Minggu, 05 Januari 2014

Derajat dan rumah di surga bagi yang mengisi kekosongan pada shaf

بسم الله الرحمن الرحيم


Hadits ganjaran derajat dan rumah di surga bagi yang mengisi kekosongan pada shaf dalam shalat, diriwayatkan dari Aisyah ummul mu'miniin dan Abu Hurairah radhiyallahu 'anhuma dengan sanad yang lemah, berikut penjelasannya:

I.                  Hadits Aisyah

A.    Diriwayatkan melalui jalur Ibnu Abi Dzi’b dengan beberapa versi:

Versi pertama:

Dari Az-Zuhriy, dari ‘Urwah, dari Aisyah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diriwayatkan oleh Al-Mahaamily (330H) rahimahullah dalam kitabnya “Al-Amaaliy” riwayat Ibnu Mahdiy Al-Faarsiy no.221:

قال: حَدَّثَنِي الْحَسَنُ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ الْجَرَوِيُّ قَالَ: حدثنا يحيى بن حسان قال: حدثنا وكيع عن ابن أبي ذئب عن الزهري عن عروة عن عائشة قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: من سد فرجة بنى الله له بيتا في الجنة، ورفعه بها درجة .

Aisyah radhiyalllahu 'anha berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengisi kekosongan (dalam shaf) maka Allah akan membangun untuknya satu rumah dalam surga dan mengangkatnya dengan amalan tersebut satu derajat”.

Hadits ini lemah karena dua cacat:

1.      Yahya bin Hassaan bin Hayyaan At-Tinniisiy[1] (208H); Ia tsiqah namun menyalahi riwayat Ibnu Abi Syaibah (pada versi kedua).
2.      Ibnu Abi Dzi’b namanya Muhammad bin Abdurrahman bin Al-Mugiirah[2] (158H); Periwayatannya dari Az-Zuhriy (125H) diperselisihkan.

Versi kedua:

Dari Sa’id Al-Maqburiy dari ‘Urwah bin Az-Zubair, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Tidak menyebutkan Aisyah)

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah (235H) rahimahullah dalam kitabnya “Al-Mushannaf” 1/333 no.3824:

قال: حَدَّثَنَا وَكِيعٌ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنِ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ سَدَّ فُرْجَةً فِي صَفٍّ رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، أَو بَنَى لَهُ بِهَا بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ»

Urwah bin Az-Zubair rahimahullah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengisi kekosongan dalam shaf maka Allah akan mengangkatnya dengan amalan tersebut satu derajat, atau membangun untuknya dengan amalan tersebut satu rumah dalam surga”.

Sanad ini lemah karena mursal (terputus), Urwah bin Az-Zubair[3] (94H) seorang tabi’iy tidak pernah bertemu dengan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Dan sanad ini lebih kuat dari pada sanad versi pertama di atas, karena diperkuat oleh riwayat Abdullah bin Wahab (197H) rahimahullah dalam kitabnya “Al-Muwaththa’” no.403:

قال: أَخْبَرَكَ ابْنُ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمُقْبَريِّ، عَنْ عُرْوَةَ بْنِ الزُّبَيْرِ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، قَالَ: «مَنْ سَدَّ فَرْجَةً فِي الصَّفِّ رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا فِي الْجَنَّةِ دَرَجَةً، أَو يَبْنِي لَهُ فِي الْجَنَّةِ بَيْتًا» .

Urwah bin Az-Zubair rahimahullah berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengisi kekosongan dalam shaf maka Allah akan mengangkatnya dengan amalan tersebut dalam surga satu derajat, atau membangun untuknya dalam surga satu rumah”.

Imam Ad-Daruquthniy (385H) rahimahullah dalam kitabnya “Al-‘Ilal” 14/109 menyebutkan hadits ini dari riwayat Yahya bin Hassaan dan Ibnu Wahb, dan berkata: Riwayat Ibnu Wahb sepertinya yang lebih benar.

