Jumat, 26 April 2013

Keutamaan hafal 40 hadits

بسم الله الرحمن الرحيم


Hadits tentang keutamaan menghafal 40 hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diriwayatkan dari beberapa sahabat radhiyallahu ‘anhum. Di antaranya:

1.     Hadits Salman radhiyallahu ‘anhu

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asaakir (571H) dalam kitabnya “Tarikh Dimasyq” 43/145:
عن محمد بن إبراهيم الشامي عن محمد بن يوسف الفريابي عن سفيان الثوري عن ليث عن مجاهد عن سلمان قال: سألت رسول الله صلى الله عليه وسلم فقلت: يا رسول الله الأربعين حديثا الذي ذكرت؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من حفظها على أمتي دخل الجنة وحشره الله مع الأنبياء والعلماء .
Salman berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Ya Rasulullah .. bagaimana dengan 40 hadits yang engkau sebutkan?
Rasulullah menjawab: Barangsiapa yang menghafalnya untuk umatku maka ia akan masuk surga dan Allah akan membangkitkannya di hari kiamat bersama para Nabi dan ulama.

Hadits ini sangat lemah karena dalam sanadnya ada rawiy yang bernama Muhammad bin Ibrahim Asy-Syaamiy[1] Ad-Dimasyqiy; Ibnu Hibban (354H) mengatakan: Ia seorang pemalsu hadits. Sedangkan Ad-Daraquthniy (385H) mengatakan: Ia seorang pembohong.
Adz-Dzahabiy (748H) mengatakan: Hadits ini adalah suatu kebohongan. [Miizaan Al-I’tidaal 3/155]

2.     Hadits Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu

Diriwayatkan oleh Al-Aajurriy (360H) dalam kitabnya “Al-Arba’uuna Haditsan” no.45, dan Ibnu ‘Asaakir dalam kitabnya “Al-Arba’uun Al-Buldaniyah” no.2:
عن مُحَمَّد بْن إِبْرَاهِيمَ السَّائِحُ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْمَجِيدِ بْنُ عَبْدِ الْعَزِيزِ بْنِ أَبِي رَوَّادٍ، عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ حَفِظَ عَلَى أُمَّتِي أَرْبَعِينَ حَدِيثًا مِنْ أَمْرِ دِينِهَا بَعَثَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِي زُمْرَةِ الْفُقَهَاءِ وَالْعُلَمَاءِ»
“Barangsiapa yang menghafal untuk umatku 40 hadits tentang urusan agamanya maka Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat bersama golongan fuqaha dan ulama”

Hadits ini sangat lemah karena dalam sanadnya ada rawiy yang bernama Muhammad bin Ibrahim As-Saaih atau Asy-Syaamiy Ad-Dimasyqiy yang meriwayatkan juga hadits Salman radhiyallahu 'anhu di atas.

3.     Hadits Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asaakir dalam kitabnya “Al-Arba’uun Al-Buldaniyah” no.4 dan 5:
عن مُحَمَّد بْن حَفْصٍ الْحَرَّامِيُّ ثَنَا عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ مُحَمَّدٍ الأَسَدِيُّ ثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ عَيَّاشٍ عَنْ عَاصِمٍ عَنْ أَبِي وَائِلٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَفِظَ عَلَى أُمَّتِي أَرْبَعِينَ حَدِيثًا يَنْفَعُهُمُ اللَّهُ بِهَا قِيلَ لَهُ ادْخُلِ الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْت
“Barangsiapa yang menghafal untuk umatku 40 hadits, Allah memberi mereka manfaat dengan hadits-hadits tersebut maka akan dikatakan kepadanya pada hari kiamat: Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang engkau inginkan”

Adz-Dzahabiy rahimahullah mengatakan: Hadits ini adalah bathil (sangat lemah). [Miizaan Al-I’tidaal 4/315]
Pada biografi Muhammad bin Hafs, Adz-Dzahabiy juga berkata: Yang menyebabkan hadits ini sangat lemah adalah dia dan gurunya (yaitu Abdurrahman bin Muhammad Al-Asadiy). [Miizaan Al-I’tidaal 6/122]

