Rabu, 04 Juni 2014

Keistimewaan Ahlul bait

بسم الله الرحمن الرحيم


Beberapa keistimewaan ahlu bait Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

Dihilangkan dosanya dan dibersihkan sebersih-bersihnya

{وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا}
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu [menampakkan aurat] dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. [Al-Ahzaab:33]

Aisyah radhiyallahu 'anha berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam keluar di pagi hari dan membawa kain berbulu hitam, kemudian datang Al-Hasan bin ‘Ali maka beliau memasukkannya dalam kain, kemudian datang Al-Husan maka ia masuk bersamanya, kemudian datang Fathimah maka beliau memasukkannya, kemudian datang Ali maka beliau memasukkannya, kemudian beliau membaca:
{إِنَّمَا يُرِيدُ اللهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا} [الأحزاب: 33]
Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. [Al-Ahzaab:33] [Sahih Muslim]

Umar bin Abi Salamah radhiyallahu 'anhuma berkata: Ketika ayat ini turun kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah Ummu Salamah;
{إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ البَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا} [الأحزاب: 33]
Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, Hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. [Al-Ahzaab:33]
Beliau memanggil Fathimah, Hasan, dan Husain kemudian menutupi mereka dengan kain, lalu berdo’a:
«اللَّهُمَّ هَؤُلَاءِ أَهْلُ بَيْتِي فَأَذْهِبْ عَنْهُمُ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا»
“Ya Allah, mereka ini adalah keluargaku (ahlu bait), maka jauhkanlah dari mereka dosa dan bersihkanlah mereka sebersih-bersihnya”
Maka Ummu Salamah bertanya: Apakah saya bersama mereka, wahai Rasulallah?
Beliau menjawab:
«أَنْتِ عَلَى مَكَانِكِ وَأَنْتِ عَلَى خَيْرٍ»
“Engkau pada tempatmu, dan engkau di atas kebaikan”. [Sunan At-Tirmidziy: Sahih]

Wasiat Rasulullah akan ahlu bait-nya

Zayd bin Arqam radhiyallahu 'anhu berkata: Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri khutbah pada kami di suatu tempat yang disebut “Khum” berada antara Mekah dan Madinah. Maka beliau mensyukuri Allah dan memujinya, menasehati dan mengingatkan, kemudian bersabda:
" أَمَّا بَعْدُ، أَلَا أَيُّهَا النَّاسُ فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رَسُولُ رَبِّي فَأُجِيبَ، وَأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ: أَوَّلُهُمَا كِتَابُ اللهِ فِيهِ الْهُدَى وَالنُّورُ فَخُذُوا بِكِتَابِ اللهِ، وَاسْتَمْسِكُوا بِهِ "
“Amma ba’du, ketahuilah wahai manusia .. sesungguhnya aku hanya seorang manusia yang akan dekat datangnya utusan Tuhanku (malaikat maut) lalu aku menjawab panggilannya (wafat), dan aku meninggalkan pada kalian dua hal yang agung: Yang pertama adalah kitab Allah (Al-Qur’an), di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka pelajarilah kitab Allah dan berpegang teguhlah dengannya”
Lalu beliau menyarankan akan kitab Allah, dan menanamkan kecintaan padanya, kemudian bersabda:
«وَأَهْلُ بَيْتِي أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي، أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي، أُذَكِّرُكُمُ اللهَ فِي أَهْلِ بَيْتِي»
“Dan ahlu bait-ku, aku mengingatkan kalian kepada Allah pada ahlu bait-ku, aku mengingatkan kalian kepada Allah pada ahlu bait-ku, aku mengingatkan kalian kepada Allah pada ahlu bait-ku”
Hushain bertanya kepada Zayd: Siapa itu ahlu bait-nya? Wahai Zayd, bukankah istri-istrinya termasuk ahlu bait-nya?
Zayd menjawab:
نِسَاؤُهُ مِنْ أَهْلِ بَيْتِهِ، وَلَكِنْ أَهْلُ بَيْتِهِ مَنْ حُرِمَ الصَّدَقَةَ بَعْدَهُ
Istri-istrinya adalah bagian dari ahlu bait-nya, akan tetapi yang dimaksud ahli bait-nya di sini adalah yang diharamkan sedekah setelah wafatnya.
Hushain bertanya: Siapakah mereka itu?
هُمْ آلُ عَلِيٍّ وَآلُ عَقِيلٍ، وَآلُ جَعْفَرٍ، وَآلُ عَبَّاسٍ
Mereka adalah keluarga Ali, keluarga ‘Aqiil, keluarga Ja’far, dan keluarga ‘Abbaas.
Hushain bertanya: Apakah mereka semua diharamkan makan sedekah?
Zayd menjawab: Iya. [Sahih Muslim]

Dari Zayd bin Tsabit  radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمْ خَلِيفَتَيْنِ: كِتَابُ اللهِ وَأَهْلُ بَيْتِي"
“Sesungguhnya aku meninggalkan pada kalian dua peninggalan: Kitab Allah (Al-Qur’an) dan ahlu bait-ku”. [Musnad Ahmad: Shahih]

Neraka bagi yang membencinya

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy  radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، لَا يُبْغِضُنَا أَهْلَ الْبَيْتِ رَجُلٌ إِلَّا أَدْخَلَهُ الله النار" [صحيح ابن حبان]
“Demi Yang jiwaku di tangan-Nya, tidak seorang pun yang membenci kami ahlul bait, kecuali Allah akan memasukkannya ke neraka”. [Sahih Ibnu Hibban]