Versi ketiga:

Dari Sa’id Al-Maqburiy, dari ‘Urwah, dari Aisyah, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy (360H) rahimahullah dalam kitabnya “Al-Mu’jam Al-Ausath” 6/61 no.5797:

قال: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الْحَضْرَمِيُّ قَالَ: ثَنَا أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدٍ الْقَوَّاسُ قَالَ: ثَنَا مُسْلِمُ بْنُ خَالِدٍ الزَّنْجِيُّ، عَنِ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ، عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ سَدَّ فُرْجَةً فِي صَفٍّ رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً، وبَنَى لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ»

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengisi kekosongan dalam shaf maka Allah akan mengangkatnya dengan amalan tersebut satu derajat, dan membangun untuknya rumah dalam surga”.

Sanad ini sangat lemah (mungkar) karena tiga cacat:

1.      Ahmad bin Muhammad bin ‘Auwn Al-Qawwas[4] (245H); Ibnu Hibban (354H) rahimahullah meyebutnya dalam kitabnya “Ats-Tsiqaat” dan berkata; Terkadang menyelisihi (riwayat orang lain).
Ibnu Hajar (852H) rahimahullah berkata: Shaduuq, memiliki beberapa kekeliruan.
2.      Muslim bin Khalid Az-Zanjiy[5] (179H); Periwayatan hadisnya dilemahkan oleh Ibnu Al-Madiniy (234H), Abu Dawud (275H), dan An-Nasa’iy (303H) rahimahumullah.
Imam Bukhariy (256H) , dan Abu Haatim (277H) rahimahumallah mengatakan: Haditsnya mungkar.
3.      Riwayat ini menyalahi riwayat yang lebih kuat (versi kedua).

Lihat: Silsilah hadits shahih karya syekh Albaniy rahimahullah 4/515 no.1892.

B.     Hadits ini diriwayatkan juga dari selain jalur Ibnu Abi Dzi’b:

Diriwayatkan oleh Ibnu Majah (273H) rahimahullah dalam kitabnya “As-Sunan” 1/318 no.995:

قال: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عَمَّارٍ قَالَ: حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَيَّاشٍ قَالَ: حَدَّثَنَا هِشَامُ بْنُ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ «إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلِّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ، وَمَنْ سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرْجَةً»

Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf, dan barangsiapa yang mengisi shaf yang kosong maka Allah akan mengankatnya satu derajat."

Hadits ini tidak menyebutkan lafadz: (بنى الله له بيتا في الجنة) “Allah akan membangun untuknya satu rumah dalam surga”.!?

Hadits ini lemah, karena pada sanadnya ada rawiy yang bernama Isma’il bin ‘Ayyasy[6] (181H); Periwayatannya dari penduduk Madinah dihukumi lemah seperti pada riwayat ini, ia meriwayatkan dari Hisyaam bin ‘Urwah (145H) yang berasal dari Madinah.

Imam Abu Haatim ditanya tentang hadits ini, beliau menjawab: Riwayat ini salah, yang benar adalah riwayat Urwah dan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam secara mursal (terputus). Isma’il memiliki riwayat-riwayat mungkar seperti ini. [‘Ilal Al-Hadits karya Ibnu Abi Haatim 2/341 no.415]

C.     Riwayat Isma’il bin ‘Ayyasy diperkuat oleh riwayat Usamah bin Zayd:

Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (241H) rahimahullah dalam kitabnya “Al-Musnad” 42/161 no.25270, Ibnu Khuzaimah (311H) rahimahullah dalam kitabnya “Ash-Shahiih” 3/23 no.1550, dan Ibnu Hibban dalam kitabnya “Ash-Shahiih” 5/536 no.2163:

عَنْ أُسَامَةَ، عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ عُرْوَةَ، عَنْ عَائِشَةَ، قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ "

Dari Aisyah radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah 'azza wa jalla dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf."

