Kamis, 22 Agustus 2013

Keistimewaan kota Madinah

بسم الله الرحمن الرحيم

Berikut ini beberapa keistimewaan kota Madinah, semoga bermanfaat:

Salah satu kota haram

Dari Abdullah bin Zayd radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«أَنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ وَدَعَا لَهَا، وَحَرَّمْتُ المَدِينَةَ كَمَا حَرَّمَ إِبْرَاهِيمُ مَكَّةَ، وَدَعَوْتُ لَهَا فِي مُدِّهَا وَصَاعِهَا مِثْلَ مَا دَعَا إِبْرَاهِيمُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ لِمَكَّةَ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya Ibrahim mengharamkan Mekah dan berdo’a untuknya, dan aku mengharamkan Madinah sebagaimana Ibrahim mengharamkan Mekah, dan aku berdo’a untuk Madinah pada “mudd” dan “shaa’”-nya (maksudnya: keberkahan pada makanannya)”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a:
«اللَّهُمَّ إِنِّي أُحَرِّمُ مَا بَيْنَ جَبَلَيْهَا، مِثْلَ مَا حَرَّمَ بِهِ إِبْرَاهِيمُ مَكَّةَ، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِي مُدِّهِمْ وَصَاعِهِمْ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Ya Allah, sesungguhnya aku mengharamkan antara dua gunung kota Madinah seperti apa yang diharamkan Ibrahim bagi kota Mekah, Ya Allah berkahilah untuk mereka pada “mudd” dan “shaa’” mereka. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Rafi’ bin Khadiij radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ، وَإِنِّي أُحَرِّمُ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا» [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya Ibrahim mengharamkan kota Mekah dan sesungguhnya aku mengharamkan antara dua tepi (tanah bebatuan hitam) kota Madinah. [Sahih Muslim]

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ، وَإِنِّي حَرَّمْتُ الْمَدِينَةَ مَا بَيْنَ لَابَتَيْهَا، لَا يُقْطَعُ عِضَاهُهَا، وَلَا يُصَادُ صَيْدُهَا» [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya Ibrahim mengharamkan kota Mekah dan sesungguhnya aku mengharamkan kota Madinah antara dua tepinya (tanah bebatuan hitam), tidak boleh dipotong pepohonannya dan tidak boleh diburu hewan buruannya”. [Sahih Muslim]

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنِّي أُحَرِّمُ مَا بَيْنَ لَابَتَيِ الْمَدِينَةِ أَنْ يُقْطَعَ عِضَاهُهَا، أَوْ يُقْتَلَ صَيْدُهَا»
“Sesungguhnya aku mengharamkan antara dua tepi (tanah bebatuan hitam) kota Madinah, tidak boleh dipotong pepohonannya dan tidak boleh dibunuh hewan buruannya”. [Sahih Muslim]

Dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
المَدِينَةُ حَرَمٌ مَا بَيْنَ عَيْرٍ إِلَى ثَوْرٍ، فَمَنْ أَحْدَثَ فِيهَا حَدَثًا، أَوْ آوَى مُحْدِثًا، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ، لاَ يُقْبَلُ مِنْهُ يَوْمَ القِيَامَةِ صَرْفٌ وَلاَ عَدْلٌ [صحيح البخاري ومسلم]
“Madinah adalah kota haram antara gunung ‘Ayr dan gunung Tsaur, maka barangsiapa yang membuat maksiat di dalamnya atau membela pelaku maksiat maka ia berhak mendapat laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia, tidak diterima darinya taubat dan tebusan (atau ibadah sunnah dan wajibnya)”. [Sahih Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«الْمَدِينَةُ حَرَمٌ، فَمَنْ أَحْدَثَ فِيهَا حَدَثًا، أَوْ آوَى مُحْدِثًا، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ، لَا يُقْبَلُ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَدْلٌ، وَلَا صَرْفٌ» [صحيح مسلم]
“Madinah adalah kota haram, maka barangsiapa yang membuat maksiat di dalamnya atau membela pelaku maksiat maka ia berhak mendapat laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia, tidak diterima darinya tebusan dan taubat (ibadah wajib dan sunnahnya)”. [Sahih Muslim]

