Selasa, 08 Juli 2014

Adab makan dalam Islam

بسم الله الرحمن الرحيم
Beberapa adab ketika makan dalam Islam, diantaranya:
Makan yang halal dan baik
{يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا} [البقرة: 168]
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi. [Al-Baqarah:168]
{وَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي أَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُونَ} [المائدة: 88]
Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya. [Al-Maidah:88]
{وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ} [البقرة: 188]
Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui. [Al-Baqarah:188]
Dari Ka’b bin ‘Ujrah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
يَا كَعْبَ بْنَ عُجْرَةَ، إِنَّهُ لَا يَرْبُو لَحْمٌ نَبَتَ مِنْ سُحْتٍ إِلَّا كَانَتِ النَّارُ أَوْلَى بِهِ [سنن الترمذي: صحيح]
“Wahai Ka’b bin ‘Ujrah, sesungguhnya tidak berkembang suatu jasad yang tumbuh dari yang haram kecuali neraka lebih pantas untuknya”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]
Tidak berlebihan
{وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ} [الأعراف: 31]
Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan. [Al-A’raaf:31]
Tidak mengharamkan yang dihalalkan
{يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُحَرِّمُوا طَيِّبَاتِ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ وَلَا تَعْتَدُوا إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُعْتَدِينَ} [المائدة: 87]
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu haramkan apa-apa yang baik yang telah Allah halalkan bagi kamu, dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas. [Al-Maidah:87]
Tidak kikir terhadap diri sendiri
Dari Abdullah bin ‘Amr radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَإِنَّ لِجَسَدِكَ عَلَيْكَ حَقًّا [صحيح البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya pada jasadmu ada hak atas dirimu”. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Tidak memakai bejana dari emas atau perak
Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
وَلاَ تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالفِضَّةِ، وَلاَ تَأْكُلُوا فِي صِحَافِهَا، فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَنَا فِي الآخِرَةِ [ صحيح البخاري]
“Jangan kalian minum dengan bejana emas dan perak, dan jangan makan dengan piring tersebut, karena sesungguhnya bejana yang demikian untuk orang kafir di dunia dan untuk kita di akhirat”. [Sahih Bukhari]
Mengajak orang lain untuk makan bersama
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«طَعَامُ الْوَاحِدِ يَكْفِي الِاثْنَيْنِ، وَطَعَامُ الِاثْنَيْنِ يَكْفِي الْأَرْبَعَةَ، وَطَعَامُ الْأَرْبَعَةِ يَكْفِي الثَّمَانِيَةَ» [صحيح مسلم]
“Makanan untuk satu orang cukup untuk dua orang, dan makanan untuk dua orang cukup untuk empat orang, dan makan empat orang cukup untuk delapan orang”. [Sahih Muslim]
Makan bersama-sama lebih baik
{لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ أَنْ تَأْكُلُوا جَمِيعًا أَوْ أَشْتَاتًا} [النور: 61]
Tidak ada halangan bagi kamu makan bersama-sama mereka atau sendirian. [An-Nuur:61]
Dari Wahsyiy bin Harb radhiyallahu 'anhu; Sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya: Ya Rasulullah kenapa kami makan tapi tidak bisa kenyang?
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:
«فَلَعَلَّكُمْ تَفْتَرِقُونَ؟»
“Mungking kalian makan sendiri-sendiri”.