Akan tetapi riwayat ini tidak menyebutkan lafadz: (وَمَنْ سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللَّهُ بِهَا دَرْجَةً) “dan barangsiapa yang mengisi shaf yang kosong maka Allah akan mengankatnya satu derajat”.

Sanad hadits ini hasan, karena pada sanadnya ada rawiy yang bernama Usamah bin Zayd Al-Laitsiy[7]; Ibnu Hajar berkata: Shaduuq, terkadang melakukan kekeliruan.

Akan tetapi diperkuat oleh riwayat Isma’il bin ‘Ayyasy di atas.

Hadits ini di-sahih-kan oleh Imam Al-Haakim (405H) dan Adz-Dzahabiy (748H) rahimahumallah. [Lihat: Al-Mustadrak karya Al-Haakim 1/334 no.775]

II.               Hadits Abu Hurairah

1.      Diriwayatkan oleh Abu Al-Qaasim Al-Ashbahaniy (535H) rahimahullah dalam kitabnya “At-Targiib wa At-Tarhiib” 3/30 no.2009:

عن عصمة بن محمد، ثنا موسى بن عقبة عن المقبري، عن أبي هريرة -رضي الله عنه- عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: ((من سد فرجة في صف رفعه الله بها في الجنة درجة، وبنى له في الجنة بيتاً)) .

Dari Abu Hurairah radhiyiallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang mengisi kekosongan dalam shaf maka Allah akan mengangkatnya dengan amalan tersebut dalam surga satu derajat, dan membangun untuknya dalam surga satu rumah”.

Hadits ini sangat lemah karena pada sanadnya ada rawiy yang bernama ‘Ishmah bin Muhammad bin Fadhaalah[8]; Ibnu Ma’in (233H) rahimahullah mengatakan: Ia seorang pembohong. Al-‘Uqailiy (323H) rahimahullah mengatakan: Ia meriwayatkan hadits-hadits bathil. Ad-Daruquthniy mengatakan: Haditsnya ditolak (matruuk).

2.      Diriwayatkan oleh Al-Khuldiy (348H) rahimahullah dalam kitabnya “Al-Fawaaid” no.224 [Lihat kitab: “Majmuu’ fiihi tsalaatsah azjaa’ hadiitsiyah” tahqiq Nabiil Jarraar hal.224]

قال: حدثنا أحمدُ بنُ محمدٍ: حدثنا الحسنُ بنُ عليِّ بنِ سليمانَ الراسبيُّ الكوفيُّ، وكانَ مِن خِيارِ الناسِ: حدثنا محمدُ بنُ عبدِ اللهِ التَّميميُّ: حدثنا شعبةُ، عن سُهيلِ بنِ أبي صالحٍ، عن أبيه، عن أبي هريرةَ قالَ: قالَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم: «إنَّ اللهَ وملائكتَه يُصلُّونَ على الصُّفوفِ، ومَن سَدَّ فُرجةً رفَعَه اللهُ بها درجةً».

Abu Hurairah radhiyiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada (orang-orang yang menyambung) shaf-shaf, dan barangsiapa yang mengisi kekosongan dalam shaf maka Allah akan mengankatnya dengan amalann tersebut satu derajat."

Hadits ini tidak menyebutkan lafadz: (وبنى له في الجنة بيتاً) “Allah akan membangun untuknya dalam surga satu rumah”.!?

Sanad hadits ini lemah, karena beberapa cacat:

a.      Al-Hasan bin Ali bin Sulaiman Ar-Raasibiy Al-Kuufiy; Saya tidak menemukan biografinya.
b.      Muhammad bin Abdillah At-Tamiimiy sepertinya ia adalah Abu Makhlad Al-Bashriy Al-‘Ammiy[9]; Al-‘Uqailiy berkata: Ia tidak baik dalam meriwayatkan hadits (لا يقيم الحديث). Adz-Dzahabiy mengatakan: Ia bukan hujjah (ليس بحجة). Ibnu Hajar mengatakan: Layyin (لين).
c.       Suhail bin Abi Shalih[10]; Ibnu Hajar berkata: Shaduuq, hafalannya berubah di akhir hidupnya.