Tempat yang aman

Sahl bin Hunaif radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunjuka ke kota Madinah dan berkata:
«إِنَّهَا حَرَمٌ آمِنٌ» [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya ia adalah tempat yang haram dan aman”. [Sahih Muslim]

Tempat hijrah Rasulullah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«أُمِرْتُ بِقَرْيَةٍ تَأْكُلُ القُرَى، يَقُولُونَ يَثْرِبُ، وَهِيَ المَدِينَةُ، تَنْفِي النَّاسَ كَمَا يَنْفِي الكِيرُ خَبَثَ الحَدِيدِ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Aku diperintahkan hijrah ke suatu kampung yang akan memakan (mengalahkan) perkampungan lainnya, ia disebut Yatsrib, dan ia adalah Madinah. Akan membersihkan manusia sebagaimana tungku api membersihkan kotoran besi”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Kebaikan tinggal di Madinah

Dari Sufyan bin Abi Zuhair radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«تُفْتَحُ الشَّامُ، فَيَخْرُجُ مِنَ الْمَدِينَةِ قَوْمٌ بِأَهْلِيهِمْ يَبُسُّونَ، وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ، ثُمَّ تُفْتَحُ الْيَمَنُ فَيَخْرُجُ مِنَ الْمَدِينَةِ قَوْمٌ بِأَهْلِيهِمْ يَبُسُّونَ، وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ، ثُمَّ تُفْتَحُ الْعِرَاقُ، فَيَخْرُجُ مِنَ الْمَدِينَةِ قَوْمٌ بِأَهْلِيهِمْ يَبُسُّونَ، وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Negri Syam akan dibuka (dikuasai umat Islam) maka beberapa orang keluar meninggalkan Madinah membawa keluarganya dengan terburu-buru, padahal Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui, kemudian Yaman dibuka maka beberapa orang keluar meninggalkan Madinah membawa keluarganya dengan terburu-buru, padahal Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui, kemudian Irak dibuka maka beberapa orang keluar meninggalkan Madinah membawa keluarganya dengan terburu-buru, padahal Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Senantiasa baik sampai hari kiamat

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«يَتْرُكُونَ المَدِينَةَ عَلَى خَيْرِ مَا كَانَتْ، لاَ يَغْشَاهَا إِلَّا العَوَافِ - يُرِيدُ عَوَافِيَ السِّبَاعِ وَالطَّيْرِ - وَآخِرُ مَنْ يُحْشَرُ رَاعِيَانِ مِنْ مُزَيْنَةَ، يُرِيدَانِ المَدِينَةَ، يَنْعِقَانِ بِغَنَمِهِمَا فَيَجِدَانِهَا وَحْشًا، حَتَّى إِذَا بَلَغَا ثَنِيَّةَ الوَدَاعِ، خَرَّا عَلَى وُجُوهِهِمَا» [صحيح البخاري ومسلم]
“Orang-orang meninggalkan Madinah dalam keadaan baik selama ia ada, tidak ada yang menghuninya kecuali binatang buas dan burung-burung. Dan yang paling terakhir dibangkitkan adalah dua orang pengembala dari Muzainah, keduanya ingin mendatangi Madinah menggiring kambingnya kemudian mereka mendapati Madinah tidak berpenghuni, sampai mereka tiba di “Tsaniyah Al-Wada’a” keduanya mati jatuh tersungkur”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Bebas dari manusia yang bersifat buruk

