Selasa, 19 April 2011

Beribadah semoga lulus ujian


بسم الله الرحمن الرحيم


Beberapa kawan bertanya pada saya: "Bolehkah beribadah dengan niat semoga ujian lancar dan mendapat nilai yang memuaskan?"

Untuk menjawab pertanyaan ini, coba kita perhatikan beberapa ayat dan hadits berikut:

1. Dalam surah Al-A'raaf ayat 96 Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ} [الأعراف: 96] 
Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

2. Surah Al-Maaidah ayat 66:
{وَلَوْ أَنَّهُمْ أَقَامُوا التَّوْرَاةَ وَالْإِنْجِيلَ وَمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِمْ مِنْ رَبِّهِمْ لَأَكَلُوا مِنْ فَوْقِهِمْ وَمِنْ تَحْتِ أَرْجُلِهِمْ}[المائدة: 66]
Dan sekiranya mereka sungguh-sungguh menjalankan (hukum) Taurat dan Injil dan (Al Quran) yang diturunkan kepada mereka dari Tuhannya, niscaya mereka akan mendapat makanan dari atas dan dari bawah kaki mereka.
Maksudnya: Allah akan melimpahkan rahmat-Nya dari langit dengan menurunkan hujan dan menimbulkan rahmat-Nya dari bumi dengan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan yang buahnya melimpah ruah.

3. Surah Huud ayat 3:
{وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ} [هود: 3]
Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.

4. Surah Huud ayat 52:
{وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِينَ} [هود: 52]
Dan (Nabi Huud berkata): "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.

5. Surah Ath-Thalaaq ayat 2-3:
{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا . وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ} [الطلاق: 2-3]
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya dia akan mengadakan baginya jalan keluar, dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.

Ayat-ayat di atas mengisyaratkan bahwa orang yang beriman, bertakwa, sungguh-sungguh menjalankan ajaran agama, istigfar dan taubat, akan dilimpahkan oleh Allah baginya rezki yang banyak baik berupa hidayah, harta, ilmu, kesehatan, dan semua jenis rezki.

Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, di antaranya:

1. Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ رِزْقُهُ أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ [صحيح البخاري ومسلم]
"Barangsiapa yang ingin dilapangkan rezkinya atau dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim". [Sahih Bukhari dan Muslim]

2. Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata: Di masa Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam ada dua orang bersaudara, salah satu dari keduanya kerjanya cuma mendatangi Rasulullah untuk menuntut ilmu, sedangkan yang satunya lagi bekerja untuk menafkahi saudaranya. Yang mencari nafkah mengeluhkan saudaranya kepada Rasulullah, dan Rasulullah bersabda kepadanya:
«لَعَلَّكَ تُرْزَقُ بِهِ» [سنن الترمذي: صححه الألباني]
"Bisa jadi engkau mendapatkan rezki karena menafkahinya" . [Sunan Tirmidzi: Sahih]

3. Dari Umar radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا [سنن ابن ماجه: صححه الألباني]
"Sekiranya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Allah akan memberimu rezki seperti Allah memberi rezki kepada burung؛ keluar rumah dengan perut kosong, dan kembali dengan perut kenyang". [Sunan Ibnu Majah: Sahih]

Hadits-hadits di atas begitu jelas mengisyaratkan bahwa silaturahmi, menafkahi pelajar agama, dan sungguh-sungguh bertawakkal kepada Allah adalah wasilah untuk mendapatkan rezki dari Allah.
Adapun sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam:
"بَشِّرْ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِالنَّصْرِ وَالسَّنَاءِ وَالتَّمْكِينِ، فَمَنْ عَمِلَ مِنْهُمْ عَمَلَ الْآخِرَةِ لِلدُّنْيَا، لَمْ يَكُنْ لَهُ فِي الْآخِرَةِ نَصِيب" [صحيح ابن حبان]
"Beri kabar gembira bagi umat ini (Islam) dengan pertolongan dari Allah, kemuliaan dan derajat yang tinggi, serta kekuasaan, maka barangsiapa dari mereka yang melakukan amalan akhirat untuk mendapatkan dunia, ia tidak akan mendapatkan bagian di akhirat". [Sahih Ibnu Hibban]
Hadits ini ditujukan bagi orang-orang yang melakukan ibadah dengan mengharapkan imbalan dunia dari makhluk. Bukan bagi orang yang beribadah dengan mengharapkan imbalan dunia dari Allah subhanahu wa ta'aalaa Sang Pencipta, Pemilik, dan Pengatur alam semesta. Karena kalau bukan kepada Allah kita meminta urusan dunia, lalu mau ke mana lagi?