Sahabat menjawab: Betul.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فَاجْتَمِعُوا عَلَى طَعَامِكُمْ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ يُبَارَكْ لَكُمْ فِيهِ [سنن أبي داود: حسن]
“Kumpulkanlah makanan kalian (makan bersama) dan sebutlah nama Allah ketika makan maka kalian akan diberkahi pada makanan tersebut”. [Sunan Abu Daud: Hadits hasan]
Mendahulukan orang yang lebih tua dan mulia
Hudzaifah radhiyallahu 'anhu berkata:
كُنَّا إِذَا حَضَرْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا لَمْ نَضَعْ أَيْدِيَنَا حَتَّى يَبْدَأَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَضَعَ يَدَهُ [صحيح مسلم]
Dahulu jika kami menghadiri jamuan makan bersama Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami tidak meletakkan tangan kami pada makanan sampai Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai meletakkan tangannya. [Sahih Muslim]
Makan bersama pembantu
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِذَا أَتَى أَحَدَكُمْ خَادِمُهُ بِطَعَامِهِ، فَإِنْ لَمْ يُجْلِسْهُ مَعَهُ، فَليُنَاوِلْهُ لُقْمَةً أَوْ لُقْمَتَيْنِ أَوْ أُكْلَةً أَوْ أُكْلَتَيْنِ، فَإِنَّهُ وَلِيَ عِلاَجَهُ» [صحيح البخاري]
"Jika pembantu seseorang dari kalian datang menghidangkan makanannya, maka jika ia tidak mengajaknya makan bersama, maka berilah padanya secuil atau dua cuil atau sesuap atau dua suap, karena sesungguhnya ialah yang telah membuatnya". [Sahih Bukhari]
Dalam riwayat lain:
... فَلْيُقْعِدْهُ مَعَهُ، فَلْيَأْكُلْ، فَإِنْ كَانَ الطَّعَامُ مَشْفُوهًا قَلِيلًا، فَلْيَضَعْ فِي يَدِهِ مِنْهُ أُكْلَةً أَوْ أُكْلَتَيْنِ [صحيح مسلم]
“…, maka ajaklah pembantunya duduk bersamanya kemudian makan, dan jika makanannya sedikit, maka letakkanlah pada tangannya secuil atau dua cuil dari makanan itu”. [Sahih Muslim]
Tidak duduk pada hidangan yang ada minuman kerasnya (khamar)
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلَا يَجْلِسْ عَلَى مَائِدَةٍ يُدَارُ عَلَيْهَا بِالخَمْرِ [سنن الترمذي: حسنه الألباني]
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka janganlah ia duduk pada hidangan yang dihidangkan di atasnya khamar (minuman memabukkan)”. [Sunan Tirmidziy: Hasan]
Duduk melantai
Anas radhiyallahu 'anhu berkata:
«رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُقْعِيًا يَأْكُلُ تَمْرًا» [صحيح مسلم]
Aku melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk melantai (pantatnya menyentuh tanah) sambil makan kurma. [Sahih Muslim]
Abdullah bin Busr radhiyallahu 'anhu berkata: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki piring besar yang diberi nama “Al-Garaa’” yang hanya bisa diangkat oleh empat orang laki-laki, maka ketika mereka menyembelih dan shalat Dhuha, piring besar itu didatangkan –yang telah berisi makanan-, maka mereka duduk di sekelilingnya, kemudian setelah banyak yang berkumpul, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk dengan lututnya. Maka seorang A’rabi bertanya: Ada apa dengan gaya duduk ini?
Nabis shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّ اللَّهَ جَعَلَنِي عَبْدًا كَرِيمًا، وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا عَنِيدًا» [سنن أبي داود: صحيح]
“Sesungguhnya Allah menjadikanku seorang hamba yang pemurah, dan tidak menjadikanku sewenang-wenang (sombong) lagi menentang (kebenaran)”. [Sunan Abi Daud: Sahih]
Tidak bersandar
Dari Abu Juhaifah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لاَ آكُلُ مُتَّكِئًا [صحيح البخاي]
“Aku tidak makan sambil bersandar”. [Sahih Bukhari]
Tidak tengkurap
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، أَنْ يَأْكُلَ الرَّجُلُ، وَهُوَ مُنْبَطِحٌ عَلَى وَجْهِهِ» [سنن ابن ماجه: حسنه الألباني]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang untuk makan dalam keadaan tidur tengkurap. [Sunan Ibnu Majah: Hasan]
Makan duduk kecuali ada hajat
Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:
«أَنَّ النبي صلى الله عليه وسلم نَهَى أَنْ يَشْرَبَ الرَّجُلُ قَائِمًا»
“Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang minum sambil berdiri”
Qatadah bertanya kepada Anas: Bagaimanan dengan makan?