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ يَدْعُو الرَّجُلُ ابْنَ عَمِّهِ وَقَرِيبَهُ: هَلُمَّ إِلَى الرَّخَاءِ، هَلُمَّ إِلَى الرَّخَاءِ، وَالْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا يَخْرُجُ مِنْهُمْ أَحَدٌ رَغْبَةً عَنْهَا إِلَّا أَخْلَفَ اللهُ فِيهَا خَيْرًا مِنْهُ، أَلَا إِنَّ الْمَدِينَةَ كَالْكِيرِ، تُخْرِجُ الْخَبِيثَ، لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَنْفِيَ الْمَدِينَةُ شِرَارَهَا، كَمَا يَنْفِي الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ " [صحيح مسلم]
“Akan datang pada orang-orang suatu masa dimana seseorang mengajak anak pamannya dan kerabatnya: Ayo kita ketampat yang lebih menyenangkan, ayo kita ketampat yang lebih menyenangkan! Padahal Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui. Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, tidak keluar seorang dari mereka karena benci Madinah kecuali Allah akan menggantikan padanya lebih baik dari mereka, ketahuilah sesungguhnya Madinah seperti tungku api, mengeluarkan yang buruk, tidak akan datang hari kiamat sampai Madinah menghabiskan orang-oran yang buruk di dalamnya sebagaimana tungku api membersihkan kotorang besi”. [Sahih Muslim]

Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma berkata: Seorang A’rabiy membai’at Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian A’rabiy tersebut terkenah penyakit di Madinah, maka ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alahih wa sallam dan berkata: Ya Muhammad, lepaskanlah bai’atku! Tapi Rasulullah tidak mau, kemudian ia mendatanginya lagi dan berkata: lepaskanlah bai’atku! Tapi Rasulullah tidak mau, kemudian ia mendatanginya lagi dan berkata: lepaskanlah bai’atku! Tapi Rasulullah tidak mau, kemudian A’rabiy itu kemuar meninggalkan Madinah. Maka Rasululah bersabda:
«إِنَّمَا الْمَدِينَةُ كَالْكِيرِ، تَنْفِي خَبَثَهَا، وَيَنْصَعُ طَيِّبُهَا» [صحيح البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya Madinah seperti tungku api, membersihkan yang bersifat buruk dan meninggalkan yang baiknya”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Zayd bin Tsabir radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّهَا طَيْبَةُ تَنْفِي الخَبَثَ كَمَا تَنْفِي النَّارُ خَبَثَ الفِضَّةِ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya Madinah adalah “Thaibah” (yang baik atau yang suci), membersihkan keburukan sebagaimana api membersihkan kotoran perak”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Allah menamainya “Thabah” atau “Thaibah” (yang baik atau yang suci)

Dari Jabir bin Samurah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ اللهَ تَعَالَى سَمَّى الْمَدِينَةَ طَابَةَ» [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya Allah ta’aalaa menamai Madinah dengan nama Thabah”. [Sahih Muslim]
Dalam riwayat lain:
" إِنَّ اللهَ سَمَّى الْمَدِينَةَ طَيْبَةَ " [مسند أحمد: حسن]
“Sesungguhnya Allah menamai Madinah dengan nama Thaibah”. [Musnad Ahmad: Hasan]

Tempat kembalinya iman

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ الإِيمَانَ لَيَأْرِزُ إِلَى المَدِينَةِ كَمَا تَأْرِزُ الحَيَّةُ إِلَى جُحْرِهَا» [صحيح البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya keimanan (orang beriman) itu akan kembali ke Madinah sebagaimana ular kembali ke lubangnya”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ الْإِسْلَامَ بَدَأَ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ غَرِيبًا كَمَا بَدَأَ، وَهُوَ يَأْرِزُ بَيْنَ الْمَسْجِدَيْنِ، كَمَا تَأْرِزُ الْحَيَّةُ فِي جُحْرِهَا» [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya Islam bermula dianggap aneh (pengikutnya sedikit) dan akan kembali dianagap aneh seperti semula, dan ia akan kembali di antara dua mesjid (Al-Haram dan An-Nabawiy) sebagaimana ular kembali ke lubangnya”. [Sahih Muslim]

Rasulullah mencintainya

Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:
«أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ، فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ المَدِينَةِ، أَوْضَعَ رَاحِلَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا» [صحيح البخاري]
Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam jika datang dari bepergian kemudian melihat dinding-dinding kota Madinah ia mempercepat ontanya, dan jika ia mengendarai kuda ia mempercepat kudanya karena cintanya kepada Madinah. [Sahih Bukhari]

