Kamis, 25 Oktober 2012

Bagaimana menuntut ilmu



بسم الله الرحمن الرحيم

Banyak sekali ayat dan hadits yang menyebutkan keutamaan ilmu dan ulama. Berikut ini beberapa tuntunan dalam menuntut ilmu:

1-      Ikhlas menuntut ilmu
Dari Umar bin Khattab radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى [صحيح البخاري ومسلم]
"Sesungguhnya amalan itu dinilai sesuai niatnya, dan seseorang akan mendapatkan sesuai apa yang ia niatkan". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ ىناه وَجْهُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا، لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ» يَعْنِي رِيحَهَا [سنن أبى داود: صححه الألباني]
"Barangsiapa yang menuntu ilmu yang seharusnya diniatkan demi Allah namun ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kenikmatan dunia, maka ia tidak akan mencium bau surga di hari kiamat". [Sunan Abi Daud: Sahih]

Dari Ka'b bin Malik radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ طَلَبَ العِلْمَ لِيُجَارِيَ بِهِ العُلَمَاءَ أَوْ لِيُمَارِيَ بِهِ السُّفَهَاءَ أَوْ يَصْرِفَ بِهِ وُجُوهَ النَّاسِ إِلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ النَّارَ» [سنن الترمذي: حسنه الألباني]
"Barangsiapa yang menuntut ilmu dengan niat untuk bersaing (berdebat) dengan para ulama atau membanggakannya (pamer) di hadapan orang-orang bodoh, atau untuk memalingkan wajah orang-orang kepadanya, maka Allah akan memasukkannya ke neraka". [Sunan Ibnu Majah: Hasan]

Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ النَّاسِ يُقْضَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَيْهِ ... وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ، وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ، فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا، قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ، وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ، قَالَ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ: عَالِمٌ، وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ: هُوَ قَارِئٌ، فَقَدْ قِيلَ، ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ [صحيح مسلم]
"Sesungguhnya orang yang pertama diadili pada hari kiamat, ... dan orang yang menuntut ilmu, mengajarkannya, dan ia membaca Al-Qur'an. Kemudian ia didatangkan dan diperlihatkan nikmat yang diberikan kepadanya di dunia maka ia mengingatnya. Allah bertanya: "Apa yang kau lakukan dengan nikmat itu?" Ia menjawab: "Aku menuntut ilmu, aku mengajarkannya, dan aku membaca Al-Qur'an demi Engkau!" Allah berkata: "Engkau bohong, akan tetapi engkau menuntut ilmu supaya engkau disebut seorang alim, dan engkau membaca Al-Qur'an agar disebut seorang Qari' dan itu telah dikatakan!" Kemudian ia diseret dengan mukanya sampai ia dilemparkan ke neraka. [Sahih Muslim]

Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma berkata:
إنما يحفظ الرجل على قدر نيته [الجامع لأخلاق الراوي للخطيب البغدادي]
"Sesungguhnya seseorang hanya bisa menghafal sesuai dengan kadar niatnya". [Al-Jami' li akhlaq ar-rawiy]

Ibrahim An-Nakha'iy rahimahullah berkata:
«مَنِ ابْتَغَى شَيْئًا مِنَ الْعِلْمِ يَبْتَغِي بِهِ وَجْهَ اللَّهِ سُبْحَانَهُ، آتَاهُ اللَّهُ مِنْهُ مَا يَكْفِيهِ» [سنن الدارمي: صحيح]
"Barangsiapa yang menuntut ilmu mengharapkan wajah Allah subhanahu maka Allah akan memberinya ilmu yang cukup untuknya". [Sunan Ad-Darimiy: Sahih]

Imam Ahmad rahimahullah ditanya: Bagaimana ikhlas dalam menuntut ilmu?
الإخلاص فيه أن ينوي رفع الجهالة عن نفسه
"Ikhlas dalam menuntut ilmu dengan meniatkan untuk menghilangkan kebodohan pada dirinya".

2-      Mengikuti sunnah Rasulullah dalam menuntut ilmu.
Menuntut ilmu yang bemanfaat, ilmu yang besumberkan dari firman Allah subhanahu wata'ala, sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, sesuai dengan pemahaman sahabat dan ulama salaf yang terpercaya, ilmu yang diamalkan dan diajarkan kepada orang lain. Ilmu yang bisa mengantarkan kita masuk surga dan jauh dari neraka. Ilmu yang merupakan warisan para nabi.
Dari Abu Ad-Dardaa' radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا، وَلَا دِرْهَمًا وَرَّثُوا الْعِلْمَ، فَمَنْ أَخَذَهُ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ [سنن أبى داود: صححه الألباني]
"Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar atau dirham tapi mereka mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya berarti ia telah mengambil sesuatu yang sangat besar. [Sunan Abu Daud: Sahih]

