Rabu, 09 Juli 2014

Adab minum dalam Islam

بسم الله الرحمن الرحيم
Sebelumnya telah disebutkan beberapa adab ketika makan dalam Islam. Dan berikut ini beberapa adab ketika minum, diantaranya:
Membaca bismillah sebelum minum
Sama seperti ketika makan. Lihat: Baca "basmalah"
Minum dalam keadaan duduk kecuali ada hajat
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:
«أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا» [صحيح مسلم]
Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum sambil berdiri. [Sahih Muslim]
Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu 'anhu berkata:
«أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا» [صحيح مسلم]
Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum sambil berdiri. [Sahih Muslim]
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«لَا يَشْرَبَنَّ أَحَدٌ مِنْكُمْ قَائِمًا، فَمَنْ نَسِيَ فَلْيَسْتَقِئْ» [صحيح مسلم]
“Janganlah seseorang dari kalian minum sambil berdiri, dan barangsiapa yang lupa maka hendaklah ia memuntahkannya”. [Sahih Muslim]
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seseorang minum sambil berdiri, maka beliau berkata kepadanya: Muntahkan!
Orang itu bertanya: Kenapa?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: Sukakah engkau jika minum bersamamu seekor kucing?
Orang itu menjawab: Tidak!
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«فَإِنَّهُ قَدْ شَرِبَ مَعَكَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مِنْهُ، الشَّيْطَانُ» [مسند أحمد: صحيح]
“Maka sesungguhnya telah minum bersamamu yang lebih buruk dari itu, yaitu setan”. [Musnad Ahmad: Sahih]
Al-Jaaruud bin Al-Mu’allaa radhiyallahu 'anhu berkata:
«أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنِ الشُّرْبِ قَائِمًا» [سنن الترمذي: صحيح]
Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang minum sambil bediri. [Sunan Tirmidziy: Sahih]
Ibnu ‘Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:
«سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَمْزَمَ، فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ» [صحيح البخاري ومسلم]
Aku memberi minum Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dari air zamzam, maka beliau minum sambil berdiri. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Ali radhiyallahu 'anhu datang melalui pintu Ar-Rahmah kemudian ia minum sambil berdiri, kemudian ia berakata:
إِنَّ نَاسًا يَكْرَهُ أَحَدُهُمْ أَنْ يَشْرَبَ وَهُوَ قَائِمٌ، وَإِنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَعَلَ كَمَا رَأَيْتُمُونِي فَعَلْتُ [صحيح البخاري]
Sesungguhnya ada beberapa orang yang melarang seseorang dari mereka untuk minum sambil berdiri, dan sesungguhnya aku telah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan seperti yang kalian melihatku melakukannya (minum berdiri). [Sahih Bukhari]
Kabsyah Al-Anshariyah radhiyallahu 'anha berkata:
«دَخَلَ عَلَيَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشَرِبَ مِنْ فِي قِرْبَةٍ مُعَلَّقَةٍ قَائِمًا فَقُمْتُ إِلَى فِيهَا فَقَطَعْتُهُ» [سنن الترمذي: صحيح]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam datang kepadaku kemudian beliau minum dari bejana (tempat air) yang tergantung sambil berdiri, maka aku berdiri menuju tempat air itu dan aku memotong mulut bejana itu (untuk mengambil berkah dari bekas mulut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam). [Sunan Tirmidziy: Sahih]
Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata:
«كُنَّا نَأْكُلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَمْشِي، وَنَشْرَبُ وَنَحْنُ قِيَامٌ» [سنن الترمذي: صحيح]
Dulunya kami makan pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami sedang berjalan, dan kami minum dalam keadaan berdiri. [Sunan Tirmidziy: Sahih]
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
«أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى امْرَأَةٍ مِنَ الْأَنْصَارِ، وَفِي الْبَيْتِ قِرْبَةٌ مُعَلَّقَةٌ، فَاخْتَنَثَهَا وَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ» [مسند أحمد: حسن]
“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi seorang wanita dari kaum Anshar, dan dalam rumahnya ada tempat air yang tergantung, kemudian beliau membukanya dan minum sambil berdiri”. [Musnad Ahmad: Hasan]
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
«رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْرَبُ قَائِمًا وَقَاعِدًا، وَيُصَلِّي حَافِيًا وَمُنْتَعِلًا، وَيَنْصَرِفُ عَنْ يَمِينِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ» [سنن النسائي: صحيح]
Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil berdiri dan duduk, shalat dengan telanjang kaki dan memakai sandal, dan beranjak dari sebelah kanan dan kirinya. [Sunan An-Nasa’iy: Sahih]
Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu 'anhuma berkata:
«رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَشْرَبُ قَائِمًا وَقَاعِدًا» [سنن الترمذي: حسن]
Aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum sambil berdiri dan duduk. [Sunan Tirmidziy: Hasan]
Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu berkata:
«أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَشْرَبُ قَائِمًا» [الشمائل المحمدية للترمذي: حسن]
Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah minum sambil berdiri. [Syamail At-Tirmidziy: Hasan]
Minum dengan tangan kanan
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ، وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ» [صحيح مسلم]
“Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya, dan jika minum minumlah dengan tangan kanannya, karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya” [Sahih Muslim]
Hafshah - istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallamradhiyallahu 'anha berkata:
«أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَجْعَلُ يَمِينَهُ لِطَعَامِهِ وَشَرَابِهِ وَثِيَابِهِ، وَيَجْعَلُ شِمَالَهُ لِمَا سِوَى ذَلِكَ» [سنن أبي داود: صحيح]
Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjadikan tangan kanannya untuk makannya, minumnya, dan berpakaiannya. Dan menjadikan tangan kirinya untuk selain itu. [Sunan Abi Daud: Sahih]
Tidak bernafas dalam bejana
Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا شَرِبَ أَحَدُكُمْ فَلاَ يَتَنَفَّسْ فِي الإِنَاءِ [صحيح البخاري ومسلم]
“Jika seseorang dari kalian sedang minum, maka janganlah ia bernafas dalam bejana” [Sahih Bukhari dan Muslim]
Minum dengan tiga kali bernafas di luar bejana
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَنَفَّسُ ثَلاَثًا [صحيح البخاري ومسلم]
Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika minum bernafas tiga kali di luar bejana. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Dalam riwayat lain; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّهُ أَرْوَى وَأَبْرَأُ وَأَمْرَأُ» [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya yang demikian itu lebih menghilangkan dahaga, lebih selamat dari penyakit, dan lebih mudah meresap dalam perut”. [Sahih Muslim]
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَشْرَبُ فِي ثَلَاثَةِ أَنْفَاسٍ، إِذَا أَدْنَى الْإِنَاءَ إِلَى فِيهِ سَمَّى اللَّهَ، فَإِذَا أَخَّرَهُ حَمِدَ اللَّهَ، يَفْعَلُ بِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ [المعجم الأوسط: صححه الألباني]
Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam minum dengan tiga kali bernafas, jika beliau mendekatkan bejana ke mulutnya beliau membaca Bismillah, dan jika beliau menjauhkannya membaca Alhamdulillah, beliau melakukan hal itu sebanyak tiga kali. [Al-Mu’jam Al-Ausath: Sahih]
Tidak meniup minuman
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:
«نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُتَنَفَّسَ فِي الْإِنَاءِ، أَوْ يُنْفَخَ فِيهِ» [سنن أبي داود: صحيح]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang bernafas dalam bejana ketika minum, atau meniup di dalamnya. [Sunan Abi Daud: Sahih]
Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu 'anhu berkata:
«أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنِ النَّفْخِ فِي الشُّرْبِ»
Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari meniup minuman ketika minum.
Maka seseorang bertanya: Bagaimana jika aku melihat ada kotoran dalam bejana?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
«أَهْرِقْهَا»
“Tuangkan”
Orang itu bertanya lagi: Sesungguhnya aku tidak bisa lepas dari dahaga jika minum satu kali bernafas?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
«فَأَبِنِ القَدَحَ إِذَنْ عَنْ فِيكَ» [سنن الترمذي: صحيح]
“Maka jauhkanlah bejana dari mulutmu kemudian bernafas”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]
Tidak meminum minuman yang masih panas
Uqbah bin ‘Amir radhiyallahu 'anhu berkata:
كَانَ رسو الله صلى الله عليه وسلم يَكْرَهُ شُرْبَ الْحَمِيمِ [مسند أحمد: حسن]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak suka minum minuman yang masih panas. [Musnad Ahmad: Hasan]
Tidak minum dari mulut teko atau cerek
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الشُّرْبِ مِنْ فَمِ القِرْبَةِ أَوِ السِّقَاءِ [صحيح البخاري]
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam melarang minum langsung dari mulut geribah (cerek atau teko) atau tempat air minum. [Sahih Bukhari]
Memberi minum orang yang berada di samping kanannya terlebih dahulu
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: Didatangkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam susu yang sudah dicampur dengan air, sementara di sisi kanannya seorang A’rabiy, dan di sisi kirinya Abu Bakr. Maka beliau meminumnya kemudian memberikan sisanya kepada si A’rabiy, dan bersabda:
«الأَيْمَنَ فَالأَيْمَنَ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Dahulukanlah yang kanan kemudian yang kanan”. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Tidak minum dengan bejana emas atau perak
Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ، وَلاَ تَأْكُلُوا فِي صِحَافِهَا، فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَنَا فِي الآخِرَةِ [صحيح البخاري ومسلم]
“Janganlah kalian minum dengan bejana emas dan perak, dan janganlah kalian makan dengan piring emas dan perak, karena sesungguhnya itu hanya untuk mereka (orang kafir) di dunia dan hanya untuk kita di akhirat”. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Dari Ummu Salamah radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَنْ شَرِبَ فِي إِنَاءٍ مِنْ ذَهَبٍ، أَوْ فِضَّةٍ، فَإِنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارًا مِنْ جَهَنَّمَ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Barangsiapa yang minum dengan bejana dari emas atau perak, maka sesungguhnya telah mengalir dalam perutnya api dari neraka jahannam”. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Yang bertugas memberi minum adalah yang paling terakhir minum
Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ سَاقِيَ الْقَوْمِ آخِرُهُمْ شُرْبًا» [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya orang yang bertugas memberi minum adalah yang paling terakhir dari mereka yang minum” [Sahih Muslim]
Menutup bejana ketika hendak tidur dengan membaca bismillah
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«خَمِّرُوا الآنِيَةَ، وَأَوْكُوا الأَسْقِيَةَ، وَأَجِيفُوا الأَبْوَابَ وَاكْفِتُوا صِبْيَانَكُمْ عِنْدَ العِشَاءِ، فَإِنَّ لِلْجِنِّ انْتِشَارًا وَخَطْفَةً، وَأَطْفِئُوا المَصَابِيحَ عِنْدَ الرُّقَادِ، فَإِنَّ الفُوَيْسِقَةَ رُبَّمَا اجْتَرَّتِ الفَتِيلَةَ فَأَحْرَقَتْ أَهْلَ البَيْتِ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Tutuplah bejana (perabot menyimpan makanan), ikatlah tutup kendi (perabot menyimpan minuman), tutup pintu-pintu rumah dan jagalah anak-anak kecil kalian pada waktu 'isya' karena saat itu adalah waktu bagi jin untuk berkeliaran dan menculik, dan padamkanlah lampu-lampu ketika kalian tidur, karena binatang-binatang berbahaya bila datang dapat menarik sumbu lampu sehingga dapat berakibat kebakaran yang menyebabkan terbunuhnya para penghuni rumah". [Sahih Bukhari dan Muslim]
Dalam riwayat lain:
" إِذَا اسْتَجْنَحَ اللَّيْلُ، أَوْ قَالَ: جُنْحُ اللَّيْلِ، فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ العِشَاءِ فَخَلُّوهُمْ، وَأَغْلِقْ بَابَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَأَطْفِئْ مِصْبَاحَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَأَوْكِ سِقَاءَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَخَمِّرْ إِنَاءَكَ وَاذْكُرِ اسْمَ اللَّهِ، وَلَوْ تَعْرُضُ عَلَيْهِ شَيْئًا " [صحيح البخاري ومسلم]
"Jika malam sudah datang atau malam sudah gelap, maka tahanlah anak-anak kalian (untuk keluar rumah) karena pada saat itu setan sedang berkeliaran. Jika telah berlalu beberapa waktu dari waktu 'isya', bolehlah kalian biarkan mereka dan tutuplah pintu rumah dan sebutlah nama Allah dan padamkanlah lampu-lampu kamu dan sebutlah nama Allah dan tutup tempat minum serta tutup pula bejana (tempat makanan) kamu, walaupun kamu hanya sekedar melintangkan sesuatu di atasnya, dan sebutlah nama Allah". [Sahih Bukhari dan Muslim]
Dalam riwayat lain:
«غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، فَإِنَّ فِي السَّنَةِ لَيْلَةً يَنْزِلُ فِيهَا وَبَاءٌ، لَا يَمُرُّ بِإِنَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ غِطَاءٌ، أَوْ سِقَاءٍ لَيْسَ عَلَيْهِ وِكَاءٌ، إِلَّا نَزَلَ فِيهِ مِنْ ذَلِكَ الْوَبَاءِ» [صحيح مسلم]
“Tutuplah bejana kalian, dan tutuplah tempat air kalian, karena sesungguhnya dalam satu tahun ada satu malam di mana pada malam itu wabah penyakit turun, ia tidak melewati suatu bejana yang tidak ada penutupnya atau tempat air yang tidak tertutup kecuali wabah penyakit itu turun padanya pada malam itu”. [Sahih Muslim]
Mencelupkan lalat yang jatuh ke dalam minuman
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِذَا وَقَعَ الذُّبَابُ فِي شَرَابِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْمِسْهُ ثُمَّ لِيَنْزِعْهُ، فَإِنَّ فِي إِحْدَى جَنَاحَيْهِ دَاءً وَالأُخْرَى شِفَاءً» [صحيح البخاري]
“Jika lalat jatuh pada minuman seseorang dari kalian maka celupkanlah kemudian membuangnya (lalat tersebut), karena sesungguhnya pada salah satu sayapnya ada penyakit dan pada sayap yang satunya lagi ada obat”. [Sahih Bukhari]
Mengucapkan Alhamdulillah setelah minum
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya Allah meridhai seorang hamba jika selesai makan suatu makanan maka ia memuji-Nya atas makanan tersebut, atau jika selesai minum suatu minuman maka ia memuji-Nya atas minuman tersebut”. [Sahih Muslim]
Wallahu a’lam!
Referensi
بسط الكلامفي مسألة شرب القيام ، تأليف: أبي عبد الله محمد بن عوض بن غالب الحيدري
حكم الشرب قائماً ، تأليف: سعد بن عبد الله بن عبد العزيز آل حميد
الأحاديث الواردة في الأكل والشرب قائما ، تأليف: إبراهيم علي بن عبيد العبيد

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...