Selasa, 12 Juni 2012

Keutamaan ilmu dan ulama

بسم الله الرحمن الرحيم

Banyak sekali ayat dan hadits yang menyebutkan tentang keutamaan ilmu dan ulama', diantaranya:

Allah bersumpah demi pena.
{وَالْقَلَمِ وَمَا يَسْطُرُونَ} [القلم: 1]
Demi kalam (pena) dan apa yang mereka tulis. [Al-Qalam:1]

Allah memuliakan para Nabi dengan ilmu.
{وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ} [البقرة: 31]
Dan dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu mamang benar orang-orang yang benar!" [Al-Baqarah:31]
{وَإِنَّهُ لَذُو عِلْمٍ لِمَا عَلَّمْنَاهُ } [يوسف: 68]
Dan sesungguhnya dia (Ya'qub) mempunyai pengetahuan, karena kami telah mengajarkan kepadanya. akan tetapi kebanyakan manusia tiada Mengetahui. [Yusuf:68]
{وَكَذَلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِنْ تَأْوِيلِ الْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكَ} [يوسف: 6]
Dan demikianlah Tuhanmu (Yusuf), memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarkan-Nya kepadamu sebahagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu. [Yusuf:6]
{فَوَجَدَا عَبْدًا مِنْ عِبَادِنَا آتَيْنَاهُ رَحْمَةً مِنْ عِنْدِنَا وَعَلَّمْنَاهُ مِنْ لَدُنَّا عِلْمًا} [الكهف: 65]
Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba kami, yang Telah kami berikan kepadanya rahmat dari sisi kami, dan yang Telah kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami. [Al-Kahfi:65]
Menurut ahli tafsir hamba di sini ialah Khidhr, dan yang dimaksud dengan rahmat di sini ialah wahyu dan kenabian. sedang yang dimaksud dengan ilmu ialah ilmu tentang yang ghaib seperti yang akan diterangkan dengan ayat-ayat berikut.
{فَفَهَّمْنَاهَا سُلَيْمَانَ وَكُلًّا آتَيْنَا حُكْمًا وَعِلْمًا} [الأنبياء: 79]
Maka kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum (yang lebih tepat); dan kepada masing-masing mereka Telah kami berikan hikmah dan ilmu. [Al-Anbiyaa':79]
{وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا} [النساء: 113]
Dan Allah telah menurunkan Kitab dan hikmah kepadamu (Muhammad), dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu. [An-Nisaa':113]

Ayat yang pertama turun; perintah menuntut ilmu.
{اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ (1) خَلَقَ الْإِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍ (2) اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ (3) الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ (4) عَلَّمَ الْإِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ} [العلق: 1 - 5]
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam*, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. [Al-'Alaq: 1-5]
*Maksudnya: Allah mengajar manusia dengan perantaraan tulis baca.



Dari Anas bin Malik; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ» [سنن ابن ماجه: صححه الألباني]
"Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim". [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Menuntut ilmu adalah jihad di jalan Allah
{وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ} [التوبة: 122]
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka Telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya. [At-Taubah:122]
{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ } [التوبة: 73] [التحريم: 9]
Hai nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. tempat mereka ialah jahannam. dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. [At-Taubah:73][At-Tahriim:9]
Jihad melawan orang munafik dengan ilmu dan argumen. 

Perintah taat kepada ulama.
{ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ} [النساء: 59]
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. [An-Nisaa':59]
{وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ} [النساء: 83]
Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (rasul dan ulil Amri)*. [An-Nisaa':83]

Ulil amri adalah pemerintah dan ulama, kita diperintahkan mentaati mereka selama tidak bertentangan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.
Menurut Mufassirin yang lain maksudnya ialah: kalau suatu berita tentang keamanan dan ketakutan itu disampaikan kepada Rasul dan ulil Amri, tentulah Rasul dan ulil amri yang ahli dapat menetapkan kesimpulan (istimbat) dari berita itu.

Orang berilmu tidak sama dengan orang yang tidak berilmu
{قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ } [الزمر: 9]
Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. [Az-Zumar:9]
{أَفَمَنْ يَعْلَمُ أَنَّمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ الْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَى إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ} [الرعد: 19]
Adakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu itu benar sama dengan orang yang buta (tidak tahu)? hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran. [Ar-Ra'ad:19]

Bahkan hewan terlatih lebih mulia dari yang tidak.
{قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ وَمَا عَلَّمْتُمْ مِنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ} [المائدة: 4]
Katakanlah: "Dihalalkan bagimu yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang buas yang telah kamu ajar dengan melatih nya untuk berburu; kamu mengajarnya menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu*. [Al-Maidah:4]
*Maksudnya: Binatang buas itu dilatih menurut kepandaian yang diperolehnya dari pengalaman; pikiran manusia dan ilham dari Allah tentang melatih binatang buas dan cara berburu.

