Kamis, 28 April 2011

Keutamaan bershalawat



 بسم الله الرحمن الرحيم


Beberapa keutamaan bershalawat kepada Nabi kita Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam:

Mendapat shalawat dari Allah 'azza wa jalla

Abu Talhah radhiyallahu ‘anhu berkata: Suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam keluar mendatangi para sahabatnya dengan wajah yang terlihat penuh gembira. Para Sahabat bertanya: Kami melihat di wajahmu suatu yang menggembirakan ya Rasulullah!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
«أَجَلْ، أَتَانِي الْآنَ آتٍ مِنْ رَبِّي فَأَخْبَرَنِي أَنَّهُ لَنْ يُصَلِّيَ عَلَيَّ أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِي إِلَّا رَدَّهَا اللَّهُ عَلَيْهِ عَشْرَ أَمْثَالِهَا»
“Tentu, aku baru saja didatangi utusan dari Tuhanku dan memberi tahukan kepadaku bahwasanya tidak seorang pun dari umat ku yang bershalawat kepadaku kecuali Allah akan membalasnya sepuluh kali lipat sepertinya" . [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Sahih]

Dalam riwayat lain: Suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam datang dangan wajah yang penuh gembira. Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah kami melihat kebahagiaan di wajahmu yang tidak pernah kami lihat sebelumnya?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
" أَجَلْ إِنَّهُ أَتَانِي مَلَكٌ، فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ إِنَّ رَبَّكَ يَقُولُ أَمَا يُرْضِيكَ أَلَّا يُصَلِّيَ عَلَيْكَ أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِكَ إِلَّا صَلَّيْتُ عَلَيْهِ عَشْرًا وَلَا سَلَّمَ عَلَيْكَ إِلَّا سَلَّمْتُ عَلَيْهِ عَشْرًا؟ "
“Tentu, aku telah didatangi malaikat dan berkata: Wahai Muhammad sesungguhnya Tuhanmu berkata: Relakah kamu jika tiada seorang pun dari umatmu yang bershalawat kepadamu kecuali Aku bershalawat kepadanya sepuluh kali, dan tidak memberi salam kepadamu kecuali Aku memberi salam kepadanya sepuluh kali?” [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Sahih]

Dari Abdullah bin Amru bin Al-Ash radhiyallahu ‘anhumu; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا [صحيح مسلم]
"Sesungguhnya karena orang yang bershalawat atasku dengan satu shalawat, niscaya Allah akan bershalawat atasnya dengannya sepuluh kali”. [Sahih Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى الله عَلَيْهِ عَشْرًا» [صحيح مسلم]
"Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." [Sahih Muslim]

Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَلَيْلَةَ الْجُمُعَةِ؛ فَمَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ عَشْرًا " [السنن الكبرى للبيهقي: حسنه الألباني]
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jum’at dan malam Jum’at, karena barangsiapa yang bershalawat kepadaku sekali maka Allah bershalawat kepadanya sepuluh kali”. [As-Sunan Al-Kubra karya Al-Baihaqiy: Hasan]

Mendapatkan shalawat dari Jibril 'alaihissalam

Abdurrahman bin 'Auf radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendatangi Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan beliau dalam keadaan sujud, dan beliau memanjangkan sujudnya. Rasulullah berkata:
" أَتَانِي جِبْرِيلُ قَالَ: مَنْ صَلَّى عَلَيْكَ صَلَّيْتُ عَلَيْهِ، وَمَنْ سَلَّمَ عَلَيْكَ سَلَّمْتُ عَلَيْهِ ؛ فَسَجَدْتُ لِلَّهِ شُكْرًا "
Jibril mendatangiku dan berkata: "Barangsiapa yang bershalawat kepadmu akupun akan bersalawat kepadanya, dan barangsiapa yang memberi salam kepadamu akupun akan memberi salam kepadanya"; maka aku sujud untuk Allah ungkapan rasa syukur. [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Sahih]

Sepuluh kebaikan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مَرَّةً وَاحِدَةً كَتَبَ اللَّهُ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ» [صحيح ابن حبان]
“Barangsiapa yang bersalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan mencatat untuknya dengan shalawat tersebut sepuluh kebaikan”. [Sahih Ibnu Hibban]

