Minggu, 29 September 2013

Keistimewaan Nabi Muhammad dalam As-Sunnah

بسم الله الرحمن الرحيم

Beberapa keistimewaan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disebutkan dalam As-Sunnah yang shahih:

Diberi “jawami’ al-kalim”, pertolongan dengan rasa takut, dihalalkan harta rampasan perang, dan bumi sebagai alat bersuci dan tempat salat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" فُضِّلْتُ عَلَى الْأَنْبِيَاءِ بِسِتٍّ: أُعْطِيتُ جَوَامِعَ الْكَلِمِ، وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ، وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمُ، وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ طَهُورًا وَمَسْجِدًا، وَأُرْسِلْتُ إِلَى الْخَلْقِ كَافَّةً، وَخُتِمَ بِيَ النَّبِيُّونَ " [صحيح مسلم]
"Aku diberi keutamaan atas para nabi dengan enam hal: Aku diberi “jawami’ al-kalim” (ucapan yang singkat dan penuh makna), aku diberi pertolongan dengan rasa takut (yang menyelimuti musuh), dihalalkan bagiku harta rampasan perang, dijadikan untukku bumi sebagai alat bersuci (pengganti air) dan mesjid, dan aku diutus kepada makhluk seluruhnya". [Sahih Muslim]

Memberi syafa'at untuk seluruh umat manusia di padang mahsyar

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الأَنْبِيَاءِ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ، وَجُعِلَتْ لِي الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا، وَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلِّ، وَأُحِلَّتْ لِي الغَنَائِمُ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً، وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ كَافَّةً، وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ " [صحيح البخاري ومسلم]
"Aku diberi lima perkara yang tidak diberikan kepada seorang nabi pun sebelumku: Aku diberi pertolongan dengan rasa takut (yang menyelimuti musuh) sebelum tiba di medan perang sejauh satu bulan perjalanan, dan dijadikan untukku bumi sebagai mesjid dan alat bersuci (pengganti air) maka siapa saja dari umatku yang didapati waktu salat maka hendaklah ia salat. Dan dihalalkan bagiku harta rampasan perang, dan nabi sebelumnya diutus kepada kaumnya saja sedangkan aku diutus kepada manusia seluruhnya, dan aku diberi syafa'at". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Barisannya seperti barisan para Malaikat

Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" فُضِّلْنَا عَلَى النَّاسِ بِثَلَاثٍ: جُعِلَتْ صُفُوفُنَا كَصُفُوفِ الْمَلَائِكَةِ، وَجُعِلَتْ لَنَا الْأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدًا، وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا لَنَا طَهُورًا، إِذَا لَمْ نَجِدِ الْمَاءَ " [صحيح مسلم]
“Kita diberi kemuliaan melebihi umat lain dengan tiga hal: Barisan kita dijadikan seperti barisan para Malikat, bumi dijadikan untuk kita seluruhnya sebagai tempat salat, dan tanahnya dijadikan untuk kita sebagai alat bersuci jika kita tidak mendapatkan air”. [Sahih Muslim]

Diberi kunci kekayaan dunia

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«وَبَيْنَا أَنَا نَائِمٌ أُتِيتُ بِمَفَاتِيحِ خَزَائِنِ الْأَرْضِ، فَوُضِعَتْ فِي يَدَيَّ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Ketika aku tidur, didatangkan kepadaku kunci-kunci kekayaan dunia lalu diletakkan di kedua tanganku". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Tuannya manusia di hari kiamat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَنَا سَيِّدُ النَّاسِ يَوْمَ القِيَامَةِ [صحيح البخاري ومسلم]
"Aku adalah tuannya manusia di hari kiamat". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Imam para Nabi

