Sabtu, 24 Desember 2011

Kebersihan bagian dari iman


Hadits : النظافة من الإيمان "kebersihan bagian dari iman".
Diriwayatkan oleh Al-Khathiib Al-Bagdaady (463H) dalam kitabnya “Talkhish al-mutasyaabih” 1/223:
قال : قرأت في كتاب أبي الحسن الدارقطني بخطه ، وحدثنيه أحمد بن محمد بن أحمد الرُّوياني عنه قال : أخبرنا على بن عبد الله بن الفضل البغدادي ، نا الحسين بن محمد بن عفير الأنصاري ، ثنا النضر بن هشام المكتب ، نا إبراهيم بن حِبّان بن حكيم ، أنا شريك عن مغيرة ، عن إبراهيم ، عن علقمة عن عبد الله بن مسعود قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " تخللوا ، فإنه نظافة ، والنظافة من الإيمان ، والإيمان مع صاحبه في الجنة " .

Dan diriwayatkan juga oleh Ath-thabaraany (360H) dalam kitabnya “Al-Mu’jam Al-Ausath” no.(7311) 7/215 dengan lafadz النظافة تدعو إلى الإيمان "kebersihan mengajak kepada keimanan":
قال : حدثنا محمد بن العباس ثنا النضر بن هشام الأصبهاني ثنا إبراهيم بن حيان بن حكيم بن حنظلة بن سويد بن علقمة بن سعد بن معاذ الأنصاري حدثني شريك ... به ، بلفظ : " تخللوا ، فإنه نظافة ، والنظافة تدعو إلى الإيمان ، والإيمان مع صاحبه في الجنة " .
Hadits ini dihukumi oleh syekh Albaany (1420H) sebagai hadits palsu, karena pada sanadnya ada rawy yang bernama Ibrahim bin Hayyan bin Hakim([1]), periwayatan haditsnya sangat lemah; Ibnu ‘Adiy (365H) mengatakan: Ia banyak meriwayatkan hadits-hadits palsu. [Silsilah Hadits Dhaif no.5277]

Kamis, 15 Desember 2011

Ayat tentang burung

بسم الله الرحمن الرحيم

Berikut ini beberapa ayat yang membahas tentang burung, semoga bermanfaat!

Burung adalah makhluk ciptaan Allah.

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. tiadalah kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. [Surah 6 Al-An’am: 38] 

Sebahagian Mufassirin menafsirkan Al-Kitab itu dengan Lauhul mahfudz dengan arti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam Lauhul mahfudz. Dan ada pula yang menafsirkannya dengan Al-Quran dengan arti: dalam Al-Quran itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah dan pimpinan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat, dan kebahagiaan makhluk pada umumnya.

Jumat, 09 Desember 2011

Jangan sampai menyesal

بسم الله الرحمن الرحيم
Hari kiamat dinamai juga oleh Allah subhanahu wa ta'aalaa sebagai hari penyesalan, karena manusia pada hari itu akan menyesali segala perbuatannya di dunia. Allah berfirman:
{وَأَنْذِرْهُمْ يَوْمَ الْحَسْرَةِ إِذْ قُضِيَ الْأَمْرُ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُون} [مريم: 39]
“Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara Telah diputus. dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.” [Maryam:39]

Orang kafir menyesal karena tidak beriman di dunia, orang musyrik menyesal karena tidak mentauhidkan Allah Yang Maha Esa, dan pelaku maksiat meyesal karena tidak segera bertaubat.

Kamis, 01 Desember 2011

Makan sampai kenyang


Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
ما ملأ آدمي شرا من بطن ، بحسب ابن آدم أكلات يقمن صلبه ، فإن كان لا محالة فثلث لطعامه وثلث لشرابه وثلث لنفسه
"Tidak ada yang sering dipenuhi oleh seorang manusia yang lebih berbahaya dari pada perutnya, cukupalah anak cucu Adam baginya beberapa suap untuk menguatkan badannya, jika tidak cukup maka jadikanlah sepertiga perutnya untuk makanan, sepertiga untuk minuman, dan sepertiganya lagi untuk bernafas.” [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Dari sabda Rasulullah di atas menunjukkan kepada kita bahwa makan sampai kenyang sering berdampak negatif bagi seseorang baik terhadap duniawinya maupun agamanya.

Minggu, 20 November 2011

Tugas malaikat Jibril

"Tugas malaikat Jibril kan menyampaikan wahyu udah selesai, nah kira-kira apa ya tugas malaikat Jibril sekarang? Beserta dalilnya!" , tanya teman saya di facebook.