4.     Hadits Abu Ad-Dardaa’ radhiyallahu ‘anhu

Diriwayatkan oleh Abu Bakr Asy-Syafi’iy (354H) dalam kitabnya Al-Fawaid no.389, dan Ibnu ‘Asaakir dalam kitabnya “Al-Arba’uun Al-Buldaniyah” no.1:
عن عَبْد الْمَلِكِ بْن هَارُونَ بْنِ عَنْتَرَةَ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ جَدِّهِ، عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ حَفِظَ عَلَى أُمَّتِي أَرْبَعِينَ حَدِيثًا مِنْ أَمْرِ دِينِهَا بَعَثَهُ اللَّهُ تَعَالَى فَقِيهًا وَكُنْتُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَافِعًا وَشَهِيدًا»
“Barangsiapa yang menghafal untuk umatku 40 hadits tentang urusan agamanya maka Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat sebagai seorang ulama dan aku sebagai pembela dan saksi untuknya”

Hadits ini sangat lemah karena pada sanadnya ada rawiy yang bernama Abdul Malik bin Harun bin Antarah[2]; dituduh sebagai pembohong dan pemalsu hadits oleh Ibnu Ma’in, Ad-Daraquthniy, Al-Jauzajaniy, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim rahimahumullah.

5.     Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adiy (365H) dalam kitabnya “Al-Kaamil” 5/150:
عن عَمْرو بْن الْحُصَيْنِ، حَدَّثَنا ابْنُ علاقة، حَدَّثَنا خَصِيفٌ عَنْ مُجَاهِدٍ، عَن أَبِي هُرَيْرَةَ، قَال: قَال رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ حَفِظَ عَلَى أُمَّتِي أَرْبَعِينَ حَدِيثًا مِمَّا يَنْفَعُهُمْ مِنْ أَمْرِ دِينِهِمْ بُعِثَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْعُلَمَاءِ .
“Barangsiapa yang menghafal untuk umatku 40 hadits yang bermanfaat bagi mereka dalam urusan agamanya maka Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat sebagai seorang ulama”

Hadits ini sangat lemah, karena dalam sanadnya ada rawiy yang bernama ‘Amru bin Al-Hushain Al-‘Uqailiy[3]; Abu Hatim, Ibnu ‘Adiy, Ad-Daraquthniy, dan Ibnu Hajar mengatakan: Haditsnya ditolak (matruuk).
Adz-Dzahabiy mengatakan: Nampaknya hadits ini dipalsukan oleh Ibnu Al-Hushain. [Miizaan Al-I’tidaal 6/203]

6.     Hadits Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma

Diriwayatkan dengan beberapa sanad, di antaranya:

a.      Diriwayatkan oleh Al-Hasan bin Sufyan An-Nasawiy (303H) dalam kitabnya “Al-Arba’uun” no.42:
عن إِسْحَاقُ بْنُ نَجِيحٍ، عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ، عَنْ عَطَاءِ بْنِ أَبِي رَبَاحٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ حَفِظَ عَلَى أُمَّتِي أَرْبَعِينَ حَدِيثًا مِنَ السُّنَّةِ كُنْتُ لَهُ شَفِيعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ»
“Barangsiapa yang menghafal untuk umatku 40 hadits dari As-Sunnah, maka aku akan menjadi pembelanya di hari kiamat”

Hadits ini sangat lemah karena dalam sanadnya ada rawiy yang bernama Ishaq bin Najiih Al-Mulathiy[4]; Ibnu Ma’in mengatakan: Ia seorang pembohong. Imam Ahmad mengatakan: Ia adalah orang yang paling pembohong. Al-Fallaas mengatakan: Ia seorang pemalsu hadits.

b.      Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adiy dalam kitabnya “Al-Kaamil” 3/18:
عن خالد بن يزيد ثنا ابن جريج عن عطاء عن ابن عباس قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من حفظ على أمتي أربعين حديثا من السنة كنت له شهيدا يوم القيامة
“Barangsiapa yang menghafal untuk umatku 40 hadits dari As-Sunnah maka aku akan menjadi saksi untuknya pada hari kiamat”

Sanad ini juga sangat lemah karena ada rawiy yang bernama Khalid bin Yaziid Al-‘Umariy[5]; Yahya bin Ma’in dan Abu Hatim mengatakan: Ia seorang pembohong. Dan Ibnu Hibban mengatakan: Ia meriwayatkan hadits-hadits pemalsu.
Lihat: Silsilah hadits dhaif dan maudhuu’ karya syekh Albaniy rahimahullah 10/97 no.4589.