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَقَدْ رَأَيْتُنِي فِي جَمَاعَةٍ مِنَ الْأَنْبِيَاءِ، ... فَحَانَتِ الصَّلَاةُ فَأَمَمْتُهُمْ، فَلَمَّا فَرَغْتُ مِنَ الصَّلَاةِ قَالَ قَائِلٌ: يَا مُحَمَّدُ، هَذَا مَالِكٌ صَاحِبُ النَّارِ، فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، فَالْتَفَتُّ إِلَيْهِ، فَبَدَأَنِي بِالسَّلَامِ [صحيح مسلم]
“Aku melihat diriku (baitul maqdis) bersama beberapa nabi, ... kemudian tiba waktu salat maka aku menjadi imam mereka. Dan setelah aku salat, seorang berkata: Wahai Muhammad, ini adalah malaikat penjaga neraka, maka beri salamlah kepadanya. Lala aku menoleh kepadanya kemudian ia mendahuluiku memberi salam”. [Sahih Muslim]

Dari Ubaiy bin Ka'b radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِذَا كَانَ يَوْمُ القِيَامَةِ كُنْتُ إِمَامَ النَّبِيِّينَ وَخَطِيبَهُمْ وَصَاحِبَ شَفَاعَتِهِمْ، غَيْرُ فَخْرٍ» [سنن الترمذي: صححه الألباني]
"Jika telah datang hari kiamat maka aku adalah imamnya para nabi, sebagai pembicara mereka, dan pemberi syafa'at mereka, tanpa ada rasa sombong". [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Yang paling pertama dibangkitkan

Dari Jubair bin Muth'im radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«أَنَا مُحَمَّدٌ، وَأَنَا أَحْمَدُ، وَأَنَا الْمَاحِي، الَّذِي يُمْحَى بِيَ الْكُفْرُ، وَأَنَا الْحَاشِرُ الَّذِي يُحْشَرُ النَّاسُ عَلَى عَقِبِي، وَأَنَا الْعَاقِبُ وَالْعَاقِبُ الَّذِي لَيْسَ بَعْدَهُ نَبِيٌّ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Aku adalah Muhammad (yang terpuji), dan aku adalah Ahmad (yang paling banyak memuji), dan aku adalah Al-Maahiy yang denganku dihapuskan kekafiran, dan aku adalah Al-Haasyir yang manusia dibangkitkan setelah aku (dibangkitkan), dan aku adalah Al-'Aaqib yang tidak ada nabi setelahnya". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Yang paling pertama memberi dan dikabulkan syafa'atnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَأَوَّلُ مَنْ يَنْشَقُّ عَنْهُ الْقَبْرُ، وَأَوَّلُ شَافِعٍ وَأَوَّلُ مُشَفَّعٍ» [صحيح مسلم]
"Aku adalah tuannya anak cucu Adam di hari kiamat, yang paling pertama dibangkitkan dari kubur, yang paling pertama memberi syafa'at dan yang paling pertama dikabulkan syafa'atnya". [Sahih Muslim]

Pemegang bendera pujian

Dari Abu Sa'id Al-Khudriy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آدَمَ يَوْمَ القِيَامَةِ وَلَا فَخْرَ، وَبِيَدِي لِوَاءُ الحَمْدِ وَلَا فَخْرَ، وَمَا مِنْ نَبِيٍّ يَوْمَئِذٍ آدَمُ فَمَنْ سِوَاهُ إِلَّا تَحْتَ لِوَائِي، وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ تَنْشَقُّ عَنْهُ الأَرْضُ وَلَا فَخْرَ» [سنن الترمذي: صححه الألباني]
"Aku adalah tuannya anak cucu Adam di hari kiamat, di tanganku bendera pujian dan tidak ada rasa sombong, tidak ada seorang nabi pun pada saat itu baik Adam atau selainnya kecuali berada di bawah benderaku, dan aku yang paling pertama dibangkitkan dari bumi dan tidak ada rasa sombong". [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Sujud di padang mahsyar

