأَرَادَ أَنْ يُخْرِجَ مِنَ النَّارِ مَنْ أَرَادَ أَنْ يُخْرِجَ، مِمَّنْ كَانَ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، أَمَرَ المَلائِكَةَ أَنْ يُخْرِجُوهُمْ، فَيَعْرِفُونَهُمْ بِعَلامَةِ آثَارِ السُّجُودِ، وَحَرَّمَ اللَّهُ عَلَى النَّارِ أَنْ تَأْكُلَ مِنَ ابْنِ آدَمَ أَثَرَ السُّجُودِ، فَيُخْرِجُونَهُمْ [صحيح البخاري ومسلم]
“ ... Sampai ketika Allah selesai mengadili di antara hamba-hamba-Nya dan ingin mengeluarkan dari neraka (dengan rahmat-Nya) orang yang dikehendakinya untuk dikeluarkan dari orang-orang yang dulunya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, Allah memerintahkan malaikat untuk mengeluarkan mereka. Maka malaikat mengetahui mereka dengan tanda bekas sujud, dan Allah telah mengharamkan bagi neraka untuk membakar bekas sujud dari anak cucu Adam, kemudian malaikat mengeluarkan mereka (dari neraka) ... “. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Wasiat terakhir Rasulullah

Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di waktu sakitnya yang membuatnya wafat:
«الصَّلَاةَ، وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ»
“Jagalah shalat dan hak harta yang kalian miliki!”
Dan Rasulullah terus-menerus mengucapkannya sampai tidak bisa lagi disebutkan oleh lidahnya. [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Kebanyakan wasiat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika didatangi kematian saat ruhnya akan keluar:
«الصَّلَاةَ، وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ» [سنن ابن ماجه: صحيح]
“Jagalah shalat dan hak harta yang kalian miliki!” [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: Akhir ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah:
«الصَّلَاةَ الصَّلَاةَ، اتَّقُوا اللَّهَ فِيمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ» [سنن أبي داود: صحيح]
“Jagalah shalat kalian, jagalah shalat kalian, dan bertakwalah kepada Allah atas harta yang kalian miliki!” [Sunan Abu Dawud: Sahih]

Memberikan ketenangan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Bilal radhiyallahu ‘anhu:
«قُمْ يَا بِلَالُ فَأَرِحْنَا بِالصَّلَاةِ» [سنن أبي داود: صحيح]
“Bangkitlah wahai Bilal, maka tenangkanlah kami dengan mendirikan salat!”. [Sunan Abu Dawud: Sahih]

Abu Musa radhiyallahu ‘anhu berkata: Suatu hari terjadi gerhana matahari, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bangkit dengan terkejut, khawatir akan datangnya hari kiamat. Kemudian beliau mendatangi mesjid kemudian shalat dengan berdiri, ruku’ dan sujud yang terpanjang yang pernah aku saksikan beliau melakukannya, kemudian bersabda:
«هَذِهِ الآيَاتُ الَّتِي يُرْسِلُ اللَّهُ، لاَ تَكُونُ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ، وَلَكِنْ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِ عِبَادَهُ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ شَيْئًا مِنْ ذَلِكَ، فَافْزَعُوا إِلَى ذِكْرِهِ وَدُعَائِهِ وَاسْتِغْفَارِهِ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Ini adalah tanda-tanda yang dikirim oleh Allah, bukan karena mati dan hidupnya seseorang, akan tetapi dengannya Allah menakut-nakuti hamba-Nya. Maka jika kalian melihat sesuatu yang seperti itu maka segeralah mengingat-Nya (mendirikan shalat), berdo’a kepada-Nya, dan meminta ampunan-Nya”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Pahalanya diperebutkan oleh Malaikat