Sepuluh derajat

Dari Umair bin Niyar radhiyallahu ‘anhu; Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مِنْ أُمَّتِي صَلَاةً مُخْلِصًا مِنْ قَلْبِهِ، صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وَرَفَعَهُ بِهَا عَشْرَ دَرَجَاتٍ، وَكَتَبَ لَهُ بِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ، وَمَحَا عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ» [السنن الكبرى للنسائي: حسنه الألباني]
“Barangsiapa yang bershalawat untukku dari umatku satu shalawat dengan keikhlasan dari hatinya maka Allah bershalawat untuknya sepuluh shalawat, mengangkat derajatnya sepuluh derajat, mencatat untuknya sepuluh kebaikan, dan menghapus darinya sepuluh keburukan” [Sunan Al-Kubra An-Nasa’iy: Hasan]

Dosa-dosa diampuni

Ubai bin Ka'b radiyallahu 'anhu berkata:
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ أَفَأَجْعَلُ لَكَ ثُلُثَ صَلَاتِي
Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mendirikan salat di waktu malam, apakah aku jadikan sepertiga do'aku dengan bershalawat untukmu?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: «الشَّطْرُ»
"Jadikan seperduanya".
Ubai berkata: أَفَأَجْعَلُ لَكَ شَطْرَ صَلَاتِي
Apakah aku jadikan seperduanya?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: «الثُّلُثَانِ أَكْثَرُ»
"Dua pertiga lebih banyak".
Ubai berkata: أَفَأَجْعَلُ لَكَ صَلَاتِي كُلَّهَا؟
Apakah aku jadikan semuanya untukmu?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: «إِذَنْ يُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ كُلُّهُ»
"Kalau begitu, dosamu akan diampuni semuanya". [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Hasan]

Beban pikiran dicukupi

Ubaiy bin Ka’b berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam:
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُكْثِرُ الصَّلَاةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلَاتِي؟
Aku banyak berselawat untukmu, berapa banyak aku harus berselawat untukmu dalam do'aku?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: «مَا شِئْتَ»
"Sesukamu".
Ubai berkata: الرُّبُعَ
Aku jadikan seperempatnya?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: «مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ»
"Sesukamu, tapi jika kamu tambah akan lebih baik untukmu".
Ubai berkata: النصف
Aku jadikan seperduanya?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: «مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ»
"Sesukamu, tapi jika kamu tambah akan lebih baik untukmu".
Ubai berkata: فالثلثين
Aku jadikan seperduanya?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: «مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ»
"Sesukamu, tapi jika kamu tambah akan lebih baik untukmu".
Ubai berkata: أَجْعَلُ لَكَ صَلَاتِي كُلَّهَا
Aku jadikan do'aku seluruhnya dengan bershalawat untukmu.
Rasulullah shallalahu'alaihi wasallam bersabda:
«إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ، وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ»
"Jika demikian beban pikiranmu akan dicukupi, dan dosamu akan diampuni". [Sunan Tirmidzi: Hasan]

Selamat dari kehinaan dan kesengsaraan

Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menaiki mimbar satu anak tangga dan berkata: Amin, kemudian naik anak tangga kedua dan berkata: Amin, kemudian naik anak tangga ketiga dan berkata: Amin, kemudian duduk. Para sahabat bertanya: Apa yang engkau amin-kan?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
" أَتَانِي جِبْرِيلُ فَقَالَ: رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصِلِّ عَلَيْكَ، فَقُلْتُ: آمِينَ، فَقَالَ: رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ أَدْرَكَ أَبَوَيْهِ فَلَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّةَ، فَقُلْتُ: آمِينَ، فَقَالَ: رَغِمَ أَنْفُ امْرِئٍ أَدْرَكَ رَمَضَانَ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ فَقُلْتُ: آمِينَ "
Jibril mendatangiku dan berkata: Hinalah orang yang namamu disebut dekatnya lalu ia tidak bersalawat kepadamu; maka aku mengatakan Amin. Jibril berkata lagi: Hinalah orang yang mendapati kedua orang tuanya lalu ia tidak masuk sorga dengan berbakti pada keduanya; maka aku mengatakan Amin. Jibril berkata lagi: Hinalah orang yang mendapati bulan Ramadhan lalu dosanya tidak diampuni; maka aku mengatakan Amin. [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Sahih]

Dalam riwayat lain; Dari Ka’b bin ‘Ujrah: Dalam kisah yang sama, Jibril berdo’a:
بَعُدَ مَنْ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ
Jauhlah (dari rahmat dan karuniah Allah) orang yang disebutkan namamu di sisinya kemudian ia tidak bershalawat kepadamu”
Rasulullah radhiyallahu ‘anhu menjawab: Amiin! … [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Sahih]