Anas menjawab:
«ذَاكَ أَشَرُّ أَوْ أَخْبَثُ» [صحيح مسلم]

“Itu lebih buruk” [Sahih Muslim]
Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata:
«كُنَّا نَأْكُلُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَمْشِي، وَنَشْرَبُ وَنَحْنُ قِيَامٌ» [سنن الترمذي: صحيح]
Dulunya kami makan pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan kami sedang berjalan, dan kami minum dalam keadaan berdiri. [Sunan Tirmidziy: Sahih]
Mendahulukan makan ketika sudah masuk waktu shalat atau ingin buang hajat
Dari Aisyah radhiyallahu 'anha; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«لَا صَلَاةَ بِحَضْرَةِ الطَّعَامِ، وَلَا هُوَ يُدَافِعُهُ الْأَخْبَثَانِ» [صحيح مسلم]
“Tidak sepurnah shalat ketika telah hadir hidangan makanan, dan tidak pula ketika ia menahan buang hajat”. [Sahih Muslim]
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِذَا وُضِعَ عَشَاءُ أَحَدِكُمْ وَأُقِيمَتِ الصَّلاَةُ، فَابْدَءُوا بِالعَشَاءِ وَلاَ يَعْجَلْ حَتَّى يَفْرُغَ مِنْهُ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Jika makan malam seseorang dari kalian sudah dihidangkan kemudian iqamah untuk shalat dikumandangkan, maka mulailah dengan makan malam, dan jangan terburu-buru sampai ia selesai dari makannya”. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Makan tergesa-gesa ketika ada kesibukan
Anas radhiyallahu 'anhu berkata:
«أُتِيَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِتَمْرٍ، فَجَعَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْسِمُهُ وَهُوَ مُحْتَفِزٌ، يَأْكُلُ مِنْهُ أَكْلًا ذَرِيعًا» [صحيح مسلم]
Didatangkan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kurma, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sibuk membaginya dan beliau duduk melantai, sambil makan darinya secara tergesa-gesa. [Sahih Muslim]
Berwudhu sebelum makan ketika dalam keadaan junub
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
«كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ جُنُبًا، فَأَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَنَامَ، تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاةِ» [صحيح مسلم]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika sedang junub dan beliau ingin makan atau tidur, beliau berwudhu seperti wudhunya untuk shalat. [Sahih Muslim]
Membaca doa sebelum makan
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا دَخَلَ الرَّجُلُ بَيْتَهُ، فَذَكَرَ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ وَعِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: لَا مَبِيتَ لَكُمْ، وَلَا عَشَاءَ، وَإِذَا دَخَلَ، فَلَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ دُخُولِهِ، قَالَ الشَّيْطَانُ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ، وَإِذَا لَمْ يَذْكُرِ اللهَ عِنْدَ طَعَامِهِ، قَالَ: أَدْرَكْتُمُ الْمَبِيتَ وَالْعَشَاءَ " [صحيح مسلم]
“Jika seseorang masuk ke rumahnya dan menyebut nama Allah ketika masuk dan ketika makan, setan berkata kepada sesamanya: Tidak ada penginapan dan makanan untuk kalian. Dan jika ia masuk rumah dan tidak menyebut nama Allah ketika masuk, setan berkata: Kalian mendapatkan penginapan. Dan jika ia tidak menyebut nama Allah ketika makan, setan berkata: Kalian mendapatkan penginapan dan makanan”. [Sahih Muslim]
Hudzaifah radhiyallahu 'anhu berkata: Suatu ketika kami menghadiri jamuan makan bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kemudian datang gadis kecil seolah-olah ada yang mendorongnya, kemudian ia bergegas meletakkan tangannya pada makanan. Maka Rasulullah memegang tangannya, kemudian datang lagi seorang A’rabiy seolah-olah ia didorong, maka beliau memegang tangannya, kemudian beliau bersabda:
«إِنَّ الشَّيْطَانَ يَسْتَحِلُّ الطَّعَامَ أَنْ لَا يُذْكَرَ اسْمُ اللهِ عَلَيْهِ، وَإِنَّهُ جَاءَ بِهَذِهِ الْجَارِيَةِ لِيَسْتَحِلَّ بِهَا فَأَخَذْتُ بِيَدِهَا، فَجَاءَ بِهَذَا الْأَعْرَابِيِّ لِيَسْتَحِلَّ بِهِ فَأَخَذْتُ بِيَدِهِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، إِنَّ يَدَهُ فِي يَدِي مَعَ يَدِهَا» [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya setan menghalalkan makanan jika tidak disebut nama Allah atasnya, dan sesungguhnya ia datang bersama gadis kecil ini untuk menghalalkan makanan maka aku memegang tangannya, kemudian datang dengan A’rabiy ini untuk menghalalkannnya maka aku memegang tangannya, dan demi Yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya tangan setan ada pada tanganku bersama tangan gadis kecil ini”. [Sahih Muslim]
Memakan apa yang ada di dekatnya
Umar bin Abu Salamah radhiyallahu 'anhu berkata: Waktu aku masih kecil dan berada di bawah asuhan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tanganku bersileweran di nampan saat makan. Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«يَا غُلاَمُ، سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Wahai anak kecil, bacalah Bismilillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang ada di hadapanmu."
Maka seperti itulah cara makanku setelah itu. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Tidak langsung memakan dua potong atau dua biji saat makan berjama’ah
Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata:
«نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَقْرُنَ الرَّجُلُ بَيْنَ التَّمْرَتَيْنِ جَمِيعًا، حَتَّى يَسْتَأْذِنَ أَصْحَابَهُ» [صحيح البخاري ومسلم]
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang seseorang makan dua biji kurma secara bersamaan sampai ia meminta izin kepada temannya. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Makan dari sisi bejana
Dari Abdullah bin Busr radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«كُلُوا مِنْ حَوَالَيْهَا، وَدَعُوا ذِرْوَتَهَا، يُبَارَكْ فِيهَا» [سنن أبي داود: صحيح]
“Makanlah kalian dari sisi bejana, dan jangan memulai dari tengahnya, maka akan diberkahi pada makanan itu” [Sunan Abi Daud: Sahih]
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«البَرَكَةُ تَنْزِلُ وَسطَ الطَّعَامِ، فَكُلُوا مِنْ حَافَتَيْهِ، وَلَا تَأْكُلُوا مِنْ وَسطِهِ» [سنن الترمذي: صحيح]
“Berkah itu turun pada tengah makanan, maka mulailah makan dari pinggirnya, dan janganlah mulai makan dari tengahnya”. [Sunan Tirmidziy: Sahih]
Tidak mencela makanan
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
«مَا عَابَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ طَعَامًا قَطُّ، إِنِ اشْتَهَاهُ أَكَلَهُ وَإِلَّا تَرَكَهُ» [صحيح البخاري ومسلم] 
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mencela makanan sekalipun, jika ia suka ia makan, dan jika ia tidak suka ia tinggalkan. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Memuji makanan
Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma berkata: Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menggandeng tanganku menuju rumahnya, kemudian dihidangkan padanya sepotong roti, maka beliau bertanya:
«مَا مِنْ أُدُمٍ؟»
“Apa makanan pelengkapnya?”
Mereka menjawab: Tidak ada sesuatu kecuali acar (asam-asaman)!
Beliau bersabda:
«فَإِنَّ الْخَلَّ نِعْمَ الْأُدُمُ»
“Sesungguhnya sebaik-baik makanan pendamping adalah acar”.