3.      Diriwayatkan oleh Ath-Thabaraniy dalam kitabnya “Al-Mu’jam Al-Ausath” 4/123 no.3771:

عن إِسْمَاعِيل بْن أَبِي أُوَيْسٍ قَالَ: نا إِسْمَاعِيلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ خَالِدِ بْنِ سَعِيدِ بْنِ أَبِي مَرْيَمَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنْ غَانِمِ بْنِ الْأَحْوَصِ، أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا صَالِحٍ السَّمَّانُ، يَقُولُ: سَمِعْتُ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ، وَلَا يَصِلُ عَبْدٌ صَفًّا إِلَّا رَفَعَهُ اللَّهُ بِهِ دَرَجَةً، وَذَرَّتْ عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ مِنَ الْبِرِّ»

Abu Hurairah radhiyiallahu ‘anhu berkata: Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada (orang-orang yang menyambung) shaf-shaf, dan tidaklah seorang hamba menyambung shaf kecuali Allah akan mengankatnya dengan amalann tersebut satu derajat, dan para malaikat menaburinya dengan kebaikan"

Sanad ini sangat lemah karena beberapa cacat pada sanadnya:

1)      Isma’il bin Abdillah bin Khalid bin Sa’id bin Abi Maryam[11]; Abu Haatim berkata: Pada haditsnya ada kelemahan, dan ia majhuul (tidak ada yang meriwayatkan darinya kecuali Isma’il bin Abi Uwais=majhuul ‘ain).
2)      Abdillah bin Khalid bin Sa’id bin Abi Maryam[12]; Al-Azdiy (374H) rahimahullah mengatakan: Haditsnya tidak boleh dicatat. Ibnu Al-Qaththaan mengatakan: Kedudukan riwayatnya tidak diketahui (majhuul haal).
3)      Khalid bin Sa’id bin Abi Maryam[13]; Ibnu Al-Madiniy (234H) rahimahullah mengatakan: Kami tidak mengetahuinya. Ibnu Al-Qaththaan mengatakan bahwa ia majhuul (tidak diketahui).
4)      Gaanim bin Al-Ahwash[14]; Abu Haatim mengatakan: Ia majhuul (tidak diketahui). Ad-Daruquthniy berkata: Periwayatan haditsnya tidak kuat.

Lihat silsilah hadits sahih karya syekh Albaniiy 6/72 no.2532.

Wallahu a’lam!

                  Keutamaan shalat dalam Al-Qur’an
                  Keutamaan shalat dalam As-Sunnah
                  Perbuatan yang boleh dilakukan dalam salat
                  Mengusap dahi dan wajah setelah salat



