Rabu, 10 Juli 2013

Do’a berbuka puasa

بسم الله الرحمن الرحيم


Hadits yang menyebutkan do’a ketika berbuka puasa diriwayatkan dari beberapa sahabat Rasulullah, semuanya lemah kecuali hadits Ibnu Umar. Berikut penjelasannya:

1. Hadits Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma

Diriwayatkan oleh Abu Daud (275H) rahimahullah dalam kitabnya “As-Sunan” 2/306 no.2357, Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika berbuka puasa membaca:
«ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ»
“Dahaga telah hilang, tenggorokan telah basah, dan pahala telah ditetapkan jika Allah menginginkan”.

Hadits ini di-hasan-kan oleh syekh Albaniy rahimahullah.

2. Hadits Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu

Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy (360H) rahimahullah dalam kitabnya “Al-Mu'jam Ash-Shagiir” 2/133 no.912:
عن إِسْمَاعِيل بْن عَمْرٍو الْبَجَلِيّ، حَدَّثَنَا دَاوُدُ الزِّبْرِقَانُ، حَدَّثَنَا شُعْبَةُ، عَنْ ثَابِتٍ الْبُنَانِيِّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ , لَكَ صُمْتُ , وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika berbuka puasa membaca: "Dengan nama Allah, Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezki dari-Mu aku berbuka".

Hadits ini sangat lemah karena dalam sanadnya ada rawiy yang bernama Isma'il bin 'Amr Al-Bajaly[1] (227H); Adz-Dzahabiy rahimahullah berkata: Ia dilemahkan oleh lebih dari satu orang.

Dan Dawud Az-Zibriqan[2]; Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan: Haditsnya ditolak (matruuk). Al-Azdiy menuduhnya sebagai pembohong.

Lihat: AL-Irwaa' no.919.

3. Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma

Diriwayatkan juga oleh Ath-Thabaraniy dalam kitabnya “Al-Mu'jam Al-Kabiir” 12/146 no.12720:
عن عبد الملك بن هارون بن عنترة، عن أبيه، عن جده، عن ابن عباس قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم: إذا أفطر قال: «لك صمت، وعلى رزقك أفطرت فتقبل مني إنك أنت السميع العليم»
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika berbuka membaca: "Untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezki dari-Mu aku berbuka, maka terimalah ibadah dariku, sesungguhnya Engkau maha mendengar dan maha mengetahui".

Hadits ini sangat lemah karena dalam sanadnya ada rawiy yang bernama Abdul Malik bin Harun bin ‘Antarah[3], dituduh sebagai pembohong dan pemalsu hadits oleh Ibnu Ma’in, Ad-Daraquthniy, Al-Jauzajaniy, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim rahimahumullah.

4. Hadits Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu

Diriwayatkan oleh Al-Harits bin Abi Usamah (282H) rahimahullah dalam kitabnya “Al-Musnad” sebagaimana disebutkan oleh Al-Haitsamiy dalam kitabnya “Bugyah Al-Bahits” 1/526 no.469:
قال: حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّحِيمِ بْنُ وَاقِدٍ، ثنا حَمَّادُ بْنُ عَمْرٍو، عَنِ السَّرِيِّ بْنِ خَالِدِ بْنِ شَدَّادٍ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنْ عَلِيٍّ أَنَّهُ قَالَ: قَالَ لِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " ... يَا عَلِيُّ إِذَا كُنْتَ صَائِمًا فِي شَهْرِ رَمَضَانَ فَقُلْ بَعْدَ إِفْطَارِكَ: اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ , يُكْتَبُ لَكَ مِثْلَ مَنْ كَانَ صَائِمًا مِنْ غَيْرِ أَنْ يُنْتَقَصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا ... "
Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepadaku: ... Wahai Ali, jika kamu berpuasa di bulan Ramadhan maka bacalah setelah engkau berbuka: “Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku bergantung, atas rezki-Mu aku berbuka", maka akan dicatat untukmu pahala seperti pahala semua orang yg berpuasa tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala mereka .. .