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Ketika orang-orang di padang mahsyar meminta syafa'at Rasulullah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَأَنْطَلِقُ فَآتِي تَحْتَ العَرْشِ، فَأَقَعُ سَاجِدًا لِرَبِّي عَزَّ وَجَلَّ، ثُمَّ يَفْتَحُ اللَّهُ عَلَيَّ مِنْ مَحَامِدِهِ وَحُسْنِ الثَّنَاءِ عَلَيْهِ شَيْئًا لَمْ يَفْتَحْهُ عَلَى أَحَدٍ قَبْلِي، ثُمَّ يُقَالُ: يَا مُحَمَّدُ ارْفَعْ رَأْسَكَ سَلْ تُعْطَهْ، وَاشْفَعْ تُشَفَّعْ [صحيح البخاري ومسلم]
“Lalu aku beranjak dan aku mendatangi bawah Al-'Arsy kemudian aku sujud kepada Tuhanku 'azza wa jalla kemudian Allah mengajarkan padaku kalimat pengagungan-Nya dan pujian terbaik atas-Nya, sesuatu yang tidak diajarkan kepada seorang pun sebelum aku, kemudian dikatakan: Wahai Muhammad, angkat kepalamu, mintalah, pasti akan dikabulkan, berilah syafa'at, pasti syafa'atmu diterima”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Paling banyak pengikutnya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلَّا أُعْطِيَ مَا مِثْلهُ آمَنَ عَلَيْهِ البَشَرُ، وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَيَّ، فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ القِيَامَةِ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Tidak ada seorang nabi pun kecuali diberi mukjizat yang membuat orang beriman kepadanya, dan aku diberi wahyu (Al-Qur'an) yang diwahyukan kepadaku. Maka aku berharap semoga aku adalah nabi yang terbanyak pengikutnya di hari kiamat”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«أَنَا أَوَّلُ النَّاسِ يَشْفَعُ فِي الْجَنَّةِ ، وَأَنَا أَكْثَرُ الْأَنْبِيَاءِ تَبَعًا» [صحيح مسلم]
“Aku adalah orang yang paling pertama memberi syafa'at masuk surga, dan aku adalah nabi yang paling banyak pengikutnya”. [Sahih Muslim]

Umatnya tidak akan bersatu di atas kesesatan

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ لَا يَجْمَعُ أُمَّتِي - أَوْ قَالَ: أُمَّةَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ - عَلَى ضَلَالَةٍ " [سنن الترمذي: صححه الألباني]
“Sesungguhnya Allah tidak menyatukan umatku (atau umat Muhammad) di atas kesesatan”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Beberapa umatnya masuk surga tanpa dihisab

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" عُرِضَتْ عَلَيَّ الأُمَمُ، فَأَخَذَ النَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ الأُمَّةُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ النَّفَرُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ العَشَرَةُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ مَعَهُ الخَمْسَةُ، وَالنَّبِيُّ يَمُرُّ وَحْدَهُ، فَنَظَرْتُ فَإِذَا سَوَادٌ كَثِيرٌ، قُلْتُ: يَا جِبْرِيلُ، هَؤُلاَءِ أُمَّتِي؟ قَالَ: لاَ، وَلَكِنِ انْظُرْ إِلَى الأُفُقِ، فَنَظَرْتُ فَإِذَا سَوَادٌ كَثِيرٌ، قَالَ: هَؤُلاَءِ أُمَّتُكَ، وَهَؤُلاَءِ سَبْعُونَ أَلْفًا قُدَّامَهُمْ لاَ حِسَابَ عَلَيْهِمْ وَلاَ عَذَابَ، قُلْتُ: وَلِمَ؟ قَالَ: كَانُوا لاَ يَكْتَوُونَ، وَلاَ يَسْتَرْقُونَ، وَلاَ يَتَطَيَّرُونَ ، وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ " [صحيح البخاري ومسلم]
“Diperlihatkan padaku seluruh umat, aku melihat seorang nabi lewat bersama satu umat, dan nabi lewat bersama beberapa orang, dan nabi lewat bersama sepuluh orang, dan nabi lewat bersama lima orang, dan nabi lewat bersama satu orang. Kemudian aku melihat kerumunan banyak orang dan aku bertanya: Wahai Jibril, apakah mereka itu adalah umatku? Jibril menjawab: Bukan, akan tetapi lihatlah ke ufuk! Maka aku melihat kerumunan orang yang banyak. Jibril berkata: Mereka itu adalah umatmu, dan tujuh puluh ribu dari mereka yang terdepan akan masuk surga tanpa dihisab dan disiksa! Aku bertanya: Kenapa? Jibril menjawab: Mereka tidak berobat dengan kai’ (pengobatan api), tidak meminta diruqyah, tidak meyakini thiyarah (keberuntungan atau musibah karena sesuatu selain Allah), dan mereka senantiasa bertawakkal kepada Tuhan mereka”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Sahl bin Sa'd radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«لَيَدْخُلَنَّ مِنْ أُمَّتِي سَبْعُونَ أَلْفًا، أَوْ سَبْعُ مِائَةِ أَلْفٍ، لاَ يَدْخُلُ أَوَّلُهُمْ حَتَّى يَدْخُلَ آخِرُهُمْ، وُجُوهُهُمْ عَلَى صُورَةِ القَمَرِ لَيْلَةَ البَدْرِ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu atau tujuh ratus ribu orang, yang pertama dari mereka tidak akan masuk sampai yang terakhir juga masuk, wajah mereka seperti bulan purnama”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah bersabda:
«وَعَدَنِي رَبِّي أَنْ يُدْخِلَ الجَنَّةَ مِنْ أُمَّتِي سَبْعِينَ أَلْفًا لَا حِسَابَ عَلَيْهِمْ وَلَا عَذَابَ مَعَ كُلِّ أَلْفٍ سَبْعُونَ أَلْفًا وَثَلَاثُ حَثَيَاتٍ مِنْ حَثَيَاتِهِ» [سنن الترمذي: صحيح]
 “Tuhanku berjanji padaku bahwa akan masuk surga dari umatku tujuh puluh ribu orang tanpa ada perhitungan bagi mereka dan tanpa siksaan, setiap seribu dari mereka ikut bersamanya tujuh puluh ribu orang, dan tiga genggaman dari genggaman-Nya”. [Sunna Tirmidziy: Sahih]