Darajat yang tinggi
{يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ } [المجادلة: 11]
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. [Al-Mujadilah:11]

Allah menerima persaksian orang yang berilmu
{شَهِدَ اللَّهُ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ وَالْمَلَائِكَةُ وَأُولُو الْعِلْمِ قَائِمًا بِالْقِسْطِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} [آل عمران: 18]
Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang menegakkan keadilan. para malaikat dan orang-orang yang berilmu* (juga menyatakan yang demikian itu). tak ada Tuhan melainkan dia (yang berhak disembah), yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [Ali 'Imran:18]
*Ayat ini untuk menjelaskan martabat orang-orang berilmu karena Allah menjadikan persaksian mereka setelah persaksian para malaikat.
{وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا} [البقرة: 143]
Dan demikian (pula) kami Telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan* agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. [Al-Baqarah:143]
*Umat Islam dijadikan umat yang adil dan pilihan, Karena mereka akan menjadi saksi atas perbuatan orang yang menyimpang dari kebenaran baik di dunia maupun di akhirat. Dan yang berhak memberi saksi hanya orang yang berilmu.

Takut kepada Allah.
{إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ} [فاطر: 28]
Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama*. [Faathir:28]
*Yang dimaksud dengan ulama dalam ayat Ini ialah orang-orang yang mengetahui kebesaran dan kekuasaan Allah.

Sujud kepada Allah.
{قُلْ آمِنُوا بِهِ أَوْ لَا تُؤْمِنُوا إِنَّ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ مِنْ قَبْلِهِ إِذَا يُتْلَى عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا} [الإسراء: 107]
Katakanlah: "Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah). Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya apabila Al Quran dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud. [Al-Israa':107]

Selamat dari neraka.
{وَقَالُوا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ أَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِي أَصْحَابِ السَّعِيرِ} [الملك: 10]
Dan mereka berkata: "Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (memahami peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala". [Al-Mulk:10]

Tidak dilalaikan oleh kehidupan dunia.
{فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (79) وَقَالَ الَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ} [القصص: 79-80]
Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya. Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun; Sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar". Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang sabar". [Al-Qashash: 79-80]

Memahami perumpamaan.
{وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ وَمَا يَعْقِلُهَا إِلَّا الْعَالِمُونَ} [العنكبوت: 43]
Dan perumpamaan-perumpamaan ini kami buat untuk manusia; dan tiada yang memahaminya kecuali orang-orang yang berilmu. [Al-'Ankabuut:43]

Allah menginginkan kebaikan untuknya.
{يُؤْتِي الْحِكْمَةَ مَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْرًا كَثِيرًا وَمَا يَذَّكَّرُ إِلَّا أُولُو الْأَلْبَابِ} [البقرة: 269]
Allah menganugerahkan Al-hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar Telah dianugerahi karunia yang banyak. dan Hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah). [Al-Baqarah:269]

Dari Mu'awiyah; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ [صحيح البخاري ومسلم]
"Barangsiapa yang dikehendaki oleh Allah suatu kebaikan maka ia akan diberi pemahaman tentang agama". [Sahih Bukhari dan Muslim] 

Tidak sesat dan menyesatkan


{وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ (168) إِنَّمَا يَأْمُرُكُمْ بِالسُّوءِ وَالْفَحْشَاءِ وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ} [البقرة: 168، 169]
Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; Karena Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu. Sesungguhnya syaitan itu Hanya menyuruh kamu berbuat jahat dan keji, dan mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui. [Al-Baqarah: 168-169]