Tanda ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang menjadikan seseorang tambah khusyu' takut kepada Allah subhanahu wata'ala , semua tingkah lakunya berlandaskan syri'at Islam.
{ إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ } [فاطر: 28]
"Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama". [Faathir:28]

Ilmu yang bermanfaat adalah anugrah dari Allah yang akan dipertanggung-jawabkan. Dari Abu Barzah Al-Aslamiy radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ القِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ». [سنن الترمذي: صحيح]
"Kedua kaki seorang hamba tidak berajak dari tempatnya di hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya yang ia habiskan dengan melakukan apa, tentang ilmunya apa yang ia amalkan, tentang hartanya dari mana ia dapat dan ia nafkahkan untuk apa, dan tentang jasadnya pada hal apa ia gunakan". [Sunan Tirmidzi: Sahih]

3-      Berdo'a
{وَقُلْ رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا} [طه: 114]
Dan Katakanlah: "Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan." [Thaaha:114]

Abu Hurairah radiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sering membaca do'a ini ...
اللَّهُمَّ انْفَعَنيْ بِمَا عَلَّمْتَنِيْ وَعَلِّمْنِيْ مَا يَنْفَعَنِيْ وَزِدْنِيْ عِلْمًا
"Ya Allah .. berikanlah aku manfaat dari ilmu yang telah Engkau ajarkan padaku, dan ajarkanlah aku ilmu yang bermanfaat untukku, dan tambahkanlah aku ilmu." [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Zaid bin Arqam radiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sering membaca ...
اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَ يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا
"Ya Allah .. sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyu', jiwa yang tidak puas, dan do'a yang tidak terkabulkan." [Sahih Muslim]

4-      Bertakwa
{وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ } [البقرة: 282]
"Dan bertakwalah kepada Allah dan Allah akan mengajarmu; dan Allah Maha mengetahui segala sesuatu". [Al-Baqarah:282]
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا } [الأنفال: 29]
"Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, kami akan memberikan kepadamu Furqaan*". [Al-Furqaan:29]
*Artinya: Petunjuk yang dapat membedakan antara yang Haq dan yang batil, dapat juga diartikan disini sebagai pertolongan.

5-      Meninggalkan maksiat
{فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ فَاعْفُ عَنْهُمْ وَاصْفَحْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ} [المائدة: 13]
"Karena mereka melanggar janjinya, kami kutuki mereka, dan kami jadikan hati mereka keras membatu. mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya*, dan mereka lupa sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya". [Al-Maidah:13]
*Maksudnya: Merobah arti kata-kata, tempat atau menambah dan mengurangi.

Imam Malik rahimahullah ditanya: Wahai Abu Abdillah, apakah ada sesuatu yang baik untuk menguatkan hafalan? Imam Malaik menjawab:
إن كان يصلح له شيء ، فترك المعاصي [معجم ابن المقرئ]
"Jika ada sesuatu yang baik untuk menguatkan hafalan maka itu adalah dengan meninggalkan maksiat". [Mu'jam Ibnu Al-Muqri']

6-      Tekun dan semangat belajar
Dari Abu Ad-Dardaa' radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
إنما العلم بالتعلم [السلسلة الصحيحة]
"Sesungguhnya ilmu itu diperoleh dengan belajar". [Lihat: Silsilah hadits sahih karya syekh Albany]

Abu Hurairah radiyallahu 'anhu bertanya: Ya Rasulullah, siapa yang paling gembira dengan syafa'atmu di hari kiamat? Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:
«لَقَدْ ظَنَنْتُ يَا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لاَ يَسْأَلُنِي عَنْ هَذَا الحَدِيثِ أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رَأَيْتُ مِنْ حِرْصِكَ عَلَى الحَدِيثِ أَسْعَدُ النَّاسِ بِشَفَاعَتِي يَوْمَ القِيَامَةِ، مَنْ قَالَ لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، خَالِصًا مِنْ قَلْبِهِ، أَوْ نَفْسِهِ» [صحيح البخاري]
"Aku telah menduga wahai Abu Hurairah bahwa tidak ada yang menanyaiku tentang hadits ini lebih dulu darimu karena aku melihat semangatmu menimba ilmu, orang yang paling gembira dengan syafa'atku di hari kiamat adalah orang yang mengucapkan لاَ إِلَهَ إِلَّا اللهُ ikhlas dari hatinya atau dirinya". [Sahih Bukhari]

