بسم الله الرحمن الرحيم
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ
فَاحْذَرُوهُمْ ۚ وَإِن تَعْفُوا وَتَصْفَحُوا وَتَغْفِرُوا فَإِنَّ اللَّهَ
غَفُورٌ رَّحِيمٌ (14) إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ
عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ (15) فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا
وَأَطِيعُوا وَأَنفِقُوا خَيْرًا لِّأَنفُسِكُمْ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ
فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (16) إِن تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا
يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ} [التغابن: 15 - 17]
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan
(bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar. Maka bertakwalah kamu kepada
Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah
yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya,
maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Jika kamu meminjamkan kepada
Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu
dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. [At-Tagabun: 14 - 17]
Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 10; Mewaspadai fitnah harta
Penjelasan singkat 3 ayat di atas:
1)
Istri adalah fitnah.
Dari Usamah
bin Zaid radiyallahu 'anhuma, Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَا تَرَكْتُ بَعْدِي
فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ»
"Aku tidak meninggalkan fitnah (cobaan) setelah aku meninggal lebih
berbahaya bagi laki-laki dari cobaan wanita." [Sahih Bukhari]
Lihat: Sebab terhindar dari fitnah wanita melalui kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam
2)
Anak adalah fitnah (cobaan).
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{يَاأَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا لَا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلَا أَوْلَادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ
وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ} [المنافقون: 9]
Hai orang-orang beriman, janganlah hartamu dan anak-anakmu
melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka
mereka itulah orang-orang yang merugi. [Al-Munafiquun:9]
Ø Buraidah radhiallahu 'anhu berkata:
خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ،
فَأَقْبَلَ الْحَسَنُ، وَالْحُسَيْنُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، عَلَيْهِمَا
قَمِيصَانِ أَحْمَرَانِ يَعْثُرَانِ وَيَقُومَانِ، فَنَزَلَ فَأَخَذَهُمَا،
فَصَعِدَ بِهِمَا الْمِنْبَرَ، ثُمَّ قَالَ: «صَدَقَ اللَّهُ: {إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ
وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ} [التغابن: 15]، رَأَيْتُ هَذَيْنِ فَلَمْ أَصْبِرْ»، ثُمَّ أَخَذَ فِي الْخُطْبَةِ [سنن أبي داود: صحيح]
Rasulullah ﷺ
tengah berkhotbah di tengah-tengah kami, tiba-tiba Hasan dan Husain
radhiallahu'anhuma membawakan dua baju yang berwarna merah. Keduanya lalu
terjatuh, Rasulullah ﷺ
turun dari mimbar dan menggendong keduanya lalu kembali ke mimbar dengan
bersabda, "Mahabenar Allah atas firman-Nya: {Sesungguhnya hartamu dan
anak-anakmu hanyalah sebagai cobaan} [Al-Anfal: 28] Aku melihat kedua anak
ini maka aku tidak bisa bersabar (untuk menggendongnya)”, lalu beliau kembali
melanjutkan khutbah." [Sunan Abi Daud: Shahih]
3)
Harta adalah fitnah (cobaan).
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{وَاعْلَمُوا أَنَّمَا
أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللَّهَ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ}
[الأنفال: 28]
Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah
sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. [Al-Anfaal: 28]
Ø Ka'ab bin
'Iyadh radhiyallahu
'anhu berkata, Nabi ﷺ
bersabda:
«إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ
فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي المَالُ» [سنن الترمذي: صحيح]
"Sesungguhnya setiap umat itu memiliki fitnah dan fitnah umatku
adalah harta." [Sunan Tirmidziy: Shahih]
a.
Pencari hari harta
tidak akan pernah puas.