Dari Abdullah bin 'Amr; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ لاَ يَقْبِضُ العِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ العِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ العِلْمَ بِقَبْضِ العُلَمَاءِ، حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالًا، فَسُئِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ، فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا» [صحيح البخاري ومسلم]
"Sesungguhnya Allah tidak mengangkat ilmu dengan sekali cabut dari seorang hamba, akan tetapi Allah mengangkat ilmu dengan mewafatkan para ulama. Sampai waktunya tidak ada lagi ulama, orang-orang akan mengambil pemimpin yang bodoh. Lalu mereka ditanyai dan mereka memberi fatwa tampa dasar ilmu, maka mereka menjadi sesat dan menyesatkan". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Jabir berkata: Suatu hari kami dalam perjalanan jauh, dan seorang laki-laki dari kami ditimpa batu yang melukainya di bagian kepala. Di malam harinya ia bermimpi (junub) lalu bertanya kepada sahabatnya: Apakah kalian mendapatkan rukhsah (keringanan) bagiku untuk bertayammum? Mereka menjawab: Kami tidak mendapatkan rukhsah bagimu di saat engkau mampu mempergunakan air. Maka ia mandi dan akhirnya mati. Setelah kami kembali bertemu dengan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan diceritakan kepadanya tentang kajadian tersebut, maka Rasulullah bersabda:
«قَتَلُوهُ قَتَلَهُمُ اللَّهُ أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا فَإِنَّمَا شِفَاءُ الْعِيِّ السُّؤَالُ [سنن أبي داود: حسنه الألباني]
"Mereka telah membunuhnya, semoga Allah membunuh mereka, tidakkah mereka bertanya jika mereka tidak tahu? Sesungguhnya obat kebodohan itu adalah dengan bertanya". [Sunan Abi Daud: Hasan]

Tidak dilaknat.
Dari Abu Hurairah; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ» [سنن الترمذي: حسنه الألباني]
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya dunia ini dilaknat, dilaknat semua yang ada di dalamnya kecuali yang zikir kepada Allah, dan semua yang dicintai oleh Allah, dan seorang ulama atau seorang yang belajar". [Sunan An-Tirmidzi: Hasan]

Orang yang terbaik.
Dari Abu Hurairah; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
النَّاسُ مَعَادِنُ، خِيَارُهُمْ فِي الجَاهِلِيَّةِ خِيَارُهُمْ فِي الإِسْلاَمِ، إِذَا فَقُهُوا [صحيح البخاري ومسلم]
"Manusia itu seperti barang tambang, yang terbaik di masa jahiliyah akan menjadi yang terbaik di masa Islam jika mereka paham (ajaran Islam)". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dari Utsman bin 'Affan; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعَلَّمَهُ» [صحيح البخاري]
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya". [Sahih Bukhari]

Dari Abu Hurairah; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
الْمُؤْمِنُ الْقَوِيُّ، خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنَ الْمُؤْمِنِ الضَّعِيفِ، وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ [صحيح مسلم]
"Mu'min yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari mu'min yang lemah, dan pada semuanya ada kebaikan". [Sahih Muslim]
Kekuatan yang dimaksud berupa kekuatan iman, ilmu, dan jasmani.

Lebih baik dari pada dunia.
Uqbah bin 'Amir; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«أَيُّكُمْ يُحِبُّ أَنْ يَغْدُوَ كُلَّ يَوْمٍ إِلَى بُطْحَانَ، أَوْ إِلَى الْعَقِيقِ، فَيَأْتِيَ مِنْهُ بِنَاقَتَيْنِ كَوْمَاوَيْنِ فِي غَيْرِ إِثْمٍ، وَلَا قَطْعِ رَحِمٍ؟»
"Siapa diantara kalian yang suka pergi ke Buthaan atau ke Al-'Aqiiq setiapa hari dan mendapatkan dari sana dua ekor unta dengan tampa dosa dan tidak pula memutuskan siraturahmi (diambil dengan halal dan suka rela)?"
Sahabat menjawab: Ya Rasulullah, kami suka dengan itu!
Maka Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
 «أَفَلَا يَغْدُو أَحَدُكُمْ إِلَى الْمَسْجِدِ فَيَعْلَمُ، أَوْ يَقْرَأُ آيَتَيْنِ مِنْ كِتَابِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ نَاقَتَيْنِ، وَثَلَاثٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلَاثٍ، وَأَرْبَعٌ خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَرْبَعٍ، وَمِنْ أَعْدَادِهِنَّ مِنَ الْإِبِلِ» [صحيح مسلم]
"Tidakkah seorang dari kalian pergi ke mesjid dan belajar atau membaca dua ayat dari Al-Qur'an, maka itu lebih baik baginya dari dua ekor onta, tiga ayat lebih baik dari tiga onta, empat ayat lebih baik dari empat onta, dan semakin banyak jumalah ayatnya lebih baik dengan sebanyak itu dari onta". [Sahih Muslim]