Dalam riwayat lain; Dari Jabir bin Abdillah: Dalam kisah yang sama, Jibril berdo’a:
شَقِيَ عَبْدٌ ذُكِرْتَ عِنْدَهُ وَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْكَ
Sengsaralah orang yang disebutkan namamu di sisinya kemudian ia tidak bershalawat kepadamu”
Rasulullah radhiyallahu ‘anhu menjawab: Amiin! … [Al-Adab Al-Mufrad karya Al-Bukhariy: Sahih]

Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu: Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam bersabda:
«رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ، وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ، وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الجَنَّةَ» [سنن الترمذي : صححه الألباني]
"Hinalah orang yang jika namaku disebut dekatnya ia tidak berselawat untukku. Hinalah orang yang mendapati bulan Ramadhan dan berlalu sebelum dosanya diampuni. Hinalah orang yang mendapati kedua orang tuanya di masa tua lalu ia tidak masuk surga dengan berbakti pada keduanya". [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Shalawat dan salam sampai ke Rasulullah

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«لَا تَجْعَلُوا قَبْرِي عِيدًا وَلَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا، وَصَلُّوا عَلَيَّ وَسَلِّمُوا حَيْثُمَا كُنْتُمْ فَسَيَبْلُغُنِي سَلَامُكُمْ وَصَلَاتُكُمْ»
"Jangan kalian menjadikan kuburanku momen hari raya, dan jangan kalian menjadikan rumahmu sebagai kuburan, dan bershalawat dan salamlah kalian kepadaku dimanapun kalian berada pasti salam dan shalawatmu akan sampai kepadaku ". [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Sahih]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam bersabda:
«لَا تَتَّخِذُوا قَبْرِي عِيدًا، وَلَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا، وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَصَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِي» [مسند أحمد: حسن]
"Jangan kalian menjadikan kuburanku momen hari raya, dan jangan kalian menjadikan rumahmu sebagai kuburan, dan di manapun kalian berada bershalawat untukku, karena sesungguhnya shalawatmu sampai kepadaku ". [Musnad Ahmad: Hasan]

Dari Aus bin Aus radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
« إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَىَّ »
“Sesungguhnya di antara hari terbaik kalian adalah hari Jum'at, maka perbanyaklah kalian bershalawat padaku di hari Jum'at, karena sesungguhnya shalawatmu itu diperlihatkan padaku.
Sahabat bertanya: Ya Rasulullah, bagaimana shalawat kami diperlihatkan padamu sedangkan jasadmu sudah hancur?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
« إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَرَّمَ عَلَى الأَرْضِ أَجْسَادَ الأَنْبِيَاءِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِمْ » [سنن أبى داود: صححه الألباني]
“Sesungguhnya Allah tabaaraka wa ta’aalaa mengharamkan bagi bumi untuk memakan jasad para Nabi shallallahu 'alaihim”. [Sunan Abi Daud: Sahih]

Dari Abu Mas’ud Al-Anshariy radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" أَكْثِرُوا الصَّلَاةَ عَلَيَّ فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَإِنَّهُ لَيْسَ يُصَلِّي عَلَيَّ أَحَدٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلَّا عُرِضَتْ عَلَيَّ صَلَاتُهُ " [شعب الإيمان للبيهقي: صححه الألباني]
“Perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari Jum’at, karena sesungguhnya tidak seorangpun yang bershalawat kepadaku pada hari Jum’at kecuali diperlihatkan kepadaku shalawatnya itu”. [Syu’ab Al-Iman karya Al-Baihaqiy: Sahih]

Dari Abu Bakr Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" أكثروا الصلاة علي، فإن الله وكل بي ملكا عند قبري، فإذا صل علي رجل من أمتي قال لي ذلك الملك: يا محمد إن فلان بن فلان صلى عليك الساعة ". [سلسلة الأحاديث الصحيحة وشيء من فقهها وفوائدها (4/ 43) رقم 1530]
“Perbanyaklah shalawat kepadaku, karena sesungguhnya Allah mewakilkan padaku malaikat di sisi kuburku. Maka jika seseorang bershalawat kepadaku dari umatku, malaikat itu berkata kepadaku: Wahai Muhammad, sesungguhnya Fulan bin Fulan bershalawat kepadamu saat ini”. [Silsilah Al-Ahadiits Ash-Shahihah karya syekh Albanniy]

Jauh dari sifat orang kikir

Dari Husain bin Ali bin Abi Thalib radiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
«البَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ» [سنن الترمذي: حسن صحيح]
"Sesungguhnya orang kikir itu adalah orang yang jika disebutkan namaku di sisinya ia tidak bershalawat untukku. [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Dari Abu Dzar radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِنَّ أَبْخَلَ النَّاسِ مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ»
“Sesungguhnya manusia yang paling kikir adalah yang jika disebutkan namaku di sampingnya ia tidak bershalawat kepadaku”. [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Sahih]

