Rabu, 16 Mei 2012

Syubhat hadits PASAR !?


Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
أَحَبُّ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ مَسَاجِدُهَا، وَأَبْغَضُ الْبِلَادِ إِلَى اللهِ أَسْوَاقُهَا
"Tempat yang paling dicintai oleh Allah adalah mesjid, dan tempat yang paling dibenci Allah adalah pasar." [Sahih Muslim]

Pertanyaan:
Ustadz, benarkah ada ulama yg melemahkan hadits ini? Saya pernah dengar ada seorg ustadz bilang hadits ini tidak sesuai kenyataan bahwa para rasul bekerja di pasar, demikian pula para sahabat, tabiin dan para imam. Dari segi status, benarkah ada ulama yg mendhaifkan hadith ini?

Jawaban:
1.       Hadits ini diriwayatkan dari Abu Hurairah, Jubair bin Muth'im, Ibnu Umar, Anas, dan Ibnu Abbas Radiyallahu 'anhum.
Hadits Abu Hurairah diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab sahih-nya; buku paling sahih setelah Al-Qur'an dan Sahih Bukhari, sebagaimana kesepakatan ulama' khususnya ahli hadits.
Yang mengatakannya hadits ini lemah, harus mendatangkan bukti ilmiyah yg disepakati ulama hadits.
Adapun hadits Jubair bin Muth'im dan Ibnu Umar, dikuatkan (hasan) oleh syekh Albaniy. Sedangkan Syu'aib Al-Arna'uth dkk. dalam tahkik musnad Ahmad melemahkannya.
Sedangkan Hadits Ibnu Abbas, dihukumi palsu oleh syekh Albaniy dan hadits Anas sangat lemah.
2.       Yang mengatakan hadits ini lemah karena tdk sesuai kenyataan mungkin tidak paham hadits karena tdk merujuk perkataan ulama atau pura2 tidak paham untuk menyesatkan ummat.
Silahkan baca diblog (PASAR, tempat yang paling dibenci Allah). Wallahu a'lam!

Pertanyaan selanjutnya:
Jazakallahkhair atas penjelasannya ustadz mengenai hadith pasar. Berarti hadith yg diriwayatkan oleh Imam Muslim itu tidak ada dari seorangpun ulama hadits yg melemahkannya, walaupun yg dari jalur lain ada yang dhaif, benarkah demikian?
Pertanyaan yg masih terkait:
1) Adakah contoh hadits lain yang maknanya menunjukkan kebencian Allah ttp tidak berarti larangan?
2) Kata ustadz yg menganggap kandungan hadits itu lemah, Umar pernah mengatakan ingin meninggal di pasar dalam keadaan sedang bekerja. Katanya itu dinukil dari kitab Ihya. Seandainya pasar itu tempat yang dibenci maka Umar tentu tidak akan mendambakan meninggal di situ. Bgmn tanggapan ust?

Jawaban:
1. Yang saya ketahui, tidak ada ulama yang melemahkan hadits Abu Hurairah. Selain Imam Muslim dalam kitab sahih-nya, hadits ini juga diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban dalam kitab sahih mereka.
Sedangkan hadits Jubair bin Muth'im dan Ibnu Umar disahihkan oleh Al-Hakim dan Ibnu Hibban, dan dihasankan oleh Ibnu Hajar dalam kitabnya “Fathul Bariy” 4/339.

2. Yang saya ingat, ada hadits yang diriwayatkan:
أبغض الحلال إلى الله الطلاق
"Sesuatu yang halal yang paling dibenci Allah adalah talak (perceraian)".
Tapi haditsnya lemah (lihat Al-Irwa’ karya syek Albaniy no.2040), selain karena sanadnya yang tidak kuat juga karena matannya menyalahi hadits sahih yang menyebutkan bahwa Rasulullah sallallahu 'alaihi wasalam menceraikan istrinya, dan tidak mungkin Rasulullah melakukan hal yang paling dibenci Allah subhanahu wata’ala.
Oleh sebab itu, “hadits pasar” tidak boleh diartikan bahwa Allah benci pasar dan semua orang yang masuk pasar, karena Rasulullah dan para sahabatnya juga masuk pasar.
Lihat lebih lanjut sahih Bukhari dan syarahnya “fathul bariy” karya Ibnu Hajar, Imam Bukhari menyebutkan satu bab tentang pasar, beliau menyebutkan hadits-hadits dan atsar yang menunjukkan bolehnya masuk pasar dan berdagan.
Ibnu Bathal mengatakan: Hadits ini ditinjau dari segi mayoritas, karena bisa jadi ada pasar yang orang-orangnya lebih banyak mengingat Allah dari pada mesjid.
Maka dari itu, hadits pasar menunjukkan bahwa Allah benci orang-orang yang melakukan maksiat beserta tempatnya. Dan pasar adalah tempat yang paling banyak terjadi maksiat di dalamnya. Jadi yang dibenci Allah adalah orang yang masuk pasar untuk melakukan maksiat.
Sedangkan orang yang ke pasar untuk mencari nafkah yang halal atau kebaikan lain, tidak termasuk dalam hadits ini.
Contoh: Jika saya mengatakan bahwa Amerika adalah negara yang paling buruk, bukan berarti bahwa di Amerika tidak ada kebaikan dan orang yang ke sana buruk semua.
Akan tetapi maksud saya adalah dari semua negara yang ada, Amerikalah yang paling buruk menurut saya. Sekalipun di sana ada tempat yang baik seperti mesjid, ada orang yang beribadah kepada Allah, dan ada orang yang ke sana untuk berda’wah.