Pahala haji
Dari Abu Umamah; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
من غدا إلى المسجد لا يريد إلا أن يتعلم خيرا أو يعلمه كان له كأجر حاج تاما حجته [المعجم الكبير للطبراني: حسن]
"Barang siapa yang pergi ke masjid, tidak ada yang ia inginkan kecuali untuk menuntut ilmu yang baik atau mengajarkannya, akan mendapatkan pahala seperti pahala yang didapatkan orang yang menunaikan haji secara sempurna". [Al-Mu'jam Al-Kabir karya Ath-Thabaraniy: Hasan]

Lebih utama dari ahli ibadah
Dari Abu Umamah; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«فَضْلُ العَالِمِ عَلَى العَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ» [سنن الترمذي: صحيح]
"Keutamaan seorang ulama dibandingkan dengan seorang ahli ibadah seperti keutamaanku dibandingkan dengan orang yang paling rendah dari kalian".
Kemudian Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الخَيْرَ» [سنن الترمذي: صحيح]
"Sesungguhnya Allah, para malaikat, penduduk langit dan bumi, bahkan semut disarangnya dan ikan; mereka berselawat untuk orang yang mengajar manusia kebaikan". [Sunan At-Tirmidzi: Sahih]
Orang berilmu lebih utama dari ahli ibadah jika mengamalkan ilmu yang ia ketahui.
Ahli ibadah manfaatnya kembali pada diri sendiri, sedangkan ahli ilmu manfaatnya untuk dirinya dan orang lain. Dan beribadah tampa ilmu akan menyesatkan.

Dari Hudzaifah; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
فَضْلُ الْعِلْمِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ فَضْلِ الْعِبَادَةِ ، وَخَيْرُ دِينِكِمُ الْوَرَعُ [مسند البزار: صححه الألباني]
"Keutamaan ilmu lebih saya sukai daripada keutamaan ibadah, dan sebaik-baik agama (amalan) kalian adalah sifat wara'." [Musnad Al-Bazzaar: Sahih]

Mendapat penhormatan dari malaikat
Shafwan bin 'Assaal Al-Muradiy berkata: Ya Rasulullah, aku datang untuk menuntut ilmu!
Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam menjawab:
مرحبا بطالب العلم ، طالب العلم لتحفه الملائكة وتظله بأجنحتها ثم يركب بعضه بعضا حتى يبلغوا السماء الدنيا من حبهم لما يطلب [المعجم الكبير للطبراني: حسنه الألباني]
"Selamat datang wahai penuntut ilmu, orang yang menuntut ilmu dikelilingi oleh malaikat, dan dinaungi dengan sayapnya kemudian mereka saling menaiki satu sama lain sampai mencapai langit dunia karena cinta mereka kepada penuntut ilmu". [Al-Mu'jam Al-Kabir Ath-Thabaraniy: Hasan]

Dalam riwayat lain; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ما من خارج من بيته في طلب العلم إلا وضعت له الملائكة أجنحتها رضا بما يصنع [ابن ماجه: صحيح]
"Tidak satu orang pun yang keluar dari rumahnya untuk menuntut ilmu kecuali para malaikat merendahkan sayapnya sebagai penghormatan untuknya karena ridha atas apa yang ia lakukan". [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Dimudahkan jalannya ke surga.
Dari Abu Hurairah; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
« مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللَّهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللَّهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ ». [صحيح مسلم]
"Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga, dan tidaklah satu kaum berkumpul di salah satu "rumah Allah" (mesjid) membaca kitabullah (Al-Qur'an) dan mempelajarinya di antara mereka kecuali Allah menurunkan kepada mereka ketenangan dan mereka dinaungi dengan rahmat dan malaikat mengerumungi mereka dan Allah menyebut mereka pada siapa yang ada di sisi-Nya". [Sahih Muslim]

Semua makhluk memintakan ampun untuknya.
Dari Jabir dan Aisyah; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مُعَلِّمُ الخَيْرِ يَسْتَغْفِرُ لهُ كُلُّ شيءٍ حتى الحيتانُ في البحارِ [السلسلة الصحيحة رقم 1852 و3024]
"Orang yang mengajar kebaikan dimintakan ampun untuknya oleh segala sesuatu (makhluk) sampai ikan di lautan pun". [Silsilah hadits sahih no.1852 dan 3024]