Jalan menuju surga

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ نَسِيَ الصَّلَاةَ عَلَيَّ، خَطِئَ طَرِيقَ الْجَنَّةِ» [سنن ابن ماجه: حسنه الألباني]
“Barangsiapa yang lupa bershalawat kepadaku maka jalan ke surga meleset darinya”. [Sunan Ibnu Majah: Hasan]

Dari Muhammad bin Ali bin Husain rahimahullah; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ يَنْسَى الصَّلَاةَ عَلَيَّ خَطِئَ طَرِيقَ الْجَنَّةِ»
“Barangsiapa yang lupa bershalawat kepadaku maka jalan ke surga meleset darinya”. [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Mursal Sahih]

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ فَقَدْ خَطِئَ طَرِيقَ الْجَنَّةِ»
“Barangsiapa yang disebutkan namaku di sampingnya lalu ia tidak bershalawat kepadaku maka jalan ke surga meleset darinya”. [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Mursal Sahih]

Mendapatan syafa’at Nabi

Dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu ‘anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ صَلَّى عَلَيَّ أَوْ سَأَلَ لِيَ الْوَسِيلَةَ حَقَّتْ عَلَيْهِ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku atau meminta untukku wasilah, maka ia berhak mendapat syafa'atku di hari kiamat”. [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Sahih]

Dekat dengan Rasulullah

Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِنَّ أَوْلَى النَّاسِ بِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَكْثَرُهُمْ عَلَيَّ صَلَاةً» [صحيح ابن حبان]
“Sesungguhnya manusia yang paling utama denganku pada hari kiamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku”. [Sahih Ibnu Hibban]

Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
" أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَلَاةِ فِي كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ , فَإِنَّ صَلَاةَ أُمَّتِي تُعْرَضُ عَلَيَّ فِي كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلَاةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّي مَنْزِلَةً " [شعب الإيمان للبيهقي: حسن]
"Perbanyaklah kalian bershalawat untukku setiap hari Jum'at, karena shalawat umatku diperlihatkan padaku di setiap hari Jum'at, dan barangsiapa yang paling banyak shalawatnya untukku maka dialah yang paling dekat kedudukannya dariku". [Syu'ab Al-Iman karya Al-Baehiqy: Hasan]

Tidak merugi dan menyesal

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَا قَعَدَ قَوْمٌ مَقْعَدًا لَا يَذْكُرُونَ فِيهِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ، وَيُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِنْ دَخَلُوا الْجَنَّةَ لِلثَّوَابِ» [مسند أحمد: صحيح]
"Tidaklah suatu kaum duduk dalam satu majlis tampa berzikir mengingat Allah dan bershalawat untuk Nabi Muhammad shallallahu'alaihi wasallam, kecuali akan menjadi penyesalan bagi mereka di hari kiamat sekalipun mereka sudah masuk surga karena pahalanya". [Musnad Ahmad: Sahih]

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ، وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ، إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً، فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ» [سنن الترمذي: صحيح]
"Tidaklah suatu kaum duduk dalam satu majlis dan tidak mengingat Allah dan tidak pula bershalawat untuk Nabi mereka, kecuali mereka akan merasakan kerugian dan penyesalan, jika Allah menghendaki mereka akan dihukum, dan jika Allah menghendaki mereka akan diampuni." [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Abu Sa'id radhiyallahu ‘anhu berkata:
مَا مِنْ قَوْمٍ يَقْعُدُونَ ثُمَّ يَقُومُونَ وَلَا يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَسْرَةً، وَإِنْ دَخَلُوا الْجَنَّةَ لِلثَّوَابِ
Tidaklah suatu kaum duduk bersama kemudian berdiri dan tidak bershalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kecuali bagi mereka penyesalan di hari kiamat sekalipun mereka sudah masuk surga karena pahalanya. [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Sahih]

Do’a dikabulkan

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata: Suatu hari aku shalat sedangkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr dan Umar duduk bersamanya. Maka ketika aku duduk, aku memulai dengan pujian kepada Allah, kemudian shalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian aku berdo’a untuk diriku.
Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«سَلْ تُعْطَهْ، سَلْ تُعْطَهْ» [سنن الترمذي: حسنه الألباني]
“Mintalah engkau akan diberi, mintalah engkau akan diberi”. [Sunan Tirmidziy: Hasan]

Referensi:
  

Lihat juga: Shalawat Nabi
                  Waktu Bershalawat
                  Hakikat sejarah Nabi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...