Kamis, 05 Mei 2011

10 Buah Keimanan


بسم الله الرحمن الرحيم

Iman ibarat sebuah pohon yang menancap kokoh di dalam hati seorang muslim yang akan menghasilkan buah yang bermanfaat di setiap tempat dan waktu. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ . تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ} [إبراهيم: 24-25]
"Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah Telah membuat perumpamaan kalimat yang baik [kalimat tauhid] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhan-nya". [Ibrahim: 24-25]

Berikut 10 buah dari kaimanan yang akan dipetik di dunia sebelum di akhirat nanti:

1. Bergegas dalam kebaikan.
Orang yang memiliki keimanan yang sempurna akan selalu bergegas dan berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{إِنَّ الَّذِينَ هُمْ مِنْ خَشْيَةِ رَبِّهِمْ مُشْفِقُونَ (57) وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ (58) وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ (59) وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ (60) أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ } [المؤمنون: 57- 61]
"Sesungguhnya orang-orang yang berhati-hati Karena takut akan (azab) Tuhan mereka, Dan orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Tuhan mereka, Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apapun), Dan orang-orang yang memberikan apa yang Telah mereka berikan (berupa ibadah), dengan hati yang takut (tidak diterima), (karena mereka tahu bahwa) Sesungguhnya mereka akan kembali kepada Tuhan mereka, Mereka itu bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan, dan merekalah orang-orang yang segera memperolehnya". [Al-Mu'minun:57-61]

Aisyah istri Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini { وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا آتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ } , apakah mereka yang dimaksud adalah peminum khamar dan pencuri? Rasulullah menjawab:
لَا يَا بِنْتَ الصِّدِّيقِ، وَلَكِنَّهُمُ الَّذِينَ يَصُومُونَ وَيُصَلُّونَ وَيَتَصَدَّقُونَ، وَهُمْ يَخَافُونَ أَنْ لَا تُقْبَلَ مِنْهُمْ {أُولَئِكَ يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَهُمْ لَهَا سَابِقُونَ} [سنن الترمذي: صحيح]
Bukan wahai putri As-Siddiq, akan tetapi mereka adalah orang yang puasa puasa, salat, dan sedekah, dan mereka takut ibadah mereka tidak diterima, Mereka itu adalah orang-orang bersegera untuk mendapat kebaikan-kebaikan. [Sunan Tirmidzi: Sahih]

Seorang sahabat yang bernama Abu Thalhah adalah orang anshar yang paling kaya, dan harta yang paling ia cintai adalah kebun "baeruha'" yang beradia di depan masjid An-Nabawy, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sering masuk ke kebun tersebut untuk minum dari airnya yang baik.
Abu Thalha mendatangi Rasululah dan berkata: Sesungguhnya Allah telah berfirman:
{لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ} [آل عمران: 92]
"Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sehahagian harta yang kamu cintai" [Ali Imran: 92], dan sesungguhnya harta yang paling aku cintai adalah "baeruha'" dan aku jadikan sedekah demi Allah mengharapkan kebaikan dan pahalanya dari Allah, terimalah kebun itu ya Rasulullah terserah engkau mau apakan.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
بَخٍ، ذَلِكَ مَالٌ رَابِحٌ، ذَلِكَ مَالٌ رَابِحٌ [صحيح البخاري ومسلم]
"Wah, itu adalah harta yang beruntung, itu adalah harta yang beruntung". [Bukhari dan Muslim]

2. Takut melakukan dosa sekecil apapun.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{قُلْ أَغَيْرَ اللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ قُلْ إِنِّي أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْمُشْرِكِينَ (14) قُلْ إِنِّي أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّي عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ} [الأنعام: 14، 15]
Katakanlah: "Apakah akan Aku jadikan pelindung selain dari Allah yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia yang memberi makan dan Ia tidak diberi makan?" Katakanlah: "Sesungguhnya Aku diperintah supaya Aku menjadi orang yang pertama kali menyerah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang musyrik." Katakanlah: "Sesungguhnya Aku takut akan azab hari yang besar (hari kiamat), jika Aku mendurhakai Tuhanku." [Al-An'am: 14-15]