Orang beriman juga mencintainya

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a:
«اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا المَدِينَةَ كَمَا حَبَّبْتَ إِلَيْنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Ya Allah tanamkanlah rasa cinta pada kami untuk Madinah sebagaimana Engkau menanamkan rasa cinta pada kami untuk Mekah atau lebih”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Berkahnya dua kali lipat dari Mekah

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a:
«اللَّهُمَّ اجْعَلْ بِالْمَدِينَةِ ضِعْفَيْ مَا جَعَلْتَ بِمَكَّةَ مِنَ البَرَكَةِ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Ya Allah, jadikanlah berkah pada Madinah dua kali lipat dari berkah yang Engkau berikan pada Mekah”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Jika orang-orang melihat buah hasil panen pertama kali mereka datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian ketika Rasulullah memegangnya dan berdo’a:
«اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي ثَمَرِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا، اللهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ عَبْدُكَ وَخَلِيلُكَ وَنَبِيُّكَ، وَإِنِّي عَبْدُكَ وَنَبِيُّكَ، وَإِنَّهُ دَعَاكَ لِمَكَّةَ، وَإِنِّي أَدْعُوكَ لِلْمَدِينَةِ بِمِثْلِ مَا دَعَاكَ لِمَكَّةَ، وَمِثْلِهِ مَعَهُ» [صحيح مسلم]
“Ya Allah berkahilah untuk kami pada buah-buahan kami, berkahilah untuk kami pada kota Madinah kami, berkahilah untuk kami pada shaa’ kami, berkahilah untuk kami pada mudd kami, Ya Allah sesungguhnya Ibrahim hamba-Mu, kekasih-Mu, dan nabi-Mu, dan sesungguhnya aku juga hamba-Mu dan nabi-Mu, dan sesungguhnya ia (Ibrahim) berdo’a kepada-Mu untuk Mekah dan sesungguhnya aku berdo’a kepada-Mu untuk Madinah seperti apa yang diminta kepada-Mu untuk Mekah, dan seperti itu bersamanya (dua kali lipat)”.
Kemudian Rasulullah memanggil anak yang paling kecil lalu memberinya buah tersebut. [Sahih Muslim]

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a:
«اللهُمَّ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ حَرَّمَ مَكَّةَ فَجَعَلَهَا حَرَمًا، وَإِنِّي حَرَّمْتُ الْمَدِينَةَ حَرَامًا مَا بَيْنَ مَأْزِمَيْهَا، أَنْ لَا يُهْرَاقَ فِيهَا دَمٌ، وَلَا يُحْمَلَ فِيهَا سِلَاحٌ لِقِتَالٍ، وَلَا تُخْبَطَ فِيهَا شَجَرَةٌ إِلَّا لِعَلْفٍ، اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا، اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا، اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا، اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا، اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مُدِّنَا، اللهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي مَدِينَتِنَا، اللهُمَّ اجْعَلْ مَعَ الْبَرَكَةِ بَرَكَتَيْنِ» [صحيح مسلم]
“Ya Allah, sesungguhnya Ibrahim mengharamkan kota Mekah maka ia menjadikannya haram, dan sesungguhnya aku mengharamkan Madinah antara dua gunungnya, untuk tidak ditumpahkan darah padanya, tidak diangkat senjata untuk perang, tidak tebang pohonnya kecuali untuk makanan hewan, Ya Allah berkahilah untuk kami pada Madinah kami, Ya Allah berkahilah untuk kami pada shaa’ kami, Ya Allah berkahilah untuk kami pada mudd kami, Ya Allah berkahilah untuk kami pada Madinah kami, Ya Allah jadikanlah bersama berkahnya dua berkah”. [Sahih Muslim]