Ibnu Abbas radhiallahu'anhuma berkata, Nabi ﷺ bersabda:
«لَوْ كَانَ لِابْنِ
آدَمَ وَادِيَانِ مِنْ مَالٍ لاَبْتَغَى ثَالِثًا، وَلاَ يَمْلَأُ جَوْفَ ابْنِ
آدَمَ إِلَّا التُّرَابُ، وَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَى مَنْ تَابَ»
"Sekiranya anak Adam memiliki harta sebanyak dua bukit, niscaya ia
akan mengharapkan untuk mendapatkan bukit yang ketiga, dan tidaklah perut anak
Adam itu dipenuhi melainkan dengan tanah, dan Allah menerima tobat siapa saja
yang bertobat." [Shahih Bukhari]
Ø Dari Anas
dan Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhum; Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْهُومَانِ لَا
يَشْبَعَانِ: طَالِبُ عِلْمٍ وَطَالِبُ دُنْيَا» [صحيح الجامع الصغير]
"Dua gorongan yang rakus tidak pernah puas: Penuntut ilmu (tidak
puas dengan ilmu), dan pencari dunia (tidak puas dengan dunia)". [Sahih
Al-Jami' Ashagiir]
b.
Cela sikap rakus
terhadap harta.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ
فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا
مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (79) وَقَالَ الَّذِينَ
أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ
صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ} [القصص: 79، 80]
Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya.
Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga
kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun;
Sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar".
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah
bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan
beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang
sabar".
[Al-Qashash: 79-80]
Ø Dari Abu
Hurairah radhiallahu'anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«تَعِسَ عَبْدُ
الدِّينَارِ، وَالدِّرْهَمِ، وَالقَطِيفَةِ، وَالخَمِيصَةِ، إِنْ أُعْطِيَ رَضِيَ،
وَإِنْ لَمْ يُعْطَ لَمْ يَرْضَ»
"Celakalah budak dinar, budak dirham dan budak pakaian (sutra kasar)
serta budak Khamishah (campuran sutra), jika diberi ia akan ridha dan jika
tidak diberi maka dia tidak akan ridha." [Shahih Bukhari]
4)
Kehidupan dunia seluruhnya adalah cobaan.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{وَنَبْلُوكُمْ
بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ} [الأنبياء: 35]
Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan
sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya), dan hanya kepada Kamilah kamu
dikembalikan.
[Al-Anbiyaa':35]
{وَجَعَلْنَا بَعْضَكُمْ
لِبَعْضٍ فِتْنَةً أَتَصْبِرُونَ وَكَانَ رَبُّكَ بَصِيرًا} [الفرقان: 20]
Dan Kami jadikan sebahagian kamu cobaan bagi sebahagian yang
lain, maukah kamu bersabar? Dan adalah Tuhanmu Maha Melihat. [Al-Furqaan: 20]
Lihat: Kitab Ar-Riqaq, bab 07; Waspada dari kegemerlapan duniawi dan berlomba padanya
5)
Pahala besar di sisi Allah ta’aalaa bagi yang selamat dari
cobaan dunia.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{الْمَالُ وَالْبَنُونَ
زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِنْدَ
رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا} [الكهف: 46]
Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi
amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu
serta lebih baik untuk menjadi harapan. [Al-Kahfi:46]
6)
Bagaimana selamat dari cobaan dunia?
Diantaranya:
a)
Bertakwa kepada Allah ta'aalaa.
Allah -subhanahu wa ta'aalaa- berfirman:
{وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ
يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَن
يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ
جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا} [الطلاق: 2 - 3]
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan
baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada
disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah
akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang
(dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap
sesuatu.
[Ath-thalaaq: 2 - 3]
{وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ
يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا} [الطلاق: 4]
Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah
menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. [Ath-Thalaaq: 4]
b)
Mendengar dan ta’at kepada Allah, Rasulullah, ulama, dan pemimpin.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ
آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ
فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ
كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ
تَأْوِيلًا} [النساء:
59]
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah
Rasul (nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan
pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Quran) dan
Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari
kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [An-Nisaa':59]
{فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ
عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ} [النور:
63]
Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut
akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. [An-Nuur: 63]
c)
Banyak bersedekah.