Yang paling pertama dihisab

Dari Abu Hurairah dan Huzaifah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
« أَضَلَّ اللَّهُ عَنِ الْجُمُعَةِ مَنْ كَانَ قَبْلَنَا فَكَانَ لِلْيَهُودِ يَوْمُ السَّبْتِ وَكَانَ لِلنَّصَارَى يَوْمُ الأَحَدِ فَجَاءَ اللَّهُ بِنَا فَهَدَانَا اللَّهُ لِيَوْمِ الْجُمُعَةِ فَجَعَلَ الْجُمُعَةَ وَالسَّبْتَ وَالأَحَدَ وَكَذَلِكَ هُمْ تَبَعٌ لَنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ نَحْنُ الآخِرُونَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا وَالأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الْمَقْضِىُّ لَهُمْ قَبْلَ الْخَلاَئِقِ » [صحيح مسلم]
"Allah menjauhkan umat sebelum kita dari hari Jum'at, karena itu hari Sabtu adalah untuk Yahudi, dan hari Ahad untuk Nasrani, lalu Allah menunjuki kita untuk hari Jum'at. Lalu Allah mengurut hari Jum'at kemudian Sabtu kemudian Ahad, demikian pula mereka akan berada di belakang kita pada hari kiamat. Kita adalah umat yang terakhir dari penghuni bumi dan yang pertama dihisab pada hari kiamat sebelum umat yang lain". [Sahih Muslim]

Yang paling pertama melalui titian shirath

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
وَيُضْرَبُ الصِّرَاطُ بَيْنَ ظَهْرَيْ جَهَنَّمَ، فَأَكُونُ أَنَا وَأُمَّتِي أَوَّلَ مَنْ يُجِيزُهَا [صحيح البخاري ومسلم]
"Dan dibentangkan titian shirat (pada hari kiamat) di atas neraka jahannam lalu aku dan umatku yang pertama kali melaluinya". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Yang paling pertama masuk surga