Tidak bisa dimasuki Dajjal

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ، إِلَّا مَكَّةَ، وَالمَدِينَةَ، لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ، إِلَّا عَلَيْهِ المَلاَئِكَةُ صَافِّينَ يَحْرُسُونَهَا، ثُمَّ تَرْجُفُ المَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلاَثَ رَجَفَاتٍ، فَيُخْرِجُ اللَّهُ كُلَّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Tidak ada tempat kecuali Dajjal akan menginjaknya kecuali Mekah dan Madinah. Tidak ada jalan memasukinya kecuali ada malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian Madinah bergoncang tiga kali goncangan maka Allah mengeluarkan semua orang kafir dan munafiq". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Bakrah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«لاَ يَدْخُلُ المَدِينَةَ رُعْبُ المَسِيحِ الدَّجَّالِ، لَهَا يَوْمَئِذٍ سَبْعَةُ أَبْوَابٍ، عَلَى كُلِّ بَابٍ مَلَكَانِ» [صحيح البخاري]
“Madinah tidak dimasuki ketakutan terhadap Al-Masih Ad-Dajjal, pada hari itu ia memiliki tujuh pintu, pada setiap pintu ada dua malaikat”. [Sahih Bukhari]

Medinah tidak dimasuki wabah penyakit dan gangguan jin

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a:
اللَّهُمَّ صَحِّحْهَا، وَبَارِكْ لَنَا فِي مُدِّهَا وَصَاعِهَا، وَانْقُلْ حُمَّاهَا فَاجْعَلْهَا بِالْجُحْفَةِ [صحيح البخاري ومسلم]
“Ya Allah bebaskanlah Madinah dari penyakit, dan berilah berkah untuk kami pada “mudd” dan “shaa’”-nya (yang dimaksud makanannya), dan pindahkanlah wabah penyakit demamnya ke Juhfah”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«عَلَى أَنْقَابِ المَدِينَةِ مَلاَئِكَةٌ لاَ يَدْخُلُهَا الطَّاعُونُ، وَلاَ الدَّجَّالُ» [صحيح البخاري ومسلم]
Pada setiap jalan menuju Madinah ada malaikat (yang menjaga), ia tidak dikena wabah penyakit menular (atau gangguan jin), dan tidak dimasuki Dajjal. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Keutamaan bersabar tinggal di Medinah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«لَا يَصْبِرُ عَلَى لَأْوَاءِ الْمَدِينَةِ وَشِدَّتِهَا أَحَدٌ مِنْ أُمَّتِي، إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَوْ شَهِيدًا» [صحيح مسلم]
“Tidak ada yang bersabar akan kemiskinan kota Madinah dan kesulitan hidupnya seorangpun dari umatku kecuali aku akan menjadi pembelah dan saksi untuknya di hari kiamat”. [Sahih Muslim]

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«الْمَدِينَةُ خَيْرٌ لَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ، لَا يَدَعُهَا أَحَدٌ رَغْبَةً عَنْهَا إِلَّا أَبْدَلَ اللهُ فِيهَا مَنْ هُوَ خَيْرٌ مِنْهُ، وَلَا يَثْبُتُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا وَجَهْدِهَا إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا، أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ» [صحيح مسلم]
“Madinah lebih baik bagi mereka seandainya mereka mengetahui, seorang tidak meninggalkannya karena benci padanya kecuali Allah menggantikan padanya orang yang lebih baik darinya, dan seseorang tidak bertahan akan kemiskinan dan kesulitan hidup di Madinah kecuali aku akan menjadi pembela dan saksi untuknya di hari kiamat”. [Sahih Muslim]

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ صَبَرَ عَلَى لَأْوَائِهَا، كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا أَوْ شَهِيدًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ» [صحيح مسلم]
"Barangsiapa yang bersabar atas kesulitan hidup di Medinah maka aku akan menjadi pembela atau saksi untuknya di hari kiamat". [Sahih Muslim]

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«لَا يَصْبِرُ أَحَدٌ عَلَى لَأْوَائِهَا، فَيَمُوتَ، إِلَّا كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا - أَوْ شَهِيدًا - يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِذَا كَانَ مُسْلِمًا» [صحيح مسلم]
“Seseorang tidak bersabar akan kesulitan hidup di Madinah kemudian ia mati, kecuali aku akan menjadi pembela atau saksi untuknya di hari kiamat jika ia seorang muslim”. [Sahih Muslim]