7.     Hadits Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu ‘anhu

Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Asakir dalam kitabnya “Al-Mu’jam” no.316 dan 715:
عن أبي الخير زيد بن عبد الله بن رفاعة الهاشمي حدثني علي بن شعيب البزاز بالرقة ثنا إسماعيل بن إبراهيم الأسدي ثنا عباد بن إسحاق ثنا عبد الرحمن بن معاوية عن الحارث مولى ابن سباع عن أبي سعيد الخدري قال سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: من حفظ على أمتي أربعين حديثا من سنتي أدخلته يوم القيامة في شفاعتي.
“Barangsiapa yang menghafal untuk umatku 40 hadits dari sunnahku maka aku akan memasukkannya pada hari kiamat pada golongan yang berhak mendapat syafa’atku”

Hadits ini sangat lemah karena di sanadnya ada rawiy yang bernama Abu Al-Khaer Zaid bin Abdillah bin Rifa’ah Al-Hasyimiy[6], ia terkenal sebagai pemalsu hadits. Al-Khathiib mengatakan: Ia seorang pembohong.

8.     Hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu

Diriwayatkan dengan beberapa sanad, di antaranya:

a.      Diriwayatkan oleh Abu Nu’aim (430H) dalam kitabnya “Akhbaar Ashbahaan” 1/206:
عن أبي إسحاق الحجازي ، عن المعلى ، عن السدي ، عن أنس بن مالك ، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : « من حمل من أمتي أربعين حديثا بعثه الله فقيها عالما »
“Barangsiapa yang menghafal 40 hadits dari umatku maka Allah akan membangkitkannya di hari kiamat sebagai seorang ahli fiqhi dan ulama”

Sanad ini sangat lemah karena ada rawiy yang bernama Abu Ishaq Al-Hijaziiy[8]; Ibnu Hibban mengatakan: Ia banyak meriwayatkan hadits-hadits mungkar yang sangat lemah, haditsnya tidak boleh dijadikan hujjah.

b.      Diriwayatkan oleh An-Nasawiy dalam kitabnya “Al-Arba’uun” no.41:
عن حَفْص بْن جَمِيعٍ، عَنْ أَبَانَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ حَفِظَ عَلَى أُمَّتِي أَرْبَعِينَ حَدِيثًا مِمَّا يَحْتَاجُونَ إِلَيْهِ كَتَبَهُ اللَّهُ فَقِيهًا»
Sanad ini juga sangat lemah karena ada rawiy yang bernama Hafsh bin Jamii’[7]; Periwayatan haditsnya dilemahkan oleh Abu Hatim, Abu Zur’ah, Ibnu Hajar dan yang lainnya.
Sedangkan Abaan bin Abi ‘Ayyasy[9]; Ibnu Ma’in, Abu Hatim, An-Nasa’iy, Ad-Daraquthniy, dan Ibnu Hajar mengatakan: Haditsnya ditolak (matruuk).

c.       Diriwayatkan oleh Ibnu ‘Adiy dalam kitabnya “Al-Kaamil” 5/55:
عن سليمان بن سلمة، حَدَّثَنا نَصْرُ بْنُ اللَّيْثِ، حَدَّثني عُمَر بن شاكر، قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسٍ يَقُولُ: سَمعتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يقُول: مَن حَمَلَ عَنْ أُمَّتِي أَرْبَعِينَ حَدِيثًا بَعَثَهُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقِيهًا عَالِمًا.
Sanad ini juga sangat lemah karena ada rawiy yang bernama Sulaiman bin Salamah Al-Khabaairiy[10]; Abu Hatim megatakan: Haditsnya ditolak (matruuk). Sedangkan Ibnu Al-Junaid dan Al-Azdiy mengklaimnya sebagai pembohong.
Dan periwayatan hadits Umar bin Syakir[11] dianggap lemah oleh Abu Hatim, Ibnu Hajar dan yang lainnya.