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتفْتِحُ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ: مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ: مُحَمَّدٌ، فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ " [صحيح مسلم]
"Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat kemudian aku minta dibukakan, maka penjaganya bertanya: Siapa kamu? Maka aku menjawab: Muhammad! Lalu ia berkata: Hanya kepadamu aku diperintahkan, aku tidak membukanya untuk siapapun sebelum kamu". [Sahih Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" نَحْنُ الْآخِرُونَ الْأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ، بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا، وَأُوتِينَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ، فَاخْتَلَفُوا، فَهَدَانَا اللهُ لِمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ مِنَ الْحَقِّ، فَهَذَا يَوْمُهُمُ الَّذِي اخْتَلَفُوا فِيهِ، هَدَانَا اللهُ لَهُ - قَالَ: يَوْمُ الْجُمُعَةِ - فَالْيَوْمَ لَنَا، وَغَدًا لِلْيَهُودِ، وَبَعْدَ غَدٍ لِلنَّصَارَى " [صحيح مسلم]
"Kita adalah umat yang terakhir dan yang pertama di hari kiamat, kita umat yang pertama masuk surga, padahal mereka diberi kitab suci sebelum kita dan kita diberi setelah mereka, kemudian mereka berselisih dan Allah menunjuki kita atas apa yang mereka perselisihkan dari kebenaran. Maka hari ini (Jum'at) yang mereka perselisihkan dan Allah memilihkannya untuk kita. Hari ini (Jum'at)  untuk kita, besok (Sabtu) untuk Yahudi, dan besoknya lagi (Ahad) untuk Nasraniy". [Sahih Muslim]

Umatnya penghuni surga terbanyak

Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata: Ketika Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersandar pada kemah yang terbuat dari kulit buatan Yaman, Rasulullah bersabda kepada sahabatnya:
«أَتَرْضَوْنَ أَنْ تَكُونُوا رُبُعَ أَهْلِ الجَنَّةِ»
“Relakah kalian jika kalian adalah seperempat penghuni surga?”
Sahabat menjawab: Tentu!
Rasulullah bersabda:
«أَفَلَمْ تَرْضَوْا أَنْ تَكُونُوا ثُلُثَ أَهْلِ الجَنَّةِ»
“Relakah kalian jika kalian adalah sepertiga penghuni surga?”
Sahabat menjawab: Tentu!
Rasulullah bersabda:
 «فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، إِنِّي لَأَرْجُو أَنْ تَكُونُوا نِصْفَ أَهْلِ الجَنَّةِ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Maka demi Yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, sungguh aku berharap kalian adalah seperdua penduduk surga”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Buraidah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
«أَهْلُ الجَنَّةِ عِشْرُونَ وَمِائَةُ صَفٍّ ثَمَانُونَ مِنْهَا مِنْ هَذِهِ الأُمَّةِ وَأَرْبَعُونَ مِنْ سَائِرِ الأُمَمِ» [سنن الترمذي: صحيح]
“Penduduk surga terdiri dari seratus dua puluh barisan, delapan puluh dari mereka adalah dari umat ini (Islam), dan empat puluhnya lagi dari umat-umat yang lain”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Tempat yang paling mulia di surga

Dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
«إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ، لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ» [صحيح مسلم]
"Jika kalian mendengar muadzin (adzan), maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya, kemudian berselawatlah untukku, karena sesungguhnya barangsiapa yang berselawat untukku maka Allah akan berselawat untuknya sepuluh kali, kemudian mintalah kepada Allah untukku "Al-Wasilah", yaitu tempat yang paling mulia di surga, tidak ada yang berhak menghuninya kecuali untuk seseorang dari hamba Allah, dan aku berharap akulah orangnya, maka barangsiapa yang meminta untukku "al-wasilah" maka ia berhak mendapatkan syafa'at. [Sahih Muslim]

Selamat dari godaan setan

Ketika Aisyah radhiyallahu 'anha cemburu saat Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam keluar malam hari, Rasulullah berkata padanya:
«أَقَدْ جَاءَكِ شَيْطَانُكِ»
"Apakah setanmu datang menggodamu?"
Aisyah bertanya: Apakah ada setan padaku?
Rasulullah menjawab: "Iya".
Aisyah bertanya lagi: Apakah ada pada semua manusia?
Rasulullah menjawab: "Iya".
Aisyah bertanya lagi: Apakah ada juga padamu?
Rasulullah menjawab:
«نَعَمْ، وَلَكِنْ رَبِّي أَعَانَنِي عَلَيْهِ حَتَّى أَسْلَمَ» [صحيح مسلم]
"Iya, akan tetapi Tuhanku telah membantuku sampai ia masuk Islam". [Sahih Muslim]