Keutamaan mati di Madinah

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ اسْتَطَاعَ أَنْ يَمُوتَ بِالمَدِينَةِ فَلْيَمُتْ بِهَا، فَإِنِّي أَشْفَعُ لِمَنْ يَمُوتُ بِهَا» [سنن الترمذي: صحيح]
“Barangsiapa yang bisa mati bertepatan saat ia berada di Madinah maka hendaklah ia mati di sana, karena sesungguhnya aku akan memberi syafa’at bagi orang yang mati di sana”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Dari Subai’ah Al-Aslamiyah radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«من استطاع منكم أن يموت بالمدينة فليمت، فإنه لا يموت بها أحد إلا كنت له شفيعا أو شهيدا يوم القيامة» [المعجم الكبير للطبراني: صحيح]
“Barangsiapa dari kalian yang bisa mati saat berada di Madinah maka matilah, karena sesungguhnya tidak seorang pun yang mati di sana kecuali aku akan menjadi pembela atau saksi untuknya di hari kiamat”. [Al-Mu’jam Al-Kabiir karya Ath-Thabaraniy: Sahih]

Allah membinasakan orang yang berniat jahat pada kota Madinah dan penduduknya

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«لاَ يَكِيدُ أَهْلَ المَدِينَةِ أَحَدٌ، إِلَّا انْمَاعَ كَمَا يَنْمَاعُ المِلْحُ فِي المَاءِ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Tidak seorang pun yang berniat melakukan keburukan pada penduduk Madinah kecuali Allah akan membinasakannya seperti garam melebur dalam air”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ أَرَادَ أَهْلَ هَذِهِ الْبَلْدَةِ بِسُوءٍ - يَعْنِي الْمَدِينَةَ - أَذَابَهُ اللهُ كَمَا يَذُوبُ الْمِلْحُ فِي الْمَاءِ» [صحيح مسلم]
“Barangsiapa yang menginginkan keburukan pada penduduk kota ini (yaitu Madinah) maka Allah akan membinasakannya seperti garam larut dalam air”. [Sahih Muslim]

Ancaman bagi yang menakut-nakuti penduduk Madinah

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" مَنْ أَخَافَ أَهْلَ الْمَدِينَةِ، فَقَدْ أَخَافَ مَا بَيْنَ جَنْبَيَّ " [مسند أحمد: صحيح]
“Barangsiapa yang membuat takut penduduk Madinah maka ia telah membuat aku takut”. [Musnad Ahmad: Sahih]

Dari As-Saib bin Khallad radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" مَنْ أَخَافَ أَهْلَ الْمَدِينَةِ ظُلْمًا أَخَافَهُ اللهُ ، وَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ، لَا يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ صَرْفًا وَلَا عَدْلًا " [مسند أحمد: صحيح]
“Barangsiapa yang membuat takut penduduk Madinah dengan kedzaliman maka Allah juga akan membuat ia takut, dan baginya laknat dari Allah, para Malaikat, dan semua manusia, Allah tidak menerima darinya pada hari kiamat taubat dan tebusan (atau ibadah sunnah dan wajibnya)”. [Musnad Ahmad: Sahih]

Rasulullah dimakamkan di Madinah

Dari Abu Bakr radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَا قَبَضَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَّا فِي المَوْضِعِ الَّذِي يُحِبُّ أَنْ يُدْفَنَ فِيهِ» [سنن الترمذي: صحيح]
“Allah tidak mencabut nyawa seorang Nabi kecuali di tempat yang ia sukai untuk dimakamkan di situ”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]

Keutamaan mesjid Nabawiy

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«صَلاَةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا المَسْجِدَ الحَرَامَ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Salat di mesjidku ini lebih baik dari pada seribu salat di mesjid lainnya kecuali mesjid Al-Haram”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«صَلَاةٌ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ، إِلَّا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ» [صحيح مسلم]
Salat di mesjidku ini lebih baik dari pada seribu salat di mesjid lainnya kecuali mesjid Al-Haram. [Sahih Muslim]

Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: Seorang wanita mengeluhkan penyakitnya dan berkata: Jika Allah menyembuhkanku maka aku akan pergi dan salat di Baitul Maqdis. Maka iapun sembuh kemudian bersiap-siap untuk pergi, lalu Maimunah istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang memberi salam padanya, lalu ia menceritakan nazarnya itu, maka Maimunah berkata: Duduklah dan makan bekal yang telah engkau buat, dan salatlah di mesjid Rasulullah karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«صَلَاةٌ فِيهِ أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلَاةٍ فِيمَا سِوَاهُ مِنَ الْمَسَاجِدِ، إِلَّا مَسْجِدَ الْكَعْبَةِ» [صحيح مسلم]
Salat di mesjidku ini lebih baik dari pada seribu salat di mesjid lainnya kecuali mesjid Al-Ka’bah. [Sahih Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«فَإِنِّي آخِرُ الْأَنْبِيَاءِ، وَإِنَّ مَسْجِدِي آخِرُ الْمَسَاجِدِ» [صحيح مسلم]
Sesungguhnya aku adalah akhir para Nabi, dan sesungguhnya mesjidku ini adalah mesjid terakhir (dari tiga mesjid mulia). [Sahih Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
" لاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ: المَسْجِدِ الحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَسْجِدِ الأَقْصَى " [صحيح البخاري ومسلم]
“Tidak boleh memaksakan diri untuk pergi (ke suatu tempat dengan niat ibadah) kecuali ke tiga mesjid: Mesjid Al-Haram, mesjid Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan mesjid Al-Aqshaa”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ دَخَلَ مَسْجِدَنَا هَذَا لِيَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ كَالْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، وَمَنْ دَخَلَهُ لِغَيْرِ ذَلِكَ كَانَ كَالنَّاظِرِ إِلَى مَا لَيْسَ لَهُ» [صحيح ابن حبان]
“Barangsiapa yang masuk mesjid kami ini untuk mempelajari suatu kebaikan atau mengajarkannya maka ia seperti orang yang berjihad di jalan Allah, dan barangsiapa yang memasukinya untuk selain itu maka ia seperti menatapi sesuatu yang bukan miliknya”. [Sahih Ibnu Hibban]

Abu Sa’id Al-Khudriy berkata: Aku mendatangi Rasulullah di rumah salah satu istrinya, kemudian aku bertanya: Ya Rasulullah, mesjid manakah yang dibangun atas dasar taqwa?
Maka Rasulullah mengambil segengam batu kerikil dan meletakkannya di tanah kemudian berkata:
«هُوَ مَسْجِدُكُمْ هَذَا» لِمَسْجِدِ الْمَدِينَةِ [صحيح مسلم]
“Itu adalah mesjid kalian ini (mesjid Nabawiy di Medinah)”. [Sahih Muslim]

Taman surga antara rumah Rasulullah dan mimbarnya

Dari Abdullah bin Zayd Al-Maziniy radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَا بَيْنَ بَيْتِي وَمِنْبَرِي رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الجَنَّةِ، وَمِنْبَرِي عَلَى حَوْضِي» [صحيح البخاري ومسلم]
"Antara rumahku dan mimbarku adalah taman dari taman-taman surga, dan mimbarku berada di atas telagaku (di akhirat)". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anhua; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ قَوَائِمَ مِنْبَرِي هَذَا رَوَاتِبُ فِي الْجَنَّةِ» [سنن النسائي: صحيح]
“Sesungguhnya mimbarku ini berada dalam surga”. [Sunan An-Nasa’iy: Sahih]

Ancaman sumpah palsu dekat mimbar Rasulullah

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«لَا يَحْلِفُ أَحَدٌ عِنْدَ مِنْبَرِي هَذَا، عَلَى يَمِينٍ آثِمَةٍ، وَلَوْ عَلَى سِوَاكٍ أَخْضَرَ، إِلَّا تَبَوَّأَ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ - أَوْ وَجَبَتْ لَهُ النَّارُ -» [سنن أبي داود: صحيح]
“Seseorang tidak bersumpah di dekat mimbarku ini atas sumpah palsu sekalipun hanya demi satu siwak hijau, kecuali ia mempersiapkan tempat duduknya di neraka –atau wajib untuknya neraka-“. [Sunan Abu Daud: Sahih]