d.      Disebutkan oleh Ibnu Al-Jauziy dalam kitabnya “Al-‘Ilal Al-Mutanahiyah” 1/125 no.182:
عن أبي داؤد الأعمى عن أنس أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: من حفظ على أمتي أربعين حديثا من أمر دينهم بعثه الله عز و جل يوم القيامة فقيها
Sanad ini juga sangat lemah karena ada rawiy yang bernama Abu Daud Al-A’maa nama aslinya Nufai’ bin Al-Harits[12]; An-Nasa’iy, Ad-Daraquthniy dan Ibnu Hajar mengatakan: Haditsnya ditolak (matruuk). Sedangkan Qatadah dan Ibnu Ma’in mengatakan: Ia seorang pembohong.

9.     Hadits Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu

Diriwayatkan oleh Al-Bakriy (656H) dalam kitabnya “Al-Arba’uun” hal.29:
عن عبد الله بن أحمد بن عامر الطائي، حدثني أبي، حدثني علي بن موسى بن جعفر، حدثني أبي موسى ابن جعفر، حدثني أبي جعفر بن محمد، حدثني أبي محمد بن علي، حدثني أبي علي بن الحسين، حدثني أبي الحسين بن علي، حدثني أبي علي بن أبي طالب -رضي الله عنهم أجمعين- قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: ((من حفظ على أمتي أربعين حديثاً ينتفعون بها بعثه الله عز وجل يوم القيامة فقيهاً عالماً))
“Barangsiapa yang menghafal untuk umatku 40 hadits yang bermanfaat bagi mereka maka Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat sebagai seorang ahli fiqhi dan ulama”

Hadits ini sangat lemah karena dalam sanadnya ada rawiy yang bernama Abdullah bin Ahmad bin ‘Amir Ath-Thaaiy[13]; Ibnu Al-Jauziy berkata: Ia meriwayatkan dari bapaknya hadits-hadits yang bathil (sangat lemah). [Al-‘Ilal Al-Mutanahiyah 1/119]
Adz-Dzahabiy menuduhnya sebagai pemalsu hadits.

10.  Hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma

Diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr (463H) dalam kitabnya “Jami’ Bayaan Al-‘Ilmi wa Fadhlihi” 1/193 no.205:
عن يعقوب بن إسحاق بن إبراهيم بن يزيد بن حجر العسقلاني بعسقلان، قال: حدثنا أبو أحمد حميد بن مخلد بن زنجويه، نا يحيى بن عبد الله بن بكير، قال: حدثنا مالك بن أنس، عن نافع مولى ابن عمر، عن ابن عمر، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: " من حفظ على أمتي أربعين حديثًا من السنة حتى يؤديها إليهم كنت له شفيعًا أو شهيدًا يوم القيامة "
“Barangsiapa yang menghafal untuk umatku 40 hadits dari As-Sunnah sampai ia menyampaikannya kepada mereka maka aku akan menjadi pembela dan saksi untuknya di hari kiamat”

Hadits ini sangat lemah karena dalam sanadnya ada rawiy yang bernama Ya’quub bin Ishaq Al-‘Asqalaniy[14]; Adz-Dzahabiy mengatakan: Ia seorang pembohong.

Diriwayatkan juga oleh Al-Bakriy dalam kitabnya “Al-Arba’uun” hal.34:
عن القاضي أبي نصر محمد بن علي بن عبيد الله بن ودعان، ثنا أبو سعيد الأذني، ثنا أبو محمد عبد الله بن أحمد القاضي، ثنا أبي، ثنا أبو علي الحسن بن الصباح البزار، ثنا سفيان بن عيينة، عن عمرو بن دينار، عن عبد الله بن عمر، قال: قال رسول الله - صلى الله عليه وسلم -: ((من نقل عني إلى من لم يلحقني من أمتي أربعين حديثاً كتب في زمرة العلماء وحشر في جملة الشهداء)) .
Sanad ini juga sangat lemah karena ada rawiy yang bernama Al-Qadhiy Abu Nashr Muhammad bin Ali bin ubaidillah bin Wad’aan[15]; Abu Thaahir As-Silafiy mengatakan: Ia dianggap sebagai pembohong.