Bani Hasyim; keturunan Abdul Muthalib adalah ahlu bait Rasulullah

Dari Watsilah bin Al-Asqa' radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ اللهَ اصْطَفَى كِنَانَةَ مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ، وَاصْطَفَى قُرَيْشًا مِنْ كِنَانَةَ، وَاصْطَفَى مِنْ قُرَيْشٍ بَنِي هَاشِمٍ، وَاصْطَفَانِي مِنْ بَنِي هَاشِمٍ» [صحيح مسلم]
"Sesungguhnya Allah memilih Kinanah dari anak Ismail, dan memilih Quraisy dari Kinanah, dan memilih Bani Hasyim dari Quraisy, dan memilihku dari Bani Hasyim". [Sahih Muslim]

Keturunan Rasulullah tidak terputus

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«كُلُّ سَبَبٍ وَنَسَبٍ مُنْقَطِعٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَّا سَبَبِي ونَسَبِي» [المعجم الكبير للطبراني: صححه الألباني]
“Semua sebab dan nasab terputus pada hari kiamat kecuali sebab aku dan nasabku”. [Al-Mu’jam Al-Kabiir karya Ath-Thabaraniy: Sahih]

Diharamkan memakan sedekah

Dari Abu Hurairah  radhiyallahu 'anhu; Ketika Al-Hasan dan Al-Husain bermain dengan kurma sedekah dan salah satu dari mereka hendak memakannya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangnya dan bersabda:
«أَمَا عَلِمْتَ أَنَّ آلَ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَأْكُلُونَ الصَّدَقَةَ»
“Tidakkah engkau mengetahui bahwa keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memakan sedekah”. [Sahih Bukhari]

Abdul Muthalib bin Rabi’ah bin Al-Harits bin Abdul Muthalib dan Al-Fadhl bin Abbaas mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta dipekerjakan dalam urusan sedekah, maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ الصَّدَقَةَ لَا تَنْبَغِي لِآلِ مُحَمَّدٍ إِنَّمَا هِيَ أَوْسَاخُ النَّاسِ»
“Sesungguhnya sedekah itu tidak layak bagi keluarga Muhammad, sedekah itu hanyalah kotoran dari harta manusia”
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikahkan mereka berdua dan memberi mereka bagian dari harta rampasan perang. [Sahih Muslim]

Berhak mendapat harta rampasan perang

{وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى} [الأنفال: 41]
Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, rasul, kerabat rasul, … [Al-Anfaal:41]
{مَا أَفَاءَ اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى} [الحشر: 7]
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, … [Al-Hasyr:7]

Keturunan Al-Muthalib juga ahlu bait Rasulullah

Jubair bin Muth’im radhiyallahu 'anhu berkata: Aku berjalan bersama Usman bin ‘Affan menuju Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka kami bertanya: Engkau telah memberi Bani Al-Muthalib bagian harta rampasan perang Khaibar, dan engkau tidak memberi pada kami, padahal kami sederajat dengan mereka darimu.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
«إِنَّمَا بَنُو هَاشِمٍ، وَبَنُو المُطَّلِبِ شَيْءٌ وَاحِدٌ»
“Sesungguhnya Bani Hasyim dan Bani Al-Muthalib adalah satu”
Jubair berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak memberi bagian pada Bani Abdi Syams dan Bani Naufal sedikitpun. [Sahih Bukhari]

Bershalawat kepada mereka

Ka'b bin Ujrah radhiyallahu 'anhu berkata: Maukah kau ku beri hadiah? Sesungguhnya Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam mendatangi kami, lalu kami bertanya: Ya Rasulullah kami sudah tahu bagaimana memberi salam kepadamu, lalu bagaimana kami bershalawat?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Katakanlah ...
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إبراهيم وعلى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ . اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إبراهيم وعلى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد
"Ya Allah .. Berilah salawat kepada Muhammad, dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau bersalawat kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Terpuji lagi Maha Pemurah. Ya Allah .. berilah berkah kepada Muhammad, dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" . [Bukhari dan Muslim]

Abu Sa'id Al-Khudriy radhiyallahu 'anhu berkata: Para sahabat bertanya: Ya Rasulullah cara memberi salam kepadamu kami sudah tahu, lalu bagaimana cara bersalawat?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Ucapkanlah ...
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ عَبْدِكَ وَرَسُولِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيم
"Ya Allah .. Berilah salawat kepada Muhammad hamba-Mu dan Rasul-Mu, sebagaimana Engkau bersalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berilah berkah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim" . [Sahih Bukhari]

Abu Mas'ud Al-Anshary radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi kami di majlis Sa'ad bi 'Ubadah. Lalu Basyir bin Sa'ad berkata: Allah telah memerintahkan kami untuk bersalawat kepadamu Ya Rasulullah, lalu bagaimana caranya?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terdiam sampai kami berharap Basyir tidak bertanya. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Ucapkanlah ...
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد
"Ya Allah .. Berilah salawat kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau bersalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berilah berkah kepada Muhammad dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada keluarga Ibrahim di alam semesta. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" . [Sahih Muslim]

Lihat: Shalawa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Referensi:
الصحيح المسند من فضائل أهل بيت النبوة ، تأليف: أم شعيب الوادعية
العقيدة فى أهل البيت بين الإفراط والتفريط ، تأليف: د. سليمان بن سالم بن رجاء السجيمي
الصحيح المسند من فضائل الصحابة للشيخ مصطفى العدوي
الأحاديث الواردة في فضائل الصحابة ، المؤلف: سعود بن عيد بن عمير الصاعدي

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...