Jabir berkata: Maka aku senantiasa menyukai acar sejak aku mendengar itu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. [Sahih Muslim]
Tidak meniup makanan
Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma berkata:
«نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ النَّفْخِ فِي الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ» [مسند أحمد: صحيح]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang meniup pada makanan dan minuman. [Musnad Ahmad: Sahih]
Tidak memakan makanan yang masih panas
Dari Asma’ binti Abi Bakr radhiyallahu 'anhuma; Bahwasanya jika ia membuat tsariid (makanan), ia menutupnya dengan sesuatu sampai uap panasnya hilang, kemudian berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّهُ أَعْظَمُ لِلْبَرَكَةِ» [مسند أحمد: حسن]
“Sesungguhnya itu lebih banyak mendatangkan berkah”. [Musnad Ahmad: Hasan]
Makan dengan tangan kanan
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ، وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ» [صحيح مسلم]
“Jika seseorang dari kalian makan maka makanlah dengan tangan kanannya, dan jika minum minumlah dengan tangan kanannya, karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya” [Sahih Muslim]
Salamah bin Al-Akwa’ radhiyallahu 'anhu berkata: Seseorang makan dengan tangan kiri di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Rasulullah berkata kepadanya:
«كُلْ بِيَمِينِكَ»
“Makanlah dengan tangan kanan”.
Orang itu menjawab: Aku tidak bisa.
Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdo’a atasnya:
«لَا اسْتَطَعْتَ» [صحيح مسلم]
“Kamu tidak akan bisa”.
Tidak ada yang menghalangi orang tersebut makan dengan tangan kanan kecuali rasa sombong, maka iapun tidak mampu mengangkat tangannya ke mulut. [Sahih Muslim]
Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«لَا تَأْكُلُوا بِالشِّمَالِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِالشِّمَالِ» [صحيح مسلم]
“Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena sesungguhnya setan itu makan dengan tangan kiri”. [Sahih Muslim]
Makan dengan tiga jari
Ka’ab bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:
«كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعَ، وَيَلْعَقُ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يَمْسَحَهَا» [صحيح مسلم]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam makan dengan tiga jari, dan menjilat tangannya sebelum melap atau mencucinya. [Sahih Muslim]
Tidak menyisakan makanan di tangan dan di piring
Dari Jabir radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepada orang yang selesai makan untuk menjilat tangan dan piringnya dan bersabda:
إِنَّكُمْ لَا تَدْرُونَ فِي أَيِّهِ الْبَرَكَةُ [صحيح مسلم]
“Sesungguhnya kalian tidak tahu di mana berkah makanan itu berada”. [Sahih Muslim]
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ طَعَامًا، فَلَا يَمْسَحْ يَدَهُ حَتَّى يَلْعَقَهَا [صحيح مسلم]
“Jika seseorang dari kalian makan, maka janganlah ia membasuh tangannya sebelum menjilatnya”. [Sahih Muslim]
Memungut makanan yang jatuh
Dari Anas radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika selesai makan beliau menjilat tangannya tiga kali, dan bersabda:
إِذَا سَقَطَتْ لُقْمَةُ أَحَدِكُمْ فَلْيُمِطْ عَنْهَا الْأَذَى وَلْيَأْكُلْهَا، وَلَا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ [صحيح مسلم]
“Jika makanan seseorang dari kalian jatuh maka pungutlah dan bersihkan kotoran yang menempel padanya kemudian makan, dan janganlah ia membiarkannya untuk setan”. [Sahih Muslim]
Menyuapi istri
Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«إِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلَّا أُجِرْتَ عَلَيْهَا، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Sesungguhnya engkau tidak menafkahkan satu nafkah dengan mengharapkan wajah Allah kecuali engkau diberi ganjaran atasnya, sampai apa yang engkau suapkan pada mulut istrimu (juga mendapat pahala)”. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Tidak makan sampai kenyang
