Selasa, 07 Januari 2014

Hadits tentang sebab kebinasaan

بسم الله الرحمن الرحيم


Diantara sebab kebinasaan yang disebutkan dalam hadits-hadits Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:

Banyak maksiat

Zainab bint Jahsy radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang kepadanya dalam keadaan kaget dan berkata:
«لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ، فُتِحَ اليَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ»
“Tiada Ilah yang berhak disembah selain Allah, celakalah org Arab dari keburukan yang sudah dekat, telah dibuka hari ini dinding yg mengurung Ya'juj dan Ma'juj seperti ini”.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam melingkarkan ibu jarinya dengan telunjuk.
Zainab bertanya: Ya Rasulullah, apakah kami akan dibinasakan padahal diantara kami ada orang2 yang salih?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab:
«نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الخَبَثُ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Iya, jika keburukan (maksiat) sudah banyak”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«لَنْ يَهْلَكَ النَّاسُ حَتَّى يَعْذِرُوا، أَوْ يُعْذِرُوا مِنْ أَنْفُسِهِمْ» [سنن أبي داود: صحيح]
“Manusia tidak akan binasa sampai mereka banyak melakukan dosa”. [Sunan Abu Dawud: Sahih]

Bersaing meraih kenikmatan dunia

Dari 'Amr bin 'Auf radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
فَوَاللَّهِ مَا الفَقْرَ أَخْشَى عَلَيْكُمْ، وَلَكِنِّي أَخْشَى أَنْ تُبْسَطَ عَلَيْكُمُ الدُّنْيَا كَمَا بُسِطَتْ عَلَى مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، فَتَنَافَسُوهَا كَمَا تَنَافَسُوهَا، وَتُهْلِكَكُمْ كَمَا أَهْلَكَتْهُمْ
“Demi Allah, bukanlah kemiskinan yang aku khawatirkan atas kalian, akan tetapi aku khawatir jika kenikmatan dunia dilapangkan atas kalian sebagaimana telah dilapangkan atas umat sebelum kalian. Kemudian kalian berlomba-lomba meraihnya sebagaimana mereka berlomba-lomba dan akhirnya membinasakan kalian sebagaimana telah membinasakan mereka”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Menyalahi sunnah Rasulullah

Al-'Irbaad bin Sariyah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لقد تركتكم على مثل البيضاء ليلها كنهارها لا يزيغ عنها إلا هالك [صحيح الترغيب والترهيب]
“Aku telah meninggalkan kalian di atas jalan yang terang dan jelas, malamnya sama dengan siangnya, tidak ada yang melenceng darinya kecuali ia akan celaka”. [Sahih At-Targiib wa At-Tarhiib]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
ذَرُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِكَثْرَةِ سُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ [صحيح البخاري مسلم]
"Abaikanlah (jangan tanyakan) apa yang aku tidak ajarkan kepada kalian, karena sesungguhnya kehancuran orang-orang sebelum kalian karena banyak bertanya dan berselisih dengan para nabi mereka". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" إِنَّ لِكُلِّ عَابِدٍ شِرَّةً، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً ، فَإِمَّا إِلَى سُنَّةٍ، وَإِمَّا إِلَى بِدْعَةٍ ، فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّةٍ، فَقَدِ اهْتَدَى، وَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ " [مسند أحمد: صحيح]
“Setiap amalan itu punya waktu semangat, dan semua waktu semangat punya waktu lemah (bosan). Maka barangsiapa yang memanfaatkan waktu bosannya pada sunnahku maka ia telah mendapat hidayah, dan barangsiapa yang memanfaatkan waktu bosannya pada selain itu maka ia telah binasa”.

Perselisihan

Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: Aku mendengar seseorang membaca satu ayat dan aku telah mendengar Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membacanya dengan cara yang berbeda, maka aku membawanya kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan menceritakannya, dan aku melihat raut muka tidak senang dari Rasulullah seraya bersabda:
«كِلاَكُمَا مُحْسِنٌ، وَلاَ تَخْتَلِفُوا، فَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ اخْتَلَفُوا فَهَلَكُوا» [صحيح البخاري]
"Kalian berdua sudah betul, dan janganlah berselisih, karena sesungguhnya orang-orang sebelum kalian telah berselisih dan akhirnya mereka binasa". [Sahih Bukhari]

Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu 'anhuma berkata: Suatu hari aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian beliau mendengar suara dua orang yang berselisih pada satu ayat, maka Rasulullah keluar menemui kami terlihat di wajahnya kemurkaan, kemudian bersabda:
«إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ، بِاخْتِلَافِهِمْ فِي الْكِتَابِ» [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya umat sebelum kalian binasa karena perselisihan mereka pada kita suci”. [Sahih Muslim]