7-      Jangan putus asa
{ وَلَا تَيْئَسُوا مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِنَّهُ لَا يَيْئَسُ مِنْ رَوْحِ اللَّهِ إِلَّا الْقَوْمُ الْكَافِرُونَ } [يوسف: 87]
"Dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir". [Yusuf:87]

8-      Jangan malu untuk belajar
Aisyah radiyallahu 'anha berkata:
نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ الْأَنْصَارِ لَمْ يَكُنْ يَمْنَعُهُنَّ الْحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِي الدِّينِ [صحيح مسلم]
"Sebaik-baik wanita adalah wanita kaum Al-Anshar, rasa malu tidak mencegah mereka untuk memahami urusan agama". [Sahih Muslim]

Mujahid rahimahullah berkata:
«لاَ يَتَعَلَّمُ العِلْمَ مُسْتَحْيٍ وَلاَ مُسْتَكْبِرٌ» [صحيح البخاري]
Tidak akan menuntut ilmu orang yang pemalu dan tidak juga orang yang sombong. [Sahih Bukhari]

9-      Bertanya kepada ahlinya
{فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ} [النحل: 43]
"Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui". [An-Nahl:43]
{فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا } [الفرقان: 59]
"Maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui tentang Dia". [Al-Furqaan:59]

Dari Jabir radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ [سنن أبي داود: حسنه الألباني]
"Tidakkah mereka bertanya jika tidak tahu? Sesungguhnya obat kebodohan itu adalah bertanya". [Sunan Abi Daud: Hasan]

10-   Mencari guru yang baik
Dari Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" بَيْنَمَا مُوسَى فِي مَلَإٍ مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ جَاءَهُ رَجُلٌ فَقَالَ: هَلْ تَعْلَمُ أَحَدًا أَعْلَمَ مِنْكَ؟ " قَالَ مُوسَى: لاَ، فَأَوْحَى اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ إِلَى مُوسَى: بَلَى، عَبْدُنَا خَضِرٌ، فَسَأَلَ مُوسَى السَّبِيلَ إِلَيْهِ [صحيح البخاري]
"Di saat musa berada di kerumunan kaum bani Israil tiba-tiba datang seseorang bertanya: Apakah kamu tahu seseorang yang lebih pintar darimu? Nabi Musa menjawab: Tidak. Maka Allah mewahyukan kepada Musa: "Akan tetapi (ada yang lebih) yaitu hamba-Ku Khadhir!" Maka Musa bertanya bagaimana jalan bertemu dengannya. [Sahih Bukhari]

{قَالَ لَهُ مُوسَى هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا } [الكهف: 66]
Musa Berkata kepada Khidhr: "Bolehkah Aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?" [Al-Kahfi:66]

11-   Menuntut ilmu sedikit demi sedikit
Dari Aisyah radiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الرِّفْقَ فِي الْأَمْرِ كُلِّهِ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Sesungguhnya Allah mencintai kelembutan (melakukan sesuatu dengan perlahan) pada setiap urusan". [Sahih Bukhari dan Muslim]
Dalam riwayat lain:
«إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ» [صحيح مسلم]
"Sesungguhnya kelembutan tidak dibarenang pada susuatu kecuali membuatnya indah, dan tidak hilang dari sesuatu kecuali membuatnya buruk". [Sahih Muslim]

Dari Aisyah radiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«يَا أَيُّهَا النَّاسُ، خُذُوا مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيقُونَ، فَإِنَّ اللَّهَ لاَ يَمَلُّ حَتَّى تَمَلُّوا، وَإِنَّ أَحَبَّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ مَا دَامَ وَإِنْ قَلَّ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Wahai sekalian manusia, lakukanlah ibadah sesuai kemampuan kalian, karena sesungguhnya Allah tidak merasa bosan sampai kalian bosan, dan sesungguhnya amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang konsisten sekalipun sedikit". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Ibnu Syihab Az-Zuhriy rahimahullah berkata:
لا تأخذ العلم جملة، فإن من رام أخذه جملة ذهب عنه جملة [جامع بيان العلم وفضله]
"Jangan kau menuntut ilmu sekaligus dalam satu waktu, karena sesungguhnya barangsiapa yang berusaha menuntut ilmu dalam satu waktu maka akan hilang darinya dalam satu waktu". [Jami' bayan al-'ilmi wa fadhlihi]

12-   Konsisten dengan waktu
{ وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3) }
"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran". [Al-'Ashr: 1-3]

Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ» [سنن ابن ماجه: صحيح]
"Diantara kebaikan islma seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak penting baginya". [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
احْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللهِ وَلَا تَعْجَزْ [صحيح مسلم]
"Semangatlah atas apa yang bermanfaat bagimu, dan mintalah pertolongan dari Allah dan jangan lemah". [Sahih Muslim]