Hadits ini sangat lemah karena dalam sanadnya ada beberapa cacat pada rawiya, diantaranya:
1. Abdurrahim bin Waqid[4]: Al-Khathiib berkata: Haditsnya mungkar (sangat lemah) karena diriwayatkan dari orang-orang yang lemah dan tidak diketahui (majhuul).
2. Hammad bin 'Amr An-Nashibiy[5]: Imam Bukhari, An-Nasa’iy, Adz-Dzahabiy mengatakan: Haditsnya mungkar.
3. As-Sariy bin Khalid bin Syaddad[6]: Adz-Dzahabiy mengatakan: Ia tidak diketahui.

5. Hadits Mu’adz bin Zuhrah rahimahullah

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitabnya “As-Sunan” 2/306 no.2358:
عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ زُهْرَةَ، أَنَّهُ بَلَغَهُ " أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ: «اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ»
Dari Mu'adz bin Zuhrah rahimahullah; telah disampaikan kepadanya bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika berbuka membaca: "Ya Allah untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezki dari-Mu aku berbuka".

Hadits ini sangat lemah karena sanadnya mursal (terputus) dan lemah, Mu'adz bin Zuhrah[7] adalah seorang tabi'iy (tidak bertemu dengan Rasulullah) dan majhuul (tidak diketahui) tidak ada yang meriwayatkan dari dia kecuali Hushain bin Abdirrahman.

Lihat: Dha'if sunan Abi Dawud 2/264 no.406.

Wallahu a'lam!

Lihat juga: Keutamaan puasa
                Waktu imsak
                Keutamaan bulan Ramadhan


[1] Lihat biografi Isma'il bin 'Amr Al-Bajaly dalam kitab: Al-Kaamil karya Ibnu 'Adiy 1/322, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/118, Diiwaan Adh-Dhu’afaa karya Adz-Dzahabiy hal.36, Lisaan Al-Miizaan karya Ibnu Hajar 2/155.
[2] Lihat biografi Dawud Az-Zibriqan dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Abu Zur'ah Ar-Raziy 2/391, Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.174, Al-Majruhiin karya Ibnu Hibban 1/292, Al-Kaamil 3/95, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/262, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 3/11, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.198.
[3] Lihat biografi Abdul Malik bin Harun dalam kitab: Taariikh Ibnu Ma'in riwayat Ad-Duuriy 3/349, Adh-Dhu'afaa' Ash-Shagiir karya Al-Bukhariy hal.77, Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.209, Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir karya Al-'Uqaily 3/38, Al-Majruhiin 2/133, Al-Kaamil 5/304, Adh-Dhu'afaa' karya Abu Nu'aim hal.105, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/153, Miizaan Al-I'tidaal 4/414, Lisaan Al-Miizaan 5/276.
[4] Lihat biografi Abdurrahim bin Waqid dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/103, Miizaan Al-I'tidaal 4/339, Lisaan Al-Miizaan 5/167.
[5] Lihat biografi Hammad bin 'Amr An-Nashibiy dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Ash-Shagiir hal.38, Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.167, Al-Majruhiin 1/252, Al-Kaamil 2/239, Adh-Dhu'afaa' karya Abu Nu'aim hal.74 , Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/234, Miizaan Al-I'tidaal 2/368, Diiwaan Adh-Dhu’afaa’ hal.101, Lisaan Al-Miizaan 3/274.
[6] Lihat biografi As-Sariy bin Khalid bin Syaddad dalam kitab: Miizaan Al-I'tidaal 3/173, Lisaan Al-Miizaan 4/22.
[7] Lihat biografi Mu'adz bin Zuhrah dalam kitab: Al-Jarh wa At-Ta'diil karya Ibnu Abi Hatim 8/248, Ats-Tsiqaat karya Ibnu Hibban 7/482, Tahdzib Al-Kamaal karya Al-Mizziy 28/122, Al-Kaasyif karya Adz-Dzahabiy 2/273, Taqriib At-Tahdziib hal.536.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...