Rifa’ah bin Rafi’Az-Zuraqiy radhiyallahu ‘anhu berkata: Suatu hari kami shalat dibelakang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ketika mengangkat kepalanya dari ruku’ beliau membaca:
" سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ "
“Allah mendengar orang yang memuji-Nya”
Seorang berkata dibelakangnya:
رَبَّنَا وَلَكَ الحَمْدُ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
“Engkaulah Tuhan kami dan hanya untuk-Mu segala pujian, pujian yang banyak baik dan berberkah”
Kemudian setelah selesai shalat, Rasulullah bertanya:
«مَنِ المُتَكَلِّمُ»
“Siapa yang membaca do’a tersebut?”
Orang itu menjawab: Saya!
Rasulullah bersabda:
«رَأَيْتُ بِضْعَةً وَثَلاَثِينَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا أَيُّهُمْ يَكْتُبُهَا أَوَّلُ» [صحيح البخاري]
“Aku melihat tiga puluh lebih malaikat berlomba, siapa diantara mereka yang mencatat pahalanya terlebih dahulu”. [Sahih Bukhari]

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Seorang datang kemudian memasuki shaf shalat dalam keadaan terengah-engah, kemudian ia membaca:
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
“Segala puji bagi Allah, pujian yang banyak baik dan berberkah”
Kemudian setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai shalat, beliau bertanya:
«أَيُّكُمُ الْمُتَكَلِّمُ بِالْكَلِمَاتِ؟»
“Siapa dari kalian yang membaca do’a tadi?”
Maka semua orang diam.
Kemudian Rasulullah bertanya lagi:
«أَيُّكُمُ الْمُتَكَلِّمُ بِهَا؟ فَإِنَّهُ لَمْ يَقُلْ بَأْسًا»
“Siapa dari kalian yang membaca do’a tadi? Sesungguhnya ia tidak mengucapkan sesuatu yang terlarang”
Maka orang itu berkata: Aku datang dalam keadaan terengah-engah maka aku mengucapkannya!
Maka Rasulullah bersabda:
«لَقَدْ رَأَيْتُ اثْنَيْ عَشَرَ مَلَكًا يَبْتَدِرُونَهَا، أَيُّهُمْ يَرْفَعُهَا» [صحيح مسلم]
“Aku telah melihat dua belas malaikat memperebutkannya, siapa dari mereka yang mengangkat pahalanya”. [Sahih Muslim]

Saat paling dekat dengan Allah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ، وَهُوَ سَاجِدٌ، فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ» [صحيح مسلم]
“Saat paling dekat seorang hamba dari Tuhannya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah berdo’a”. [Sahih Muslim]

Bermunajat dan berhadapan dengan Allah

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ أَحَدَكُمْ إِذَا قَامَ فِي صَلاَتِهِ فَإِنَّهُ يُنَاجِي رَبَّهُ، أَوْ إِنَّ رَبَّهُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ القِبْلَةِ، فَلاَ يَبْزُقَنَّ أَحَدُكُمْ قِبَلَ قِبْلَتِهِ، وَلَكِنْ عَنْ يَسَارِهِ أَوْ تَحْتَ قَدَمَيْهِ» [صحيح البخاري]
“Sesungguhnya seorang dari kalian jika berdiri dalam shalat-nya maka sesungguhnya ia sedang bermunajat (berbicara dengan nada rendah) dengan Tuhannya, atau sesungguhnya Tuhannya berada antara ia dengan kiblat, maka janganlah seorang dari kalian meludah ke arah kiblatnya, akan tetapi ke arah kirinya atau ke bawah kedua kakinya”. [Sahih Bukhari]

Jauh dari sifat orang kafir

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكَ الصَّلَاةِ» [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya pembeda antara seseorang dengan kesyirikan dan kekafiran adalah meninggalkan shalat”. [Sahih Muslim]

Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«العَهْدُ الَّذِي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلَاةُ، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ» [سنن الترمذي: صحيح]
“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya maka ia telah kafir”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Wallahu a’lam!

Referensi:
تعظيم قدرالصلاة للمروزي المتوفى سنة 294هـ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...