Selasa, 15 April 2014

Allah melaknat penyanyi dan pendengarnya

بسم الله الرحمن الرحيم


Syekh Isma’il Al-‘Ajluniy (1162H) rahimahullah menyebutkan satu hadits yang masyhur dalam kitabnya “Kasyful Khafaa” 2/167 no.2049:

( لَعَنَ اللهُ المُغَنِّيَ وَالمُغَنَّى لَهُ )
Allah melaknat orang yang menyanyi dan orang dinyanyikan untuknya”.

Imam An-Nawawiy (676H) rahimahullah mengatakan: Hadits ini tidak sahih. [Al-Masaail Al-Mantsurah hal.145]
Pendapat Imam An-Nawawiy ini diikuti oleh Az-Zarkasyiy, As-Sakhawiy, dan As-Suyuthiy rahimahumullah.
Lihat: “Al-Laali’ Al-Mansturah” hal.36, “Al-Maqashid Al-Hasanah” no.862, “Ad-Durar Al-Muntatsirah” no.343.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adiy (365H) rahimahullah dalam kitabnya “Al-Kaamil” 6/55;

قال : حَدَّثَنَا ابن يَاسِينَ ، حَدَّثَنا مُحَمد بْنُ مُعَاوِيَةَ ، حَدَّثَنا عُمَر ، قَالَ : سَمِعْتُ الْحَسَنَ بْنَ أَبِي الْحَسَنِ الْبَصْرِيُّ حَدَّث عَن أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ النَّائِحَةَ وَالْمُسْتَمِعَةَ وَالْمُغَنِّيَ وَالْمُغَنَّى لَهُ

Ibnu ‘Adiy berkata: Telah menceritakan kepada kami Ibnu Yaasiin, ia berkata; Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Mu’awiyah, ia berkata; Telah menceritakan kepada kami, Umar; Ia berkata: Aku mendengar dari Al-Hasan bin Abi Al-Hasan Al-Bashriy, ia meriwayatkan dari Abu Hurairah, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang meratapi mayat, yang mendengarkannya, penyanyi, dan orang yang dinyanyikan untuknya.

Ibnu ‘Adiy berkata: Hadits ini dari Al-Hasan tidak sahih (gairu mahfuudz).

Biografi rawiy pada sanad Ibnu ‘Adiy:

1)       Ibnu Yaasiin, nama lengkapnya: Abdullah bin Muhammad, Abu Al-Hasan Al-Faqiih Ad-Duuriy[1].
Ia mendengarkan hadits dari Bisthaam bin Al-Fadhl, Muhammad bin Ubaidillah Az-Ziyaadiy, Muhammad bin Yahya Al-Qathi’iy, dan selainnya.
Yang meriwayatkan hadits darinya: Abu Bakr Asy-Syafi’iy, Muhammad bin Al-Hasan Al-Yaqthiniy, dan selainnya.
Abu Bakr Al-Isma’iliy dan Ad-Daraquthniy mengatakan ia tsiqah.
Ia wafat pada tahun 303 hijriyah.

2)       Muhammad bin Mu’awiyah bin Maalij Al-Maalijiy, Abu Ja’far Al-Bagdadiy[2].
Ia meriwayatkan hadits dari Ibrahim bin Sa’ad, Khalf bin Khalifah, dan selainnya.
Yang meriwayatkan hadits darinya: An-Nasa’iy, Ibnu Sha’id, Al-Mahamiliy, dan selainnya.
Abu Bakr Al-Bazzar dan Adz-Dzahabiy berkata: Ia tsiqah.
Ibnu Hibban menyebutnya dalam kitab “Ats-Tsiqaat” dan berkata: Terkadang ia melakukan kekeliruan.
An-Nasa’iy dan Maslamah berkata: Periwayatannya tidak mengapa (laa ba’sa bih).
Ibnu Hajar berkata: Ia terpercaya (shaduuq) dan terkadang melakukan kekeliruan.

