Kamis, 22 Maret 2012

Waktu Ber-Shalawat



بسم الله الرحمن الرحيم


Allah dan para malaikat bershalawat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan orang beriman diperintahkan untuk bershalawat kepadanya. Allah subhanahu wa ta’aalaa berfirman:
{إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا} [الأحزاب: 56]
Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya. [Al-Ahzaab:56]

Diantara keutamaan bershalawat:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ صَلَّى عَلَيَّ وَاحِدَةً صَلَّى الله عَلَيْهِ عَشْرًا» [صحيح مسلم]
"Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali." [Sahih Muslim]

Dalam riwayat lain:
«مَنْ صَلَّى عَلَيَّ مَرَّةً وَاحِدَةً كَتَبَ اللَّهُ لَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ»
“Barangsiapa yang bershalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan mencatat baginya sepuluh kebaikan”. [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Sahih]

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

«مَنْ نَسِيَ الصَّلَاةَ عَلَيَّ، خَطِئَ طَرِيقَ الْجَنَّةِ» [سنن ابن ماجه: حسنه الألباني]
“Barangsiapa yang lupa bershalawat kepadaku maka jalan ke surga meleset darinya”. [Sunan Ibnu Majah: Hasan]

Setiap saat dan di mana pun berada kita diperintahkan bershalawat untuk Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
«لَا تَتَّخِذُوا قَبْرِي عِيدًا، وَلَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قُبُورًا، وَحَيْثُمَا كُنْتُمْ فَصَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ تَبْلُغُنِي» [مسند أحمد: حسن]
"Jangan kalian menjadikan kuburanku momen hari raya, dan jangan kalian menjadikan rumahmu sebagai kuburan, dan di manapun kalian berada bershalawat untukku, karena sesungguhnya shalawatmu sampai kepadaku". [Musnad Ahmad: Hasan]

Namun ada beberapa waktu yang ditekankan bagi kita untuk bershalawat, diantaranya:

1.     Ketika nama Rasulullah disebut.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
«رَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ، وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ ثُمَّ انْسَلَخَ قَبْلَ أَنْ يُغْفَرَ لَهُ، وَرَغِمَ أَنْفُ رَجُلٍ أَدْرَكَ عِنْدَهُ أَبَوَاهُ الكِبَرَ فَلَمْ يُدْخِلَاهُ الجَنَّةَ» [سنن الترمذي : صححه الألباني]
"Hinalah orang yang jika namaku disebut dekatnya ia tidak bershalawat untukku. Hinalah orang yang mendapati bulan Ramadhan dan berlalu sebelum dosanya diampuni. Hinalah orang yang mendapati kedua orang tuanya di masa tua lalu ia tidak masuk surga dengan berbakti pada keduanya". [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Dari Husain bin Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
«البَخِيلُ الَّذِي مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ» [سنن الترمذي: حسن صحيح]
"Sesungguhnya orang kikir itu adalah orang yang jika disebutkan namaku di sisinya ia tidak bershalawat untukku. [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Dari Muhammad bin Ali bin Husain rahimahullah; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ ذُكِرْتُ عِنْدَهُ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيَّ فَقَدْ خَطِئَ طَرِيقَ الْجَنَّةِ»
“Barangsiapa yang disebutkan namaku di sampingnya lalu ia tidak bershalawat kepadaku maka jalan ke surga meleset darinya”. [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Mursal Sahih]

2.     Setelah mendengar adzan.
Dari Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash radhiyallahu 'anhuma, Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
«إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ، لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ» [صحيح مسلم]
"Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan orang yang adzan (muazzin), kemudian bershalawatlah untukku, karena sesungguhnya barangsiapa yang bershalawat untukku maka Allah akan bershalawat untuknya sepuluh kali, kemudian mintalah kepada Allah untukku "Al-Wasilah", yaitu tempat yang paling mulia di surga, tidak ada yang berhak menghuninya kecuali untuk seseorang dari hamba Allah, dan aku berharap akulah orangnya, maka barangsiapa yang meminta untukku "al-wasilah" maka ia berhak mendapatkan syafa'at”. [Sahih Muslim]