[1] Lihat biografi " Yahya bin Hassaan " dalam kitab: Tahdziib Al-Kamaal karya Al-Mizziy 31/266, Al-Kaasyif karya Adz-Dzahabiy 2/363, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.589.
[2] Lihat biografi " Ibnu Abi Dzi’b " dalam kitab: Tahdziib Al-Kamaal 25/630, Al-Kaasyif 2/194, Tahdziib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar 9/303, Taqriib At-Tahdziib hal.493.
[3] Lihat biografi " Urwah bin Az-Zubair " dalam kitab: Tahdziib Al-Kamaal 20/11, Al-Kaasyif 2/18, Jaami’ At-Tahshiil karya Al-‘Alaaiy hal.236, Taqriib At-Tahdziib hal.389.
[4] Lihat biografi " Ahmad bin Muhammad bin ‘Auwn Al-Qawwas " dalam kitab: Ats-Tsiqaat karya Ibnu Hibban 8/10, Tahdziib At-Tahdziib 1/79, Taqriib At-Tahdziib hal.84.
[5] Lihat biografi " Muslim bin Khalid Az-Zanjiy " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Ash-Shagiir karya Al-Bukhariy hal.110, Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.238 , Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir karya Al-'Uqaily 4/150, Al-Jarh wa At-Ta'diil karya Ibnu Abi Hatim 8/183, Al-Kaamil karya Ibnu 'Adiy 8/6, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 3/117, Tahdziib Al-Kamaal karya Al-Mizziy 27/508, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 4/102, Taqriib At-Tahdziib hal.529.
[6] Lihat biografi " Isma’il bin ‘Ayyasy " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.151, Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir 1/88, Al-Majruhiin karya Ibnu Hibban 1/124, Al-Kaamil 1/471, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/118, Tahdziib Al-Kamaal 3/163, Miizaan Al-I'tidaal 1/240, Taqriib At-Tahdziib hal.109.
[7] Lihat biografi " Usamah bin Zayd " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir 1/17, Al-Kaamil 2/76, Tahdziib Al-Kamaal 2/347, Miizaan Al-I'tidaal 1/174, Taqriib At-Tahdziib hal.98.
[8] Lihat biografi " ‘Ishmah bin Muhammad bin Fadhaalah " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir 3/340, Al-Jarh wa At-Ta'diil 7/20, Al-Kaamil 7/87, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/176, Miizaan Al-I'tidaal 3/68, Lisaan Al-Miizaan karya Ibnu Hajar 5/438.
[9] Lihat biografi " Muhammad bin Abdillah At-Tamiimiy " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir 4/93, Al-Kaamil 7/448, Miizaan Al-I'tidaal 3/597, Diiwaan Adh-Dhu'afaa' karya Adz-Dzahabiy hal.358, Tahdziib At-Tahdziib 9/286, Taqriib At-Tahdziib hal.491.
[10] Lihat biografi " Suhail bin Abi Shalih " dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir 2/155, Al-Kaamil 4/522, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/30, Tahdziib Al-Kamaal 12/223, Miizaan Al-I'tidaal 2/243, Al-Mukhtalithiin karya Al-‘Alaaiy hal.50, Al-Igtibath biman rumiya bil Ikhtilath karya Ibnu Al-’Ajamiy hal.164, Taqriib At-Tahdziib hal.259, Al-Kawaakib An-Nayyiraat karya Ibnu Al-Kayyaal 1/241.
[11] Lihat biografi " Isma’il bin Abdillah bin Khalid bin Sa’id bin Abi Maryam " dalam kitab: Al-Jarh wa At-Ta'diil 2/179, Ats-Tsiqaat karya Ibnu Hibban 8/90, Miizaan Al-I'tidaal 1/230, Lisaan Al-Miizaan 2/144.
[12] Lihat biografi " Abdillah bin Khalid bin Sa’id bin Abi Maryam " dalam kitab: Ats-Tsiqaat karya Ibnu Syaahiin hal.128, Tahdziib Al-Kamaal 14/445, Miizaan Al-I'tidaal 2/412, Lisaan Al-Miizaan 4/470, Tahdziib At-Tahdziib 5/196, Taqriib At-Tahdziib hal.301.
[13] Lihat biografi " Khalid bin Sa’id bin Abi Maryam " dalam kitab: Miizaan Al-I'tidaal 1/631, Dzail Miizaan Al-I'tidaal karya Abu Al-Fadhl Al-‘Iraqiy hal.88, Lisaan Al-Miizaan 3/321, Tahdziib At-Tahdziib 3/95, Taqriib At-Tahdziib hal.188.
[14] Lihat biografi " Gaanim bin Al-Ahwash " dalam kitab: Al-Jarh wa At-Ta'diil 7/59, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/245, Miizaan Al-I'tidaal 3/333, Lisaan Al-Miizaan 6/302.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...