Seorang lelaki duduk di hadapan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya: Ya Rasulullah, aku memiliki beberapa budak yang sering membohongiku, menghianatiku, dan melanggar perintahku, maka aku mencaci mereka dan memukulnya, bagaimana dengan tindakanku ini? Rasulullah bersabda:
«يُحْسَبُ مَا خَانُوكَ وَعَصَوْكَ وَكَذَّبُوكَ وَعِقَابُكَ إِيَّاهُمْ، فَإِنْ كَانَ عِقَابُكَ إِيَّاهُمْ بِقَدْرِ ذُنُوبِهِمْ كَانَ كَفَافًا، لَا لَكَ وَلَا عَلَيْكَ، وَإِنْ كَانَ عِقَابُكَ إِيَّاهُمْ دُونَ ذُنُوبِهِمْ كَانَ فَضْلًا لَكَ، وَإِنْ كَانَ عِقَابُكَ إِيَّاهُمْ فَوْقَ ذُنُوبِهِمْ اقْتُصَّ لَهُمْ مِنْكَ الفَضْلُ»
Akan dihisab semua penghianatan, pelanggaran dan kebohongan mereka terhadapmu, dengan hukuman yang engkau berikan kepada mereka. Jika kamu menghukumnya sesuai dengan pelanggarannya, maka hukumnya setimpal, kau tidak dapat pahala ataupun dosa. Dan jika kamu menghukum mereka lebih ringan dari kesalahan yang mereka lakukan, maka kamu akan mendapatkan pahala. Dan jika kamu menghukum mereka melebihi kesalahan yang mereka lakukan, maka kamu akan disiksa.
Mendengar sabda Rasulullah, orang itu bergeser dari tempatnya dan menangis. Rasulullah kemudian bersabda: Tidakkah kamu membaca firman Allah:
{وَنَضَعُ الْمَوَازِينَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيَامَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْئًا وَإِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا وَكَفَى بِنَا حَاسِبِينَ} [الأنبياء: 47]
"Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, Maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. dan jika (amalan itu) Hanya seberat biji sawipun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan". [Al-Anbiya':47]
Orang itu langsung berkata: Aku tidak mendapatkan suatu kebaikan dari mereka selain menjauh darinya, sekarang aku persaksikan di hadapanmu, sesungguhnya semua budakku telah aku merdekakan. [Sunan Tirmidzi: Sahih]

3. Zuhud di dunia.
Ketika keimanan menyelimuli hati seseorang, tidak akan terlena dengan gemerlapnya kehidupan dunia, merasa cukup dengan apa yang ada dan menjadikan dunia ini sebagai sarana untuk kehidupan akhirat. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{إِنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَإِنْ تُؤْمِنُوا وَتَتَّقُوا يُؤْتِكُمْ أُجُورَكُمْ وَلَا يَسْأَلْكُمْ أَمْوَالَكُمْ} [محمد: 36]
"Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan dia tidak akan meminta harta-hartamu". [Muhammad:36]
{وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ} [الأنعام: 32]
"Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka Tidakkah kamu memahaminya?" [Al-An'am:32]

Dari Abdullah bin Umar; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«كُنْ فِي الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَوْ عَابِرُ سَبِيلٍ» [صحيح البخاري]
"Hiduplah di dunia ini ibarat seorang pendatang atau sekedar lewat". [Sahih Al-Bukhariy]