Maka dengan mambaca basmalah dan selawat kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam saya menjawab:

Selain menyampaikan wahyu dari Allah subhanahu wa ta'ala, ada tugas lain yang dibebankan Allah kepada malaikat Jibril 'alaihissalam, di antaranya:

Jumat, 11 November 2011

Sesat karena CINTA


Imran bin Hiththan bin Dzhabiyan As-Sadusy, seorang ulama' dari kalangan tabi'in di Bashrah.
Ia berguru dari beberapa Sahabat seperti: Aisyah, Abu Musa Al-Asy'ary, dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhum.
Diantara muridnya: Ibnu Sirin, Qatadah, dan Yahya bin Abi Katsir rahimahumullah.

Imran adalah salah seorang yang pandai melantunkan sya'ir. Dulunya ia bermazhab ahlissunnah wal jama'ah, namun karena cintanya kepada putri pamannya yang cantik dan menawan namun bermazhab khawarij, ia berniat menikahinya untuk membimbingnya kembali ke mazhab yang benar.
Akan tetapi yang terjadi justru sebaliknya, malah ia yang berpaling dari mazhab ahlissunnah dan terjerumus dalam mazhab khawarij. Sampai ia melantunkan sya'ir dengan memuji pembunuh Ali bin Abi Thalib radiyallahu 'anhu.

Suatu hari istrinya berkata: "Aku perhatikan diriku dan dirimu, ternyata aku dan kamu adalah penghuni surga". 
Imran bertanya: "Kenapa begitu?" 
Istrinya menjawab: "Karena aku diberi suami sepertimu (yg buruk rupa) dan aku bersabar, sedangkan kamu dikaruniai istri sepertiku (yang cantik) dan kau bersyukur; dan orang yang sabar dan bersyukur adalah ahli surga".

Setelah Imran meninggal, istrinya dilamar oleh Suwaid bin Manjuf As-Sadusiy tapi ia menolak. 
Ia memiliki tahi lalat yang sangat disenangi oleh Imran dan sering diciuminya, kemudian ia mencabut tahi lalat tersebut dan berkata: "Demi Allah, tidak boleh ada yang melihatnya kecuali Imran". 
Kemudian ia tidak menikah lagi sampai akhir hayatnya.

Imram bin Hiththan meninggal tahun 84 hijriyah.

Ulama berselisih pendapat tentang hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Imran. Ada yg mengatakan ditolak karena ia khawarij, dan ada pula yg mengatakan haditsnya diterima selama ia jujur.
Oleh sebab itu Imam Bukhari dalam kitabnya Sahih Bukhari meriwayatkan hadits yang disampaikan oleh Imran.
Ibnu Hajar berkata: Imran adalah orang yang shaduuq (jujur, haditsnya diterima) hanya saja ia bermazhab khawarij, ada yang mengatakan ia tobat dari mazhab tersebut.

Wallahu a'lam !

Semoga Allah senantiasa mengokohkan kita dalam mazhab ahlissunah wal jama'ah . Amin ...

Refrensi:
Tahdzib Al-Kamal oleh Al-Mizzi.
Siyar A'lam An-Nubala' oleh Adz-Dzahaby.
Taqrib At-Tahdzib oleh Ibnu Hajar.

Lihat juga: Yahya Al-Laitsiy dan gajah 
                Hadits-hadits Cinta 
                Godaan wanita

Minggu, 02 Oktober 2011

Jodoh di tangan siapa?


Dalam sebuah forum di facebook, seorang teman meminta saya untuk menanggapi sebuah tulisan yang mengatakan bahwa "jodoh itu adalah pilihan". Menurutnya tidak ada satupun dalil qot'i (pasti dan jelas) yang mengatakan bahwa jodoh adalah ketentuan (takdir) Allah, yang ada hanyalah dalil-dalil yang bersifat zhon (dugaan yang tidak pasti).

Kemudian penulisnya menyebutkan beberapa dalil yang ia anggap mendukung pendapatnya bahwa jodoh adalah pilihan, dan membantah dalil yang menurutnya menyatakan bahwa jodoh adalah ketentuan Allah.
Namun setelah membaca tulisan tersebut sangat jelas kalau penulis sama sekali tidak paham atau tidak tahu, atau bisa jadi menolak masalah qadha dan qadar (takdir).
Oleh sebab itu untuk menjawab pertanyaan "jodoh di tangan siapa", - dengan mengharap pertolongan Allah yang Maha Kuasa- ada beberapa poin yang ingin saya sampaikan.
Semoga Allah subhanahu wata'ala senantiasa meridhai semua usaha dan tindakan kita. Amin !