3. Perkataan Umar bin Khattab dalam kitab “Ihya' Ulumuddin” 2/64 :
وقال عمر رضي الله عنه ما من موضع يأتيني الموت فيه أحب إلي من موطن أتسوق فيه لأهلي أبيع وأشتري
Umar radiyallahu 'anhu bekata: Tidak ada tempat di mana aku didatangi kematian lebih aku sukai daripada tempat di saat aku berdagang (atasawwaqu) untuk keluargaku, di mana aku membeli dan menjual.
a) Saya tidak tau kedudukan atsar (perkataan) Umar apakah kuat atau lemah, karena Imam Gazali tidak mencantumkan sanadnya.
b) Kalaupun atsar Umar sahih, bukan berarti bahwa Umar mendambakan mati di pasar, tapi ia ingin mati dalam kondisi mencari nafkah untuk keluarganya.
Buktinya; Imam Gazali menyebutkan atsar tersebut pada bab keutamaan dan anjuran mencari nafkah, bukan pada bab keutamaan pasar.
c) Perkataan Umar radiyallahu 'anhu tidak bisa dijadikan alasan untuk menolak perkataan Rasulullah sallallahu 'alaihi wasalam yang disahihkan oleh kesepakatan ummat.
Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma berkata: Dikhawatirkan batu turun di atas kalian dari langit (sebagai hukuman), ketika aku menyebutkan perkataan Rasulullah, dan kalian menolaknya dengan perkataan Abu Bakr dan Umar!

4. Kesalahan sebagian orang, ketika otaknya tidak mampu mamahami Al-Qur'an dan hadits, maka yang disalahkan adalah Al-Qur'an dan Haditsnya sekalipun sahih dan bukan otaknya.
Untuk memahami Al-Qur'an dan Hadits secara benar kita harus merujuk pada pemahaman Sahabat, dan ulama saleh terdahulu, karena mereka adalah generasi terbaik, mereka lebih paham, lebih pandai dari segi bahasa, dan lebih ikhlas dan takwa kepada Allah.
Dari ‘Imran bin Hushain; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasalam bersabda:
إِنَّ خَيْرَكُمْ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ [صحيح البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya generasi terbaik adalah generasiku (sahabat Rasulullah), kemudian orang-orang generasi berikutnya (tabi’in), kemudian orang-orang generasi berikutnya (atba’ tabi’in),  kemudian orang-orang generasi berikutnya (atba’ atba’ tabi’in)”. [Sahih Bukari dan Muslim]
Seandainya seseorang betul-betul mau memahami hadits pasar dengan benar, maka seharusnya ia membaca syarah sahih Muslim. Banyak sekali ulama yang sudah menjelaskan hadits-hadits di dalamnya, diantaranya yang paling terkenal adalah syarah sahih Muslim karya Imam Nawawiy. Orang yang tidak memiliki buku ini, tidak pantas untuk berbicara dalam masalah hadits apalagi mensahihkan atau mendaifkan.
Apakah kita merasa ilmu dan ketakwaan kita lebih kuat dari mereka (salafussaleh)?
Dari Abdullah bin Mas’ud; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasalam bersabda:
«لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ»
“Tidak masuk surga orang yang di hatinya ada sebesar dzarrah kesombongan”.
Seorang sahabat bertanya: Sesungguhnya seseorang senang jika pakaian dan sendalnya baik?
Rasulullah menjawab:
«إِنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ، الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ، وَغَمْطُ النَّاسِ» [صحيح مسلم]
Sesungguhnya Allah itu maha indah dan mencintai yang indah, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.

5. Melemahkan hadits dengan argumen akal semata tampa merujuk perkataan ulama yang ahli di bidangnya adalah metode orang-orang kafir dan munafiq untuk menghancurkan Islam.
{ذَلِكَ بِأَنَّهُمْ آمَنُوا ثُمَّ كَفَرُوا فَطُبِعَ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ } [المنافقون: 3]
“Yang demikian itu adalah karena bahwa sesungguhnya mereka telah beriman, Kemudian menjadi kafir (lagi) lalu hati mereka dikunci mati; Karena itu mereka tidak dapat mengerti”. [Al-Munafiquun:3]
Makanya kita harus selalu wapada terhadap orang-orang seperti itu. (Lihat contohnya: Syubhat Pernikahan Aisyah dengan Rasulullah)

Semoga Allah menjauhkan kita dari sifat kafir dan munafiq, dan memberi kita ilmu yang bermanfaat di dunia dan di akhirat.
اللَّهم أَرِنَا الحَقَّ حَقاً وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ ، وَأَرِنَا البَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ
Ya Allah .. perlihatkanlah kepada kami kebenaran itu sebagai suatu kebenaran, dan anugrahilah kami utuk mengikutinya. Dan perlihatkanlah kepada kami kebatilan itu sebagai suatu kebatilan, dan anugrahilah kami untuk menjauhinya.
اللَّهُمَّ انْفَعْنَا بِمَا عَلَّمْتَنَا ، وَعَلِّمْنَا مَا يَنْفَعُنَا ، وَزِدْنَا عِلْمًا
"Ya Allah .. berikanlah kami manfaat dari ilmu yang telah Engkau ajarkan pada kami, dan ajarkanlah kami ilmu yang bermanfaat untuk kami, dan tambahkanlah kami ilmu."

Wallahu a’lam!

Lihat juga: Bagaimana menghukumi hadits
                   Belajar Ilmu Takhrij
                  Mengenal Turats Hadist

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...