3)       Umar bin Yaziid, Abu Hafsh Al-Azdiy Al-Madaainiy[3].
Ia meriwayatkan hadits dari Al-Hasan Al-Bashriy, dan selainnya.
Yang meriwayatkan hadits darinya: Muhammad bin Mu’awiyah bin Maalij, Yahya bin Abi Bukair, dan selainnya.
Ibnu ‘Adiy, Adz-Dzahabiy, dan Ibnu Hajar mengatakan: Haditsnya mungkar (sangat lemah).

4)       Al-Hasan bin Abi Al-Hasan (Yasaar) Al-Bashriy[4].
Al-Mizziy berkata: Ia meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, dan ada yang berkata: Ia tidak pernah mendengarkan hadits darinya.
Bahz bin Asad berkata: Al-Hasan tidak pernah mendengar hadits dari Abu Hurairah dan ia tidak pernah melihatnya.
Syu’bah berkata: Aku bertanya kepada Yunus bin ‘Ubaid, apakah Al-Hasan mendengarkan hadits dari Abu Hurairah? Ia menjawab: Ia tidak pernah melihatnya sama sekali.
Ibnu Al-Madiniy, Abu Hatim, Abu Zur’ah, dan Al-Bazzaar juga mengatakan demikian.
Beliau wafat tahun 110 hijriyah.

5)       Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
Beliau salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang paling terkenal, paling banyak meriwayatkan hadits dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kesimpulan:

Hadits ini sangat lemah, memiliki dua cacat:
a)       Umar bin Yaziid, sangat lemah periwayatannya.
b)       Sanadnya terputus karena Al-Hasan tidak mendengar langsung hadits ini dari Abu Hurairah.

Lafadz hadits ini diriwayatkan secara maqthuu’ dari perkataan Asy-Sya’biy rahimahullah.

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Ad-Dunya (281H) rahimahullah dalam kitabnya “Dzamm Al-Malaahiy” no.48:

قَالَ: حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ , قَالَ: حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ دَاودَ , عَنِ الْقَاسِمِ بْنِ سَلْمَانَ , عَنِ الشَّعْبِيِّ , قَالَ: «لُعِنَ الْمُغَنِّي وَالْمُغَنَّى لَهُ»

Ibnu Abi Ad-Dunya berkata: Telah menceritakan kepada kami, Ubaidullah bin Umar; Ia berkata: Telah menceritakan kepadaku Abdullah bin Daud, dari Al-Qaasim bin Salman, dan Asy-Sya’biy, ia berkata: Penyanyi dan yang dinyanyikan untuknya dilaknat.

Biografi perawi sanad Ibnu Abi Ad-Dunya:

1.       Ubaidullah bin Umar bin Maisarah Al-Jusyamiy Al-Qawaririy, Abu Sa’id Al-Bashriy[5].
Meriwayatkan hadits dari: Abdullah bin Daud Al-Hamdaniy, dan selainnya.
Yang meriwayatkan hadits darinya: Al-Bukhariy, Muslim, Abu Daud, Ibnu Abi Ad-Dunya, dan selainnya.
Ibnu Ma’in, Al-‘Ijliy, An-Nasa’iy, dan selainnya mengatakan: Ia tsiqah.
Ia wafat tahun 235 hijriyah.

2.       Abdullah bin Daud bin ‘Aamir Al-Hamdaniy Asy-Sya’biy, Abu Abdirrahman  Al-Khariibiy[6].
Meriwayatkan hadits dari Sufyan Ats-Tsauriy, Sulaiman Al-A’masy, dan selainnya.
Yang meriwayatkan hadits darinya: Ubaidillah bin Umar Al-Qawaririy, Sufyan bin ‘Uyainah, Ali Ibnu Al-Madiniy, dan selainnya.
Ibnu Ma’in, Abu Zur’ah, An-Nasa’iy, Adz-Dzahabiy dan selainnya mengatakan: Ia tsiqah.
Ibnu Hajar mengatakan: Ia tsiqah dan hujjah.
Ia wafat tahun 213 hijriyah.