1. Meyakini takdir Allah subhanahu wata'ala adalah wajib dan merupakan salah satu rukun iman yang enam .
حديث جبريل لما سأل النبي صلى الله عليه وسلم عن الإيمان ، قال : " أن تؤمن بالله ، وملائكته ، وكتبه ، ورسله ، واليوم الآخر ، وتؤمن بالقدر خيره وشره " . [صحيح مسلم]
Dalam hadits kisah malaikat Jibril bertanya tentang keimanan, Rasulullah menjawab: "Iman adalah meyakini adanya Allah, para Malaikat, kitab suci, para Rasul, hari akhirat, dan meyakini takdir yang baik dan yang buruk." [Sahih Muslim]
عن جابر بن عبد الله قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : " لا يؤمن عبد حتى يؤمن بالقدر خيره وشره ، حتى يعلم أن ما أصابه لم يكن لخيطئه ، وأن ما أخطأه لم يكن ليصيبه . قال الشيخ الألباني : صحيح [سنن الترمذي]

Jumat, 23 September 2011

Mau nikah tapi tak punya uang

 بسم الله الرحمن الرحيم

 
Ulama berselisih pendapat boleh tidaknya seseorang berutang untuk nikah karena takut terjerumus dalam maksiat.

Fatwa Lajnah Ad-Daimah di Saudi membolehkan seseorang yang takut terjerumus dalam maksiat mengambil utang untuk menikah, akan tetapi kalau ia masih mampu menahan diri maka sebaiknya ia bersabar sampai mampu.

Sedangkan Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah tidak menganjurkan seseorang berutang untuk menikah, dengan dalil:

1. Firman Allah subhanahu wa ta'aalaa:
{وَلْيَسْتَعْفِفِ الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ نِكَاحًا حَتَّى يُغْنِيَهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ}
"Dan orang-orang yang tidak mampu kawin hendaklah menjaga kesucian (diri)nya, sehingga Allah memampukan mereka dengan karunia-Nya". [An-Nuur:33]

Dalam ayat ini Allah memerintahkan orang yang tidak mampu kawin untuk menjaga diri sampai diberi kemampuan dan tidak menganjurkan untuk berutang.

2. Hadits Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhuma; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
    «يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ»
"Wahai kaum pemudah, barang siapa yang mampu materi dan jasmani maka menikalah, karena itu lebih menjaga pandangan dan kemaluan. Dan barang siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena itu sebagai pelindung (dari maksiat)". [Sahih Bukhari dan Muslim]

Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menganjurkan pemuda yang tidak mampu untuk berutang.

Kamis, 22 September 2011

Jangan takut menikah dan punya anak

Wahai yang belum nikah ...
Wahai yang takut punya anak ...
Ketahuilah ...
Rezki istri dan anak bukanlah di tangan suami, mereka datang dengan rezkinya masing-masing yang telah ditentukan oleh Allah sebelum mereka lahir.
Suami hanya salah satu penghubung rezki mereka, suami hanya diwajibkan berusaha semampunya untuk menafkahi keluarganya.
Insyaallah kalau niat menikah memang ikhlas disisi Allah, pasti Allah akan membukakan pintu rahmat-Nya yang luas.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:

{وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَى مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ}
" Dan kawinkanlah orang-orang yang sedirian[belum kawin] diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. " [An-Nuur:32]

Sabtu, 20 Agustus 2011

Kebanyakan orang tidak tahu

Saudaraku – semoga kita selalu dirahmati oleh Allah subhanahu wata’ala - !!
Tahukah kalilan kalau banyak orang yang tidak tahu bahwa …

Allah Maha Esa.
{أَمَّنْ جَعَلَ الْأَرْضَ قَرَارًا وَجَعَلَ خِلَالَهَا أَنْهَارًا وَجَعَلَ لَهَا رَوَاسِيَ وَجَعَلَ بَيْنَ الْبَحْرَيْنِ حَاجِزًا أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ} [النمل: 61]
Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya, dan yang menjadikan gunung-gunung untuk (mengkokohkan)nya dan menjadikan suatu pemisah antara dua laut? apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) kebanyakan dari mereka tidak mengetahui. [An-Naml:61]