Dari 'Imran bin Hushain radhiyallahu 'anhu; Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

«مَنْ قَرَأَ القُرْآنَ فَلْيَسْأَلِ اللَّهَ بِهِ، فَإِنَّهُ سَيَجِيءُ أَقْوَامٌ يَقْرَءُونَ القُرْآنَ يَسْأَلُونَ بِهِ النَّاسَ» [سنن الترمذي: حسنه الألباني]

"Barangsiapa yang membaca Al-Qur'an maka mintalah kepada Allah dengan bacaannya itu, karena sesungguhnya akan datang suatu kaum yang membaca Al-Qur'an dan meminta kepada orang-orang dengan bacaannya". [Sunan Tirmidzi: Hasan]
Atau hadits tersebut ditujukan pada orang yang meminta kepada Allah kenikmatan dunia semata dan lupa akan kenikmatan akhirat yang abadi. Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{فَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ . وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . أُولَئِكَ لَهُمْ نَصِيبٌ مِمَّا كَسَبُوا وَاللَّهُ سَرِيعُ الْحِسَابِ} [البقرة: 200 - 202]
Maka di antara manusia ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami (kebaikan) di dunia", dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. Dan di antara mereka ada orang yang bendoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". Mereka itulah orang-orang yang mendapat bahagian daripada yang mereka usahakan; dan Allah sangat cepat perhitungan-Nya. [Al-Baqarah: 200-202]
Ketahuilah, bahwa do'a adalah ibadah, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam. Bahkan salah satu ibadah yang paling mulia sampai Allah mengancam orang-orang yang enggang berdo'a dan meminta kepada-Nya. Dalam surah Gaafir ayat 60 yang artinya:
{وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ} [غافر: 60]
Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina".
Yang dimaksud dengan menyembah-Ku di sini ialah berdoa kepada-Ku.
Bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
«لَا يَرُدُّ القَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ» [سنن الترمذي: حسنه الألباني]
"Tidak ada yang bisa menolak takdir kecuali do'a" . [Sunan Tirmidzi: Hasan]
Namun sangat disayangkan, banyak orang yang keinginannya hanya sebatas dunia, sama sekali tidak mengharapkan kehidupan akhirat. Balasan bagi mereka adalah neraka dan kerugian, Allah subhanahu wa ta'aalaa berfirman:
{مَنْ كَانَ يُرِيدُ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَالَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ . أُولَئِكَ الَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِي الْآخِرَةِ إِلَّا النَّارُ وَحَبِطَ مَا صَنَعُوا فِيهَا وَبَاطِلٌ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ} [هود: 15-16]
"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan" . [Huud: 15-16]
Dan banyak pula orang yang beribadah dan berdo'a kepada Allah di saat membutuhkan, dan jika keinginannya sudah dikabulkan, ia kembali lupa kepada Allah yang telah mengabulkan permohonannya. Allah menghinakan orang-orang yang berbuat demikian dalam surah Yunus ayat 12:
{وَإِذَا مَسَّ الْإِنْسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنْبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُ مَرَّ كَأَنْ لَمْ يَدْعُنَا إِلَى ضُرٍّ مَسَّهُ كَذَلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ} [يونس: 12]
Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah kami hilangkan bahaya itu daripadanya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. begitulah orang-orang yang melampaui batas itu memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan.
Somoga kita tidak termasuk orang-orang yang kufur nikmat. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
تَعَرَّفْ إِلَيْهِ فِي الرَّخَاءِ، يَعْرِفْكَ فِي الشِّدَّةِ [مسند أحمد: صحيح]
"Dekatlah kepada Allah di waktu senang, Allah akan mendekatimu di waktu susah". [Musnad Ahmad: Sahih]
Wallahu a'lam !

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar anda adalah pelajaran berharga bagi saya ...