11.  Hadits Nuwairah radhiyallahu ‘anhu

Diriwayatkan oleh Al-Bakriy dalam kitabnya “Al-Arba’uun” hal.45:
عن عمر بن هارون، ثنا مغلس بن عبدة العجلي، عن خاله مقاتل بن حيان، عن قتادة، عن نويرة، صاحب النبي - صلى الله عليه وسلم - قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ((من حفظ على أمتي أربعين حديثاً في دينها حشر مع العلماء يوم القيامة))
“Barangsiapa yang menghafal untuk umatku 40 hadits tentang agamanya maka Allah akan mengumpulkannya bersama para ulama di hari kiamat”

Hadits ini sangat lemah karena dalam sanadnya ada rawiy yang bernama Umar bin Harun Al-Balkhiy[16]; An-Nasa’i dan Ibnu Hajar mengatakan haditsnya ditolak (matruuk). Sedangkan Ibnu Ma’in mengatakan: Ia seorang pembohong.

12.  Hadits Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu

Diriwayatkan oleh Ibnu Al-Jauziy dalam kitabnya “Al-‘Ilal Al-Mutanahiyah” 1/122 no.171:
عن علي بن الحسن قال أنا عبد الرزاق عن معمر عن أبي غالب عن أبي أمامة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: من حفظ على امتي اربعين حديثا فيما ينوبهم وينفعهم في امر دينهم حشره الله يوم القيامة فقيها
“Barangsiapa yang menghafal untuk umatku 40 hadits yang bermanfaat bagi mereka dalam urusan agamanya maka Allah akan membangkitkannya pada hari kiamat sebagai seorang ulama”

Hadits ini sangat lemah karena dalam sanadnya ada rawiy yang bernama Ali bin Al-Hasan Ash-Shaffaar[17]; Adz-Dzahabiy mengatakan: Ia dianggap sebagai pemalsu hadits ini.

13.  Hadits Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu ‘anhuma

Disebutkan oleh Ibnu Al-Jauziy dalam kitabnya “Al-‘Ilal Al-Mutanahiyah” 1/124 no.178:
عن محمد بن مضر عن بوري بن الفضل ولا يعرفان عن ابن المبارك عن اسماعيل بن رافع عن اسماعيل بن عبيدالله عن عبدالله بن عمرو بن العاص قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من كتب اربعين حديثا رجاء ان يغفر الله له غفر له وأعطاه ثواب الشهداء الذين قتلوا بعبادان وعسقلان
“Barangsiapa yang menulis 40 hadits mengharapkan ampunan dari Allah untuknya, maka Allah akan mengampuninya dan memberinya pahala syuhada yang terbunuh di perang ‘Abdan dan ‘Asqalaan”

Hadits ini sangat lemah karena dalam sanadnya ada rawiy yang bernama Muhammad bin Mudhar[18] dan Buriy bin Al-Fadhl[19]; Adz-Dzahabiy mengatakan: Salah satu dari keduanya yang memalsukan hadits ini.

14.  Hadits Jabir bin Samurah radhiyallahu ‘anhuma

Disebutkan oleh Ibnu Al-Jauziy dalam kitabnya “Al-‘Ilal Al-Mutanahiyah” 1/125 no.179:
عن شيبان بن فروخ عن مبارك عن الحسن عن جابر بن سمرة قال قال رسول الله صلى الله عليه و سلم من ترك اربعين حديثا بعد موته فهو رفيقي في الجنة
“Barangsiapa yang mewariskan 40 hadits setelah ia wafat maka ia akan bersamaku di surga”

Hadits ini sangat lemah, Ibnu Al-Jauziy mengatakan: Perawi hadits ini banyak yang tidak diketahui identitasnya (majhuul).