Pewaris para Nabi.
Dari Abu Ad-Dardaa'; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
« من سلك طريقا يطلب فيه علما سلك الله به طريقا من طرق الجنة ، وإن الملائكة لتضع أجنحتها رضا لطالب العلم ، وإن العالم ليستغفر له من فى السموات ومن فى الأرض والحيتان فى جوف الماء ، وإن فضل العالم على العابد كفضل القمر ليلة البدر على سائر الكواكب ، وإن العلماء ورثة الأنبياء وإن الأنبياء لم يورثوا دينارا ولا درهما ورثوا العلم فمن أخذه أخذ بحظ وافر » [سنن أبى داود: صححه الألباني]
"Barangsiapa yang menempuh satu jalan untuk menuntut ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Sesungguhnya para malaikat merendahkan sayapnya karena meridhai seorang yang menuntut ilmu. Sesungguhnya seorang ulama dimintakan ampunan untuknya oleh penghuni langit dan bumi dan ikan di lautan. Sesungguhnya keutamaan seorang ulama terhadap seorang ahli ibadah seperti keutamaan bulan malam purnama dibandingkan dengan bintang lainnya. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi, dan sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar atau dirham tapi mereka mewariskan ilmu, maka barangsiapa yang mengambilnya berarti ia telah mengambil sesuatu yang sangat besar". [Sunan Abu Daud: Sahih]

Pahala jariyah.
Dari Abu Hurairah; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثٍ: صَدَقَةٌ جَارِيَةٌ، وَعِلْمٌ يُنْتَفَعُ بِهِ، وَوَلَدٌ صَالِحٌ يَدْعُو لَهُ " [سنن الترمذي: صححه الألباني]
"Jika seorang manusia meninggal maka terputuslah amalannya kecuali tiga: Sedekah jariah, ilmu yang ia ajarkan (diamalkan setelah ia meninggal), dan anak saleh yang berdo'a untuknya". [Sunan At-Tirmidzi: Sahih]

Bebas dari sifat munafiq.
Dari Abu Hurairah; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«خَصْلَتَانِ لَا تَجْتَمِعَانِ فِي مُنَافِقٍ، حُسْنُ سَمْتٍ، وَلَا فِقْهٌ فِي الدِّينِ» [سنن الترمذي: صححه الألباني]
"Dua sifat yang tidak terkumpul pada seorang munafiq: Penampilan yang baik dan pemahaman dalam agama". [Sunan At-Tirmidzi: Sahih]

Boleh hasad.
Dari Abdullah bin Mas'ud; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
" لاَ حَسَدَ إِلَّا فِي اثْنَتَيْنِ: رَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ مَالًا فَسُلِّطَ عَلَى هَلَكَتِهِ فِي الحَقِّ، وَرَجُلٌ آتَاهُ اللَّهُ الحِكْمَةَ فَهُوَ يَقْضِي بِهَا وَيُعَلِّمُهَا " [صحيح البخاري ومسلم]
"Tidak boleh hasad kecuali pada dua orang: Seseorang yang diberi oleh Allah harta dan menuntunnya untuk menginfakkannya dalam kebenaran, dan seorang yang diberi oleh Allah hikmah (ilmu) kemudian ia mengamalkannya dan mengajarkannya". [Sahih Bukhari dan Muslim]
Hasad yang dimaksud dalam hadits ini adalah gibtha yaitu mengharapkan suatu nikmat yang dimiliki oleh orang lain dengan tidak berharap hilang dari mereka.

Hormati ulama.
Dari Ubadah bin Ash-Shamit; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
ليس منا من لم يجل كبيرنا و يرحم صغيرنا ، و يعرف لعالمنا حقه [صحيح الصغير وزيادته]
"Tidak termasuk golongan kita orang yang tidak menghormati yang tua, menyayangi yang muda, dan mengetahui hak ulama". [Sahih Al-Jami']

Wallahu ta'ala a'lam!

Referensi:
الحث على طلب العلم والإجتهاد في تحصيله لأبي هلال العسكري
جواهر العقدين في فضل الشرفين شرف العلم الجلي والنسب العلي (القسم الأول في العلم) للسمهودي
 بلوغ أقصى المرام في شرف العلم وما يتعلق به من الأحكام للشيخ محمد بن مسعود الطرنباطي

                   Belajar untuk Ujian atau Ujian untuk Belajar?
                   Beribadah semoga lulus ujian

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...