3.     Ketika tasyahhud dalam shalat.
Ka'b bin Ujrah radhiyallahu 'anhu berkata: Maukah kau ku beri hadiah? Sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendatangi kami, lalu kami bertanya: Ya Rasulullah kami sudah tau bagaimana memberi salam kepadamu, lalu bagaimana kami bershalawat?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: Katakanlah ...
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إبراهيم وعلى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ . اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إبراهيم وعلى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيد
"Ya Allah .. Berilah shalawat untuk Muhammad, dan untuk keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau bershalawat untuk Ibrahim dan untuk keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Terpuji lagi Maha Pemurah. Ya Allah .. berilah berkah kepada Muhammad, dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi berkah kepada Ibrahim dan kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Terpuji lagi Maha Pemurah" . [Bukhari dan Muslim]

4.     Ketika berdo'a.
Fadhalah bin Ubaid radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mendengar seseorang berdo'a dalam shalatnya dan tidak memuji Allah dan tidak pula bershalawat untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, maka beliau berkata: "Orang ini terburu-buru". Kemudian Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam memanggilnya dan berkata:
" إِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ فَلْيَبْدَأْ بِتَحْمِيدِ رَبِّهِ جَلَّ وَعَزَّ وَالثَّنَاءِ عَلَيْهِ ، ثُمَّ يُصَلِّى عَلَى النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم ، ثُمَّ يَدْعُو بَعْدُ بِمَا شَاءَ " [سنن أبى داود: صححه الألباني]
"Jika seseorang dari kalian berdo'a maka mulailah dengan menysukuri Tuhannya jalla wa 'azza dan memuji-Nya, kemudian bershalawat untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, kemudian berdo'a setelah itu dengan apa saja yang ia inginkan". [Sunan Abi Daud: Sahih]

5.     Saat duduk dalam satu majlis.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَا قَعَدَ قَوْمٌ مَقْعَدًا لَا يَذْكُرُونَ فِيهِ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ، وَيُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ، وَإِنْ دَخَلُوا الْجَنَّةَ لِلثَّوَابِ» [مسند أحمد: صحيح]
"Tidaklah suatu kaum duduk dalam satu majlis tampa berzikir mengingat Allah dan bershalawat untuk Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam, kecuali akan menjadi penyesalan bagi mereka di hari kiamat sekalipun mereka sudah masuk surga karena pahalanya". [Musnad Ahmad: Sahih]

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ، وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ، إِلَّا كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً، فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ» [سنن الترمذي: صحيح]
"Tidaklah suatu kaum duduk dalam satu majlis dan tidak mengingat Allah dan tidak pula bershalawat untuk Nabi mereka, kecuali mereka akan merasakan kerugian dan penyesalan, jika Allah menghendaki mereka akan dihukum, dan jika Allah menghendaki mereka akan diampuni." [Sunan Tirmidzi: Sahih]

6.     Ketika shalat tahajjud (qiyamullail).
Ubai bin Ka'b radhiyallahu 'anhu berkata:
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُصَلِّي مِنَ اللَّيْلِ أَفَأَجْعَلُ لَكَ ثُلُثَ صَلَاتِي
Ya Rasulullah, sesungguhnya aku mendirikan salat di waktu malam, apakah aku jadikan sepertiga do'aku dengan bershalawat untukmu?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: «الشَّطْرُ»
"Jadikan seperduanya".
Ubai berkata: أَفَأَجْعَلُ لَكَ شَطْرَ صَلَاتِي
Apakah aku jadikan seperduanya?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: «الثُّلُثَانِ أَكْثَرُ»
"Dua pertiga lebih banyak".
Ubai berkata: أَفَأَجْعَلُ لَكَ صَلَاتِي كُلَّهَا؟
Apakah aku jadikan semuanya untukmu?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:
 «إِذَنْ يُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ كُلُّهُ»
"Kalau begitu, dosamu akan diampuni semuanya". [Fadhlu Ash-Shalaah ‘ala An-Nabiy: Hasan]