Kesimpulan:

Semua sanad hadits ini sangat lemah, tidak bisa saling menguatkan sekalipun jumlahnya banyak.
Imam An-Nawawiy (676H) rahimahullah mengatakan: Hadits ini diriwayatkan dari beberapa sahabat Rasulullah dan semua sanadnya lemah dan tidak sahih. [Fatawa An-Nawawiy hal.248]
Ibnu Al-Mulaqqin (804H) rahimahullah mengatakan: Para ulama sepakat bahwa hadits ini lemah sekalipun sanadnya banyak. [Al-Badru Al-Muniir 7/278]

Akan tetapi keutamaan menghafal dan menyampaikan hadits walaupun hanya satu diriwayatkan dari Zayd bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«نَضَّرَ اللَّهُ امْرَأً سَمِعَ مِنَّا حَدِيثًا، فَحَفِظَهُ حَتَّى يُبَلِّغَهُ، فَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ إِلَى مَنْ هُوَ أَفْقَهُ مِنْهُ، وَرُبَّ حَامِلِ فِقْهٍ لَيْسَ بِفَقِيهٍ» [سنن أبي داود: صحيح]
“Allah memberi cahaya pada wajah (atau kenimatan) pada orang yang mendengar dariku suatu hadits kemudian ia menghafalnya untuk ia sampaikan kepada orang lain. Karena bisa jadi seorang yang menghafal suatu ilmu kemudian menyampaikannya kepada orang yang lebih paham darinya, dan bisa jadi orang yang menghafal suatu ilmu tapi ia tidak paham”. [Sunan Abu Daud: Sahih]

Wallahu a’lam!