Dalam riwayat lain:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendengar beberapa orang berselisih, kemudian bersabda:
" إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِهَذَا، ضَرَبُوا كِتَابَ اللهِ بَعْضَهُ بِبَعْضٍ، وَإِنَّمَا نَزَلَ كِتَابُ اللهِ يُصَدِّقُ بَعْضُهُ بَعْضًا، فَلَا تُكَذِّبُوا بَعْضَهُ بِبَعْضٍ، فَمَا عَلِمْتُمْ مِنْهُ فَقُولُوا، وَمَا جَهِلْتُمْ، فَكِلُوهُ إِلَى عَالِمِهِ " [مسند أحمد: صحيح]
“Sesungguhnya umat sebelum kalian binasa karena ini, mereka membenturkan kitab suci Allah antara sebagian ayatnya dengan sebagian yang lain, padahal sesungguhnya kitab suci Allah ini diturunkan untuk membenarkan sebagiannya dengan sebagian yang lain, maka janganlah kalian mendustakan sebagiannya dengan sebagian yang lain. Apa yang kalian ketahui darinya maka sampaikanlah, dan apa yang kalian tidak ketahui maka serahkanlah kepada orang yang mengetahuinya”. [Musnad Ahmad: Sahih]

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Suatu hari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi kami yang sedang berselisih dalam masalah takdir, lalu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam marah sampai mukanya merah seolah-olah dikeluarkan dari pipinya biji delima seraya bersabda:
«أَبِهَذَا أُمِرْتُمْ أَمْ بِهَذَا أُرْسِلْتُ إِلَيْكُمْ؟ إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ حِينَ تَنَازَعُوا فِي هَذَا الأَمْرِ، عَزَمْتُ عَلَيْكُمْ أَلَّا تَتَنَازَعُوا فِيهِ» [سنن الترمذي: حسنه الشيخ الألباني]
"Apakah dengan yang seperti ini kalian diperintahkan, atau dengan yang seperti ini aku diutus kepada kalian? Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa ketika mereka berselisih dalam masalah ini (takdir). Aku tegaskan pada kalain untuk tidak berselisih dalam masalah takdir." [Sunan At-Tirmidzi: Hasan]

Sikap berlebih-lebihan

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ» قَالَهَا ثَلَاثًا [صحيح مسلم]
“Binasalah orang-orang yang terlalu berlebih-lebihan (melampaui batas)”. Rasulullah mengucapkannya tiga kali. [Sahih Muslim]

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkanku di pagi hari melempar Al-‘Aqabah (jamrah) saat beliau berada di atas kendaraannya:
«هَاتِ، الْقُطْ لِي»
“Ambilkan aku batu lemparan!”
Maka aku mengambilkannya batu kecil yang dipakai untuk melempar, dan ketika aku meletakkannya di tangannya, beliau bersabda:
«بِأَمْثَالِ هَؤُلَاءِ، وَإِيَّاكُمْ وَالْغُلُوَّ فِي الدِّينِ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمُ الْغُلُوُّ فِي الدِّينِ» [سنن النسائي: صححه الألباني]
“Dengan batu seperti inilah kalian melempar, dan jauhilah sikap berlebih-lebihan dalam menjalankan agama karena sesungguhnya yang membinasakan umat-umat sebelum kalian adalah sikap berlebih-lebihan dalam menjalankan agama”. [Sunan An-Nasa'i: Sahih]

Dari Sahl bin Hunaif radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«لَا تُشَدِّدُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِتَشْدِيدِهِمْ عَلَى أَنْفُسِهِمْ» [المعجم الأوسط للطبراني: صححه الألباني]
“Janganlah kalian terlalu memaksakan pada diri kalian, karena sesungguhnya umat sebelum kalian binasa karena mereka terlalu memaksakan pada diri mereka”. [Al-Mu’jam Al-Ausath karya Ath-Thabaraniiy: Sahih]