Suatu hari beberpa orang dari negri Himsha mendatangi Amirul Mu'minin Umar bin Khattab, beliau berkata kepada mereka: Tuliskan aku nama-nama orang fakir yang ada di negri kalian agar aku bisa membantu mereka.
Kemudian mereka menyerahkan sebuah daftar yang tertulis beberapa nama di antaranya Sa'id bin Amir. Umar bin Khattab bertanya: Siapa itu Sa'id bin Amir? Mereka menjawa: Ia adalah pemimpin kami. Umar berkata: Pemimpin kalian seorang yang fakir? Mereka menjawab: Iya, demi Allah .. terkadang beberapa hari lamanya tidak ada api yang menyala di rumahnya.
Umar bin Khattab menangis mendengarnya sampai jenggotnya basah dengan air mata. Kemudian beliau mengambil uang sebanyak 1000 dinar dan dimasukkan ke dalam sebuah kantung lalu berkata: Sampaikan salamku padanya dan katakan bahwa Amirul Mu'minin mengirimkan harta ini kepadamu untuk membantu memenuhi kebutuhanmu.
Maka rombongan itu mendatangi Sa'id dengan membawa kantung tersebut. Sa'id memeriksanya yang ternyata berisi sejumlah dinar, lalu ia menjauhkannya darinya dan berkata: إنا لله وإنا إليه راجعون .
Istri Sa'id terkejut mendengarnya dan berkata: Apa yang menimpamu wahai Sa'id? Apakah Amirul Mu'minin meninggal? Sa'id menjawab: Bahkan lebih besar dari itu.
Istrinya bertanya lagi: Apakah umat Islam tertimpa musibah? Sa'id menjawab: Bahkan lebih besar dari itu.
Istrinya bertanya: Apa yang lebih besar dari itu? Sa'id menjawab: Aku kedatangan nikmat dunia yang akan menghancurkan akhiratku, dan cobaan masuk ke dalam rumahku.
Istrinya berkata: Jauhkan dirimu darinya. Sa'id berkata: Maukah kamu membantuku?
Istri Sa'id menjawab: Iya. Lalu sang istri mengambil dinar tersebut dan membaginya ke dalam beberapa kantung lalu menginfakkannya kepada orang miskin.

4. Mendapatkan pertolongan dari Allah.
Allah subhanahu wata'ala berfriman:
{وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ} [النور: 55]
"Dan Allah Telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana dia Telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang Telah diridhai-Nya untuk mereka, dan dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, Maka mereka Itulah orang-orang yang fasik". [An-Nur:55]
{وَكَانَ حَقًّا عَلَيْنَا نَصْرُ الْمُؤْمِنِينَ} [الروم: 47]
"Dan kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman". [Ar-Ruum:47]

Dari Abu Hurairah; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya Allah subhanahu wata'ala berfirman dalam sebuah hadits qudsi:
مَنْ عَادَى لِي وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ، وَمَا تَقَرَّبَ إِلَيَّ عَبْدِي بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ: كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ، وَيَدَهُ الَّتِي يَبْطِشُ بِهَا، وَرِجْلَهُ الَّتِي يَمْشِي بِهَا، وَإِنْ سَأَلَنِي لَأُعْطِيَنَّهُ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِي لَأُعِيذَنَّهُ، وَمَا تَرَدَّدْتُ عَنْ شَيْءٍ أَنَا فَاعِلُهُ تَرَدُّدِي عَنْ نَفْسِ المُؤْمِنِ، يَكْرَهُ المَوْتَ وَأَنَا أَكْرَهُ مَسَاءَتَهُ [صحيح البخاري ومسلم]
"Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku akan memeranginya, dan tidak ada ibadah yang dipersembahkan hamba-Ku yang paling Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibakan kepadanya, dan tidaklah hamba-ku senangtiasa mendekatkan diri kepada-Ku dengan amalan sunnah sampai aku mencintainya. Dan jika aku mencintainya, maka Aku sebagai pendengaran yang ia pakai mendengar, penglihatan yang ia pakai melihat, tangan yang ia pakai memegang, dan kaki yang ia pakai berjalan, dan jika ia meminta kepada-Ku akan Aku berikan, dan jika ia minta perlindungan dari-Ku akan Aku lindungi, dan Aku tidak pernah ragu melakukan sesuatu seperti keraguan-Ku mencabut jiwa seorang mu'min, ia tidak suka mati dan Aku tidak suka menyakitinya". [Bukhari dan Muslim]

5. Tidak takut kecuali kepada Allah.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ} [آل عمران: 175]
"Sesungguhnya mereka itu tidak lain hanyalah syaitan yang menakut-nakuti (kamu) dengan kawan-kawannya (orang-orang musyrik Quraisy), Karena itu janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepadaku, jika kamu benar-benar orang yang beriman". [Ali Imran:175]