Dari Mu’awiyah bin Haidah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«إِنَّ صَدَقَةَ السِّرِّ
تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى»
“Sesungguhnya sedekah yang dirahasiakan dapat meredakan kemarahan Ar-Rabb
(Allah) tabaaraka wa ta’aalaa”. [Al-Mu’jam Al-Ausath karya Ath-Thabaraniy:
Hasan]
Ø Dari Abu
Umamah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«صَنَائِعُ الْمَعْرُوفِ
تَقِي مَصَارِعَ السُّوءِ، وَصَدَقَةُ السِّرِّ تُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ»
“Perbuatan baik mencegah kejadian buruk, dan sedekah yang dirahasiakan
meredakan amarah Ar-Rabb”. [Al-Mu’jam Al-Kabiir karya Ath-Thabaraniy: Hasan]
Lihat: Keutamaan zakat, infaq, dan sedekah dalam As-Sunnah
d)
Bersabar.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{فَخَرَجَ عَلَى قَوْمِهِ
فِي زِينَتِهِ قَالَ الَّذِينَ يُرِيدُونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا يَا لَيْتَ لَنَا
مِثْلَ مَا أُوتِيَ قَارُونُ إِنَّهُ لَذُو حَظٍّ عَظِيمٍ (79) وَقَالَ الَّذِينَ
أُوتُوا الْعِلْمَ وَيْلَكُمْ ثَوَابُ اللَّهِ خَيْرٌ لِمَنْ آمَنَ وَعَمِلَ
صَالِحًا وَلَا يُلَقَّاهَا إِلَّا الصَّابِرُونَ} [القصص: 79، 80]
Maka keluarlah Karun kepada kaumnya dalam kemegahannya.
Berkatalah orang-orang yang menghendaki kehidupan dunia: "Moga-moga
kiranya kita mempunyai seperti apa yang telah diberikan kepada Karun;
Sesungguhnya ia benar-benar mempunyai keberuntungan yang besar".
Berkatalah orang-orang yang dianugerahi ilmu: "Kecelakaan yang besarlah
bagimu, pahala Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan
beramal saleh, dan tidak diperoleh pahala itu, kecuali oleh orang- orang yang
sabar".
[Al-Qashash: 79-80]
e)
Suka memaafkan.
f)
Berdo’a.
Sa'ad bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu mengajarkan kepada anaknya kalimat
do'a ini sebagaimana guru mengaji mengajarkan anak-anak mengaji Al-Qur'an, dan
ia berkata: Sesungguhnya Rasulullah ﷺ sering meminta perlindungan dari beberapa hal di akhir shalat:
«اللَّهُمَّ إِنِّي
أَعُوذُ بِكَ مِنَ الجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أُرَدَّ إِلَى أَرْذَلِ
العُمُرِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الدُّنْيَا، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ
القَبْرِ» [صحيح
البخاري]
"Ya Allah .. sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari sifat
penakut, dan aku berlindung kepada-Mu dari dikembalikan kepada umur yang paling
lemah (pikun), dan aku berlindung kepada-Mu dari cobaan dunia dan aku
berlindung kepada-Mu dari siksaan kubur. [Sahih Bukhari]
Ø Aisyah radhiyallahu 'anha berkata:
Nabi ﷺ sering berdo’a:
«اللَّهُمَّ إِنِّي
أَعُوذُ بِكَ مِنَ الكَسَلِ وَالهَرَمِ، وَالمَأْثَمِ وَالمَغْرَمِ، وَمِنْ
فِتْنَةِ القَبْرِ، وَعَذَابِ القَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ
النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الغِنَى، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الفَقْرِ،
وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ»
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari rasa malas, kepikunan, dosa-dosa
dan terlilit hutang, dan dari fitnah kubur serta siksa kubur, dan dari fitnah
neraka dan siksa neraka dan dari buruknya fitnah kekayaan, dan aku berlindung
kepada-Mu dari buruknya fitnah kefakiran, serta aku berlindung kepada-Mu dari
fitnah Al-Masih Ad-Dajjal." [Shahih Bukhari dan Muslim]
7)
Cela sifat kikir.