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
«مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ، إِلَّا وَقَدْ وُكِّلَ بِهِ قَرِينُهُ مِنَ الْجِنِّ»
“Tidak ada seorangpun dari kalian kecuali telah diwakilkan padanya jin (setan) yang akan selalu bersamanya”.
Sahabat bertanya: Pada engkau juga, ya Rasulullah?
Rasulullah menjawab:
 «وَإِيَّايَ، إِلَّا أَنَّ اللهَ أَعَانَنِي عَلَيْهِ فَأَسْلَمَ، فَلَا يَأْمُرُنِي إِلَّا بِخَيْرٍ» [صحيح مسلم]
“Dan padaku juga, hanyasaja Allah menolongku melawannya kemudian ia masuk Islam, maka ia tidak menyuruhku kecuali pada kebaikan”. [Sahih Muslim]

Setan tidak bisa menyerupainya

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ رَآنِي فِي المَنَامِ فَقَدْ رَآنِي، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَتَمَثَّلُ فِي صُورَتِي» [صحيح البخاري ومسلم]
“Barangsiapa yang melihatku dalam mimpi maka sungguh ia telah melihatku karena sesungguhnya setan tidak bisa berubah wajud seperti rupaku”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Hidup dimasa yang terbaik

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
«بُعِثْتُ مِنْ خَيْرِ قُرُونِ بَنِي آدَمَ، قَرْنًا فَقَرْنًا، حَتَّى كُنْتُ مِنَ القَرْنِ الَّذِي كُنْتُ فِيهِ» [صحيح البخاري]
"Aku diutus mulai dari masa terbaik anak cucu Adam dari masa ke masa, sampai aku hidup di masa yang aku jalani". [Sahih Bukhari]

Mimbarnya berada di atas telaga pada hari kiamat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
«مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي» [صحيح البخاري ومسلم]
"Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku berada di atas telagaku". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dihalalkan untuknya Mekah beberapa saat

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda pada hari pembebasan kota Mekah:
إِنَّ هَذَا البَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ، فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ القِيَامَةِ، وَإِنَّهُ لَمْ يَحِلَّ القِتَالُ فِيهِ لِأَحَدٍ قَبْلِي، وَلَمْ يَحِلَّ لِي إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ [صحيح البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya kota ini diharamkan oleh Allah sejak hari Ia menciptakan langit dan bumi, maka ia haram atas pengharaman Allah sampai hari kiamat. Dan sesungguhnya tidak dihalalkan berperang di dalamnya bagi seorang pun sebelumku, dan tidak dihalalkan bagiku kecuali beberapa saat di siang hari”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Keringatnya lebih harum dari parfum

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah datang kepada kami kemudian tidur siang di rumah kami, kemudian Rasulullah berkeringat dan ibuku datang dengan botol kecil kemudian menjadikan keringat Rasulullah mengalir ke dalamnya, lalu Rasulullah bangun dari tidurnya dan berkata:
«يَا أُمَّ سُلَيْمٍ مَا هَذَا الَّذِي تَصْنَعِينَ؟» [صحيح مسلم]
“Wahai Ummu Sulaim, apa yang engkau lakukan ini?”
Ummu Sulaim menjawab: Ini adalah keringatmu, kami menjadikannya parfum kami, dan ia adalah parfum yang paling harum! [Sahih Muslim]

Telapak tangannya lebih halus dari sutra

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:
«كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَزْهَرَ اللَّوْنِ، كَأَنَّ عَرَقَهُ اللُّؤْلُؤُ، إِذَا مَشَى تَكَفَّأَ، وَلَا مَسِسْتُ دِيبَاجَةً، وَلَا حَرِيرَةً أَلْيَنَ مِنْ كَفِّ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَلَا شَمِمْتُ مِسْكَةً وَلَا عَنْبَرَةً أَطْيَبَ مِنْ رَائِحَةِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ» [صحيح مسلم]
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkulit putih, keringatnya seperti permata, jika beliau berjalan keringatnya menetes, dan aku tidak pernah menyentuh diibajah (sejenis sutra), dan sutra yang lebih halus dari telapak tangan Rasulullah, dan aku tidak pernah mencium misk dan anbar (jenis wewangian) lebih harum daripada bau badan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” [Sahih Muslim]

Wallahu a'alam!

Referensi:

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...