6. Hanya mengharapkan Allah semata.
Orang sempurna imannya senantiasa menggantungkan harapannya hanya kepada Allah subhanahu wata'ala, karena ia yakin bahwa hanya Allah yang menciptakan, memiliki dan mengatur alam semesta ini. Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَإِلَى رَبِّكَ فَارْغَبْ} [الشرح: 8]
"Dan Hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap". [Asy-Syarh:8]

Dari Anas; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berkata kepada Fatimah: Apa yang menghalangimu untuk mendengarkan wasiat yang kuberikan padamu, ucapkanlah di waktu pagi dan sore ...
يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيثُ أَصْلِحْ لِي شَأْنِي كُلَّهُ، وَلَا تَكِلْنِي إِلَى نَفْسِي طَرْفَةَ عَيْنٍ
"Wahai yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya), dengan rahmat-Mu aku memohon, perbaikilah segala urusanku, dan janganlah Engkau melimpahkannya kepada diriku walaupun hanya sekedip mata". [Sunan Al-Kubraa An-Nasa'i: Hasan]

7. Tidak menyakiti orang lain.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْخُلَطَاءِ لَيَبْغِي بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ} [ص: 24]
"Sesungguhnya kebanyakan dari orang-orang yang berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh". [Shaad:24]

Dari Abu Syuraih; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ، وَاللَّهِ لاَ يُؤْمِنُ»
"Demi Allah ia tidak beriman, demi Allah ia tidak beriman, demi Allah ia tidak beriman".
Sahabat bertanya: Siapa itu ya Rasulullah?
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menjawab:
«الَّذِي لاَ يَأْمَنُ جَارُهُ بَوَايِقَهُ» [صحيح البخاري]
"Orang yang tidak selamat tetangganya dari kejahatannya". [Sahih Bukhari]

8. Selalu berbuat baik kepada orang lain.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَالَّذِينَ تَبَوَّءُوا الدَّارَ وَالْإِيمَانَ مِنْ قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِمَّا أُوتُوا وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ} [الحشر: 9]
"Dan orang-orang yang Telah menempati kota Madinah dan Telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan". [Al-Hasyr:9]

Dari Abu Hurairah; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«أَكْمَلُ الْمُؤْمِنِينَ إِيمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا» [سنن أبي داود: صحيح]
"Orang mu'min yang paling sempurna keimanannya adalah yang paling baik akhlaknya". [Sunan Abi Daud: Sahih]

Dan dari Abu Hurairah; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَاليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ» [صحيح البخاري ومسلم]
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat maka hendaklah ia menyambung silaturahim, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat maka hendaklah ia mengucapkan yang baik atau diam". [Sahih Bukhari dan Muslim]

9. Tunduk pada hukum Allah dan Rasul-Nya.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا مُبِينًا} [الأحزاب: 36]
"Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan rasul-Nya Telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya Maka sungguhlah dia Telah sesat, sesat yang nyata". [Al-Ahzab:36]
{فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا} [النساء: 65]
"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya". [An-Nisaa:65]

10. Memiliki hati yang tenang dan kehidupan yang damai.
Allah subhanahu wata'ala berfirman:
{مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً} [النحل: 97]
"Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik". [An-Nahl:97]

Dari Shuhaib; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
«عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ، إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ، صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ» [صحيح مسلم]
Sangat menakjubkan urusan seorang Mukmin, semua urusannya terasa baik, dan itu tidak terjadi pada siapapun kecuali pada seoran Mukmin, jika ia mendapat kebaikan ia bersyukur, maka itu baik baginya, dan jika ditimpa musibah ia bersabar, maka itu baik baginya. [Sahih Muslim]

Wallahu a'lam !

Referensi:
نظرات في التربية الإيمانية ، المؤلف: مجدي الهلالي

Lihat juga: Keimanan dan kekafiran
                   Tingkatan Iman
                   Urgensi Ilmu Aqidah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...