Dari Miqdam bin Ma’di Kariib radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«مَا مَلَأَ آدَمِيٌّ وِعَاءً شَرًّا مِنْ بَطْنٍ. بِحَسْبِ ابْنِ آدَمَ أُكُلَاتٌ يُقِمْنَ صُلْبَهُ، فَإِنْ كَانَ لَا مَحَالَةَ فَثُلُثٌ لِطَعَامِهِ وَثُلُثٌ لِشَرَابِهِ وَثُلُثٌ لِنَفَسِهِ» [سنن الترمذي: صحيح]
"Tidak ada yang sering dipenuhi oleh seorang manusia yang lebih berbahaya dari pada perutnya, cukupalah anak cucu Adam baginya beberapa suap untuk menguatkan badannya, jika tidak cukup maka jadikanlah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk bernafas.” [Sunan Tirmidzi: Sahih]
Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
«مَا شَبِعَ آلُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ قَدِمَ المَدِينَةَ، مِنْ طَعَامِ بُرٍّ ثَلاَثَ لَيَالٍ تِبَاعًا، حَتَّى قُبِضَ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Keluarga Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah kenyang selama tiba di Madinah dari makanan gandum selama tiga malam berturu-turut sampa beliau wafat”. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
«المُؤْمِنُ يَأْكُلُ فِي مِعًى وَاحِدٍ، وَالكَافِرُ يَأْكُلُ فِي سَبْعَةِ أَمْعَاءٍ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Orang beriman makan pada satu usus, sedangkan orang kafir makan pada tujuh usus”. [Sahih Bukhari dan Muslim]
Berdo’a setelah makan
{يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ} [البقرة: 172]
Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezki yang baik-baik yang kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah. [Al-Baqarah:172]
{فَكُلُوا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللَّهُ حَلَالًا طَيِّبًا وَاشْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ} [النحل: 114]
Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezki yang telah diberikan Allah kepadamu; Dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. [An-Nahl:114]
{كُلُوا مِنْ رِزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ} [سبأ: 15]
Makanlah olehmu dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya. [Saba’:15]
Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ لَيَرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الْأَكْلَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا أَوْ يَشْرَبَ الشَّرْبَةَ فَيَحْمَدَهُ عَلَيْهَا [صحيح مسلم]
"Sesungguhnya Allah meridhai seorang hamba jika selesai makan suatu makanan maka ia memuji-Nya atas makanan tersebut, atau jika selesai minum suatu minuman maka ia memuji-Nya atas minuman tersebut". [Sahih Muslim]
Cuci tangan setelah makan dan berkumur-kumur
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ نَامَ وَفِي يَدِهِ غَمَرٌ، وَلَمْ يَغْسِلْهُ فَأَصَابَهُ شَيْءٌ، فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ [سنن أبي داود: صحيح]
“Barang siapa yang tidur sementara di tangannya ada sisa makanan (lemak daging) dan ia tidak mencucinya kemudian ia ditimpa sesuatu, maka jangan menyalahkan kecuali dirinya sendiri”. [Sunan Abi Daud: Sahih]
Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَكَلَ كَتِفَ شَاةٍ، فَمَضْمَضَ، وَغَسَلَ يَدَيْهِ، وَصَلَّى [سنن ابن ماجه: صححه الألباني]
Sesungguhnyya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah makan paha kambing, beliau berkumur-kumur dan mencuci kedua tangannya, kemudian beliau shalat. [Sunan Ibnu Majah: Sahih]
Berterima kasih kepada orang yang menghidangkan makanan dan mendo’akannya
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا يَشْكُرُ اللَّهَ مَنْ لَا يَشْكُرُ النَّاسَ [سنن أبي داود: صحيح]
“Seseorang tidak dianggap mensyukuri Allah jika tidak mensyukuri pemberian orang lain”. [Sunan At-Tirmidzi: Sahih]
Wallahu a’lam!
Refrensi:
آداب الأكل والشرب ، بقلم: محمد بن إبراهيم التويجري

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...