[1] Lihat biografi Muhammad bin Ibrahim dalam kitab: Al-Majruhiin karya Ibnu Hibban 2/301, Al-Kaamil karya Ibnu 'Adiy 6/271, Adh-Dhu'afaa' karya Abu Nu'aim hal.144, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 3/38, Miizaan Al-I'tidaal karya Adz-Dzahabiy 6/33, Al-Kasyf Al-Hatsits karya Ibnu Al-‘Ajamiy hal.214, Taqriib At-Tahdziib karya Ibnu Hajar hal.466.
[2] Lihat biografi Abdul Malik bin Harun dalam kitab: Taariikh Ibnu Ma'in riwayat Ad-Duuriy 3/349, Adh-Dhu'afaa' Ash-Shagiir karya Al-Bukhariy hal.77, Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.209, Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir karya Al-'Uqaily 3/38, Al-Majruhiin 2/133, Al-Kaamil 5/304, Adh-Dhu'afaa' karya Abu Nu'aim hal.105, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/153, Miizaan Al-I'tidaal 4/414, Lisaan Al-Miizaan karya Ibnu Hajar 5/276.
[3] Lihat biografi ‘Amru bin Al-Hushain dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Abu Zur'ah Ar-Raziy 2/512, Adh-Dhu'afaa' karya Ad-Daraquthniy 2/165, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/224, Miizaan Al-I'tidaal  5/306, Taqriib At-Tahdziib hal.420.
[4] Lihat biografi Ishaq bin Najiih dalam kitab: Taariikh Ibnu Ma'in riwayat Ibnu Mihraz 1/51, Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.153, Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir karya Al-'Uqaily 1/105, Al-Jarh wa At-Ta'diil karya Ibnu Abi Hatim 2/235, Al-Kaamil 1/329, Adh-Dhu'afaa' karya Ad-Daraquthniy 1/257, Adh-Dhu'afaa' karya Abu Nu'aim hal.61 , Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/104, Miizaan Al-I'tidaal 1/354, Al-Kasyfu Al-Hatsiits hal.66, Taqriib At-Tahdziib hal.103.
[5] Lihat biografi Khalid bin Yaziid dalam kitab: Taariikh Al-Kabiir karya Al-Bukhariy 3/184, Adh-Dhu'afaa' Al-Kabiir 2/17, Al-Jarh wa At-Ta'diil 3/360, Al-Majruhiin 1/284, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/252, Miizaan Al-I'tidaal 2/431, Lisaan Al-Miizaan 3/345.
[6] Lihat biografi Abu Al-Khaer dalam kitab: Taariikh Bagdad karya Al-Khathiib 9/459, Miizaan Al-I'tidaal 3/152, Lisaan Al-Miizaan 3/554.
[7] Lihat biografi Hafsh bin Jamii’ dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya Abu Zur'ah Ar-Raziy 3/802, Al-Jarh wa At-Ta'diil 3/170, Al-Majruhiin 1/256, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/220, Miizaan Al-I'tidaal 2/317, Taqriib At-Tahdziib hal.172.
[8] Lihat biografi Abu Ishaq Al-Hijaaziy dalam kitab: Al-Majruhiin 3/154, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 3/226, Diwaan Adh-Dhu’afaa’ karya Adz-Dzahabiy hal.451.
[9] Lihat biografi Abaan bin Abi ‘Ayyasy dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Ash-Shagiir hal.24, Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.148 , Al-Jarh wa At-Ta'diil 2/295, Al-Majruhiin 1/96, Al-Kaamil 1/381, Adh-Dhu'afaa' karya Ad-Daraquthniy 1/258, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 1/19, Miizaan Al-I'tidaal 1/124, Taqriib At-Tahdziib hal.87.
[10] Lihat biografi Sulaiman bin Salamah dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.186, Al-Jarh wa At-Ta'diil 4/121, Al-Kaamil 3/293, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/20, Miizaan Al-I'tidaal 3/297, Al-Kasyf Al-Hatsits hal.129, Lisaan Al-Miizaan 4/155.
[11] Lihat biografi Umar bin Syakir dalam kitab: Al-Jarh wa At-Ta'diil 6/115, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/210, Miizaan Al-I'tidaal 5/244, Taqriib At-Tahdziib hal.413.
[12] Lihat biografi Abu Daud Al-A’maa dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' Ash-Shagiir hal.120, Al-Jarh wa At-Ta'diil 8/489, Al-Majruhiin 3/55, Al-Kaamil 7/59, Adh-Dhu'afaa' karya Ad-Daraquthniy 3/134, Adh-Dhu'afaa' karya Abu Nu'aim hal.152 , Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 3/165, Miizaan Al-I'tidaal 7/46, Taqriib At-Tahdziib hal.565.
[13] Lihat biografi Abdullah bin Amir Ath-Thaaiy dalam kitab: Taariikh Bagdad 11/27, Taariikh Al-Islam karya Adz-Dzahabiy 7/490.
[14] Lihat biografi Ya’quub bin Ishaq Al-‘Asqalaniy dalam kitab: Miizaan Al-I'tidaal 7/274, Lisaan Al-Miizaan 8/525.
[15] Lihat biografi Abu Nashr bin Wad’aan dalam kitab: Miizaan Al-I'tidaal 6/268, Al-Kasyf Al-Hatsits hal.242, Lisaan Al-Miizaan 7/381.
[16] Lihat biografi Umar bin Harun Al-Balkhiy dalam kitab: Adh-Dhu'afaa' karya An-Nasa'i hal.224 , Al-Jarh wa At-Ta'diil 6/140, Al-Majruhiin 2/90, Al-Kaamil 5/30, Adh-Dhu'afaa' karya Ad-Daraquthniy 2/164, Adh-Dhu'afaa' karya Abu Nu'aim hal.113, Adh-Dhu'afaa' karya Ibnu Al-Jauziy 2/218, Miizaan Al-I'tidaal 5/275, Taqriib At-Tahdziib hal.417.
[17] Lihat biografi Ali bin Al-Hasan dalam kitab: Miizaan Al-I'tidaal 5/148, Lisaan Al-Miizaan 5/517.
[18] Lihat biografi Muhammad bin Mudhar dalam kitab: Dzail Miizaan Al-I’tidaal karya Al-‘Iraqiy hal.186, Al-Kasyf Al-Hatsits hal.249, Lisaan Al-Miizaan 7/509.
[19] Lihat biografi Buuriy bin Al-Fadhl dalam kitab: Miizaan Al-I'tidaal 2/74, Al-Kasyf Al-Hatsits hal.79, Lisaan Al-Miizaan 2/372.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...