Keutamaan mesjid Qubaa’

Abdullah bin Umar radhiyallahu 'anhuma berkata:
«كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْتِي مَسْجِدَ قُبَاءٍ رَاكِبًا وَمَاشِيًا» «فَيُصَلِّي فِيهِ رَكْعَتَيْنِ» [صحيح البخاري ومسلم]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi mesjid Qubaa’ (Setiap hari sabtu) dengan berkendaraan atau berjalan kaki, kemudian salat di dalamnya dua raka’at.  [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Sahl bin Hunaif radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءَ، فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَةٍ» [سنن ابن ماجه: صحيح]
“Barangsiapa yang bersuci di rumahnya kemudian mendatangi mesjid Qubaa’ kemudian salat di dalamnya, maka ia mendapat pahala seperti pahala umrah”. [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Keutamaan gunung Uhud

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ أُحُدًا جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya Uhud adalah gunung yang mencintai kita dan kita mencintainya”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Humaid As-Sa’idiy radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
هَذِهِ طَابَةُ، وَهَذَا أُحُدٌ، جَبَلٌ يُحِبُّنَا وَنُحِبُّهُ " [صحيح البخاري ومسلم]
“Ini adalah Thaabah (Madinah), dan ini adalah Uhud, gunung yang mencintai kita dan kita mencintainya”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Keutamaan kurma Madinah

Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ تَصَبَّحَ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعَ تَمَرَاتٍ عَجْوَةً، لَمْ يَضُرَّهُ فِي ذَلِكَ اليَوْمِ سُمٌّ وَلاَ سِحْرٌ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Barangsiapa yang setiapa hari makan tujuh biji kurma Madinah (‘ajwah) di pagi hari, maka ia tidak akan terkena racun dan sihir pada hari itu”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ فِي عَجْوَةِ الْعَالِيَةِ شِفَاءً - أَوْ إِنَّهَا تِرْيَاقٌ - أَوَّلَ الْبُكْرَةِ» [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya pada kurma Madinah ada obat jika dimakan pada pagi hari”. [Sahih Muslim]

Dua wadiy (lembah) yang diberkahi

Umar bin Khathab radhiyallahu 'anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda di wadiy Al-‘Aqiiq:
" أَتَانِي اللَّيْلَةَ آتٍ مِنْ رَبِّي، فَقَالَ: صَلِّ فِي هَذَا الوَادِي المُبَارَكِ ، وَقُلْ: عُمْرَةً فِي حَجَّةٍ " [صحيح البخاري]
“Semalam aku didatangi malaikat dari Tuhanku dan berkata: Salatlah engkau di wadiy yang diberkahi ini (mubarak), dan ucapkanlah: Aku berniat melakukan umrah bersama haji (qiraan)”. [Sahih Bukhari]

Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bermimpi ketika ia berada dalam pembaringannya di tengah wadiy, dan dikatakan kepadanya:
" إِنَّكَ بِبَطْحَاءَ مُبَارَكَةٍ " [صحيح البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya engkau sedang berada di “bathaa’” (tempat pejalanan air bah) yang diberkahi”. [Sahih Bukhari dan Muslim]

Ziarah ke pekuburan Baqii’

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha; Jibril mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di suatu malam dan berkata:
إِنَّ رَبَّكَ يَأْمُرُكَ أَنْ تَأْتِيَ أَهْلَ الْبَقِيعِ فَتَسْتَغْفِرَ لَهُمْ [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya Tuhanmu memerintahkan engkau untuk menziarahi penghuni Baqii’ kemudian memintakan ampunan untuk mereka”. [Sahih Muslim]

Wallahu a’lam!

Referensi


3 komentar:

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...