Lihat: Iman dan kikir tidak akan bersatu dalam Hati
8)
Sifat orang beruntung.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{فَأَمَّا مَن تَابَ
وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا فَعَسَىٰ أَن يَكُونَ مِنَ الْمُفْلِحِينَ} [القصص : 67]
Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan
amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung. [Al-Qashash: 67]
{وَلْتَكُن مِّنكُمْ
أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ
عَنِ الْمُنكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ} [آل عمران : 104]
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru
kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar;
merekalah orang-orang yang beruntung. [Ali 'Imran: 104]
{إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ
الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن
يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ} [النور : 51]
Sesungguhnya jawaban oran-orang mukmin, bila mereka dipanggil
kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka
ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah
orang-orang yang beruntung. [An-Nur: 51]
9)
Allah meminta pinjaman kepada hambaNya padahal Allah Maha kaya dan
semuanya adalah milik Allah.
Ini menegaskan bahwa apa yang kita berikan untuk Allah, pasti akan
dikembalikan oleh Allah ‘azza wajalla.
Lihat: "Al-Ganiy" Yang Maha Kaya
10) Allah ta'aalaa
melipat-gandakan sedekah.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{مَثَلُ الَّذِينَ
يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ
سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ
لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ} [البقرة: 261]
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang
menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang
menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat
gandakan (ganjaran) bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah Maha luas
(karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui. [Al-Baqarah:261]
Ø Dari Abu
Hurairah radhiyallahu ‘anhu; Rasulullah ﷺ bersabda:
«مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ
تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ، وَلاَ يَقْبَلُ اللَّهُ إِلَّا الطَّيِّبَ، وَإِنَّ
اللَّهَ يَتَقَبَّلُهَا بِيَمِينِهِ، ثُمَّ يُرَبِّيهَا لِصَاحِبِهِ، كَمَا
يُرَبِّي أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ، حَتَّى تَكُونَ مِثْلَ الجَبَلِ» [صحيح البخاري ومسلم]
“Barangsiapa yang bersedekah sebanyak satu biji kurma dari usaha yang
baik, dan Allah tidak akan menerima kecuali yang baik. Maka sesungguhnya Allah
menerimanya dengan tangan kanan-Nya, kemudian memeliharanya untuk pemiliknya
(yang bersedekah) sebagaimana seseorang dari kalian memelihara anak ternaknya,
sampai sedekah tersebut menjadi seperti gunung”. [Sahih Bukhari dan Muslim]
11) Ampunan Allah bagi yang
gemar bersedekah.
Lihat:Keutamaan zakat, infaq, dan sedekah dalam Al-Qur’an
12) Allah “Asy-Syakuur”
menerima amalan hambaNya walaupun sedikit, memaafkan dan melipatkandakannya.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{وَمَنْ يَقْتَرِفْ
حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ} [الشورى: 23]
Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan
baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi
Maha Mensyukuri.
[Asy-Syuuraa: 23]
13) Allah “Al-Haliim”, tidak
terburu-buru manjatuhkan hukuman kepada hambaNya.
Allah subhanahu wata'aalaa berfirman:
{وَرَبُّكَ الْغَفُورُ
ذُو الرَّحْمَةِ لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ
بَلْ لَهُمْ مَوْعِدٌ لَنْ يَجِدُوا مِنْ دُونِهِ مَوْئِلًا} [الكهف: 58]
Dan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. Jika Dia
hendak menyiksa mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan
siksa bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu tertentu (untuk mendapat siksa)
yang mereka tidak akan menemukan tempat berlindung dari-Nya. [Al-Kahf: 58]
Wallahu a’lam!
Lihat juga: Membentengi diri dan keluarga dari berbagai ujian (fitnah) - Bagaimana kita selamat dari fitnah (cobaan) - Macam-macam fitnah (ujian) dalam Al-Qur’an

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...