13-   Pergunakan kesempatan dengan baik
Dari Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ " [صحيح البخاري]
"Ada dua nikmat yang sering dilalaikan oleh orang banyak: Kesehatan dan kesempatan". [Sahih Bukhari dan Muslim]

14-   Jangan pernah puas
Dari Anas dan Ibnu Abbas radiyallahu 'anhum; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْهُومَانِ لَا يَشْبَعَانِ : طَالِبُ عِلْمٍ وَطَالِبُ دُنْيَا [صحيح الجامع الصغير]
"Dua gorongan yang rakus tidak pernah puas: Penuntut ilmu (tidak puas dengan ilmu), dan pencari dunia (tidak puas dengan dunia)". [Sahih Al-Jami' Ashagiir]

15-   Mengamalkan ilmu yang didapat
Ismail bin Ibrahim bin Mujammi' bin Jariah rahimahullah berkata:
" كُنَّا نَسْتَعِينُ عَلَى حِفْظِ الْحَدِيثِ بِالْعَمَلِ بِهِ " [شعب الإيمان]
"Dulu kami menjadikan pembantu untuk menghafal hadits dengan mengamalkannya". [Syu'ab al-iman]

Dari Anas bin Malik radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى قَوْمٍ تُقْرَضُ شِفَاهُهُمْ بِمَقَارِيضَ مِنْ نَارٍ . قُلْتُ : مَنْ هَؤُلَاءِ ؟ قَالُوا: خُطَبَاءُ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا مِمَّنْ كَانُوا يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ ، وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ، وَهُمْ يَتْلُونَ الْكِتَابَ، أَفَلَا يَعْقِلُونَ " [مسند أحمد: صحيح]
"Di malam aku diangkat ke langit aku melewati suatu kaum sedang digunting bibirnya dengan gunting dari api. Aku bertanya: Siapakah mereka? Malaikat menjawab: Mereka adalah para khatib dari umatmu di dunia, mereka menyuruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang mereka melupakan diri (kewajiban) mereka sendiri, padahal mereka membaca Al-Qur'an? Maka tidakkah mereka berpikir?" [Musnad Ahmad: Sahih]

16-   Minta do'a restu dari orang tua dan orang saleh
Dari Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berdo'a untuknya:
اللَّهُمَّ فَقِّهْهُ فِي الدِّينِ [صحيح البخاري]
"Ya Allah berilah ia pemahaman dalam agama!" [Sahih Bukhari]
Dalam riwayat lain, Ibnu Abbas berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memelukku dan berdo'a:
«اللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الكِتَابَ» وفي رواية : «اللَّهُمَّ عَلِّمْهُ الحِكْمَةَ» [صحيح البخاري]
"Ya Allah ajarilah ia Al-Qur'an!". Dalam riwayat lain: "Ya Allah ajarilah ia hikmah!". [Sahih Bukhari]

Dari Ubai bin Ka'b radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bertanya kepadanya:
«يَا أَبَا الْمُنْذِرِ، أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟»
"Wahai Abu Al-Mudzir, tahukah kamu ayat apa dalam Al-Qur'an yang kamu hafal yang paling mulia?"
Ubay menjawab: Allah dan Rasul-Nya lebih tahu!
Rasulullah bertanya lagi:
 «يَا أَبَا الْمُنْذِرِ أَتَدْرِي أَيُّ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللهِ مَعَكَ أَعْظَمُ؟»
"Wahai Abu Al-Mudzir, tahukah kamu ayat apa dalam Al-Qur'an yang kamu hafal yang paling mulia?"
Ubai menjawab:  {اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ} [البقرة: 255]
Ubai berkata: Lalu Rasulullah menepuk dadaku dan berkata:
«وَاللهِ لِيَهْنِكَ الْعِلْمُ أَبَا الْمُنْذِرِ» [صحيح مسلم]
"Demi Allah, semoga Allah memudahkan ilmu bagimu wahai Abu Al-Mundzir!" [Sahih Muslim]

17-   Bergaul dengan orang yang tekun belajar.
Dari Abu Hurairah radiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ» [سنن أبي داود: حسنه الألباني]
"Seseorang itu dipengaruhi oleh perilaku orang yang dicintainnya, maka hendaklah kalian memperhatikan siapa yang ia cintai. [Sunan Abi Daud: Hasan]

Wallahu a'lam!

Referensi:
مراتب طلب العلم وطرق تحصيله للشيخ محمد سعيد بن رسلان

Lihat juga: Cela kebodohan dalam Al-Qur'an
                   Kebanyakan orang tidak tahu 
                   Talaqi, Cara Cepat dan Tepat Menuntut Ilmu 
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...