Dalam riwayat lain; Ubaiy berkata:
يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أُكْثِرُ الصَّلَاةَ عَلَيْكَ فَكَمْ أَجْعَلُ لَكَ مِنْ صَلَاتِي؟
Aku banyak bershalawat untukmu, berapa banyak aku harus bershalawat untukmu dalam do'aku?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab: «مَا شِئْتَ»
"Sesukamu".
Ubai berkata: الرُّبُعَ
Aku jadikan seperempatnya?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:
«مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ»
"Sesukamu, tapi jika kamu tambah akan lebih baik untukmu".
Ubai berkata: النصف
Aku jadikan seperduanya?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:
 «مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ»
"Sesukamu, tapi jika kamu tambah akan lebih baik untukmu".
Ubai berkata: فالثلثين
Aku jadikan seperduanya?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:
«مَا شِئْتَ فَإِنْ زِدْتَ فَهُوَ خَيْرٌ لَكَ»
"Sesukamu, tapi jika kamu tambah akan lebih baik untukmu".
Ubai berkata: أَجْعَلُ لَكَ صَلَاتِي كُلَّهَا
Aku jadikan do'aku seluruhnya dengan bershalawat untukmu.
Rasulullah shallalahu'alaihi wasallam bersabda:
«إِذًا تُكْفَى هَمَّكَ، وَيُغْفَرُ لَكَ ذَنْبُكَ»
"Jika demikian beban pikiranmu akan dicukupi, dan dosamu akan diampuni". [Sunan Tirmidzi: Hasan]

7.     Dalam shalat jenazah, setelah takbir kedua.
Abu Umamah bin Sahl radhiyallahu 'anhu berkata: Seorang sahabat Nabi shallalahu'alaihi wasallam menceritakan:
أَنَّ السُّنَّةَ فِي الصَّلَاةِ عَلَى الْجَنَازَةِ أَنْ يُكَبِّرَ الْإِمَامُ ثُمَّ يَقْرَأُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ بَعْدَ التَّكْبِيرَةِ الْأُولَى سِرًّا فِي نَفْسِهِ، ثُمَّ يُصَلِّي عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَيَخْلُصُ الدُّعَاءَ لِلْجَنَازَةِ فِي التَّكْبِيرَاتِ، لَا يَقْرَأُ فِي شَيْءٍ مِنْهُنَّ، ثُمَّ يُسَلِّمُ سِرًّا فِي نَفْسِهِ [مسند الشافعي]
"Sesungguhnya yang disunnah dalam salat jenazah adalah; imam takbir kemudian membaca surah Al-fatihah dalam hati, kemudian bershalawat untuk Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kemudian mengikhlaskan do'a untuk arwah jenazah pada takbir-takbir berikutnya, tidak membaca sesuatupun selainnya, kemudian salam dalam hati." [Musnad Asy-Syafi'i: Sanadnya sahih]

8.     Pada hari jum'at.
Dai Aus bin Aus radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
« إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فَأَكْثِرُوا عَلَىَّ مِنَ الصَّلاَةِ فِيهِ فَإِنَّ صَلاَتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَىَّ »
“Sesungguhnya di antara hari terbaik kalian adalah hari Jum'at, pada hari itu Adam diciptakan dan pada hari itu diwafatkan, dan pada hari itu terompet kiamat ditiup dan pada hari itu manusia dibangkitkan. Maka perbanyaklah kalian bershalawat padaku di hari Jum'at, karena sesungguhnya salawatmu itu diperlihatkan padaku”.
Sahabat bertanya: Ya Rasulullah, bagaimana shalawat kami diperlihatkan padamu sedangkan jasadmu sudah hancur?
Rasulullah  shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
« إِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى حَرَّمَ عَلَى الأَرْضِ أَجْسَادَ الأَنْبِيَاءِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِمْ » [سنن أبى داود: صححه الألباني]
“Sesungguhnya Allah mengharamkan bagi bumi untuk memakan jasad para Nabi”. [Sunan Abi Daud: Sahih]

Dari Abu Umamah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu'alaihi wasallam bersabda:
" أَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَلَاةِ فِي كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ , فَإِنَّ صَلَاةَ أُمَّتِي تُعْرَضُ عَلَيَّ فِي كُلِّ يَوْمِ جُمُعَةٍ، فَمَنْ كَانَ أَكْثَرَهُمْ عَلَىَّ صَلَاةً كَانَ أَقْرَبَهُمْ مِنِّي مَنْزِلَةً " [شعب الإيمان للبيهقي: حسن]
"Perbanyaklah kalian bershalawat untukku setiap hari Jum'at, karena shalawat umatku diperlihatkan padaku di setiap hari Jum'at, dan barangsiapa yang paling banyak shalawatnya untukku maka dialah yang paling dekat kedudukannya dariku". [Syu'ab Al-Iman karya Al-Baehiqy: Hasan]

Wallahu a'lam!


Lihat juga: Shalawat Nabi
                  Keutamaan bershalawat 
                  Hakikat sejarah Nabi

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...