Meremehkan dosa kecil

Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" إِيَّاكُمْ وَمُحَقَّرَاتِ الذُّنُوبِ، فَإِنَّهُنَّ يَجْتَمِعْنَ عَلَى الرَّجُلِ حَتَّى يُهْلِكْنَهُ " وَإِنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ضَرَبَ لَهُنَّ مَثَلًا: كَمَثَلِ قَوْمٍ نَزَلُوا أَرْضَ فَلَاةٍ، فَحَضَرَ صَنِيعُ الْقَوْمِ، فَجَعَلَ الرَّجُلُ يَنْطَلِقُ، فَيَجِيءُ بِالْعُودِ، وَالرَّجُلُ يَجِيءُ بِالْعُودِ ، حَتَّى جَمَعُوا سَوَادًا، فَأَجَّجُوا نَارًا، وَأَنْضَجُوا مَا قَذَفُوا فِيهَا [مسند أحمد: صحيح]
“Hati-hatilah kalian dari dosa kecil yang diremehkan, karena dosa-dosa tersebut akan berkumpul (menjadi besar) pada seseorang sampai membinasakannya”.
Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil satu perumpamaan seperti suatu kaum yang singgah di padang yang tandus kemudian tiba waktu makan mereka maka setiap orang pergi mancari kayu bakar, seorang datang dengan ranting dan yang lain juga membawa ranting sampai mereka mengumpulkan ranting yang banyak kemudian mereka membuat api yang sangat besar dan membakar apa yang mereka akan makan. [Musnad Ahmad: Hasan]

Menjalankan hukum Allah hanya pada orang lemah

Seorang wanita mencuri di zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saat perang Fathu Makkah, maka kaumnya takut dan mendatangi Usamah bin Zaid radhiyallahu 'anhu untuk meminta syafa’at, ketika Usamah memintakannya ampunan, wajah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berubah warna dan bersabda:
«أَتُكَلِّمُنِي فِي حَدٍّ مِنْ حُدُودِ اللَّهِ»
“Engkau memintakan ampunan pada salah satu hukuman dari hukuman Allah?”
Usamah berkata: Mintakanlah ampu untukku ya Rasulullah!
Kemudian keesokan harinya Rasullah shallallahu 'alaihi wa sallam berdiri berkhutbah, maka ia memuji Allah sebagaimana mestinya kemudian bersabda:
" أَمَّا بَعْدُ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ النَّاسَ قَبْلَكُمْ: أَنَّهُمْ كَانُوا إِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الشَّرِيفُ تَرَكُوهُ، وَإِذَا سَرَقَ فِيهِمُ الضَّعِيفُ أَقَامُوا عَلَيْهِ الحَدَّ، وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ، لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا " [صحيح البخاري]
Amma ba’du, sesungguhnya yang membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah karena jika orang yang mulia dari mereka mencuri mereka biarkan dan jika orang lemah dari mereka yang mencuri mereka menjalankan hukuman. Demi Yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, seandainya Fatimah binti Muhammad mencuri maka aku akan memotong tangannya”. [Sahih Bukhari]

Mengklaim orang-orang telah binasa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
" إِذَا قَالَ الرَّجُلُ: هَلَكَ النَّاسُ فَهُوَ أَهْلَكُهُمْ " [صحيح مسلم]
“Jika seorang mengatakan: Manusia telah binasa!, maka dialah yang membinasakannya (atau dialah yang paling binasa)”. [Sahih Muslim]

Sifat sangat kikir

Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«إِيَّاكُمْ وَالشُّحَّ، فَإِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِالشُّحِّ»  [سنن أبي داود: صححه الألباني]
“Hindarilah sifat sangat kikir, karena sesungguhnya umat sebelum kalian binasa karena sifat sangat kikir”. [Sunan Abu Dawud: Sahih]

Menyambung rambut dengan sesuatu

Dari Mu’awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّمَا هَلَكَتْ بَنُو إِسْرَائِيلَ حِينَ اتَّخَذَ هَذِهِ نِسَاؤُهُمْ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya Bani Israil binasa ketika wanita-wanita mereka melakukan hal ini (menyambung rambut dengan sesuatu)”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Tidak memberikan waktu beberapa saat sebagai pemisah antara shalat fardhu dan sunnah

Seorang sahabat Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata: Setelah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selesai mendirikan shalat Ashar, tiba-tiba seseorang langsung berdiri hendak mendirikan shalat (sunnah). Maka Umar melihatnya dan berkata: Duduklah! Karena sesungguhnya Ahli Kitab (Yahudi dan Nashrani) binasa karena mereka tidak memisahkan shalatnya (antara yang fardhu dengan yang sunnah)!
Kemudian Rasulullah bersabda:
" أَحْسَنَ ابْنُ الْخَطَّابِ " [مسند أحمد: صحيح]
“Umar bin Al-Khaththab benar!”. [Musnad Ahmad: Sahih]

Wallahu a’lam!

                  Bahaya perselisihan dan perpecahan
                  Bahaya bid'ah
                  Penyebab kesesatan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...