3.       Al-Qaasim bin Salman[7].
Ia meriwayatkan hadits dari Asy-Sya’biy.
Yang meriwayatkan darinya: Ali bin Tsabit.
Ia disebutkan dalam kitab “Ats-Tsiqaat” karya Ibnu Hibban, dan Imam Bukhariy menyebutnya dalam kitab “At-Taariikh Al-Kabiir” tanpa mencantumkan celaan ataupun pujian baginya.

4.       Asy-Sya’biy: Nama lengkapnya adalah ‘Amir bin Syarahiil, Abu ‘Amr Al-Kuufiy[8].
Ia seorang tabi’iy yang terkenal berilmu tinggi (faqiih) dan banyak meriwayatkan dari sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Yahya bin Ma’in, Abu Zur’ah, dan yang lainnya mengatakan ia tsiqah.
Wafat tahun 103 atau 104 hijriyah, dan ada yang mengatakan ia wafat setelah tahun itu.

Kesimpulan:

Sanad atsar ini cukup bagus. 

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
أَلَا إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ مَا فِيهَا إِلَّا ذِكْرُ اللَّهِ وَمَا وَالَاهُ وَعَالِمٌ أَوْ مُتَعَلِّمٌ [سنن الترمذي: حسنه الألباني]
“Ketahuilah bahwa sesungguhnya dunia ini dilaknat, dilaknat semua yang ada di dalamnya kecuali yang zikir kepada Allah, dan semua yang dicintai oleh Allah, dan seorang ulama atau seorang yang belajar”. [Sunan An-Tirmidzi: Hasan]

Wallahu a’lam!




[1] Lihat biografi “Ibnu Yaasiin” dalam kitab: Sualaat As-Sahmiy hal.230, Taariikh Bagdad karya Al-Khathiib 11/317.
[2] Lihat biografi “Muhammad bin Mu’awiyah” dalam kitab: Ats-Tsiqaat karya Ibnu Hibban 9/116, Taariikh Bagdad 4/444, Tahdziib Al-Kamaal karya Al-Mizziy 26/476, Al-Kaasyif karya Adz-Dzahabiy 2/222, Miizaan Al-I’tidaal karya Adz-Dzahabiy 6/342, Tahdziib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar 3/705, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.897.
[3] Lihat biografi “Umar bin Yaziid” dalam kitab: Al-Kaamil karya Ibnu ‘Adiy 6/55, Taariikh Bagdad 13/11, Miizaan Al-I’tidaal 5/279, Diiwaan Adh-Dhu’afaa’ karya Adz-Dzahabiy hal.299, Lisaan Al-Miizaan karya Ibnu Hajar 6/161.
[4] Lihat biografi “Al-Hasan Al-Bashriy” dalam kitab: Tahdzibul kamal 6/95, Siyar A'lam An-Nubala' karya Adz-Dzahabiy 4/563, Tahdiziib At-Thadziib 1/388.
[5] Lihat biografi " Ubaidillah bin Umar " dalam kitab: Ats-Tsiqaat karya Al-‘Ijliy 2/166, Al-Jarh wa At-Ta'diil karya Ibnu Abi Hatim 5/327, Ats-Tsiqaat karya Ibnu Hibban 8/406, Tadzkirah Al-Huffadz karya Adz-Dzahabiy 2/438, Al-Kaasyif 1/685.
[6] Lihat biografi " Abdullah bin Daud " dalam kitab: Al-Jarh wa At-Ta'diil 5/47, Ats-Tsiqaat karya Ibnu Hibban 7/60, Tahdziib Al-Kamaal 14/458, Tadzkirah Al-Huffadz karya Adz-Dzahabiy 1/337, Al-Kaasyif 1/549.
[7] Lihat biografi " Al-Qaasim bin Salman " dalam kitab: At-Taariikh Al-Kabiir karya Al-Bukhariy 7/165, Ats-Tsiqaat karya Ibnu Hibban 7/366.
[8] Lihat biografi “Asy-Sya’biy” dalam kitab: Tahdzibul kamal 14/28, Siyar A'lam An-Nubala' 4/294.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...